Connect with us

Berita

Komnas HAM Temukan Indikasi Pembunuhan Berencana dalam Kasus Mutilasi 4 Warga Papua

Published

on

Dua komisioner Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Beka Ulung Hapsara (kanan) dan Choirul Anam (kiri) memberikan keterangan usai meninjau tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan Brigadir Yosua Nofriansyah Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022). Kedatangan dua komisioner Komnas HAM tersebut untuk mencocokkan data-data yang sudah dikumpulkan dengan kondisi di TKP. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Jakarta, goindonesia.co – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan terdapat indikasi pembunuhan berencana dalam kasus mutilasi warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua yang dilakukan sejumlah prajurit TNI dan sipil.

Indikasi itu didapat berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dilakukan Tim Komnas HAM dengan memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) sampai dengan memeriksa terduga pelaku hingga, 19 saksi, serta ikut dalam rekonstruksi peristiwa.

“Dari berbagai keterangan yang kita ambil, dari berbagai pihak, dan analisis atas fakta. Pertama ada temuan awal perencanaan pembunuhan dan mutilasi,” kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam di Kantornya, Jakarta Pusat pada Selasa (20/9/2022).

Anam mengatakan jika pihaknya mendapatkan informasi bahwa perencanaan pembunuhan terhadap korban sempat dilakukan beberapa kali oleh pelaku. Namun, rencana tersebut sempat ditunda dari hari yang telah ditetapkan.

Kemudian juga, Komnas HAM telah menemukan lokasi yang digunakan para pelaku untuk merencanakan kejahatan tersebut. Dimana dilakukan di bengkel las dan penampungan solar di Nawaripi milik salah satu pelaku.

“Lokasi tersebut dikenal oleh para pelaku dengan sebutan “Mako,” sebut Anam.

Hal itu bisa didapat sebagaimana hasil temuan dari komunikasi melalui gawai (HP) para pelaku yang menyebut bahwa komunikasi itu bagian dari perencanaan sebelum pembunuhan dilakukan.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan temuan lainnya adalah salah satu pelaku mengenal korban.

“Berdasarkan hasil temuan faktual, diketahui bahwa salah satu pelaku mengenali korban dan pernah bertemu,” kata Beka.

Beka menyampaikan Komnas HAM RI mengecam tindakan yang dilakukan oleh para pelaku yang melukai nurani dan merendahkan martabat manusia.

“Oleh karenanya, para pelaku harus dihukum seberat-beratnya termasuk pemecatan dari keanggotaan TNI,” ucapnya.

Duduk Perkara Kejahatan

Polisi menggelar rekonstruksi kasus mutilasi di Kabupaten Mimika, Papua. Komnas HAM dan Kompolnas turut mengawasi proses rekonstruksi. (Istimewa)

Untuk diketahui, kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi terjadi pada Senin 22 Agustus 2022 di Jalan Budi Utomo ujung, Kota Timika, Papua.

Para korban dihabisi nyawanya oleh pelaku kemudian tubuhnya dipotong. Setelah itu potongan tubuh korban dimasukkan kedalam 6 karung yang berisi batu sebagai pemberat dan dibuang di jembatan sungai Pigapu.

Saat ini polisi sudah menemukan potongan tubuh dari empat korban pembunuhan sadis itu.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP juncto pasal 55, 56 KUHP dan atau pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun.

Adapun total tersangka sejauh ini terdapat 12 diantaranya 8 dari kalangan anggota TNI dan 4 dari sipil. Terbaru terdapat panembahan 2 dari 8 tersangka kluster anggota TNI.

“Ada dua tersangka baru yang merupakan oknum anggota TNI diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan ini,” ujar Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra, Sabtu 3 September 2022.

Sementara tersangka sisanya terdapat enam merupakan, seorang perwira infanteri berinisial Mayor Inf HF dan Kapten Inf DK. Sementara sisanya berinisial Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC dan Pratu R. Sedangkan, empat tersangka dari kalangan sipil yakni APL alias J, DU, R, dan RMH. Untuk tersangka kalangan sipil ditangani pihak kepolisian. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita

Presiden Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya

Published

on

Presiden Jokowi, memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jaktim, Sabtu (01/10/2022). (Sumber: Tangkapan Layar)

Jakarta, goindonesia.co – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (01/10/2022), memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Jalannya upacara diawali dengan laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara Presiden Joko Widodo. Selanjutnya, Inspektur Upacara memimpin peserta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa yang telah gugur.

Kemudian, Ketua MPR Bambang Soesatyo membacakan naskah Pancasila. Sementara Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Ketua DPD La Nyalla Mattalitti.

Adapun, Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menandatangani naskah Ikrar dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas membacakan doa yang menjadi penutup rangkaian acara.

Berikut ikrar yang dibacakan dan ditandatangani oleh Ketua DPR Puan Maharani:

“Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan. Baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai ideologi negara. Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa, dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan, menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.” 

Selepas upacara, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama dengan Wakil Presiden dan Ibu Wury Ma’ruf Amin sejenak mengunjungi Monumen Pancasila Sakti sebelum meninggalkan lokasi acara.
Upacara juga dihadiri secara langsung antara lain oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (***)

sumber : setkab

Continue Reading

Berita

Harga Pertamax Turun Jadi Rp13.900, Berlaku Efektif Sabtu 1 Oktober 2022

Published

on

Papan petunjuk BBM yang berada di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta, goindonesia.co – PT Pertamina (Persero) secara resmi menurunkan harga BBM nonsubsidi yakni Pertamax series. Sebaliknya, BBM nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex justru naik.

Pertamina menurunkan harga dua jenis produk BBM non subsidi yakni bensin Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98) dan berlaku berlaku efektif mulai Sabtu 1 Oktober 2022 pukul 00.00 WIB.

“PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) Umum dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/12/MEM/2020 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum,” bunyi pengumuman tersebut, dikutip dari laman resmi Pertamina, dikutip Jumat malam (30/9/2022).

Mengutip pengumuman tersebut, harga Pertamax turun menjadi Rp 13.900 per liter juga berlaku di Nanggroe Aceh Darussalam, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Meski sama-sama menurun, harga berbeda diterapkan untuk harga Pertamax di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan, yang per 1 Oktober 2022 turun menjadi Rp14.200 per liter dari Rp14.850

Sementara, di Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu harga Pertamax menjadi Rp14.500 per liter dari sebelumnya Rp 15.200 per liter.

“Mengatur penyaluran di lapangan dengan baik agar pada saat perubahan harga dilakukan, tidak terjadi antrian di SPBU dan memastikan kondisi tetap kondusif,” demikian imbauan Pertamina kepada pengelola SPBU dan Pertashop, dikutip awak media.

Sementara, harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar tetap, yakni Pertalite tetap dengan harga jual Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi sebesar Rp6.800 per liter. (***)

Continue Reading

Berita

Penyaluran BSU, Menaker Terus Pantau Pembagian di Berbagai Daerah

Published

on

Menaker Ida Fauziyah (kedua dari kanan) meninjau penyaluran BSU. (Dok. : Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co: Penyaluran BSU, terus menperoleh pantauan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Kali ini, Menaker  meninjau penyaluran di Provinsi Jawa Timur, Jumat (30/9/2022). 

Menaker memantau penyaluran BSU, di salah satu lokasi yakni PT. Maspion Unit II, yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Dalam peninjauan tersebut, Menaker mengatakan, penyaluran BSU diberikan, untuk menekan dampak penyesuaian harga BBM seperti angka pengangguran. 

“Dengan segala cara pemerintah berupaya untuk mencegah angka pengangguran salah satunya dengan bantuan ini,” terang Menaker. 

Calon penerima BSU tahun 2022 secara nasional sebanyak 14.639.675 orang. Hingga saat ini, BSU telah tersalurkan kepada 7.077.550 orang melalui 3 tahap penyaluran. 

Tahap I telah tersalurkan kepada 4. 112. 052 orang; tahap II sebanyak 1. 607.776 orang; dan tahap III sebanyak 1. 357.722 orang. 

Sementara di Provinsi Jawa Timur, jumlah calon penerima BSU 1.966.882 orang dan telah tersalurkan kepada 958.317 orang, melalui 3 tahap penyaluran. Rinciannya tahap I  sebanyak 618.179 orang; tahap II sebanyak 162.649 orang; serta tahap III sebanyak 177.489. 

“Sebanyak 3.017 orang di Maspion terima BSU,” ujarnya. Pada kesempatan ini, Menaker juga mengapresiasi PT Maspion yang selama ini tidak mem-PHK karyawan, di tengah cobaan ekonomi global, termasuk di masa pandemi Covid-19. 

“Saya apresiasi kepada Maspion karena tidak memberhentikan karyawan dan mengikutkan karyawan, dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, memperoleh bantuan subsidi upah ini,” jelasnya. 

Selain PT Maspion, Menaker juga meninjau penyaluran BSU di PT Rembaka, Sidoarjo; Qendi Garden Resto, Sidoarjo; dan KUD Tani Bahagia, Mojokerto. (***)

Continue Reading

Trending