Connect with us

Politik

Mahasiswa Berikan Tuntutan ke Moeldoko, Tenggat Jokowi 3 Hari

Published

on

Jakarta, Goindonesia.co – Massa aksi dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyampaikan 12 tuntutan kepada Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam aksi bertajuk ‘7 Tahun Jokowi Mengkhianati Rakyat’, Kamis (21/10).

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, Moeldoko menemui massa di depan Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Jakarta, sekitar pukul 16.50 WIB.

Ia berjalan dari arah dalam kawat duri yang berseberangan dengan para demonstran. Koordinator Pusat BEM SI Kaharuddin bersama lima perwakilan mahasiswa lainnya menyampaikan tuntutan tersebut kepada mantan Panglima TNI itu.

“Massa aksi menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk membatalkan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” tutur Kahar memulai pembacaan tuntutan di depan Gedung Sapta Pesona.

Massa yang berjumlah sekitar lima ratusan ini juga mendesak pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai relatif rendah, serta tidak menggunakan utang luar negeri sebagai salah satu sumber pembangunan negara, melainkan menggunakan Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam negeri.

Tuntutan keempat Aliansi BEM SI adalah mewujudkan kebebasan sipil sesuai amanat konstitusi termasuk melakukan evaluasi dan reformasi di tubuh institusi Polri. Massa juga mendesak pemerintah menuntaskan persoalan HAM di masa lalu.

Tak ketinggalan, aliansi dari berbagai universitas ini mendesak agar Jokowi memenuhi janjinya terkait pemberantasan korupsi, seperti meminta pemberhentian Firli Bahuri sebagai Ketua KPK, membatalkan hasil tes wawasan kebangsaan (TWK), sekaligus menghadirkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) atas UU No 19 tahun 2019 tentang KPK.

Tuntutan ketujuh massa aksi adalah agar pemerintah memberi nilai afirmasi dalam proses seleksi PPPK untuk guru honorer berusia di atas 35 tahun dan mengangkat langsung guru honorer berusia 50 tahun.

“[Kami] mendesak pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesai, meliputi infrastruktur maupun peningkatan kualitas guru,” ucap Kahar.

Dalam aspek energi, massa menuntut Jokowi untuk menerbitkan Peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang untuk membatalkan UU No. 3 Tahun 2020 tentang Minerba. Selain itu, pemerintah juga didesak untuk mempercepat transisi energi kotor ke energi terbarukan.

Terakhir, tuntutan massa aksi adalah penegasan UU Pornograsi sebagai respon atas maraknya pelecehan seksual.

Pada akhir pembacaan tuntutan, massa mengultimatum Jokowi untuk segera merespon tuntutan massa dalam waktu 3×24 jam.

“[Kami] Mengultimatum kepada Presiden Jokowi dalam 3×24 jam, tuntutan kita tidak terpenuhi maka kami akan turun lagi,” tutup Kahar.

Usai menemui mahasiswa, Moeldoko meninggalkan lokasi tanpa memberikan pernyataan lebih lanjut. Massa kemudian membubarkan diri sekitar pukul 17.25 WIB.

Beberapa menit setelahnya, mobil taktis ikut meninggalkan lokasi dan petugas kebersihan mulai menyapu tempat demonstrasi itu.

Sebelumnya, mahasiswa berencana menggelar demo di depan di Istana Negara, Jakarta. Lantaran diadang oleh aparat kepolisian sejak di titik kumpul, Patung Kuda Arjuna Wijaya, massa memutuskan menggelar aksi di lokasi itu.

Politik

Muncul Koalisi Indonesia Bersatu, Kesetiaan ke Jokowi Jadi Isu

Published

on

Suharso Monoarfa, Airlangga Hartarto, Zulkifli Hasan (Dok. Humas Golkar)

Jakarta, goindonesia.co – Koalisi Indonesia Bersatu besutan Partai Golkar, PAN, dan PPP mendapat reaksi dari sesama partai politik Koalisi Indonesia Maju. Kesetiaan dan dukungan tiga partai kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) disinggung.

Adalah PSI yang menyinggung kesetiaan Koalisi Indonesia Bersatu kepada Jokowi. Meski tak soal dengan manuver Golkar, PAN, dan PPP, PSI memberi kritik.

“Setiap partai silakan saja melakukan manuver politik. Sah-sah saja,” kata Sekretaris Dewan Pembina PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan, Sabtu (14/5).

Padahal PSI berharap tak ada koalisi partai politik lain yang muncul dari dalam Koalisi Indonesia Maju, kabinet pemerintahan Jokowi.

“Namun, sebagai bagian dari koalisi Jokowi-Ma’ruf, PSI berharap hendaknya tidak ada koalisi lain yang dibentuk partai pendukung Pak Jokowi selain Koalisi Indonesia Maju,” ujar Raja.

Raja Juli Antoni (Ari Saputra/detikcom)

Oleh sebab itu, PSI menyentil kesetiaan Partai Golkar, PAN, dan PPP dalam mendukung pemerintahan Jokowi. PSI meminta partai yang sudah membentuk Koalisi Indonesia Bersatu setia terhadap Jokowi.

“Setia dulu saja mendukung Pak Jokowi dengan sepenuh hati. Kasihan Pak Jokowi mengurus rakyat. Pandemi belum selesai, recovery ekonomi sedang dilangsungkan, soal minyak goreng belum tuntas. Fokus saja dulu dukung Pak Jokowi,” imbuhnya.

PAN: Tak Ada Agenda Terselubung

Kesetiaan Partai Golkar, PAN, dan PPP yang disentil PSI mendapat respons Koalisi Indonesia Bersatu. PAN menegaskan setia terhadap pemerintahan Jokowi hingga 2024.

“Keberadaan Koalisi Indonesia Bersatu, yaitu Golkar, PAN, PPP, terbentuk dari adanya persamaan cita-cita untuk menunaikan janji Kemerdekaan RI sebagaimana termaktub di Pembukaan UUD 1945 melalui jalan demokrasi konstitusional,” kata Waketum PAN Viva Yoga Mauladi kepada wartawan, Sabtu (14/5).

Viva menjelaskan cita-cita itu kemudian diturunkan ke dalam wadah perjuangan politik gagasan, ide, dan pemikiran, sebagai landasan prinsip melalui proses-proses politik yang mencerdaskan, menggembirakan, menyejahterakan, memakmurkan, dan berkeadilan.

“Itulah yang menjadi salah satu dasar pendirian dari Koalisi Indonesia Bersatu,” ujar jubir PAN itu.

Viva Yoga Mauladi (Ari Saputra/detikcom)

Koalisi Indonesia Bersatu, menurut Viva, tetap bagian dari pemerintahan Jokowi. Koalisi ini, kata Viva, tetap mengemban tugas kerja pemerintahan Jokowi.

“KIB ini adalah bagian dari pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Oleh karena itu, dalam rencana kerja selanjutnya dipastikan akan bertanggung jawab untuk dapat meningkatkan kinerja pemerintahan,” ucap Viva.

Oleh sebab itu, kesetiaan koalisi ini bagi PAN tak perlu dipertanyakan lagi. Viva mengatakan tak ada agenda terselubung yang dibawa oleh Koalisi Indonesia Bersatu.

“Kesetiaan KIB kepada pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin tidak usah diragukan lagi. Tidak ada agenda politik tersembunyi atau terselubung. Semua serba-transparan alias terang-benderang. Apalagi Pak Airlangga Hartarto dan Bang Sumo (Suharso Monoarfa) adalah menteri di kabinet, maka tentu akan bekerja maksimal bekerja untuk rakyat,” sebut Viva.

“Bahkan, menurut Bang Zulkifli Hasan, PAN akan terus berkomitmen menjadi partai koalisi pemerintah, sampai berakhirnya purnatugas pemerintah setelah Pemilu 2024 nanti,” imbuhnya.

Golkar: Kami Tak Abai Dukung Jokowi

Partai Golkar juga membalas kritik PSI yang menyinggung kesetiaan Koalisi Indonesia Bersatu terhadap Jokowi. Golkar mengatakan Koalisi Indonesia Bersatu yang terbentuk bersama PAN dan PPP tetap taat pada tugas mendukung kebijakan Jokowi.

“Jangan salah menduga. Koalisi Indonesia Bersatu tidak mengabaikan tugas-tugas partai politik untuk mendukung kebijakan Pemerintahan Jokowi-Kiai Ma’ruf dalam berbagai kebijakannya,” kata Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Sabtu (14/5).

Ace Hasan Syadzily (Ari Saputra/detikcom)

“Koalisi Indonesia Bersatu ini justru ingin menghantarkan Pemerintahan Jokowi hingga 2024,” imbuh Ace.

Kesetiaan Partai Golkar dengan kebijakan Jokowi, menurut Ace, tak perlu diragukan lagi. Sementara itu, Koalisi Indonesia Bersatu merumuskan visi untuk di medan laga 2024.

“Partai Golkar masih setia kepada Presiden Jokowi. Yang kita rumuskan dalam KIB ini adalah visi, platform, dan gagasan untuk 2024,” imbuhnya. (***)

Continue Reading

Politik

NasDem: Surya Paloh Putuskan 1 Nama Capres September, Anies Kandidat Terkuat

Published

on

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (kanan) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan di Kantor DPP Partai NasDem, Jakarta, Rabu (24/7). Foto: ANTARA FOTO/Fauzi Lamboka

Jakarta, goindonesia.co – DPW Aceh NasDem menjadi salah satu daerah yang akan mengusulkan nama Anies Baswedan menjadi capres dalam Rakernas 15-17 Juni mendatang. Ketua DPW Partai NasDem Aceh Teuku Taufiqulhadi mengatakan selain Aceh, DKI Jakarta, Banten hingga Jabar dalam waktu dekat juga akan memutuskan untuk membawa nama Anies ke Rakernas.

“Kami cukup senang melihat perkembangan rencana pencapresan Pak Anies Baswedan dalam tubuh partai NasDem sejauh ini,” kata Taufiq kepada wartawan, Kamis (5/6).”Setelah Aceh, kini Banten, DKI, Jawa Barat dan waktu dekat Kalimantan akan sepakat membawa nama Anies ke Rakernas NasDem Juni mendatang di Jakarta,” imbuh dia.Taufiq menuturkan Rakernas akan memutuskan 3 nama yang akan diserahkan ke Ketum Surya Paloh. Setelah itu, kata dia, September mendatang Paloh akan memilih satu nama atau dua nama yang akan dijadikan sebagai capres-cawapres.

Ketum NasDem Surya Paloh memberikan pidato dalam acara Rakorsus se-Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (26/1/2020). Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

“Rakernas itu akan memutuskan 3 nama untuk diserahkan kepada Ketum Bapak Surya Paloh. September kemudian, tiga nama itu akan dikerucutkan menjadi satu nama. Atau mungkin dua di antara tiga itu akan disandingkan dalam satu paket capres (cawapres) NasDem,” ucapnya.

Lebih lanjut, Ketua DPP NasDem ini menuturkan partai menyerahkan sepenuhnya pilihan capres kepada Paloh.

Namun, saat ini, nama Anies yang paling bergaung luas di antara pengurus wilayah.”Namun, sejauh ini dapat saya sampaikan, nama yang bergaung sangat luas di NasDem adalah Anies Baswedan,” tandas dia.

Sebelumnya, Ketua DPP NasDem Willy Aditya menuturkan Rakernas akan diadakan di Jakarta Convention Center (JCC) dan dihadiri oleh 7 ribu kader dari seluruh wilayah.

Nantinya, salah satu hasil Rakernas memberikan rekomendasi 3 nama capres ke Surya Paloh untuk dipilih. Setelah itu, NasDem akan membangun koalisi dengan parpol lain.

Continue Reading

Politik

Menerka 3 Nama Capres Bakal Disodorkan NasDem ke Surya Paloh

Published

on

Logo Partai NasDem. (Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co – Partai NasDem menyerahkan tiga nama bakal calon presiden (capres) 2024 kepada Ketum Surya Paloh dalam rakernas 15-17 Juni mendatang. Kemungkinan nama yang bakal diserahkan ke Surya Paloh mencuat.

“Kemungkinan besar Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Erick Thohir,” kata pakar politik Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam kepada wartawan, Selasa (3/5/2022)

Umam menjabarkan mengapa ketiga nama itu kemungkinan besar disodorkan NasDem ke Surya Paloh. Ketiga tokoh itu memiliki cerita tersendiri dengan NasDem.

“Sejak awal, Anies memiliki kedekatan dengan NasDem. Sedangkan Ganjar dinilai memiliki visi yang sesuai dengan NasDem, tapi berpotensi memunculkan resistensi politik dari PDIP. Sedangkan Erick memiliki kedekatan dengan sejumlah elemen internal NasDem karena faktor logistik saja, namun fakta menunjukkan elektabilitas Erick masih sangat rendah,” ujarnya.

Lebih mengerucut, Umam menyebut nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpeluang besar berada dalam daftar yang disodorkan ke Surya Paloh. Umam pun memberi penilaian jika NasDem ingin memenangkan capres jagoannya pada 2024.

Anies Baswedan-Ganjar Pranowo-Erick Thohir. (Repro detikcom)

“Jadi, kemungkinan besar, arah koalisi yang dibentuk NasDem akan mendorong Anies di Pilpres 2024. Untuk menyukseskan agenda itu, NasDem bisa membangun poros kekuatan politik tengah-moderat dengan Partai Demokrat,” ucap Umam.

“Karena itulah, dalam sejumlah simulasi survei, Anies-AHY masih menjadi pilihan yang feasible dan marketable untuk Pilpres 2024 mendatang,” imbuhnya.

NasDem Bakal Serahkan 3 Nama Capres

Partai NasDem diketahui akan menggelar rapat kerja nasional atau rakernas 15-17 Juni di Jakarta. Dalam rakernas, NasDem akan menyerahkan tiga nama bakal capres 2024 ke Ketum Surya Paloh.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya menjelaskan rakernas digelar di Jakarta Convention Center atau JCC. Dalam acara yang bakal dihadiri ribuan kader NasDem itu, tiga nama capres 2024 akan diserahkan ke Surya Paloh.

“Partai Nasdem sedang berkonsentrasi mempersiapkan rakernas yang akan dilaksanakan pada 15-17 Juni di JCC. Sekarang SC sedang bekerja, OC sedang bekerja untuk mempersiapkan karena dihadiri oleh semua DPD se-Indonesia, DPW se-Indonesia, pesertanya sekitar tujuh ribuan. Dan rakernas nanti kita akan merekomendasikan tiga nama capres kepada Pak Surya,” kata Willy kepada wartawan, Selasa (3/5).

Dari tiga nama capres yang diserahkan, Surya Paloh akan menentukan siapa jagoan NasDem di 2024. Penyerahan dan penentuan nama capres ini, menurut Willy, tak terlepas dari membangun koalisi 2024.

“Nanti akan diserahkan ke Pak Surya, Pak Surya yang menentukan siapa yang akan beliau pilih, dan teknis waktu nanti kita serahkan ke Pak Surya karena sekaligus juga membangun koalisi pengusung,” ujar Willy. (***)

Continue Reading

Trending