Connect with us

Ruang Publik

Kesempatan Berumroh Kembali Dibuka, Kecuali 9 Negara, Termasuk Indonesia

Published

on

Ada persyaratan wajib vaksinasi COVID-19 dengan dosis penuh Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J. Ini berarti dosis penuh vaksin buatan China ditambah suntikan booster Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau J&J.

Jakarta, goindonesia : —Pemerintah Arab Saudi mengumumkan dimulainya kembali umrah dari seluruh dunia untuk jemaah mulai 1 Muharram 1443, atau 10 Agustus mendatang, setelah musim haji yang dinilai sukses.

Umrah untuk warga Saudi dan penduduk di Kerajaan dimulai dari 25 Juli, yang ditangguhkan pada minggu pertama Dzulhijjah untuk persiapan haji, tulis The Daily Star.  Mulai 25 Juli, lembaga terkait diberi wewenang untuk mengeluarkan visa umrah untuk masuk mulai 1 Muharram 1443 (10 Agustus 2021).

Pemerintah Arab Saudi juga mengumumkan, mereka telah membuka kembali tempat-tempat suci Islam untuk melakukan umrah setelah akhir musim haji, sebagaimana dilaporkan Saudi Press Agency.

“Masjid Raya siap menerima jemaah dan jemaah umrah,” ujar Wakil Kepala Urusan Masjidil Haram, Saad bin Muhammad al-Muhaimid. Namun pata jemaah harus menyadari  bahwa lokasi salat sudah tertentu, ditentukan sesuai standar COVID-19.Jemaah juga diwajibkan untuk mengikuti tanda di lantai saat melakukan Tawaf, seperti yang terlihat selama haji dan selama pandemi COVID-19.

Negara yang tak layak

Semua negara diperbolehkan mengirim penerbangan langsung kecuali sembilan negara yaitu India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon, yang mewajibkan karantina 14 hari di negara ketiga sebelum tiba di Saudi, catat The Daily Star.

Ada persyaratan wajib vaksinasi COVID-19 dengan dosis penuh Pfizer, Moderna, AstraZeneca, atau J&J. Ini berarti dosis penuh vaksin buatan China ditambah suntikan booster Pfizer, Moderna, AstraZeneca atau J&J.

Mereka yang berusia 18 tahun ke atas akan diizinkan. Setiap jemaah diharuskan tiba melalui agen umrah terakreditasi oleh kementerian haji dan umrah Arab Saudi.

Umrah adalah ziarah sukarela yang dapat dilakukan umat Islam kapan saja sepanjang tahun. Pada Februari 2020, itu ditangguhkan karena kekhawatiran tentang wabah COVID-19 yang sedang berlangsung.

Namun, kemudian, pada Oktober 2020, otoritas Saudi membuka kembali tempat suci umat Islam untuk umrah setelah enam bulan absen. Itu terbatas pada warga Saudi dan orang asing yang berada di kerajaan, yang diizinkan melakukan ritual di Masjidil Haram dengan kapasitas 30 persen, yaitu hanya 6.000 orang per hari.

Haji tahun ini hanya menerima 60.000 orang dari dalam perbatasan Arab Saudi karena risiko berkelanjutan dari pandemi COVID-19. Sebanyak 58.518 jemaah haji tahun ini menunaikan ibadah haji. Dari mereka, 32.816 adalah laki-laki dan sisanya 25.702 adalah perempuan.

Ini merupakan kali kedua berturut-turut pemerintah Saudi harus mengurangi jumlah jemaah haji akibat COVID-19. Pada 2020, hanya 10.000 jemaah haji yang bisa menunaikan ibadah haji karena pandemi.

Pihak berwenang mengumumkan akhir yang “sukses” untuk acara tahunan tersebut, dengan alasan tidak ada kasus COVID-19 yang tercatat, tulis The Daily Star. [The Daily Star] (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita

Resmi, Puteri Indonesia Dipastikan Absen Ikut Miss Universe 2021 di Israel

Published

on

Puteri Indonesia 2020 Roro Ayu Maulida Putri asal Jawa Timur dalam balutan busana Nusantara. (Photo : Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co :  Yayasan Puteri Indonesia yang menaungi kontes kecantikan Puteri Indonesia, secara resmi mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam ajang Miss Universe 2021 yang bakal digelar di Israel pada 12 Desember 2021. Kabar ini disampaikan dalam bahasa Inggris dalam Instagram resmi @officialputeriindonesia, Minggu (28/11/2021).

Saat ini, Puteri Indonesia 2020 disandang Roro Ayu Maulida Putri asal Jawa Timur . Dalam pengumuman resmi tersebut, disebutkan bahwa Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dengan berat hati tidak akan ikut serta dalam Miss Universe 2021. Meski demikian, Yayasan Puteri Indonesia tetap berharap kesuksesan acara dan seluruh delegasi yang ikut serta di ajang kontes kecantikan tersebut.

“Semoga kandidat terbaik akan memenangkan gelar yang didambakan dan terus menginspirasi semua perempuan di komunitasnya,” demikian yang tertulis dalam unggahan tersebut, sebagaimana dikutip  Suara.com  (jaringan media Lampungpro.co), Senin (29/11/2021).

Dalam pengumuman tersebut juga disertakan alasan Puteri Indonesia tidak berpartisipasi dalam ajang Miss Universe 2021. Yayasan Puteri Indonesia menulis bahwa waktu yang terlalu singkat untuk persiapan dan kondisi pembatasan di tengah pandemi Covid-19, sebagai alasan di balik absennya Indonesia di ajang dunia ini.

Meski begitu, ada pula warganet yang mengungkap bahwa ajang Miss Universe tanpa Indonesia akan terasa berbeda. “I miss Indonesia this year. Miss Universe is not the same without Indonesia.” (***)

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

Program MuslimLeaderPreneur Sebagai Komitmen Erick Thohir Memajukan Ekonomi Umat

Published

on

Menteri BUMN Erick Thohir resmi melakukan kick-off program #MuslimLeaderPreneur Foto : Istimewa

Jakarta, goindonesia.co  – Keberpihakan penuh terhadap pengembangan ekonomi umat merupakan komitmen yang dijunjung tinggi oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Adapaun salah satu program konkrit yang sedang berjalan di bawah asuhan MES adalah #MuslimLeaderPreneur. #MuslimLeaderPreneur adalah sebuah wadah kolaborasi generasi muda Muslim dalam memulai usaha rintisan (start-up) guna meningkatkan kapasitas usaha (scale-up) menuju pengembangan ekonomi umat di berbagai daerah. Sejak diresmikan pada Kamis 28 Oktober 2021 di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, #MuslimLeaderPreneur akan melaksanakan berbagai program pembibitan wirausaha muda. Program yang akan bergulir di 26 kota besar Indonesia selama setahun ke depan iini menyasar kalangan aktivis organisasi Islam, serta remaja masjid dan pesantren.

Pada Jumat 26 November 2021, Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum MES, Erick Thohir resmi melakukan kick-off program #MuslimLeaderPreneur di Masjid An-Nur, Provinsi Riau, secara hybrid. Mengusung tema “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”, Erick Thohir menyampaikan keynote speech sebagai pembuka acara. Hadir sebagai narasumber dalam acara ini; Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP MES/Komisaris Pertamina, Igghi H. Achsein; Ketua Komite Pemuda MES, M. Arief Rosyid Hasan; Sekretaris Jenderal (Sekjen) ISYEF, Andi Ashadi; Chairman Rabu Hijrah, Phirman Rezha; Ketua MES Riau, Prof Akhmad Mujahiddin; Ketua Umum HIPMI Riau, Rahmad Ilah; Ketua KADIN Riau, Juni Rahman; dan Ketua Harian Masjid An-Nur Riau, Dr. Zulhendri Rais. Berperan sebagai moderator dalam acara ini Priority Banking Manager BSI Pekanbaru, Andi Oky.

Melalui keynote speech, Erick Thohir menyampaikan, “Kita perlu melakukan jihad ekonomi untuk Indonesia Maju dengan tujuan membangkitkan ekonomi, bahkan setelah pandemi COVID-19 nanti berlalu. Salah satu cara dalam melakukan jihad ekonomi adalah melalui program #MuslimLeaderPreneur yang cakupannya komprehensif; mulai dari pelatihan, pendampingan, pemberian penghargaan, hingga akses pembiayaan. Dengan demikian, kami berharap aktivis muda Muslim dapat menjadi leaderpreneur dengan kemampuan yang memiliki daya saing global.” Erick juga menambahkan, “Saat ini BUMN telah banyak melakukan komitmen dalam membangun para leaderpreneur yang ingin memulai usaha rintisan (start up) maupun meningkatkan usaha (scale-up) melalui berbagai program. Beberapa contoh di antaranya; Kmitraan Pertashop, Makmur, Kredit Usaha Rakyat, Mekaar dan Pasar Digital UMKM. Selanjutnya, kami juga akan melakukan penguatan program wakaf produktif dengan skema pemberian permodalan bagi usaha ultra mikro untuk meningkatkan produktivitas  umat sehingga kedepan dapat menghasilkan usaha yang berkelanjutan.”

Sekjen PP MES/Komisaris Pertamina, Igghi H. Achsein menyatakan bahwa saat ini umat Islam belum memiliki kekuatan secara ekonomi. Maka dari itu, perlu adanya dorongan untuk membangkitkan ekonomi umat. “Di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pusat, kami sudah memiliki beberapa program pemberdayaan ekonomi umat khususnya masjid dan pesantren. Pertama, kami memiliki program Mawar Emas yang berfokus untuk melawan rentenir berbasis masjid di NTB. Melalui program ini, banyak jamaah masjid yang terbantu serta bebas dari hutang kepada lintah darat. Yang kedua, program Pertashop untuk masjid dan pesantren. Kehadiran program ini bertujuan membangun pom bensin mini di daerah sekitar masjid dan pesantren. Semua program tersebut bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi umat,” ujar Igghi.

Dalam kesempatan ini, Sekjen ISYEF, Andi Ashadi memaparkan bahwa skema program #MuslimLeaderPreneur ke depannya akan melakukan onboarding untuk sosialisasi wirausaha kepada aktivis pemuda Islam dengan tujuan meningkatkan angka pengusaha muslim. “Setelah sosialisasi, kami akan melaksanakan pelatihan teknis, mulai dari branding and  marketing, cara sisi legal perusahaan, dan lain sebagainya. Setelah sosialisasi dan pelatihan, kami akan melakukan berbagai kemitraan dengan melakukan linkage usaha muda muslim yang sudah bankable dalam permodalan. Dari situ, usaha yang belum bankable akan dibantu melalui dana sosial atau CSR perusahaan. Pada akhirnya, inti dari program #MuslimLeaderPreneur adalah capacity building dan permodalan,” tutur Ashadi.

M. Arief Rosyid Hasan; Sekjend ISYEF, Andi Ashadi; Chairman Rabu Hijrah,  Phirman Rezha; Ketua MES Riau, Prof Akhmad Mujahiddin; Ketua Umum HIPMI Riau, Rahmad Ilah; Ketua KADIN Riau, Juni Rahman; Ketua Harian Masjid An-Nur Riau, DR.Zulhendri Rais sepakat mendukung langkah Erick Thohir selaku Ketua MES dalam melakukan jihad ekonomi untuk Indonesia maju sebagai cara membangkitkan ekonomi umat. Nantikan kelanjutan program #MuslimLeaderPreneur di kota-kota berikutnya. (***)

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

MLD Riau Gelar Diskusi “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”

Published

on

Andi Ashadi, Ketua pelaksana Muslim Leader Preuner (Photo : Istimewa)

Jakarta. goindonesia.co – Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) didaulat menjadi keynote spech pada kegiatan yang digelar Muslim Leader Preneur (MLD) Riau dengan tajuk “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”, Jumat (26/11/2021).

Selain Erick Thohir, dalam kegiatan yang akan dihelat sore hingga jelang magrib nanti di Masjid, An Nur Riau, turut hadir narasumber lainya seperti, Igghi H. Achsein (Sekjen PP Mes/komisaris Pertamina), M. Arief Rosyid Hasan (Ketua Komite Pemuda MES), Andi Ashadi (Sekjend Isyef), Phirman Reza (Chairman Rabu Hijrah), Prof. Ahmad Mujahidin (Ketua MES Riau), Rahmad Ilahi (Ketua Umum Hipmi Riau), Andi Oky, SE, MM, (Priority Banking Manager BSI Pekan Baru) dan , DR. Zulhendri, Rais, Lc, MA (Ketua Harian Masjid An Nur). (***)

Continue Reading

Trending