Connect with us

Berita

Demo Rusuh di depan gedung DPR

Published

on

Massa mahasiswa sejumlah aliansi mulai mendatangi kawasan sekitar Gedung DPR untuk berunjuk rasa di Jakarta, Senin (11/4/2022). Diketahui, ada empat tuntutan yang disuarakan dalam aksi mahasiswa, salah satunya menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Jakarta, goindonesia.co – Aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR, Senayan berujung ricuh. Kericuhan terjadi sesaat setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menemui massa demonstran, Senin (11/4/2022).

Pantauan Liputan6.com di lapangan, demo rusuh terjadi saat Listyo dan Dasco turun dari mobil komando. Tiba-tiba massa dengan pakaian bebas yang ada di sisi timur melemparkan botol berisi batu ke arah gerbang utama Gedung DPR, Senayan.

Lemparan batu tersebut juga mengarah ke mobil komando yang dinaiki para orator dari massa mahasiswa. Satu orang mahasiswa memakai almamater warnai hijau bahkan terluka di kepala dan langsung dievakuasi temannya menjauh.

Begitu juga mobil komando mahasiswa yang sempat dilempari langsung menjauh ke tempat yang lebih aman. Sementara massa yang memakai baju bebas membakar ban dan benda-benda lain di lokasi.

Belum diketahui pasti, dari mana massa berbaju bebas tersebut berasal.

Aparat kepolisian kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.

Massa dari kalangan mahasiswa dan yang memakain baju bebas berhamburan berlari ke lokasi yang lebih aman. Namu tak berselang lama, massa berbaju bebas dari arah jembatan Semanggi kembali mendekat ke depan gerbang utama Gedung DPR/MPR, Senayan. 

Hingga berita ini ditulis, kerusuhan masih terjadi. Namun massa masih bertahan di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR, Senayan.

Pendekatan Humanis

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin apel pelepasan tenaga vaksinator dan tracer COVID-19 di Polda Metro Jaya, Kamis (11/2/2021). Polri menyiapkan 40.336 personel Bhabinkabtimas menjadi tracer sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran corona. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan jajarannya agar mengawal dan mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa pada 11 April 2022, dengan mengedepankan pendekatan humanis.

Hal itu diinstruksikan Kapolri saat menggelar video conference bersama seluruh jajaran baik dari tingkat Mabes Polri Polda dan Polres jajaran.

“Polri memberikan dan menjamin setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasinya atau memberikan ruang demokrasi. Oleh karena itu, pendekatan humanis harus terus dilaksanakan dalam mengawal aksi demonstrasi,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (10/4/2022).

Sigit memastikan, Polri memiliki komitmen dalam rangka menjunjung tinggi HAM dan nilai-nilai demokrasi di Indonesia. Dalam hal ini, kata Sigit, Korps Bhayangkara berpegang teguh pada UUD 1945 maupun Undang-Undang (UU) soal kebebasan berpendapat dan berekspresi yang merupakan bagian dari hak asasi manusia sehingga diberikan perlindungan secara universal.

Di sisi lain, Sigit juga menegaskan, aparat kepolisian tetap akan menjalankan tugasnya dalam memberikan jaminan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebab itu, Sigit berharap, demonstrasi 11 April besok, juga diharapkan mampu menghormati dan menjaga kesucian serta kekhusyukan umat Islam yang sedang menjalani ibadah Puasa Ramadan.

“Sebab itu, humanis harus terus dilaksanakan. Apalagi, karena saat ini bulan Ramadan, kesucian dan kekhusyukan bagi umat muslim yang sedang menjalani puasa tetap harus kita perhatikan,” ujar Sigit.

Demi semakin menciptakan situasi kamtibmas yang tetap kondusif, aman dan damai dalam demonstrasi di bulan Ramadan, Sigit mengimbau, baik ke kepolisian maupun peserta aksi untuk sama-sama mengantisipasi adanya penumpang gelap atau oknum yang berusaha menunggangi demonstrasi tersebut. 

Waspada Penumpang Gelap

Massa aksi yang tergabung dalam beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa akan menggelar unjuk rasa di kawasan Harmoni, Jakarta, Jumat (1/4/2022). Dalam aksinya mereka meminta untuk batalkan wacana perpanjangan masa jabatan presiden serta dibatalkannya wacana penundaan pemilu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menurut Sigit, dengan adanya antisipasi penumpang gelap dari pihak kepolisian dan peserta aksi, maka aspirasi yang disampaikan bisa berjalan dan tersalurkan dengan baik tanpa adanya noise atau sumbatan komunikasi.

Dengan tidaknya adanya noise tersebut, Sigit meyakini aspirasi yang disampaikan mahasiswa dan masyarakat bisa diterima dengan baik dan ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan. Sebagai kaum intelektual, Sigit juga meyakini mahasiswa juga tidak ingin dan berharap aksinya disusupi oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

“Sehingga penyampaian pesan ini betul-betul tersampaikan dengan jernih tidak ada noise. Dengan begitu, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan, mendengarkan dengan jelas, kemudian segera bisa ditindaklanjuti pesan tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut. Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama,” papar Sigit.

Terkait penumpang gelap atau oknum yang berusaha menciderai aspirasi mahasiswa dan masyarakat, Sigit menyatakan bahwa, kepolisian akan memberikan tindakan tegas kepada siapa pun pihak yang mencoba memanfaatkan demonstrasi tersebut demi mengambil keuntungan untuk kepentingan segelintir kelompok.

“Tapi terhadap kelompok-kelompok penyusup yang akan menunggangi tolong dari rekan-rekan untuk mengawasi betul. Kalau sampai terjadi pemicu kemudian terjadi hal yang sifatnya anarkis dan kita harus melakukan penegakan hukum, tarik sampai ke atas hingga sampai tuntas dan itu semuanya akan kita proses. Karena Polri ingin gerakan mahasiswa betul-betul berjalan aman, tertib dan aspirasinya tersampaikan,” tutup Sigit.

“Sekali lagi saya imbau, mari bersama-sama kita jaga kesucian bulan Ramadan. Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai. Semoga saudara-saudara kita umat muslim bisa menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan lancar hingga akhir,” pungkas Kapolri. 

Tuntutan BEM SI

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Seluruh Indonesia melakukan aksi di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Senin (28/3/2022). Protes tersebut seperti kelangkaan bahan pokok, pemindahan ibu kota negara, penundaan Pemilu 2024 serta perpanjangan masa jabatan Presiden. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Koordinator Media Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia atau BEM SI 2022, Luthfi Yufrizal merilis maklumat aksi demonstrasi 11 April 2022. Seperti dikutip dari situs Instagram resmi mereka, aksi tersebut akan dilangsungkan pukul 10 pagi dan berkolasi di Gedung DPR Jakarta.

“Aliansi BEM Seluruh Indonesia kembali akan menggelar aksi masa yang akan dilaksanakan Senin 11 April 2022 Pukul: 10.00 WIB di DPR RI,” tulis Luthfi dalam Instagramnya dan sudah dibenarkan, Minggu (10/4/2022).

Luthfi menambahkan, ada empat tuntutan yang akan disuarakan besok dalam aksi. Pertama, mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

Kedua, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret 2022 sampai 11 April 2022.

“Ketiga, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode,” tegas Luthfi.

Terakhir, mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada presiden yang sampai saat ini belum terjawab.

“Kami ada dan terus berlipat ganda. Panjang Umur Perjuangan!,” tutup Luthfi.

Infografis Gelombang Demo Mahasiswa Tolak RUU Kontroversial. (Liputan6.com/Triyasni)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita

BNPB Mendorong Percepatan Pemulihan Lingkungan Pascabanjir Demak

Published

on

Alat berat sedang dikerahkan untuk membersihkan sampah sisa banjir, di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Minggu (25/2). (Foto : Bidang Komunikasi kebencanaan/Fhirlian Rizqi Utomo, @bnpb.go.id)

Demak, goindonesia.co – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong percepatan pemulihan lingkungan pascabanjir yang menerjang Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memasuki masa transisi dari darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. 

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB Bambang Surya Putra menuturkan, proses pemulihan lingkungan tersebut diproyeksikan akan terus dilakukan hingga masa tanggap darurat berakhir, yakni sampai 3 Maret 2024. 

“Sebetulnya proses pembersihan dan pengembalian lingkungan adalah bagian dari upaya transisi tapi mengingat kondisinya cenderung sudah kondusif yaitu 98 persen daerah terdampak sudah surut, maka kita tarik upaya transisinya masuk ke dalam fase darurat jadi berjalan beriringan dengan upaya transisi pemulihan lingkungannya,” ujar Bambang usai meninjau lokasi pengungsian yang masih terdapat di Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Minggu (25/2). 

Bambang melanjutkan, upaya pemulihan lingkungan yang saat ini fokus dilakukan oleh tim gabungan meliputi distribusi air bersih, penyemprotan desinfektan, pembersihan fasilitas umum dan fasilitas sosial seperti sekolah dan tempat ibadah, pembersihan sampah sisa banjir di sungai, jalan raya, dan permukiman warga, serta pengasapan atau fogging di lingkungan warga guna mengantisipasi penyebaran penyakit demam berdarah. 

“Dukungan untuk pembersihan lingkungan kita lakukan dengan beberapa prioritas dan kita ingin memastikan bahwa upaya dari pemulihan lingkungan ini terus berjalan seperti distribusi air bersih, pembersihan sampah menggunakan alat berat dan dumptruck untuk mengakut sampah serta fogging karena potensi kasus demam berdarah meningkat,” terang Bambang. 

Memasuki hari ke-18 penanganan darurat atau Minggu (25/2), upaya pemulihan lingkungan terus dilakukan oleh tim gabungan yang lokasinya tersebar di sejumlah tempat, seperti pendistribusian air bersih di Balai Desa Wonoketingal, lokasi pengungsian Masjid Al Busyro, SDN Wonoketingal, dekontaminasi lingkungan pasca banjir dengan penyemprotan desinfektan dan pembersihan area sekolah Madrasah Aliyah (MA) Huda Wonoketingal, Karanganyar, serta melakukan pengasapan di Desa Udaan Lor, dan pengangkutan sampah di saluran drainase Desa Wonorejo, kemudian distribusi alat kebersihan untuk warga. 

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Sri Puji Astutik mengatakan, dekontaminasi lingkungan pascabanjir khususnya di permukiman warga menjadi salah satu upaya yang fokus dilakukan. Upaya penyemprotan ini menyasar rumah warga dengan tujuan untuk mengantisipasi peningkatan kasus penyakit potensial wabah pascabanjir. 

Perempuan yang akrab disapa Tutik ini menerangkan, kegiatan desinfektan dilaksanakan sejak Rabu (21/2) hingga Minggu (25/2) yang menyasar 18 desa, yang mana dalam satu hari tim puskesmas menyelesaikan dekontaminasi di enam desa. Adapun bahan yang dipakai kemudian dibagikan untuk dekontaminasi mencakup 50 kilogram obat desinfektan. 

“Satu tim itu ada 15 orang untuk melakukan dekontaminasi di satu desa, itu berasal dari beberapa puskesmas. Kita bagi jadi enam tim karena satu hari ada enam desa yang dikerjakan. Selain penyemprotan kami juga lakukan sosialisasi dan edukasi terkait cara penggunaan alat karena setelah dikerjakan oleh tim puskesmas, nantinya alat ini diserahkan warga untuk melakukan dekontaminasi secara mandiri bersama perangkat desa,” terang Tutik, Minggu (25/2). 

Selanjutnya, hingga masa tanggap darurat selesai, pihaknya akan fokus menyasar rumah yang belum terjamah oleh tim gabungan dan pembersihan sisa sampah dan lumpur di permukiman warga.

“Setelah dekontaminasi selesai, fokusnya itu rumah yang belum dipakai yang belum tersentuh dilakukan penyemprotan. Selain itu selanjutnya adalah sampah itu jadi orientasi kami karena belum semua, ini masyarakat masih fokus pembersihan rumah jadi setelah ini kami baru fokus ke sampah bersama tim gabungan,” kata Tutik. 

Sampai hari ini, hasil kaji yang dilakukan oleh tim gabungan menyebutkan bahwa banjir sudah mulai surut di hampir 98 persen wilayah. Para warga yang mengungsi pun telah berangsur kembali ke rumah.

Kendati demikian, merujuk laporan situasi terkini per 25 Februari 2024, pengungsian yang terkonsentrasi secara mandiri masih tersisa satu titik yakni di Masjid Al Busyro Kedung Banteng, Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar sebanyak 300 jiwa, hal tersebut lantaran air masih menggenang di sebagian wilayah Desa Wonorejo serta belum selesainya pembersihan yang dilakukan oleh warga maupun relawan. (***)

*Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Continue Reading

Berita

Pimpin SKP, Presiden Jokowi Tekankan Kesiapan Ramadan dan Penyusunan RAPBN 2025

Published

on

Presiden Joko Widodo menekankan sejumlah poin dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bersama para jajarannya yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 26 Februari 2024. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr.

Jakarta, goindonesia.co – Presiden Joko Widodo menekankan sejumlah poin dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) bersama para jajarannya yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 26 Februari 2024. Sidang tersebut berfokus pada persiapan bulan Ramadan dan Idulfitri serta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan kebijakan fiskal untuk tahun 2025.

“Dalam sidang kabinet paripurna hari ini ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan, yang pertama bulan Maret kita akan memasuki bulan Ramadan dan di bulan April kita akan merayakan Idulfitri 1445 H,” ucap Presiden.

Presiden menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk, termasuk menjaga persediaan pangan dan stabilitas harga bahan pokok.

“Saya minta utamanya menjaga persediaan pangan dan juga stabilitas harga pangan terutama bahan pokok, dan juga percepatan pembagian seluruh paket perlindungan sosial dan jaminan sosial,” tuturnya.

Selanjutnya, Presiden menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur dan moda transportasi untuk mendukung tradisi mudik. “Saya kira ini setiap tahun kita selalu siapkan karena ini adalah event tahunan,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara menggarisbawahi pentingnya persiapan untuk RKP dan kebijakan fiskal tahun 2045 sebagai jembatan untuk menjaga kesinambungan pembangunan dan mengakomodasi program Presiden terpilih.

“Ini juga kita sambil menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU maka RAPBN 2025 harus disiapkan dengan memperhatikan hasil pilpres karena menjalankan APBN–karena yang menjalankan APBN 2025 adalah Presiden terpilih,” ucap Presiden.

Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya memahami situasi dan risiko ketidakpastian ekonomi global. Presiden pun menyoroti perekonomian sejumlah negara yang sudah masuk ke dalam resesi.

“Sehingga antisipasi dalam menyusun target pertumbuhan juga harus mencerminkan kehati-hatian tapi optimisme dan kredibilitas juga tetap harus kita jaga. Lakukan penajaman fokus program pemerintah pusat dan daerah dengan menyiapkan kontinjensi plan jika terjadi gejolak dan krisis,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Presiden menegaskan bahwa kebijakan fiskal tahun 2025 harus terus mendukung berlanjutnya transformasi ekonomi yang telah dilakukan selama dekade terakhir. Presiden menyerukan kolaborasi semua pihak untuk memastikan efektivitas rencana dan kebijakan yang telah ditetapkan.

“Untuk postur makro fiskal dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2025 transformasi ekonomi harus–yang telah kita jalani selama 10 tahun terakhir–harus terus berlanjut sehingga kebijakan fiskal harus mendukung keberlanjutan transformasi ekonomi,” tutur Presiden. (***)

*(BPMI Setpres)

Continue Reading

Berita

Banjir di Kabupaten Lampung Selatan Belum Surut, BPBD Bersiaga di Lokasi

Published

on

Tim gabungan melaksanakan pembersihan saluran air, (25/2). (Foto : BPBD Kabupaten Lampung Selatan, @bnpb.go.id)

Jakarta, goindonesia.co -Banjir melanda Kabupaten Lampung Selatan, Lampung pada Sabtu (24/2/2024). Banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi Pukul 19.00 WIB. 

Berdasarkan laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) wilayah terdampak di desa Hajimena kecamatan Natar. Bencana banjir menyebabkan 19 Kepala Keluarga terdampak. Selain itu banjir setinggi 50 hingga 100 cm merendam 19 unit rumah.

Sementara itu, informasi dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan Suyanto melalui sambungan telepon pada Minggu (25/2). BPBD telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan evakuasi dan pendataan.

“Kondisi banjir belum semua surut, tim gabungan masih bersiaga di lokasi. Wilayah Dusun 3 sidorejoi Prum Gatam di desa Hajimena telah di evakuasi  sebanyak 29 orang.

Lokasi pengungsi bertempat di masjid dan rumah warga/saudara yang tidak terdampak banjir. Untuk kebutuhan air bersih dengan air sumur di rumah masyarakat. Pengungsi yang sakit diberikan obat dari UPT Puskesmas Natar.

Sebagian warga sudah kembali kerumahnya masing-masing dikarenakan air sudah berangsur surut untuk membersihkan rumah.

Untuk lokasi Prum Tridarma Bataranila Dusun 3, Di Desa Hajimena masih belum dapat di evakuasi karena posisi arus air sangat kencang dan ketinggian air mencapai lebih dari 2 meter.

Tim gabungan untuk evakuasi bergeser ke Desa Sidosari Kecamatan Natar dimana kondisi genangan air setinggi 30 cm s/d 1.5 m. Banjir meluas menggenangi 5 dusun dengan estimasi 600 KK terdampak” ujar Suyanto 

Selanjutnya Suyanto menjelaskan kendala penanganan, banjir yang meluas dan tingginya debit air menjadi hambatan penanganan. Selain itu, akses menuju lokasi jalannya kecil serta penerangan minim saat malam hari dan alat komunikasi (HT) masih minim.

Kemungkinan bisa terjadi banjir susulan di karenakan untuk cuaca hingga saat ini masih mendung disertai hujan gerimis yang berintensitas hujan lebat

Prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG), wilayah Kabupaten Lampung Selatan pada Minggu (25/2) kondisi cuaca pada pagi hari berawan dan siang hari hujan disertai petir, sedangkan pada Senin (26/2) kondisi cuaca cenderung berawan pada pagi dan siang hari.

BNPB mengimbau untuk masyarakat dan pemerintah daerah setempat agar waspada terhadap potensi bencana yang disebabkan oleh faktor cuaca. Pencegahan banjir dapat dilakukan dengan pembersihan aliran air atau area resapan air, dan aliran sungai serta pembentukan area resapan air untuk menampung air hujan. (***)

*BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

Continue Reading

Trending