Connect with us

Berita

Ini Perusahaan Peraih Anugerah BUMN 2022

Published

on

Anugerah BUMN 2021 ( Foto : Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co – Anugerah BUMN 2022 yang diselenggarakan BUMN Track bersama PPM Manajemen memasuki tahun ke-11 mengangkat tema “Transformasi Tata Kelola BUMN Membangun Keseimbangan Bisnis”. Kegiatan ini menjadi salah satu indikator kemampuan BUMN dalam membangun keseimbangan tata kelola perusahaan untuk meraih keseimbangan bisnis, dengan tetap mengedepankan tanggung jawab sosial perusahaan. Di sisi lain, Anugerah BUMN 2022 turut mendorong kepemimpinan CEO BUMN yang mampu memperkuat kinerja korporasi sekaligus mengkonsolidasi SDM yang kompetitif dan berdaya saing, khususnya di era transisi endemi.

“Yang kita nilai tidak hanya dari perspektif keuangan, tapi kita juga menilai bagaimana strategi para CEO untuk menentukan langkah transformasi dan pengembangan usaha di tengah tahun yang sulit. Kami bisa menyimpulkan bahwa BUMN ini resilence, mereka mampu memberikan prestasi terbaiknya yang tentu tidak terlepas dari kapasitas para CEO,” kata Ketua Dewan Juri Anugerah BUMN 2022 sekaligus Menteri BUMN pertama Dr Tanri Abeng, MBA pada malam Anugerah BUMN 2022 yang berlangsung di JW Marriott Hotel, Jakarta (24/3).

Gelaran Anugerah BUMN 2022 ini tidak banyak berbeda dengan tahun sebelumnya dalam hal persyaratan dan proses pemilihan perusahaan pemenang. “Tidak banyak perbedaan. Ini sudah menjadi pakem seperti persyaratan dalam proses pemilihan. Kategori pemenangnya juga tidak berubah yaitu BUMN, anak BUMN, dan Tbk,” tambahnya.

Menurutnya, ada satu hal berbeda yang dihadapi tahun ini, perusahaan BUMN berhadapan dengan kondisi sulit, yaitu krisis kesehatan melahirkan krisis ekonomi. Dua krisis ini menjadi tatangan luar biasa bagi BUMN. “Masyarakat kadang menilai BUMN itu enteng aja dalam menghadapi krisis. Tapi saya tahu, BUMN itu harus menciptakan economy value, harus menciptakan social value. BUMN juga harus mampu menjaga stabilitas politik di Indonesia. Lebih mudah mengelola perusahaan swasta dan internasional daripada BUMN,” jelasnya.

“Tahun ini saya surprise ada temuan baru, ada hal baru yang muncul. Lahirnya beberapa emerging BUMN. Bukan baru lahir, tapi tiba-tiba muncul setelah lama tenggelam. Kita apresiasi, selama ini menjadi beban, tiba-tiba menjadi kontributor. Kita juga tidak melihat skala, tapi bagaimana BUMN bisa hidup, tidak hanya bertahan tapi bisa tumbuh dan berkembang,” jelasnya.

Kategori Perusahaan BUMN

-Strategi Tumbuh & Bertahan
I PT INTI (Persero)
II PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)
III PT Kawasan Berikat Nusantara (Persero)

-Transformasi Organisasi
I Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero)
II PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung
III PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) / ID FOOD

-Pengembangan Talenta Unggul
I PT Pupuk Indonesia (Persero)
II PT Pos Indonesia (Persero)
III PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)

-Inovasi Bisnis & Teknologi
I PT Pupuk Indonesia (Persero)
II Perum Perumnas
III Perum Lembaga Penyelenggaraan Pelayanan Navigasai Penerbangan (AirNav Indonesia)

Tata Kelola Perusahaan GCG
I PT Asuransi Kredit Indonesia
II PT Perusahaan Perdagangan Indonesia
III Perum PPD

Kategori Khusus Corporate – BUMN

-Support Service Excellent
PT Virama Karya (Persero)

-Survival Creation
PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)

-Driving Transformation
Perum Jasa Tirta II

THE BEST PERUSAHAAN BUMN
PT Pupuk Indonesia (Persero)

KATEGORI PERUSAHAAN TBK – (BUMN dan Anak Perusahaan BUMN)

-Strategi Tumbuh & Bertahan
I PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
II PT Krakatau Steel (Persero), Tbk
III PT Presisi, Tbk

-Transformasi Organisasi
I PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk (Mitratel)
II PT Krakatau Steel (Persero), Tbk
III PT Antam, Tbk

-Pengembangan Talenta Unggul
I PT Jasa Marga (Persero), Tbk
II PT Waskita Karya (Persero), Tbk
III PT Perusahaan Gas Negara, Tbk

-Inovasi Bisnis & Teknologi
I PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk
II PT PP (Persero), Tbk
III PT Bukit Asam, Tbk

-Tata Kelola Perusahaan GCG
I PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk
II PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk
III PT Jasa Armada Indonesia, Tbk

THE BEST PERUSAHAAN TBK – (BUMN dan Anak Perusahaan BUMN)
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

KATEGORI ANAK PERUSAHAAN BUMN

-Strategi Tumbuh & Bertahan
I PT Pupuk Kalimantan Timur
II PT Infomedia Nusantara
III PT Pertamina Trans Kontinental

-Transformasi Organisasi
I PT Perkebunan Nusantara X
II PT Pupuk Kalimantan Timur
III PT Pupuk Kujang

-Pengembangan Talenta & Unggul
I PT Petrokimia Gresik
II PT Rekayasa Industri
III PT Pos Finansial Indonesia

-Inovasi Bisnis & Teknologi
I PT Patra Jasa
II PT Pertamina Drilling Services Indonesia
III PT Pos Properti Indonesia

-Tata Kelola Perusahaan GCG
I PT Pupuk Sriwidjaja Palembang
II PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia
III PT Garuda Daya Pratama Sejahtera

Kategori Khusus Corporate – ANAK Perusahaan

-Service & Operation Excellent
PT Rajawali Nusindo

-Survival Creation
PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah

-Consistent Growth on Productivity
PT Perkebunan Nusantara II

-Digital Shifting
PT Kereta Commuter Indonesia

-Strategic Collaborative and Partnership
KSO Terminal Petikemas Koja (KSO TPK Koja)

KATEGORI CEO

CEO BUMN

-CEO Strategic Orientation Perusahaan BUMN Terbaik
Landi Rizaldi Mangaweang – Direktur Utama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung

-CEO Change Leadership Perusahaan BUMN Terbaik
Otong Iip – Direktur Utama PT INTI (Persero)

-CEO Driving Execution Perusahaan BUMN Terbaik
Mohammad Abdul Ghani – Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero)

-CEO Talent Development Perusahaan BUMN Terbaik
Yadi Jaya Ruchandi – Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)

Kategori Khusus:

-CEO Support Service Excellent
Nina Sulistyowati – Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia

-CEO Digital Shifting
Fajar Wibhiyadi – Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

The Best CEO BUMN
A. Bakir Pasaman – Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero)

CEO Perusahaan (Tbk) – (BUMN dan Anak Perusahaan BUMN) Terbaik

-CEO Strategic Orientation Perusahaan (Tbk) – (BUMN dan Anak Perusahaan BUMN) Terbaik
Theodorus Ardi Hartoko – Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi, Tbk (Mitratel)

-CEO Change Leadership Perusahaan (Tbk) – (BUMN dan Anak Perusahaan BUMN) Terbaik
Silmy Karim – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero), Tbk

-CEO Driving Execution Perusahaan (Tbk) – (BUMN dan Anak Perusahaan BUMN) Terbaik
Nariman Prasetyo – Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Tbk

-CEO Talent Development Perusahaan (Tbk) – (BUMN dan Anak Perusahaan BUMN) Terbaik
Haru Koesmargyo – Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk

Kategori Khusus:

CEO Service & Operation Excellent
Arsal Ismail – Direktur Utama PT Bukit Asam, Tbk

The Best CEO Perusahaan Tbk
Sunarso – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk

CEO Anak Perusahaan BUMN

-CEO Strategic Orientation Anak Perusahaan BUMN Terbaik
Nepos MT Pakpahan – Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental

-CEO Change Leadership Anak Perusahaan BUMN Terbaik
Putut Ariwibowo – Direktur Utama PT Patra Jasa

-CEO Driving Execution Anak Perusahaan BUMN Terbaik
Dwi Satriyo Annurogo – Direktur Utama PT Petrokimia Gresik

-CEO Talent Development Anak Perusahaan BUMN Terbaik
M. Arif Faisal – Direktur Utama PT Garuda Daya Pratama Sejahtera

Kategori Khusus

-CEO Service & Operation Excellent
Rio Dasmanto – Direktur Utama PT Pertamina Drilling Services Indonesia

-CEO Consistent Growth on Productivity
Tri Wahyudi Saleh – Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja Palembang

-CEO Driving in Educations Innovative Talent
Chiefy Adi Kusmargono – PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia

-CEO Distinctive Competency Development
Triyani Utaminingsih – Direktur Utama PT Rekayasa Industri

The Best CEO Anak Perusahaan
Rahmad Pribadi – Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur

DEWAN JURI ANUGERAH BUMN 2022 TAHUN KE-11

KETUA DEWAN JURI
Dr. Tanri Abeng, MBA – Menteri BUMN Pertama (1998 -1999) dan Dewan Pakar BUMN Track

DEWAN JURI

-Drs. Mas Achmad Daniri M.Ec – Ketua Asosiasi GRC Indonesia (Governance Risk Manajement Compliance) – Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) Tahun 2004-2019

-Dr. Agus Nurudin – CEO Nielsen Indonesia 2014-2020 & Chairman BUMN Track Consulting

-Dr. Abdulgani, MA – Direktur Utama Garuda Indonesia tahun 1998 – 2002 & Pengamat BUMN

-Dr. Indrawan Nugroho – CEO & Co-Founder CIAS-Corporate Innovation Asia

-Dr. Firsan Nova – Chief Executive Officer Nexus Risk Mitigation & Strategic Communication

-Dr. Ir Imam Supriyadi M.M – Pengajar & Peneliti Universitas Pertahanan, UNHAN Jakarta

-Lenita Tobing – Managing Director & Partner, Boston Consulting Group Indonesia

-Tulus Abadi – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

-Freddy Tulung – Dosen dan Pegiat Komunikasi dan Kebijakan Publik

-Aditayani Indra Kukila, M.Psi., Psikolog – Plt. Direktur Eksekutif & Direktur Jasa Pengembangan Organisasi PPM Manajemen

-Andi Ilham Said, Ir., MSOM, Ph.D – Core Faculty Sekolah Tinggi PPM Manajemen

-Ahmed Kurnia – Pemimpin Umum BUMN Track

-Akhmad Kusaeni – Pemimpin Redaksi BUMN Track

-SH Sutarto – CEO BUMN Track (Ex Officio)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita

Kemenkes Bertekad Mempercepat Eliminasi Kanker Serviks

Published

on

Screenshoot (Foto : @sehatnegeriku.kemkes.go.id)

Jakarta, goindonesia.co – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mendukung akselerasi eliminasi kanker leher rahim atau lebih dikenal dengan nama kanker serviks melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) yang diluncurkan tahun lalu. RAN Eliminasi Kanker Leher Rahim berisi empat pilar, di antaranya pilar layanan yang meliputi skrining, imunisasi vaksin Human papillomavirus (HPV), dan tata laksana bagi pasien pra-kanker.

Penyakit kanker telah menjadi penyebab kematian tertinggi baik secara nasional maupun global. WHO Regional Asia Tenggara menyebutkan Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi di kawasan untuk incidence rate atau angka kasus baru dan peringkat keempat untuk mortality rate.

The International Agency for Research on Cancer (IARC) mengestimasikan terdapat 408.661 kasus baru dan sebanyak 242.988 kematian di Indonesia pada 2022. Selain itu, IARC memprediksikan terjadi peningkatan 77% kasus kanker pada 2050.

Kanker leher rahim atau yang lebih dikenal dengan kanker serviks merupakan kondisi ketika pertumbuhan sel-sel ganas pada leher rahim/serviks yang tidak terkendali. Kanker serviks disebabkan oleh infeksi persisten Human Papiloma Virus (HPV) onkogenik.

Berdasarkan kaitannya dengan kanker leher rahim dan lesi pra-kanker, HPV dikelompokkan menjadi tipe risiko tinggi atau high-risk and risiko rendah atau low-risk. Lebih dari 75% kasus kanker leher rahim disebabkan oleh HPV risiko tinggi tipe 16 dan 18.

Ketua tim kerja penyakit kanker dan kelainan darah PTM Kementerian Kesehatan dr. Sandra menjelaskan, WHO meluncurkan Strategi Global untuk Eliminasi Kanker Serviks yang menargetkan eliminasi kanker pada 2030. Strategi global memuat target 90-70-90, yakni 90% anak perempuan di bawah usia 15 tahun harus menerima vaksinasi HPV untuk mencegah terjadinya infeksi, 70% perempuan berusia 35 tahun dan 45 tahun harus diskrining menggunakan tes performa tinggi, dan 90% perempuan dengan lesi pra-kanker mendapatkan tata laksana sesuai standar.

“Dalam rangka mendukung akselerasi eliminasi kanker leher rahim global, pada tahun 2023 Indonesia telah menyusun Rencana Aksi Nasional (RAN) eliminasi kanker leher rahim. Kita membuat rencana aksi nasional untuk eliminasi kanker leher rahim yang lebih advance lagi dari yang WHO minta,” kata dr. Sandra yang disampaikan pada kegiatan temu media melalui Zoom Meeting pada Kamis (22/2/2024).

RAN ini terdiri atas empat pilar. Pilar 1 pemberian layanan berisi kegiatan vaksinasi, skrining dan tata laksana. Pilar 2 edukasi, pelatihan, dan penyuluhan berisi kegiatan penguatan tenaga kesehatan dan kesadaran masyarakat. Pilar 3 pendorong kemajuan berisi kegiatan monitoring, evaluasi, penelitian dan pendukung digital (digital enablers). Pilar 4 pengelolaan dan pengorganisasian berisi kegiatan tata kelola dan kebijakan, pembiayaan untuk eliminasi, kolaborasi dan kemitraan antar-sektor.

Untuk pilar 1, RAN sudah memuat target vaksinasi, skrining, dan tata laksana. Kemenkes akan melakukan vaksinasi, skrining, dan tata laksana pada dua fase, yakni fase 1 pada 2023-2027 dan fase 2 pada 2028-2030.

Pada vaksinasi fase 1, Kemenkes menargetkan 90% anak perempuan usia 11 dan 12 tahun kelas 5 dan 6 atau setara, termasuk yang tidak bersekolah, menerima vaksin lengkap. Pada fase ini, Kemenkes juga menargetkan anak perempuan usia 15 tahun yang belum menerima vaksinasi harus menerima vaksinasi lanjutan.

Pada fase 2, 90% anak perempuan dan laki-laki usia 11 dan 12 tahun harus menerima vaksinasi lengkap. Selain itu, Kemenkes juga akan melakukan vaksinasi lanjutan untuk usia 15 tahun dan semua perempuan dewasa yang berusia di atas 21-26 tahun sesuai permintaan dan kebutuhan.

“Untuk usia 21 hingga 26 tahun ini, kami akan minta untuk mandiri, jadi dia tidak masuk pada program nasional tetapi program mandiri. Mereka yang ingin dan membutuhkan akan kita dorong untuk mendapatkan vaksinasi,” ujar dr. Sandra.

Untuk skrining fase pertama, Kemenkes menargetkan 70% perempuan berusia 30 hingga 69 tahun diskrining menggunakan tes DNA HPV. Sedangkan fase kedua, Kemenkes menargetkan 75% perempuan berusia antara 30 hingga 69 tahun melakukan skrining setiap 10 tahun sekali. Metode utama skrining pada dua fase ini akan menggunakan tes DNA HPV.

“Kalau skrining, kami akan skrining seluruhnya (perempuan) usia 30 sampai 69 yang belum diskrining menggunakan tes HPV DNA dan kotesting dengan IVA. Pemeriksaan HPV itu menggunakan (alat) inspekulo sehingga sekaligus kita lihat, kita kerjakan IVA juga, kita juga dapatkan lesi prakanker karena lesi prakanker itu juga bagian untuk mendapatkan deteksi dini,” lanjut dr. Sandra.

Dalam skrining, dilakukan juga kotesting, yakni dua jenis tes secara bersamaan. Selain tes DNA HPV, Kemenkes akan melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) untuk membantu mengidentifikasi perubahan sel pada leher rahim.

Kotesting ini dimungkinkan karena skrining HPV dilakukan menggunakan alat yang disebut inspekulo agar dokter dapat mengambil sampel jaringan untuk tes HPV. Melalui proses ini, dokter tidak hanya dapat mengambil sampel, tetapi juga mengamati langsung untuk menggunakan IVA untuk mencari tanda atau lesi pra-kanker pada leher rahim.

Skrining ini memenuhi tujuan deteksi dini infeksi HPV dan lesi pra-kanker. Deteksi dini ini agar dapat dilakukan dan tata laksana yang tepat waktu yang meningkatkan peluang sembuh.

Untuk tata laksana, Kemenkes menyediakan jalur pengobatan tepat waktu dan komprehensif bagi perempuan dengan lesi prakanker atau perempuan yang terdiagnosis kanker leher rahim agar memiliki akses terhadap pengobatan dan perawatan yang berkualitas.

Ketua Himpunan Onkologi Indonesia Dr. dr. Brahmana Askandar yang juga sebagai narasumber pada kegiatan temu media menyampaikan bahwa WHO mengatakan 30-50% kanker dapat dicegah, terutama yang disebabkan oleh infeksi.

“Salah satu contohnya adalah kanker serviks yang penyebabnya karena infeksi karena kanker serviks jelas diakibatkan oleh virus HPV,” kata Dr. dr. Brahmana.

Dr. dr. Brahmana melanjutkan, 90% serviks yang terinfeksi HPV berisiko tinggi sebenarnya dapat tereliminasi melalui tata laksana. Namun, HPV yang tidak terdeteksi dan tereliminasi pelan-pelan menjadi kanker dan disebut sebagai pra-kanker. Pra-kanker bisa saja menimbulkan keluhan atau tidak.

“Inilah pentingnya skrining rutin bagi perempuan. Ada ataupun tidak adanya keluhan itu harus melakukan skrining rutin, utamanya bagi yang telah seksual aktif. Kenapa harus skirining rutin? Kita skrining rutin itu tujuannya untuk menangkap perubahan dari serviks dan belum menimbulkan kanker serviks,” lanjut Dr. dr. Brahmana.

Pentingnya skrining yang dilakukan untuk perempuan agar ketika dokter menemukan kasus abnormal serviks saat skrining maka pasien dapat ditangani dengan segera. Selanjutnya, pasien menerima tindakan-tindakan sederhana untuk membantunya mendapatkan kesembuhannya kembali 100%.

Shanty Eka, yang merupakan seorang penyintas kanker serviks dan anggota komunitas kanker CISC, menceritakan perjalanannya sembuh dari kanker setelah melewati masa yang sulit dengan sakit yang luar biasa. Proses penyembuhan dilakukan dengan tindakan operasi, terapi, 25 kali radiasi luar, dan tiga kali radiasi dalam. Ia berharap program eliminasi kanker leher rahim tersebut membantu semua perempuan Indonesia terhindar dari kanker serviks yang berbahaya.

“Dengan adanya program eliminasi kanker serviks, saya ingin sekali semua perempuan di Indonesia mendapatkan vaksinasi agar tidak ada perempuan-perempuan Indonesia yang terkena kanker serviks,” kata Shanty berharap. (***)

*Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, Kementerian Kesehatan RI.

Continue Reading

Berita

Reviu Juknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah, Kemenag Tekankan Aspek Transformasi Digital dan Kewirausahaan

Published

on

Reviu Regulasi GTK Madrasah (Foto : @kemenag.go.id)

Jakarta, goindonesia.co – Perkembangan zaman menuntut peningkatan kompetensi dan kinerja Kepala Madrasah dalam menjaga relevansi dan mutu pendidikan. Kepala Madrasah tidak semata harus kompeten pada aspek manajerial, tapi juga canggih dalam transformasi digital dan punya kemampuan kewirausahaan.

Pesan ini disampaikan Plt Direktur Guru dan Tenaga Kepandidikan (GTK) Madrasah M Sidik Sisdianto saat memberi pengarahan pada Reviu Regulasi GTK Madrasah di Jakarta, Kamis (22/2/2024). Giat ini diikuti perwakilan Kepala Bidang Pendiidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Tim Tenaga Kependidikan Kanwil Kemenag Provinsi, Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) madrasah, serta sejumlah Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Taanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

“Kita harus mampu wujudkan transformasi layanan digital di madrasah. Untuk itu Penilaian Kinerja Kepala Madrasah juga harus dikembangkan akan pelaksanaannya juga berbasis digital (paperles),” terang M Sidik Sisdianto.

Selama ini, penilaian kinerja Kepala Madrasah didasarkan pada Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 1111 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM). Sidik meminta regulasi direviu agar dapat memfasilitasi atau memudahkan kerja kepala madrasah dalam mencapai tujuan, bukan malah mengekang atau mempersulit.

“Tujuan dari pelaksanaan PPKM adalah untuk mengukur tingkat keberhasilan kepala madrasah dalam mengelola lembaga dan menghimpun informasi sebagai dasar untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan bagi kepala madrasah,” sebutnya.

“PKKM juga didesain untuk menjaring informasi sebagai bahan pengambilan keputusan dalam menentukan efektifitas kinerja, pertimbangan untuk penugasan kepala madrasah, serta menyediakan informasi sebagai dasar dalam sistem peningkatan promosi dan karir kepala madrasah serta bentuk penghargaan lainnya,” sambungnya.

Ada empat unsur yang dinilai pada PKKM, yaitu: usaha pengembangan/inovasi madrasah (termasuk berkenaan transformasi digital), pelaksanaan manajerial madrasah, pengembangan kewirausahaan, serta capaian prestasi (baik madrasah/institusi, kepala madrasah, guru dan tenaga kependidikan, serta peserta didik).

“Kita harus memastikan bersama juknis PKKM yang kita susun lebih simpel, mudah diterapkan dan dapat memotret/mengukur kinerja kepala madrasah secara tepat,” pesan Sidik.

Selain juknis PKKM, kegiatan ini juga melakukan reviu dan harmonisasi sejumlah kebijakan lainnya yang terkait guru dan tenaga kependidikan madrasah dengan peraturan setingkat/lebih tinggi yang ditetapkan oleh kementerian/lembaga lain. Beberapa peraturan yang direviu dan diharmonisasi antara lain:

1) PMA No.2 tahun 2012 tentang Pengawas Madrasah dan Pengawas PAI yang telah diubah melalui PMA No.31 tahun 2013;

2) PMA No. 58 tahun 2017 tentang Kepala Madrasah yang telah diubah melalui PMA No.24 tahun 2018; dan

3) PMA No.38 tahun 2018 tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru. (***)

*Kementerian Agama RI,  Biro HDI Kemenag

Continue Reading

Berita

Kasad : Program TNI AD Buka Peluang-Peluang Baru Sejahterakan Masyarakat

Published

on

Kasad, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M. Sc. saat memimpin Sertijab, sekaligus menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat Pati TNI AD, di Aula Jenderal besar A.H. Nasution, Mabesad (Foto : Dispenad, @tniad.mil.id)

Jakarta, goindonesia.co – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M. Sc. mengungkap bahwa banyak peluang-peluang baru untuk memajukan TNI AD maupun membantu kesulitan dan menyejahterakan masyarakat, yang dapat dilakukan lewat program-program TNI AD. Untuk itu, Kasad mengatakan bahwa dirinya akan mendukung berbagai program TNI AD yang telah direncanakan melalui kebijakan yang akan diputuskan, tentunya sesuai kemampuan dan kapasitas yang dimiliki TNI AD.

Hal tersebut ditegaskan Kasad saat memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab), sekaligus menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat Perwira Tinggi (Pati) TNI AD, di Aula Jenderal besar A.H. Nasution, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Kamis (22/2/2024).

“Peningkatan-peningkatan sudah sangat baik, diharapkan ke depannya kita semakin aktif lagi. Supaya nanti kalau kita (prajurit TNI AD) hadir terjun ke lapangan itu, masyarakat di sekeliling kita betul-betul mendambakan kehadiran Angkatan Darat,“ ujarnya.

Adapun jabatan yang diserahterimakan diantaranya, jabatan Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Danpuspenerbad) dari Mayjen TNI Totok Nugroho, S.I.P., M.Si. kepada Mayjen TNI Dr. Drs. A. Jaka Tandang, M.C.S., M.A.P., yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kasad, yang kini jabatan tersebut diserahkan kepada Brigjen TNI Drajad Brima Yoga, S.I.P., M.H. Sebagai informasi, Mayjen TNI Totok Nugroho selanjutnya akan memasuki masa purna tugas, sementara Brigjen TNI Drajad sebelumnya menjabat sebagai Danpusdikter Pusterad.

Tak lupa, Kasad menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada para pejabat lama, yang telah secara totalitas mengemban jabatannya dengan baik. Sementara itu, ucapan selamat disampaikan Kasad kepada para pejabat baru yang mengemban amanah di jabatan barunya.

Di akhir sambutannya, Kasad berpesan agar program-program yang telah berjalan dapat ditingkatkan kembali, sehingga lewat jabatan yang saat ini diemban, para Pati dapat membawa perubahan yang lebih baik.

Selain pelaksanaan serah terima dua jabatan tersebut, sebanyak 21 Pati TNI AD, baik yang berdinas di dalam maupun di luar struktur TNI AD juga melaksanakan laporan korps kenaikan pangkat. (***)

*(Dispenad)

Continue Reading

Trending