Connect with us

Berita

Terungkap Sosok Bersorban Habib Husein Ba’agil, Ulama Dekat dengan Kasad TNI Dudung

Published

on

Habib Husein Ba’agil, Ulama Dekat dengan Kasad TNI Dudung. Instagram husein.baagil ©2021 Merdeka.com

Jakarta, goindonesia.co – Pria bersorban yang mendampingi Kasad Jenderal TNI Dudung saat datang ke Markas Kopassus menjadi sorotan publik. Sosok tersebut merupakan Habib Husein Ba’agil, pemimpin dari Majelis Ta’lim Wal Maulid Ar–Ridwan Tuban.

Husein memang terlihat dekat dengan Jenderal Dudung. Kebersamaan keduanya terlihat dalam beberapa momen. Ulama asal Tuban ini juga memberikan ucapan selamat saat Jenderal TNI Dudung diangkat menjadi Kasad.

Lantas bagaimana sosok bersorban Habib Husein Ba’agil yang dekat dengan Kasad TNI Dudung? Melansir dari akun Instagram husein.baagil, Jumat (24/11), simak ulasan informasinya berikut ini.

Beri Ucapan Selamat

Kedekatan Jenderal TNI Dudung Abdurachman dengan sosok bersorban ini menjadi sorotan publik. Sosok bersorban itu adalah Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba’agil.

Habin Husein ini merupakan ulama asal Tuban, Jawa Timur. Momen kedekatan keduanya pun banyak dibagikan di media sosial. Salah satunya saat Habib Husein memberikan ucapan selamat kepada Jenderal TNI Dudung atas diangkatnya menjadi Kasad.

Instagram husein.baagil ©2021 Merdeka.com

“SELAMAT JENDRAL TNI DUDUNG ABDURRAHMAN ATAS AMANAH BARUNYA SEBAGAI PRESIDEN TNI ANGKATAN DARAT, BERKAH LANCAR MANFAAT,” tulisnya dalam keterangan foto.

Dampingi Jenderal Dudung

Bagi yang belum tahu, Habib Husein ini aktif berdakwah menyebarkan agama Islam. Tak hanya itu, Habib Husein juga merupakan pemimpin Majelis Taklim Wal Maulid Ar–Ridwan Tuban.

Instagram @husein.baagil

Meski di tengah kesibukannya, Habib Husein tampak beberapa kali mendampingi Jenderal TNI Dudung. Dalam salah satu unggahan Habib Husein, terlihat ia mendampingi Jenderal Dudung saat berkunjung ke KODAM XIII Merdeka Manado.

Bukan hanya itu saja, terlihat Habib Husein turut serta mendampingi Jenderal TNI Dudung. Saat kasad berkunjung ke Kodam XVIII Kasuari Manokwari.

Dekat dengan Kasad TNI Dudung

Di unggahan lain, tampak Habib Husein berfoto bersama Jenderal Dudung. Tidak hanya berdua, melainkan bersama beberapa warga Papua.
Terlihat Habib Husein berdiri di samping Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Instagram @husein.baagil

Baru-baru ini, Jenderal Dudung menerima tiga brevet serta baret merah dari Kopassus. Pada momen itu juga, Habib Husein terlihat mendampingi Jenderal Dudung di Markas Kopassus. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita

Jokowi Resmi Bertemu Putin, Beri Pesan Ini ke Rusia

Published

on

Foto: Getty Images/Contributor

Jakarta, goindonesia.co – Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) resmi bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Kamis (30/6/2022) waktu setempat. Jokowi tiba di Istana Kremlin sekitar pukul 15.30 dan langsung melakukan pertemuan tete-a-tete dengan Putin di Ruang Upacara Kenegaraan Istana Kremlin.

Jokowi mengatakan ia menyampaikan pesan dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kepada Putin. “Saya menyampaikan pesan Presiden Zelensky kepada Presiden Putin,” kata Jokowi dikutip AFP Jumat.

Ia menegaskan kesiapannya untuk membantu memulai komunikasi antara kedua pemimpin. “Meskipun situasi eksternal masih sulit, namun tetap penting untuk bergerak menuju penyelesaian dan dialog terbuka,” kata Jokowi lagi.

Dikutip dalam Sekretariat Presiden, Jokowi dan Putin membahas masalah terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk yang bisa berdampak kepada ratusan juta masyarakat dunia. Terutama di negara berkembang.

“Saya mendukung upaya PBB reintegrasi komoditas pangan dan pupuk Rusia dan komoditas pangan Ukraina dalam rantai pasok dunia,” katanya.

“Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia, ini sebuah berita yang baik” jelas Jokowi.

“Saya ajak seluruh pemimpin dunia untuk bersama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai dan semangat kerja sama. Karena hanya dengan spirit ini perdamaian dapat dicapai,” tambahnya. (***)

Continue Reading

Berita

Penuhi Berbagai Kriteria, KSAD Dudung Abdurachman Pantas Gantikan Jenderal Andika Perkasa

Published

on

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman/Net

Jakarta, goindonesia.co – Masa pensiun Jenderal TNI Andika Perkasa sebagai Panglima TNI akan berakhir tahun ini. Karenanya, dibutuhkan sosok Panglima TNI baru yang setidaknya memiliki kriteria serupa.

Presidium Forum Milenial Nusantara (FMN), Fauzan Fadly mengungkapkan, ada sejumlah kriteria yang harus dimiliki calon Panglima TNI pengganti Jenderal Andika Perkasa.

“Kriterianya harus memiliki pemahaman utuh tentang pemulihan ekonomi rakyat, pemberani, loyal kepada Panglima Tertinggi, yaitu Presiden Jokowi, dan cepat mengambil keputusan,” ujar Fauzan, Jumat (1/7).

Menurutnya, kriteria-kriteria tersebut dibutuhkan pengganti Jenderal Andika Perkasa karena Panglima TNI selanjutnya perlu lebih terlibat secara aktif dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Ditambah semakin dekatnya momentum politik 2024.

“Bayangkan, rakyat habis terpuruk ekonominya akibat Covid-19, sedang berusaha bangkit, ternyata sudah dihadapkan pada momentum 2024, perut masih lapar, tapi sudah harus berpikir cerdas dalam memilih pilihan politik, ini pekerjaan rumah besar,” ujarnya.

Fauzan beranggapan, kriteria tersebut hanya dimiliki prajurit TNI Angkatan Darat (AD). Sebab, TNI AD dikenal dengan kemampuan teritorial yang mumpuni serta dekat dengan rakyat karena hidup di daratan.

Sehingga Fauzan menilai, Panglima TNI selanjutnya pasca Jenderal Andika Perkasa pensiun pantas dijabat KSAD hari ini, yaitu Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Sementara soal pergiliran satuan, di mana sudah dua kali TNI AD menjabat Panglima TNI, menurutnya, hal tersebut bukan suatu kewajiban. Sebab, keputusan itu bagaimana Panglima Tertinggi, yaitu Presiden Joko Widodo. 

“Saya pikir, Covid-19 ini extra ordinary condition, ditambah menghadapi tahun Pemilu, maka perlu juga ada extra ordinary decision dari Panglima Tertinggi, yaitu Presiden Jokowi, dalam memilih Panglima TNI,” kata dia.

“Kita harus jujur, yang bisa mengakselerasi pemulihan ekonomi rakyat pasca Covid-19 digabungkan dengan rakyat menghadapi tahun politik itu TNI AD. Jenderal Dudung pantas menjadi Panglima TNI selanjutnya,” ujar Fauzan. (***)

Continue Reading

Berita

Jenderal Dudung Ternyata Keturunan Wali Songo, Nama Abdurachman Diambil dari Sosok Ulama ini

Published

on

KASAD Jenderal TNI AD Dudung Abdurachman. LAMPUNGPRO.CO/SUARA.COM

Jakarta, goindonesia.co : Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman pernah berseteru dengan sejumlah kelompok Islam seperti Front Pembela Islam (FPI). Ketika menjadi Pangdam Jaya, Jenderal Dudung memerintahkan prajuritnya mencopot baliho-baliho bergambar Habib Rizieq Shihab.

Sejak itu Jenderal Dudung diserang dengan tuduhan sebagai jenderal anti-Islam karena dianggap tidak pro terhadap kelompok Islam. Di tengah tudingan anti-Islam, Jenderal Dudung membuat kebijakan yang justru menunjukkan keberpihakannya terhadap umat Islam. 

Sebagai KSAD, Jenderal Dudung membuka jalur khusus santri untuk menjadi prajurit TNI Angkatan Darat.  Nilai Islam ternyata lekat dalam kehidupan seorang Dudung Abdurachman dimana ini bisa dilihat dari garis keturunannya. 

Jenderal Dudung mengaku dia adalah keturunan salah satu walisongo yang menyebar agama Islam di Pulau Jawa. “Kebetulan saya keturunan ke-15 dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati,” ujar Dudung dikutip Suara.com (jaringan media Lampungpro.co) dari YouTube Dialog Indonesia.

Menurut Dudung, ayahnya adalah orang asli Cirebon. “Nenek Bapak itu Nyai Hindun keturunan 15 Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati),” ujarnya. 

Sebagai bentuk bukti kecintaannya terhadap Islam, Dudung membangun Masjid di Cirebon yang diberi nama Masjid Syarif Abdurachman. Dudung mengaku sejak masih berpangkat kapten bercita-cita membangun masjid di Cirebon karena tidak ada masjid besar di sana. 

“Jadi waktu saya kecil sering dibawa orang tua saya nyekar di sini setiap malam Jumat kok tidak ada masjid. Berangan-angan pengen membangun masjid jadi zaman pangkat kapten, mayor, bintang dua perasaan kok sulit karena tanahnya terbatas,” kata dia.

Setelah menjadi KSAD, Dudung mengetahui adanya tanah Korem kurang lebih 3 hektare di Cirebon. “Kebetulan saya jadi KSAD kenapa tanah itu tidak dimanfaatkan untuk membangun masjid makanya angan-angan saya tercapai,” kata Dudung. (***)

Continue Reading

Trending