Connect with us

Biografi

8 Fakta Tentang Ayu Kartika Dewi, Stafsus Milenial dengan Segudang Prestasi

Published

on

Jakarta, Goindonesia – Presiden Joko Widodo memiliki 7 orang Staf Khusus dari generasi milenial. Salah satunya adalah Ayu Kartika Dewi. Sebelum menjabat sebagai stafsus, Ayu telah melalui perjalanan panjang dalam kariernya. 

Ayu Kartika Dewi sendiri dikenal sebagai sosok yang selalu mengampanyekan nilai toleransi dan keberagaman. Hal itu pula lah yang turut mengantarkannya menjadi salah satu staf khusus kepresidenan.
Berikut ini 5 fakta tentang Ayu Kartika Dewi yang perlu kamu ketahui:


Memiliki Karier Cemerlang 
Ayu Kartika Dewi merupakan lulusan pascasarjana Duke University Fuqua School of Business, Amerika. Ia bisa bersekolah di sana berkat mendapatkan beasiswa Keller Scholarship dan Fulbright Scholarship. 
Saat usianya 27 tahun, Ayu sudah merasakan karier yang cemerlang. Ia menjabat sebagai Manajer Consumer Knowledge Procter and Gamble (P&G) cabang Singapura.
Tak hanya itu saja, selain pernah menjabat sebagai Consumer Insight Manager di P&G, Ayu juga pernah bekerja di perusahaan McKinsey & Co.


Mengabdi Lewat Indonesia Mengajar
Ayu Kartika Dewi merupakan jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga yang berkomitmen tinggi dalam mengedepankan  nilai toleransi serta dan keberagaman di seluruh penjuru negeri. 
Dalam kiprahnya, ia terjun bersama Indonesia Mengajar ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Pada 2010 silam, ia sempat mengajar di salah satu sekolah yang terletak di Desa Papaloang, Halmahera Selatan, Maluku Utara. 
Saat berada di desa itu, rupanya daerah tersebut tengah mengalami permasalahan sosial. Akibat ya anak-anak di desa tempat ia tinggal banyak yang mengalami trauma. Hal ini lantaran terjadinya kerusuhan antar kelompok beragama yang terjadi di Ambon pada 1999 silam.
Ketakutan tentu masih membayangi para anak didiknya di desa tersebut. Namun, sebagai pengajar, Ayu tak ingin patah semangat. Hal itu justru menjadikannya lebih kuat untuk menjalankan visi misinya mendidik anak-anak di desa itu. 


Pencetus Program SabangMerauke
Kepeduliannya yang sangat besar terhadap isu toleransi dan keberagaman, akhirnya membuat Ayu Kartika Dewi mencetuskan organisasi SabangMerauke atau Seribu Anak Bangsa Merantau untuk Kembali, tepatnya pada tahun 2010.
Organisasi yang dipimpinnya itu bertugas  menyelenggarakan program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia. Ayu menginisiasi  organisasi ini setelah merasakan pengalaman menjadi guru SD di salah satu daerah terpencil, di Maluku Utara. Kini Ayu menjabat sebagai mentor pada  Board of Directors SabangMerauke.
Program yang satu ini menjadi salah satu upaya Ayu untuk menanamkan nilai toleransi, keberagaman, dan ilmu pengetahuan antar-pelajar di Indonesia.
Adapun pesertanya sendiri merupakan para  pelajar tingkat SMP. Pelajar-pelajar tersebut nantinya akan ditugaskan untuk menyatu bersama keluarga dan berinteraksi dengan teman-teman yang berbeda.


Mendirikan Milenial Islami
Selain mencetuskan program SabangMerauke, Ayu Kartika Dewi juga mendirikan Milenial Islami. Apakah itu? Sebuah komunitas yang memanfaatkan media sosial untuk membahas isu tentang Islam yang moderat.
Para anggotanya terdiri dari anak milenial yang mana turut terjun ke lapangan. Mereka lalu mendatangi berbagai universitas di seluruh penjuru Indonesia. 


Memiliki Kepedulian yang Tinggi akan Pendidikan 
Mencetuskan berbagai program pendidikan untuk anak-anak terpencil, kiranya sudah membuktikan jika Ayu Kartika Dewi sangat peduli akan hal tersebut. Menurutnya, isu sosial memang kerap jadi implikasi terjadinya ketimpangan pendidikan di negeri ini.
Oleh sebab itu, melalui SabangMerauke dan Milenial Islami, ia ingin bisa mencetak generasi yang mampu berpikir kritis dan saling menghargai satu sama lain.


Pernah Menjadi Staf di Unit Kerja Presiden
Sebelum menjadi salah satu Staf Khusus Kepresidenan, Ayu Kartika Dewi pernah lebih dulu menjadi staf di Unit Kerja Presiden (UKP4).


Menjadi Direktur Pelaksana 
Selain berkiprah di beberapa organisasi, Ayu Kartika Dewi juga merupakan Direktur Pelaksana Indika Foundation. Indika Foundation sendiri merupakan yayasan yang berfokus untuk menciptakan dampak dalam pendidikan, perdamaian, dan pembangunan karakter.


Peduli akan Nilai Toleransi 
Peduli dengan pendidikan anak-anak di daerah terpencil, perempuan lulusan pascasarjana Duke University, Amerika Serikat ini diketahui sudah mengirimkan ribuan pelajar ke berbagai daerah, agar mereka bisa merajut nilai keberagaman dan toleransi. (Melati Suksma – Junior Communication Kinanti Comms)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Biografi

Perempuan Cantik Ini Jadi CEO BRI Termuda, Siapakah Dia?

Published

on

By

Jakarta, Goindonesia.co – Sisilia, perempuan muda berusia 22 tahun asal Kupang, Nusa Tenggara Timur merasakan hebatnya menjabat sebagai orang nomor satu di bank milik negara dengan jaringan terluas se-Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Menteri BUMN Erick Thohir resmi menunjuk Sisilia menjadi Direktur Utama BRI selama sehari melalui program Gilrs Take Over. Penunjukan tersebut bukan tanpa alasan. Di kampung halamannya, Sisilia memang memiliki latarbelakang yang memang membanggakan.

Salah satu finalis Girls Take Over tersebut pernah menjadi educator dan Plt Kepala Sekolah Pendidikan Usia Dini yang membawahi empat kelas besar di sebuah Lembaga Pendidikan swasta di kota Kupang. Sejak tahun 2015, Sisilia pun tergabung dalam komunitas di bidang pendidikan dan lingkungan.

Adapun program Girls Take over merupakan kampanye global yang diinisiasi oleh Plan International dan diselenggarakan serentak di 75 negara setiap tahun. Kampanye tersebut untuk memperingati Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of the Girls) yang jatuh pada 11 Oktober.

Tahun ini, temanya adalah kesetaraan gender dan kepemimpinan perempuan di dunia kerja. Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) berkolaborasi dengan Kementerian BUMN dan Srikandi BUMN sejak 17 Agustus hingga Oktober 2021 untuk memperingati hari Anak Perempuan Internasional tersebut.

Selain Sisilia, ada lima perempuan muda lainnya dari berbagai provinsi yang terpilih sebagai finalis untuk mengambil alih (takeover) Menteri Badan Usaha Milik Negara dan lima Dirut BUMN selama sehari melalui program Girls Take Over.

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa program berskala internasional tersebut sejalan dengan upaya perseroan dalam mendukung kesetaraan gender. Menurutnya, Sisilia adalah cerminan perempuan muda Indonesia yang multi talenta, yang dapat menciptakan nilai untuk kemajuan masyarakat seperti halnya visi BRI.

Di BRI, lanjut Sunarso, penerapan kesetaraan gender dijamin dengan baik. Manajemen BRI berkomitmen untuk selalu menjaga agar dalam lingkungan kerja tidak terdapat diskriminasi dalam hal gender, suku, agama, serta ras. “Kesempatan kerja dan pengembangan karir di BRI dilakukan dengan memperhatikan kompetensi setiap individu melalui metode yang terukur. Komitmen ini dapat dilihat dari perbandingan pekerja wanita dan pria di BRI,” ujarnya menegaskan.

Dukungan BRI terhadap kesetaraan gender terlihat pada komposisi pekerja BRI. Berdasarkan data pada akhir 2020, rerata komposisi untuk pekerja perempuan adalah mencapai 42,36% dan pria 57,64%.

Melalui dukungan terhadap kesetaraan gender pun BRI ingin sejalan dengan program Kementerian BUMN yang menargetkan keterwakilan perempuan di Dewan Komisaris, Dewan Direksi, dan satu level di bawah direksi BUMN sebesar 15% pada 2021 dan 25% pada 2023.

Continue Reading

Biografi

Profil Sharon Pengganti Menteri BUMN Erick Thohir Hari Ini

Published

on

By

Jakarta, Goindonesia.co – Kementerian BUMN khusus pada hari ini (30/9) bakal dipimpin ‘bos’ baru yang menggantikan Menteri BUMN Erick Thohir selama sehari. Ia adalah Sharon Florencia, Finalis Kaum Muda #GirlsTakeOver.

Seharian ini Sharon bakal menggantikan Erick dari menyaksikan penandatanganan kerjasama, memimpin rapat pimpinan, hingga kunjungan lapangan. Selain itu, Sharon juga akan memberikan masukan dari diobservasinya di lapangan, serta berdiskusi dengan Erick.

Lantas siapa sosok ‘kak menteri BUMN’ tersebut?

Lihat Juga :
Menteri BUMN Erick Thohir Akan Diganti Sharon Hari Ini

Mengutip postingan akun Instagram resmi Kementerian BUMN, dijelaskan bahwa Sharon merupakan perempuan asal Bekasi yang saat ini berusia 24 tahun.

Sementara dari informasi yang redaksi himpun dari akun Instagram pribadi Sharon @sharonflorencia, diketahui ia merupakan insan BUMN yang bekerja di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sejak Mei 2018.

Pada Mei 2019 atau setahun setelah berkarier di BUMN perbankan tersebut, Sharon menyabet penghargaan dan sertifikat sebagai lulusan terbaik atau 1st Best Graduate.

“Tidak terasa satu tahun berlalu setelah memutuskan bergabung di Bank Mandiri. Tepat tanggal 9 Mei 2019 sudah sah menjadi bagian dari Mandiri,” tulis Sharon pada 10 Mei 2019 lalu.

Lebih lanjut, Sharon merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada, ia berhasil menyabet cumlaude Sarjana Psikologi (S.Psi). Ia lulus pada 2018 silam.

Dari beberapa postingannya sejak beberapa tahun lalu, Sharon tampak sudah aktif dan vokal menyuarakan soal kesetaraan gender dan dukungannya terhadap wanita lain.

“Seiring membekali diri dengan kompetensi dan skill, penting untuk memberi kesempatan dan tanggung jawab bagi perempuan, niscaya ia akan mengguncangkan dunia. #womenempowerment,” katanya.

Continue Reading

Trending