Connect with us

Ekonomi

Pedagang Pasar Bantah Mendag Harga Cabai Naik Jadi Bonus Petani: Masalahnya Lebih Kompleks

Published

on

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berkunjung ke Pasar Koja Baru, Jakarta Utara pada, Jumat (17/6/2022). Salah satunya memantau harga cabai naik yang dikeluhkan masyarakat. (Dok Kemendag)

Jakarta, goindonesi.co –  Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyayangkan pernyataan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan yang menyebut jika harga cabai naik merupakan bonus bagi petani.

Seperti diketahui, jika saat ini harga cabai rawit merah sempat mencapai Rp 140 ribu per kilogram di pasar wilayah Jakarta.

Wakil Sekjen Ikappi Bidang Pembinaan Pasar dan Pendidikan Pedagang Pasar, Ahmad Choirul Furqon menyampaikan, pernyataan Mendag Zulhas tersebut merupakan kesalahan berlogika.

Mengingat, kenaikan harga cabai dan sejumlah bahan pangan lainnya amat memberatkan masyarakat selaku konsumen dan pedagang.

“Masalah yang terjadi di lapangan tidak semudah atau sesimpel yang dijalaskan oleh Mendag Zulhas. Yang terjadi di lapangan jauh lebih komplek dan sebenarnya harus segera diberikan penanganan sangat serius,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (24/6/2022).

IKAPPI menilai bahwa masalah kenaikan harga pangan yang terjadi tidak semudah yang dijelaskan oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan.

“Kami sangat menyayangkan pernyataan Menteri Perdagangan Bapak Zulkifli Hasan. Entah itu diniatkan guyonan atau tidak, namun hal tersebut tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang Menteri, jangan hibur pedagang atau petani dengan logical fallacy atau kesalahan berlogika” ujar Furqon.

IKAPPI menjelaskan bahwa sebenarnya harga dari para petani normal dan tidak ada kenaikan signifikan.

“Kami sedikit banyak berdiskusi dengan beberapa petani, mereka mengatakan harga dari petani normal, bahkan tidak ada kenaikan yang signifikan, hal ini juga telah diafirmasi Mentan beberapa hari yang lalu. Jadi apabila terjadi kenaikan harga yang tidak rasional, berarti ada masalah besar di jalur tengah, yaitu rantai distribusi pangan,” tandasnya.

Efek Domino

Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan berkunjung ke Pasar Koja Baru, Jakarta Utara pada, Jumat (17/6/2022). (Dok Kemendag)

Furqon menambahkan, bahwa ketidaknormalan harga pangan seperti cabai ini memberikan domino efek. Sehingga apabila tidak ditangani dengan serius akan merugikan pedagang yang ada di hilir.

“Harga yang tidak normal di pasar saat ini tidak selayaknya ditanggapi dengan selorohan bercanda. Apabila permasalahan ini tidak segera diatasi di tingkat hulu, maka akan memberikan domino efek ke sektor usaha di hilir,” jelasnya.

Adanya masalah diharapkan tidak memberikan dampak buruk terhadap citra Kementerian Perdagangan secara institusi maupun Menteri Perdagangan secara personal.

“Masalah ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut, bahan pangan pokok merupakan Sesuatu yang penting untuk memenuhi hajat hidup seluruh masyarakat Indonesia. Jangan sampai masalah yang dibuat selorohan ini akan menyebabkan dampak buruk berupa distrust public terhadap Kemendag secara lembaga atau Mendag, Zulhas secara personal,” pungkas Furqon.

Bonus Bagi Petani

Cuaca buruk menjadi salah satu penyebab mahalnya harga cabai, Jakarta, Selasa (26/7). Para pedagang menjual cabai saat ini seharga Rp 65.000 kg, dari harga normal sekitar Rp 20.000 hingga Rp 30.000 per kg. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengatakan, kenaikan harga cabai saat ini menjadi momentum bonus tahunan bagi petani. Kenaikan harga cabai, dipengaruhi cuaca yang tidak menentu.

“Saya tanya orang pasar katanya itu biasa, memang ada musimnya. Biarlah untuk petani ada bonus tahunan,” kata Mendag Zulkifli saat berkunjung ke kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, dikutip Selasa (21/6/2022).

Selain aneka cabai, harga bawang merah juga mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan Info Harga Pangan Nasional, harga bawang merah di Jakarta telah mencapai Rp 60.850 per kilogram. Sedangkan provinsi lainnya di Pulau Jawa harga bawang merah di atas Rp 50.000 per kilogramnya.

Harga bawang merah tertinggi tercatat di Gorontalo sebesar Rp 79.350 per kilogram. Sedangkan harga termurah di Kepulauan Riau sebesar Rp 32.800 per kilogram.

Mahalnya harga 2 bahan pangan tersebut tidak lantas membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan impor. Zul menyebut keran impor hanya dibuka untuk komoditas atau bahan pangan yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri.

“Bawang merah kalau kita impor nanti petani hancur, yang di Tegal, di Brebes. Makanya ini perlu kita komunikasikan (dengan Kementerian Pertanian), jangan sampai ada gape,” kata Mendag Zulkifl

Cabai Rawit Merah di Bandung Sentuh Rp 100 Ribu per Kg

Sejumlah komoditas pangan di Kota Bandung mengalami kenaikan harga menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H, salah satunya cabai rawit merah. Harga jual cabai rawit merah dijual di kisaran Rp 100 per kilogram. Tingginya harga cabai rawit merah ini dipicu beberapa faktor, semisal faktor cuaca.

“Ada kenaikan, namun itu tidak jauh dari harga acuannya,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah, Kamis (23/6/2022). 

Menurut Elly, untuk harga jual cabai keriting dipatok Rp 85 ribu per kilogram oleh pedagang pasar tradisional.

Sementara untuk harga bawang merah dan bawang putih, Elly menjelaskan masing – masing dipatok Rp 60 ribu per kilogram untuk bawang merah dan Rp 26 ribu per kilogram untuk bawang putih.

“Kita akan pantau terus. Jika terjadi kenaikan signifikan, tentu kami dari Pemerintah Kota akan melakukan upaya-upaya seperti operasi pasar,” kata Elly.

Elly menambahkan harga daging sapi terpantau masih berkisar di angka Rp140 ribu per kilogram. Elly bilang, harga ini cukup stabil.

Harga daging ayam berkisar di angka Rp36 ribu – Rp37 ribu per kilogram. Ini relatif mengalami penurunan dari mulanya Rp39 ribu per kilogram.

“Beras medium Rp9.500, telur ayam Rp28.500, gula Pasir Rp14 per kilogram dan minyak goreng curah Rp16 per liter,” ucap Elly.

Elly menegaskan harga jual minyak goreng di Kota Bandung, sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Elly menuturkan otoritasnya memastikan stok dan harga komoditas pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 H dalam kondisi yang stabil.

Hal itu disampaikan Elly saat meninjau Pasar Kosambi, Bandung, bersama Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan.

Zulkifli menyebut otoritasnya akan berupaya maksimal untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan jelang Idul Adha 1443 H.

“Kita bekerja keras agar stabil (harga komoditas),” tukas Zulkifli. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Ekonomi

Booth UMKM Diserbu Pengunjung Pertamina Eco RunFest 2023

Published

on

Pertamina berkolaborasi dengan berbagai UMKM dan perusahaan untuk menyediakan layanan yang memanjakan kebutuhan pengunjung Pertamina Eco RunFest 2023 (Foto : PT Pertamina (Persero), @www.pertamina.com)

Jakarta, goindonesia.co – Ajang lari tahunan Pertamina Eco RunFest 2023 digelar pada Minggu (26/11) berlangsung meriah. Terlebih setelah lari, pengunjung dapat menikmati festival musik dari berbagai artis Tanah Air.

Mengantisipasi antusiasme pengunjung, Pertamina berupaya memenuhi kebutuhan pengunjung dengan menyediakan puluhan stand makanan dan minuman, hingga stand kreativitas serta mitra binaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Pertamina berkolaborasi dengan berbagai UMKM dan perusahaan untuk menyediakan layanan yang memanjakan kebutuhan pengunjung Pertamina Eco RunFest 2023. Termasuk, menggandeng lebih dari 10 mitra binaan Pertamina dari berbagai lokasi di Indonesia.

“Sebagian besar adalah makanan dan minuman, mulai dari makanan ringan, minuman serta makanan berat. Selain karena memang kebutuhan dasar pengunjung, hadirnya mereka juga menjadi kesempatan yang baik untuk berinteraksi dan memperluas produknya ke khalayak luas,” ujar Fadjar.

Salah satu mitra binaan Pertamina dari Korean Food Salwa, Rohmah mengungkap kegembiraannya terlibat dalam kegiatan Pertamina. Ia yang berasal dari Semarang mengaku penjualannya sangat ramai pada ajang ini.

“Luar biasa antusiasmenya. Kita dari Semarang dan pertama kali ke Jakarta. Ramainya sampai begini. Saya harap dapat sering ikut dalam event semacam ini. Tadi juga Bu Dirut Pertamina langsung pesan dan coba, katanya Alhamdulilah enak. Gak pake tanya produk langsung pesan,” katanya.

Selain stand UMKM, subholding Pertamina juga membuka booth yang tak kalah ramai. Beberapa subholding turut membawa UMKM binaannya dengan produk yang istimewa.

“Kami juga membawa mitra binaan Teman Istimewa, yaitu usaha kopi yang dibuat oleh komunitas difabel. Sehingga pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan sobat istimewa difabel. Satu lagi UMKM yang dibawa adalah mangga agrimania, sebagai produk unggulan dari kilang balongan dimana mangga ini memiliki ukuran yang cukup besar dan rasanya manis. Konon kalau ditanam di luar wilayah Indramayu buahnya tidak sebesar ini. Antusiasme pengunjungnya cukup banyak karena banyak yang ingin mencicipi,” tutup Corporate Secretary Pertamina Kilang Internasional Hermansyah Y Nasroen.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (***)

*PT Pertamina(Persero)

Continue Reading

Ekonomi

UMKM Pertamina Raih Transaksi Hingga Rp15 Miliar Di Ajang TEI 2023

Published

on

Salah satu UMKM Pertamina yang berpartisipasi diajang Pameran The Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 Tahun 2023 (Dokumentasi : PT Pertamina(Persero), @www.pertamina.com)

Jakarta, goindonesia.co – Pameran The Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 Tahun 2023 yang berlangsung 18–22 Oktober 2023 di ICE-BSD, Tangerang, resmi berakhir. Sebanyak 30 UMKM Pertamina sukses mencatat transaksi hingga Rp15 Miliar disertai adanya sejumlah komitmen transaksi yang akan ditindaklanjuti UMKM pasca pameran.

“Kemarin saya baru menyelesaikan izin ekspor, LOI (Letter of Intent) dan dokumen pengiriman barang,” ujar Erna Sari, UMKM Ayam Penyet Bandung usai dirinya sukses mendapatkan buyer asal Dubai.

Ajang TEI ini juga menjadi sejarah bagi Erna Sari karena untuk pertama kalinya dirinya berhasil memperoleh pesanan sebanyak 400 karton atau setara 16.000 botol sambal dari buyer luar negeri. “Negosiasinya alot banget, dari siang sampe sore hari. Beruntung saya didampingi tim dari Pertamina sehingga kendala perhitungan harga dan kendala bahasa tidak masalah,” ujarnya. 

Tidak cukup sampai di situ, UMKM Ayam Penyet Bandung juga kedatangan pengusaha asal Malaysia dan bersepakat untuk membuka cabang usaha di Negeri Jiran tersebut.

Fandri Christanto, UMKM Bintang Anugrah Krupuk Cassava asal Mojokerto mengaku kaget saat booth nya dikunjungi banyak buyer. “Saya sampe berkeringat dingin karena mendapatkan pesanan krupuk singkong hingga 20 feet dari buyer asal Tunisia,” ujarnya  sumringah.

Fandri mengaku, ini untuk pertama kalinya ikut pameran sebesar TEI. “Saya kaget ternyata di sini banyak buyer datang silih berganti. Kita bisa mengenalkan produk ke pembeli asing, tanpa kita perlu ke luar negeri. Terima kasih Pertamina,” ucapnya.

VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan nilai transaksi UMKM Pertamina di TEI 2023 masih akan terus meningkat karena beberapa komitmen transaksi masih berproses, sementara pameran online masih berlangsung hingga 18 Desember 2023.

“Hasil tersebut menunjukkan produk UMKM Pertamina siap memasuki pasar ekspor,” ucap Fadjar.

TEI 2023 merupakan panggung UMKM untuk memasarkan produk berkualitas terutama pada pasar ekspor. Jumlah pengunjung yang hadir pada kegiatan offline di ICE-BSD mencapai lebih dari 29 ribu pengunjung, dengan total buyer luar negeri 3.162 orang yang berasal dari 114 negara. Sementara jumlah peserta pameran mencapai 1.232 usaha, menunjukkan bahwa TEI merupakan pameran terbesar saat ini.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (***)

Continue Reading

Ekonomi

IKM Pengekspor Sepatu Batik ke Belanda Akui Kesulitan Bahan Berkualitas Tinggi

Published

on

Seremonial pelepasan produk ekspor PT Sepatu Indonesia Jaya sebagai IKM binaan Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang oleh Sekda Moch Maesyal Rasyid (Foto : @tangerangkab.go.id)

Tangerang, goindonesia.co – Industri Kecil Menengah (IKM) pengekspor sepatu bercorak batik ke Belanda mengakui kesulitan bahan berkualitas tinggi sesuai dengan standar negara tujuan. Baru-baru ini, PT Sepatu Indonesia Jaya sebagai IKM binaan Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang mengekspor sepatu batik ke Nederland, Belanda.

Pemilik PT Sepatu Indonesia Jaya, Deschandra menjelaskan berbagai tantangan yang dilalui saat memproduksi Sepatu Batik (Sebatik). Salah satunya, ia harus mempertahankan kualitas produk dan berkompetisi dengan berbagai produk luar. 

“Untuk kendala sendiri tentunya masih ada yang kami rasakan salah satunya yaitu bahan dan kualitasnya, komponen sendiri saat ini sangat terbatas terutama yang berkualitas tinggi, hal ini menjadi kendala bagi kami untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal,” katanya pada saat pelepasan ekspor sepatu batik ke Belanda di Gerai Tangerang Gemilang, Jumat (7/6/2023).

Pelepasan produk ekspor tersebut secara seremonial dilakukan oleh Bupati Tangerang yang diwakili oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Moch Maesyal Rasyid. Pada fase ini, IKM Kabupaten Tangerang itu melepas 300 pasang sepatu batik. Perusahaan tersebut telah mengekspor sepatu ke Jepang, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Australia. Sekarang meluas ke Belanda dan akan berlanjut ke negara lain.

“Kami berterima kasih dengan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas agar bisa diterima di berbagai Negara,” katanya.

Diketahui, Kabupaten Tangerang mengalami kenaikan nilai ekspor dari tahun 2022 sebesar 32% dan didominasi oleh produk alas kaki dan menjadi komoditi tertinggi. Ekspor sendiri merupakan sumber utama penerimaan devisa negara yang sangat penting dalam menunjang perekonomian nasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Resmiyati Marningsih menjelaskan, ekspor alas kaki telah dilakukan ke berbagai negara di Asia dan saat ini diperluas ke Eropa yaitu Belanda.

“Saya sangat mengapresiasi dan bangga terhadap produk dari PT. Sepatu Indonesia Jaya yang telah mengekspor produknya ke berbagai negara,” ujarnya.

Sekertaris Daerah (Sekda) Moch Maesyal Rasyid, dalam sambutannya, berpesan untuk seluruh IKM terutama PT Sepatu Indonesia Jaya untuk terus berinovasi dan memakai batik khas Kabupaten Tangerang untuk desain sepatu yang dipasarkan. Dia berharap batik kebanggan Kabupaten Tangerang bisa semakin dikenal dan mendunia. (***)

*(Diskominfo Kab.Tangerang)

Continue Reading

Trending