Connect with us

Health

5 Trik Jalan Kaki yang Bantu Turunkan Berat Badan

Published

on

Jalan kaki secara rutin dan konsisten dipercaya membantu penurunan berat badan. Namun, dengan sejumlah trik tambahan Anda bisa membakar lebih banyak kalori. (iStockphoto)

Jakarta, goindonesia.co — Jelang pergantian tahun, banyak orang yang mulai menyusun resolusi di tahun 2022. Salah satu yang masih jadi tujuan paling umum yang ditetapkan banyak orang adalah hidup sehat dan menurunkan berat badan.
Jika Anda telah memutuskan untuk membakar lebih banyak kalori dan meningkatkan energi di tahun 2022, coba jadikan jalan kaki sebagai bagian dari rencana Anda. Berikut trik jalan kaki yang bantu turunkan berat badan.

Pasalnya, jalan kaki yang konsisten merupakan cara bagus untuk melengkapi upaya penurunan berat badan Anda dan membakar lebih banyak kalori setiap hari.

“Berjalan adalah pilihan ideal dalam hal aktivitas fisik. Ini tidak memerlukan keterampilan khusus – semua orang tahu cara berjalan. Ini berdampak rendah dan aman,” kata Cedric Bryant, president and chief science officer of the American Council on Exercise, kepada Today.

Menurutnya, berjalan adalah cara yang fantastis untuk mulai berolahraga dan membakar lemak segera untuk pemula kebugaran.

Bryant menyarankan berjalan setidaknya 45-60 menit setiap setengah hari untuk benar-benar membuka potensi penurunan berat badan dari jalan-jalan biasa.

Lebih baik lagi, perjalanan Anda yang biasa di sekitar lingkungan tidak harus terasa seperti berolahraga sama sekali. Sebaliknya, anggap berjalan sebagai waktu untuk bersantai dan mengambil napas. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan jeda yang bagus dan beberapa gerakan.

“Saya menggunakan berjalan pada tingkat pribadi ketika saya sedang menulis artikel atau mengedit buku-ketika saya terjebak, saya keluar dan berjalan,” tambah Bryant.

Meski berjalan kaki sudah menjadi awal yang baik, ada sejumlah trik tambahan yang dapat Anda terapkan untuk membakar lebih banyak kalori saat berjalan. Apa saja?

1. Jalan di siang-sore hari

Sebagaimana dilansir Eat This, Not That!, penelitian mengungkap bahwa tubuh kita cenderung membakar lebih banyak kalori di tengah hari. Studi khusus ini, yang diterbitkan dalam Physiological Reports, melacak sekelompok pria yang kelebihan berat badan saat mereka berolahraga di pagi atau siang-sore hari.

Peserta yang aktif di sore hari akhirnya kehilangan lebih banyak lemak tubuh daripada yang melakukan rutinitas yang sama di pagi hari.

Selain itu, orang yang berolahraga di sore hari juga melihat peningkatan yang lebih baik dalam kontrol glukosa darah dan resistensi insulin.

Jika Anda merasa lesu di sore hari, pertimbangkan untuk minum kopi sebentar sebelum berjalan-jalan. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Journal of the International Society of Sports Nutrition menemukan bahwa menikmati secangkir kopi yang kuat sekitar 30 menit sebelum aktivitas fisik menghasilkan peningkatan laju pembakaran lemak-terutama di sore hari.

“Kombinasi asupan kafein akut dan olahraga dengan intensitas sedang di sore hari tampaknya menjadi skenario terbaik bagi individu yang ingin meningkatkan jumlah lemak yang digunakan selama latihan aerobik terus menerus,” penulis studi menyimpulkan.”

2. Jalan cepat

Jalan cepat disebut selalu membantu dalam hal pembakaran lemak dan kalori. Studi yang diterbitkan dalam Medicine & Science in Sports & Exercise menegaskan bahwa kecepatan yang lebih cepat berarti lebih banyak kalori yang terbakar.

Jalan kaki secara rutin dan konsisten dipercaya membantu penurunan berat badan. Namun, dengan sejumlah trik tambahan Anda bisa membakar lebih banyak kalori. (iStockphoto/ gbh007)

3. Ubah kecepatan

Studi yang diterbitkan dalam Biology Letters ini melaporkan bahwa mengubah kecepatan berjalan seseorang dapat menghasilkan hingga 20 persen lebih banyak kalori yang terbakar daripada hanya mempertahankan satu kecepatan.
“Mengubah energi kinetik seseorang membutuhkan lebih banyak kerja dari kaki dan proses itu tentu saja membakar lebih banyak energi,” jelas penulis studi pertama Nidhi Seethapathi.

“Bagaimana Anda berjalan dengan cara yang membakar lebih banyak energi? Lakukan saja hal-hal aneh. Berjalan dengan ransel, berjalan dengan beban di kaki Anda. Berjalan sebentar, lalu berhenti dan ulangi itu. Berjalanlah dalam kurva yang berlawanan dengan jalan lurus,” tambah rekan penulis studi Manoj Srinivasan, profesor teknik mesin dan kedirgantaraan di The Ohio State University.

4. Jalan di tanjakan

Cara lainnya untuk memastikan kalori ekstra terbakar adalah dengan menambahkan beberapa jalan yang menanjak saat berjalan kaki.

Ini mungkin tidak menyenangkan, tetapi upaya ekstra yang dikeluarkan untuk bergerak secara vertikal dapat membantu mempercepat hasil penurunan berat badan.

5. Tambah beberapa latihan

Menambahkan beberapa latihan resistensi ke rutinitas berjalan kaki Anda adalah cara lain yang bagus untuk mempercepat pembakaran lemak.

Setiap lima menit atau lebih, istirahatlah dari berjalan dan lakukan beberapa squat, push-up, atau lunge.

Mengapa meluangkan waktu untuk latihan membangun kekuatan? Latihan ketahanan tidak hanya membakar kalori dan lemak, tetapi orang dengan lebih banyak otot cenderung membakar lebih banyak kalori, bahkan saat tidak melakukan apa-apa. (***)




Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Health

Cegah Hepatitis Akut, Jangan Renang & Main di Tempat Umum!

Published

on

Foto: Detikcom

Jakarta, goindonesia.co – Dunia kembali dikejutkan adanya penyakit mematikan, yakni hepatitis misterius. Pasalnya, sampai saat ini, kabar mengenai apa penyebab penyakit hepatitis misterius itu masih simpang siur dan belum diketahui.

Di Indonesia sendiri, dilaporkan sudah ada belasan anak yang terjangkit dan beberapa anak yang meninggal akibat hepatitis misterius. Memang penyakit ini rentan terhadap anak kecil.

Menanggapi hepatitis misterius ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengimbau warganya untuk menghindari berenang di tempat umum. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono melalui keterangan resmi.

“Untuk sementara agar tidak berenang dulu di kolam renang umum, tidak bermain di playground serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding dan lainnya yang sering dipegang orang,” ujarnya yang dikutip Sabtu (5/5/2022).

IDAI merinci beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah hepatitis akut misterius ini adalah:

– dengan mencuci tangan

– meminum air bersih yang matang

– makan makanan yang bersih dan matang penuh

– membuang tinja dan/atau popok sekali pakai pada tempatnya

– menggunakan alat makan sendiri-sendiri serta,

– memakai masker dan menjaga jarak.

“Agar mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning. mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat,” tulis IDAI. (**)

Continue Reading

Health

Kemenkes : Tidak Ada Kaitan Vaksinasi Covid-19 dengan Hepatitis Akut pada Anak

Published

on

Hepatitis (ilustrasi). Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi Covid-19 dengan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya pada anak. Foto: dok Republika

Yang ada adalah kejadian bersamaan antara hepatitis akut dengan Covid-19.

Jakarta, goindonesia.co – Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi Covid-19 dengan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya pada anak. 

Hal tersebut disampaikan oleh Lead Scientist untuk kasus ini, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K). “Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin Covid-19 itu tidak benar, karena saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi Covid-19,” ungkap Prof Hanifah dalam konferensi pers secara daring, Kamis (5/5/2022).

Prof Hanifah menyampaikan, sampai saat ini juga belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya dengan virus Covid-19, melainkan adanya kejadian yang koinsiden atau bersamaan. Sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian infeksi hepatitis akut pada anak, pemerintah telah menerapkan beberapa hal, diantaranya dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). 

Selain itu, Kemenkes telah menunjuk antara lain Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen. Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. Selain itu juga diharapkan adanya rumah sakit rujukan di setiap Kabupaten. (***)

Continue Reading

Health

Serang Anak, Kemenkes Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Hepatitis Akut

Published

on

Ilustrasi virus hepatitis misterius yang menelan nyawa tiga anak di Jakarta. (Pixabay/21saturday)

Jakarta, goindonesia.co : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut, meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

“Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat,” ungkap Kemenkes dalam keterangan tertulis, Senin (1/5/2022).

“Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, M Epid.

Penyakit Hepatitis Akut sendiri sejauh ini belum diketahui penyebabnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia sejak 15 April 2022.

Kementerian Kesehatan RI saat ini sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

Selama masa investigasi, pihak Kemenkes mengiimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang.

“Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata dr Nadia.

Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan mengalami penurunan kesadaran diimbau agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Kasus Bertambah

Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.

WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology ) pada anak-anak usia 11 bulan – 5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Tujuh belas anak di antaranya (10%) memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal.

Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (Penyakit Kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium di luar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus dil luar negeri yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Surat Edaran

Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.

Surat Edaran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

Kemenkes meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit untuk, antara lain memantau dan melaporkan kasus sindrom Penyakit Kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak.

Instansi-instansi kesehatan dan layanan kesehatan tersebut juga diminta memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Kemenkes juga meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom Penyakit Kuning, dan membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor.

”Tentunya kami lakukan penguatan surveilans melalui lintas program dan lintas sektor, agar dapat segera dilakukan tindakan apabila ditemukan kasus sindrom jaundice akut maupun yang memiliki ciri-ciri seperti gejala hepatitis,” ucap dr Nadia.

Bagi Dinas Kesehatan, KKP, dan Rumah Sakit juga diminta segera memberikan notifikasi/laporan apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun menemukan kasus sesuai definisi operasional kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) melalui Telp./ WhatsApp 0877-7759-1097 atau e-mail: poskoklb@yahoo.com. (***)

Continue Reading

Trending