Connect with us

Health

Cara Membaca CT Value Hasil Tes PCR

Published

on

Photo : Istimewa

Jakarta , goindonesia.co — Munculnya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia disertai sederet istilah ilmiah yang mungkin membingungkan bagi orang awam. Ada polymerase chain reaction alias PCR yang merupakan metode tes untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak. Lalu ada pula CT value yang biasanya tertulis dalam surat hasil tes PCR.

Angka yang tertera dalam CT value sempat menimbulkan keriuhan di media sosial. Ada kabar simpang siur yang menyebutkan soal kriteria nilai CT dalam penentuan kesembuhan pasien dan hasil positif tes PCR. Kabar itu kemudian diluruskan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Mengenal CT Value

Nilai CT (cycle threshold) adalah nilai yang muncul pada titik dimana reaksi mencapai intensitas florosensi melampui batas ukuran yang telah ditentukan. Nilai CT menunjukkan kapan target asam nukleat terdeteksi dalam proses amplifikasi (perbanyakan salinan materi genetik)

CT value adalah nilai yang muncul dalam tes PCR. CT singkatan dari cycle threshold yang merupakan satu siklus amplifikasi dalam tes PCR. Tes PCR dengan reverse transcription (RT)—juga sering disebut real time/RT-PCR—sendiri telah menjadi standar emas untuk mendeteksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Dalam tes RT-PCR, asam ribonukleat (RNA) diekstraksi dari sampel pasien yang diambil dengan usapan (swab). (SARAN HAPUS)

RNA ini kemudian diubah menjadi DNA, lantas diamplifikasi. Amplifikasi di sini mengacu pada proses pembuatan salinan materi genetik DNA. Lewat proses ini, tes RT-PCR lebih mampu mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh manusia. Amplifikasi terjadi lewat serangkaian siklus (dari satu salinan menjadi dua, dua menjadi empat, dan seterusnya). Setelah beberapa kali siklus, jumlah virus akan terdeteksi. (SARAN HAPUS)

Sederhananya, CT value bisa dikatakan sebagai jumlah siklus dalam deteksi virus. Makin rendah nilai CT, kemungkinan besar makin tinggi pula viral load alias jumlah virus dalam tubuh. Begitu pula sebaliknya. Meski demikian, nilai CT bukanlah acuan dalam menentukan hasil tes positif atau negatif.(SARAN HAPUS)

Tes RT-PCR menunjukkan hasil positif bila ditemukan materi genetik virus corona dari sampel yang diambil lewat swab. Sedangkan hasil tes negatif jika tak ada virus dalam pemeriksaan sampel itu. Nilai CT juga bukan satu-satunya penentu untuk tingkat keparahan, kemampuan penularan, atau kriteria sembuh pasien Covid.

Cara Membaca Angka CT Value

CT value punya peran penting dalam hasil tes PCR. Namun standar angka CT berbeda-beda, tergantung mesin PCR yang digunakan. Mesin PCR berhenti bekerja tatkala virus terdeteksi. Umumnya, batas angka itu sebesar 40. Cara membaca angka nilai CT adalah:

  • <29: positif kuat (jumlah virus banyak)
  • 30-37: positif (jumlah virus sedang)
  • 38-40: positif lemah (jumlah virus sedikit)

Jumlah virus dalam pembacaan CT value ini bersifat perkiraan. Belum ada standar menghitung jumlah virus dari tes PCR secara pasti. Rendahnya angka nilai CT juga tidak menandakan parahnya sakit yang diderita pasien. (HOAX)!!

Nilai CT tidak menunjukkan berapa banyak virus yang ada, tetapi hanya menunjukkan apakah materi genetik virus terdeteksi pada ambang batas yang telah ditentukan oleh mesin.

Nilai CT dihasilkan saat menguji spesimen pasien. Nilai CT ditafsirkan sebagai positif atau negatif tetapi tidak dapat digunakan untuk menentukan berapa banyak virus yang ada dalam spesimen setiap individu pasien.

Masih harus dilakukan beragam pemeriksaan untuk memastikan kondisi pasien yang positif Covid, seperti pemeriksaan fisik, radiologi, tes darah, dan tes lain yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi pasien. Tapi dokter dapat menggunakan angka CT untuk menetapkan tindakan dan perawatan pasien, misalnya apakah pasien bisa menjalani isolasi mandiri atau harus dirawat di rumah sakit.

Berapa Angka CT Value yang Berbahaya?

Nilai CT tidak boleh digunakan untuk menentukan viral load pasien, atau seberapa besar risiko menularkan virus, atau kapan seseorang dapat dibebaskan dari isolasi atau karantina.

Tes PCR menggunakan beberapa siklus amplifikasi berulang untuk membuat lebih banyak salinan materi genetik virus. Spesimen dengan jumlah virus yang lebih rendah akan membutuhkan lebih banyak siklus untuk mengamplifikasi materi genetik tersebut untuk mencapai jumlah yang dapat dideteksi, sehingga menghasilkan nilai CT yang lebih tinggi. Sehingga hasil nilai CT tersebut hanya berkorelasi dengan jumlah materi genetik virus yang ada dalam sampel, bukan dalam tubuh.

Seperti disebutkan sebelumnya, CT value bukanlah penentu mutlak tingkat keparahan penyakit yang dialami pasien Covid-19. Namun, dengan gagasan dasar bahwa makin rendah angka CT menandakan makin banyak konsentrasi materi genetik virus, bisa dikatakan bahwa angka CT yang berbahaya adalah yang rendah.

Misalnya CT value seseorang dalam hasil tes sebesar 25. Sedangkan angka CT orang lain 35. Berarti ancaman bahaya lebih besar pada orang dengan angka 25 itu. Walau begitu, angka yang lebih besar tidak lantas membuat orang tersebut aman-aman saja.

Bila tes PCR menemukan virus, entah dalam siklus berapa pun, berarti masih ada jejak virus corona di situ. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter untuk memastikan tingkat bahaya yang mengancam pasien.

Apakah Nilai CT Pada Tes PCR Menentukan Kesembuhan Pasien Covid-19

Kabar burung yang beredar di tengah pandemi menyebutkan nilai CT menentukan apakah seorang pasien Covid sudah sembuh atau belum. Kabar itu keliru karena kriteria sembuh pasien tidak ditentukan oleh nilai CT. Bahkan hasil tes PCR sudah tidak wajib menjadi penentu kesembuhan pasien tanpa gejala.

Dalam menentukan kesembuhan pasien, dokter perlu memeriksa kondisi pasien untuk mengecek gejala seusai masa isolasi, termasuk lewat rontgen dan tes darah. Bagi pasien tanpa gejala, batas masa isolasi adalah 10 hari. Sedangkan pasien dengan gejala ringan hingga sedang 10 hari plus 3 hari. Adapun pasien bergejala berat masih butuh tes PCR seusai masa isolasi.

Kapan Pasien Membutuhkan Perawatan di Rumah Sakit?

Terlepas dari berapa pun angka CT value yang tertera dalam hasil tes PCR, pasien mesti langsung menjalani isolasi jika hasilnya positif. Untuk menentukan apakah pasien perlu dirawat di rumah sakit, akan dilihat gejala yang muncul pada pasien.

Pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit bila nilai CT rendah disertai gejala berat. Terutama kadar oksigen yang rendah. Juga bila ada penyakit penyerta alias komorbid.

Kriteria Pasien yang Diperbolehkan Isoman?

Sementara itu, pasien boleh menjalani isolasi mandiri bila tak ada gejala atau hanya ada gejala ringan-sedang. CT value tidak dijadikan kriteria boleh-tidaknya seorang pasien menjalani isoman. Menurut aturan dari Kementerian Kesehatan, selain soal gejala, pasien boleh isoman bila memenuhi sejumlah kriteria, antara lain:

  • Tinggal di ruangan terpisah dari anggota keluarga lain
  • Menggunakan perabot terpisah
  • Tidak ada orang yang tergolong kelompok rentan tinggal serumah

Hanya dokter yang berwenang menentukan pasien boleh menjalani isolasi mandiri atau tidak. (***)

Ditinjau oleh:

dr. Muhammad Irhamsyah, Sp.PK, M.Kes , Dokter Spesialis Patologi Klinik , Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

Real Time PCR Ct Values https://www.wvdl.wisc.edu/wp-content/uploads/2013/01/WVDL.Info_.PCR_Ct_Values1.pdf

One number could help reveal how infectious a COVID-19 patient is. Should test results include it? https://www.sciencemag.org/news/2020/09/one-number-could-help-reveal-how-infectious-covid-19-patient-should-test-results

Mengenal CT Value, Apa Hubungannya dengan Banyak Virus Korona? https://amari.itb.ac.id/mengenal-ct-value-apa-hubungannya-dengan-banyak-virus-korona/

Centers for DIsease Control adn Prevention (CDC). Interpreting Result of Diagnostic Tests. 2021. Diakses dari https://www/cdc/gov/coronavirus/2019-ncov/lab/faqs.html

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Health

Covid-19 di Singapura Meningkat, Ahli Minta Indonesia Sediakan Vaksin Bivalen

Published

on

Petugas menunjukkan vaksin Covid-19 (ilustrasi). Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto

Lonjakan sub-varian XBB diprediksi 15 ribu kasus per hari.

Jakartra, goindonesia.co — Kementerian Kesehatan Singapura memperkirakan akan ada kembali lonjakan kasus Covid-19 pada pertengahan November. Lonjakan kasus disebabkan oleh sub-varian XBB dengan rata-rata 15 ribu kasus harian.

Pada Sabtu (15/10/2022), Kementerian Kesehatan Singapura memastikan, kapasitas serta fasilitas kesehatan perawatan saat ini sudah memadai untuk mengatasi lonjakan kasus Covid-19. Namun, pemerintah akan tetap menambah kapasitas perawatan untuk mengatasi lonjakan kasus yang akan terjadi pada pertengahan November nanti.

Saat ini, sudah lebih dari 200 tempat tidur yang disediakan untuk perawatan Covid-19. Dalam dua pekan ke depan, rumah sakit di Singapura akan menyediakan lebih dari 800 tempat tidur untuk perawatan Covid-19.

“Di Singapura, sub-varian XBB kini menjadi varian yang mendominasi dalam penularan yang sangat cepat, banyak juga yang mengalami reinfeksi karena varian ini,” kata Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung pada Konferensi Pers dikutip dari The Straits Times, Sabtu (15/10/2022).

Pihak berwenang di Singapura, lanjutnya, akan kembali menerapkan aturan penggunaan masker yang lebih ketat, serta protokol kesehatan yang kembali diperkuat. Bahkan, untuk dapat makan di restoran diberlakukan syarat pengunjung harus sudah mendapatkan vaksin dosis penuh.

Dalam keterangannya, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof Tjandra Yoga Aditama, membenarkan adanya lonjakan kasus di beberapa negara karena sub-varian XBB yang merupakan subvarian dari Omicron. Bahkan, dua negara tetangga Indonesia, Singapura dan Australia sudah melaporkan adanya lonjakan kasus tersebut.

“Di Singapura dilaporkan 55 persen kasus baru mereka sekarang adalah karena XBB yang baru ini,” kata Tjandra yang juga merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran UI kepada Republika, Sabtu (15/10/2022).

Tak hanya Singapura, empat negara bagian di India yang disebut penularannya hampir mirip dengan Indonesia sudah melaporkan adanya lonjakan kasus karena sub-varian XBB. Empat wilayah yang melaporkan yakni Maharashtra (5 kasus), Odisha (33 kasus), West Bengal (17 kasus), Tamil Nadu (16 kasus).

“Kita ingat dulu varian Delta juga mulanya merebak di India dan kemudian meluas juga di negara kita,” ungkap Tjandra kepada Republika.co.id, Sabtu (15/10/2022).

Di India diperkirakan sub-varian XBB menyumbang 7 persen dari  penularan Covid-19 negara dan dikawatirkan terus meningkat. Dengan makin banyak negara yan melaporkan, menurut Tjandra sudah seharusnya Indonesia menyediakan vaksin bivalen .

“Kita ketahui vaksin bivalen berbeda dengan vaksin yang sekarang kita gunakan di Indonesia, bivalen adalah perkembangan terbaru vaksin Covid-19 yang dapat memberi perlindungan terhadap varian yang lama dan juga pada varian Omicron sekarang ini. Akan baik kalau kita juga mempertimbangkan penggunaan vaksin bivalen sekarang ini,” harap Tjandra.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga merupakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan, Indonesia berpotensi menghadapi siklus tantangan adanya sub varian Covid-19 baru  pada awal tahun 2023. Namun, terdapat kemungkinan varian Corona baru yang kelak hadir tidak akan lebih berbahaya dibandingkan Delta atau Omicron.

Menurut Satgas, beberapa sub-varian baru yang ada di beberapa negara saat ini tidak terlalu memengaruhi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia. “Walaupun sudah masuk 2 varian baru di Singapura dan India, tapi di Indonesia tidak menimbulkan kenaikan kasus,” ungkap Suharyanto saat dikonfirmasi Sabtu (15/10/2022), malam.

Suharyanto menekankan, agar dalam beberapa bulan mendatang kemunculan varian Corona baru tidak terlalu memengaruhi kondisi warga RI, karena vaksinasi bakal digencarkan pada kelompok rentan. Menurutnya, saat ini tak akan ada lagi alasan stok vaksin yang menipis, karena Indonesia sudah memiliki vaksin produk dalam negeri IndoVac.

PT Bio Farma (Persero) memastikan akan terus berkomitmen agar Vaksin IndoVac dapat memberikan manfaat besar bagi sektor kesehatan di Tanah Air. Oleh sebab itu, Bio Farma terus bekerja sama dengan berbagai universitas di dalam negeri dalam melakukan uji klinis IndoVac baik untuk vaksinasi usia 12-17 tahun yang sedang berjalan maupun untuk usia di bawah 12 tahun.

Vaksin IndoVac untuk vaksinasi primer (dosis 1 & 2) untuk usia dewasa (18+) telah mendapatkan use emergency authorization (EUA) atau izin penggunaan dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pada 24 September 2022. Setelah itu Bio Farma telah melaksanakan uji klinis IndoVac untuk vaksinasi lanjutan/penguat (booster) sejak 1 September – 10 Oktober 2022 dan hasil uji itu telah diajukan ke BPOM untuk ditinjau kelayakannya. Bio Farma kini menunggu keputusan BPOM untuk EUA Vaksin IndoVac booster dewasa yang diharapkan keluar akhir Oktober 2022.

Tak berhenti sampai di situ, Bio Farma terus mengembangkan IndoVac agar dapat dierima sebagai vaksin Covid-19 untuk anak usia 12 – 17 tahun. Uji klinis untuk kelompok usia itu telah berlangsung sejak 6 Oktober 2022. Holding BUMN Farmasi ini mengharapkan UEA IndoVac untuk vaksinasi anak (12-17 tahun) akan diterbitkan BPOM pada awal Desember 2022.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menegaskan bahwa portofolio IndoVac semakin luas demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia dalam mendapatkan vaksin baik primer dewasa, booster dewasa, usia 12-17 tahun, dan vaksinasi untuk anak-anak usia di bawah 12 tahun.

“Dari uji klinis hasil kerja sama para ilmuwan Bio Farma yang bekerja dengan peneliti dari berbagai universitas di Indonesia, terlihat data ilmiah IndoVac memiliki keamanan yang baik, memiliki efektivitas yang lebih bagus dari vaksin pembanding dengan efikasi di atas 80 persen, serta halal,” katanya, Jumat (14/10/2022).

Yang paling penting saat ini, kata dia, adalah produksi dalam negeri. Kalau memang diperlukan, pihaknya siap melakukan uji klinis vaksinasi untuk anak usia 11 tahun ke bawah. (***)

Continue Reading

Health

Vaksin Booster Jadi Syarat Main ke Mal, Kemenkes Punya Alasannya

Published

on

Warga beraktivitas di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Sabtu (30/10/2021). Pelonggaran PPKM sudah sangat lama dinantikan oleh pelaku usaha pusat perbelanjaan terutama untuk bisa mendorong tingkat kunjungan sehingga dapat menggerakkan kembali pertumbuhan ekonomi. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Jakarta, goindonesia.co –  Kebijakan vaksin booster menjadi syarat masuk fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan atau mal semata-mata demi melindungi masyarakat di area publik. Apalagi area publik menjadi tempat berkumpul dengan jumlah orang yang banyak.

Hal di atas disampaikan Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia Mohammad Syahril. Bahwa vaksinasi booster bukan hanya melindungi secara pribadi individu yang bersangkutan dari penularan virus Corona, melainkan melindungi masyarakat lainnya.

“Vaksinasi booster ini bukan menjadi suatu kewajiban atau pemaksaan kepada masyarakat, tapi justru untuk melindungi. Bukan hanya melindungi dia sendiri, tapi kita perlu dong, melindungi masyarakat di area publik,” kata Syahril melalui Siaran Radio Kementerian Kesehatan, Antisipasi Puncak Kasus COVID-19: Segera Lengkapi Diri dengan Vaksinasi Booster dan Tetap Jaga Protokol Kesehatan pada Senin, 11 Juli 2022.

“Contohnya, di kendaraan publik, itu kan perlu dilindungi. Kemudian di pertemuan-pertemuan yang berskala besar demi terlindungi masyarakat kita, termasuk nanti masuk ke tempat publik lain, ya mal, hotel dan sebagainya.”

Pada dasarnya, vaksinasi COVID-19 melindungi diri agar terhindar dari gejala maupun sakit bila tertular virus Corona. Dimasukkannya vaksin booster menjadi syarat beraktivitas di ruang pubik juga bertujuan menggenjot cakupan booster yang masih rendah dibanding vaksinasi dosis pertama dan kedua.

Berdasarkan data Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan per 12 Juli 2022 pukul 12.00 WIB, cakupan vaksinasi booster hampir 25 persen, tepatnya di angka 24,98 persen. Sementara itu, cakupan vaksinasi dosis pertama di angka 96,88 persen dan 81,33 persen untuk cakupan vaksinasi dosis kedua.

“Kita menyadari penuh bahwasanya vaksinasi ini adalah bagian dari kebutuhan agar kita terhindar dari beratnya sakit COVID-19 maupun juga melindungi masyarakat secara keseluruhan. Memang cakupan (booster) kita kan hampir 25 persen,” lanjut Syahril.

Selamatkan Bangsa dengan Vaksinasi

Seorang pria mendapatkan vaksinasi dosis ketiga (booster) di Taman Suropati, Jakarta, Selasa (5/7/2022). Aturan vaksin booster sebagai syarat baru perjalanan bagi masyarakat diperkirakan akan mulai berlaku 2 pekan dari sekarang. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Demi upaya percepatan vaksinasi booster, Mohammad Syahril mengajak seluruh masyarakat untuk segera booster bila belum mendapatkan vaksinasi dosis ketiga. Vaksinasi COVID-19 termasuk booster tetap dibutuhkan sebagai upaya perlindungan.

“Nah, ini perlu percepatan ini ya. Jadi, kita tidak lagi perlu berdebat tentang pentingnya, perlunya vaksin, tapi ayo sama-sama untuk menyelamatkan bangsa ini dengan vaksinasi,” ajaknya.

Setiap kabupaten/kota diharapkan berupaya melakukan percepatan vaksinasi booster. Sentra-sentra vaksinasi hingga kerja sama TNI-Polri dan elemen masyarakat lainnya dapat semakin diperkuat.

“Untuk meningkatkan cakupan booster, kabupaten/kota harus mempercepat vaksinasi booster. Selain dengan tadi, ada kewajiban vaksin booster buat masuk ke fasilitas umum dan juga perjalanan nanti, sentra vaksinasi dapat kita tingkatkan,” terang Syahril yang juga Direktur Utama RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta.

“Tentunya, dengan kerja sama berbagai unsur atau stakeholder. Kerja sama juga dengan TNI-Polri, kemudian swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perbankan, universitas dan seterusnya. Itu upaya yang harus kita lakukan, baik di luar Jawa maupun di Jawa.”

Syarat Wajib Vaksin Booster

Pengunjung bermain mandi bola di wahana permainan Lotte Shopping Avenue, Jakarta, Rabu (20/10/2021). Pemerintah kembali melakukan penyesuaian aktivitas masyarakat yang mulai dapat diberlakukan pada periode PPKM. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Vaksin booster resmi menjadi syarat masuk fasilitas umum seperti mal, pusat perbelanjaan dan area publik lainnya. Ketetapan vaksin booster ini tertuang melalui Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 440/3917/SJ Tentang Percepatan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster) bagi Masyarakat.

SE ini ditandatangani Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tertanggal 11 Juli 2022. Sesuai salinan SE Mendagri yang diperoleh awak media pada Selasa, 12 Juli 2022, penerbitan SE menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Bahwa diperlukan syarat vaksinasi dosis lanjutan (booster) bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan dalam negeri dan/atau mengikuti kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Bunyi SE terkait vaksin booster untuk masuk fasilitas publik termasuk mal, yakni:

Mewajibkan vaksinasi dosis lanjutan (booster) sebagai persyaratan untuk memasuki fasilitas publik/fasilitas umum antara lain perkantoran, pabrik, taman umum, tempat wisata, lokasi seni, budaya, restoran/rumah makan, kafe, pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan, dan area publik lainnya.

Arahan kewajiban vaksinasi booster untuk memasuki fasilitas publik sebagaimana SE Mendagri, ditujukan kepada bupati/wali kota di seluruh provinsi.

Kelompok yang Dikecualikan dari Vaksin Booster

Anggota Polsek Cinere mendampingi murid kelas II saat vaksinasi covid-19 di SDI Al Hidayah, Depok, Selasa (25/1/2022). Mengantisipasi meningkatnya kasus Omicron, pemerintah mempercepat vaksin untuk lansia dan anak-anak, baik itu vaksin dosis pertama, kedua, maupun booster. (merdeka.com/Arie Basuki)

Dalam SE Mendagri Nomor 440/3917/SJ ini, ada pengecualian bagi kelompok masyarakat tertentu terkait vaksin booster untuk memasuki fasilitas umum. Bagi yang tidak bisa divaksinasi dapat melampirkan surat keterangan dokter.

Bunyi ketetapan tersebut, yaitu:

Hal ini dikecualikan bagi masyarakat yang tidak bisa divaksinasi karena alasan kondisi kesehatan khusus dengan mensyaratkan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit/Fasilitas Kesehatan Pemerintah dan anak usia di bawah 18 (delapan belas) tahun.

Diharapkan bupati/wali kota melakukan sosialisasi penggunaan dan melakukan pengawasan rutin terhadap implementasi penggunaan aplikasi PeduliLindungi secara masif sebagai syarat untuk memasuki/menggunakan fasilitas publik.

Pengawasan tersebut dengan penekanan bahwa hanya pengunjung dengan kategori ‘Hijau’ dalam aplikasi PeduliLindungi yang diperkenankan masuk, kecuali tidak dapat divaksin dengan alasan kesehatan. (***)

Continue Reading

Health

Kasus Covid-19 Naik, Wiku: Perketat Kembali Prokes

Published

on

Kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan hingga berada di atas 1.000 kasus dalam beberapa hari terakhir ini. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun mengingatkan agar masyarakat kembali memperketat kedisiplinannya menjalankan protokol kesehatan. Foto: Tangkapan Layar/Youtube Sekretariat Presiden

Tren kenaikan kasus ini sangat penting untuk melindungi diri sendiri dengan masker

Jakarta, goindonesia.co -Kasus positif Covid-19 terus mengalami peningkatan hingga berada di atas 1.000 kasus dalam beberapa hari terakhir ini. Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito pun mengingatkan agar masyarakat kembali memperketat kedisiplinannya menjalankan protokol kesehatan.

Wiku mengatakan, di tengah tren kenaikan kasus ini sangat penting untuk bisa melindungi diri sendiri dan orang lain dengan terus mengenakan masker dan mencuci tangan dengan rutin.“Ingat, masing-masing individu dapat berkontribusi dalam menekan kasus Covid-19 di Indonesia dimulai dari diri sendiri,” kata Wiku saat konferensi pers, dikutip pada Rabu (22/6).

Selain kedisiplinan protokol kesehatan, Wiku juga menyebut terdapat beberapa hal lainnya yang perlu kembali digencarkan di tengah masa kenaikan kasus ini. Yakni deteksi kasus sedini mungkin dengan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengunjungi tempat testing Covid-19 jika mengalami gejala atau berkontak erat dengan pasien positif.

Satgas juga meminta pemerintah daerah untuk kembali memastikan tempat testing tersedia dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat. Tak hanya itu, penanganan kasus atau perawatan terhadap pasien harus kembali dikuatkan.“Dengan adanya peningkatan angka kematian pada minggu terakhir, perlindungan kepada kelompok yang rentan juga perlu ditingkatkan,” jelasnya.

Karena itu, Satgas mendorong vaksinasi terutama pada penderita komorbid, anak-anak, dan lansia agar memberikan perlindungan dari keparahan penyakit dan juga kematian.“Serta perlu pengawasan pada pasien lebih ketat di tempat isolasi terpusat atau rumah sakit rujukan,” kata Wiku. (***)

Continue Reading

Trending