Connect with us

Pariwisata

Asyiknya Keliling Desa Wisata di Kulonprogo, Grand Ambarrukmo Siap Manjakan Tamu

Published

on

Menu Shabu Grand – Ist

Yogyakarta, goindonesia.co – Dalam rangka kembali menyapa tamu-tamu hotel di awal tahun baru 2022, Grand Ambarrukmo Yogyakarta siap memanjakan tamu dengan menawarkan promo-promo menarik. Terletak di jalur trans jawa yaitu di Jl. Laksda Adi Sucipto Yogyakarta No.82. Posisi Grand Ambarrukmo Yogyakarta hanya berjarak 6 km ke Malioboro dan berjarak 7 km dengan Istana Ngayogyakarta Hadiningrat.

Bagi anda pecinta kuliner dan explore wisata, wisata susur desa bisa menjadi alternatif dan pengalaman baru ketika mengunjungi Jogja untuk menghabiskan waktu bersama kerabat terdekat ataupun keluarga. Grand Ambarrukmo Yogyakarta menawarkan pilihan aktivitas dengan tajuk “Fun Trip VW Jogja” hanya dengan mulai dari IDR 998.000 sudah termasuk menginap di type deluxe room, sarapan untuk 2 orang, susur desa wisata Kulonprogo untuk 4 orang, serta makanan dan minuman di Omah Cantrik.

Melalui Fun Trip VW Jogja, para tamu akan disuguhkan panorama alam Kulonprogo di sekitar Nanggulan menggunakan kendaraan VW Safari dan berkunjung ke pengrajin bambu. Sejumlah spot bisa dimanfaatkan seperti pemandangan sawah dan kebun warga setempat untuk swafoto.

Tak hanya itu, Grand Ambarrukmo kembali menghadirkan “Shabu Grand” yang telah sukses pada tahun 2018 lalu. Menu khas jepang ini terdiri dari irisan daging sapi yang sangat tipis kemudian dicelup ke dalam panci khusus berisi kuah kaldu yang terdiri dari 4 pilihan yaitu Kaldu Ayam, Kaldu Sapi, Kaldu Ikan, dan Tom Yum yang diletakkan di atas meja makan. Setelah masak, shabu-shabu akan disantap bersama aneka pilihan saus.

Selain irisan daging sapi, terdapat berbagai isian terdiri dari aneka seafood, sayuran, dessert, dan minuman yang dapat dinikmati sepuasnya. Program ini ditawarkan setiap hari Sabtu mulai dari pukul 18.00 – 21.00 dengan harga Rp. 128.000 nett/pax dan bagi tamu yang pesan 10 pax akan mendapatkan gratis 1 pax dengan kapasitas pengunjung 30 orang. Untuk informasi dan pemesanan sila hubungi (0274) 280 0088 atau melalui WhatsApp +62811 2850 088

Grand Ambarrukmo Hotel Yogyakarta, merupakan hotel bintang 4 yang terletak di Jl. Laksda Adisucipto No. 82 Yogyakarta. Hotel dengan konsep modern dan merupakan satu- satunya hotel di Yogyakarta yang mempunyai Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan hotel dengan Ambarrukmo Plaza. Terdiri dari 142 kamar dengan 4 tipe yang berbeda yaitu Deluxe, Grand Deluxe, Deluxe Premium dan Suite. Selain itu juga dilengkapi dengan fasilitas The Samara Restaurant, cake shop, ballroom, meeting room, gym, jacuzzi, kolam renang dan juga Arcadaz Lounge. (**)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Pariwisata

Menparekraf Secara Resmi Buka SEABEF

Published

on

Menparekraf/Kabaparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno , saat membuka secara resmi konferensi internasional Southeast Asia Business Event Forum (Dokumentasi : Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, @kemenparekraf.go.id)

Yogyakarta, goindonesia.co – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi konferensi internasional Southeast Asia Business Event Forum (SEABEF) yang membahas isu-isu utama pengembangan MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) di kawasan ASEAN dan Indonesia pada khususnya. 

“Melalui acara ini kita mendorong lembaran baru dari MICE di kawasan ASEAN dan Indonesia yang sedang memegang keketuaan ASEAN akan membawa satu kepemimpinan agar lebih banyak event-event berkelas dunia di kawasan ASEAN, terutama Indonesia,” kata Menparekraf Sandiaga saat membuka “SEABEF 2023” di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Jumat (3/2/2023). 

SEABEF mengangkat tajuk “Fostering Southeast Asia Business Event Approaching the Post-Pandemic Era”. Sesuai dengan tajuknya, tujuan dari pelaksanaan SEABEF adalah untuk membahas isu-isu utama dalam pengembangan MICE, khususnya di masa pemulihan pascapandemi. 

Secara garis besar, ada tiga poin pada isu utama tersebut yakni sumber daya manusia, manajemen krisis, dan sustainability. Pelaksanaan SEABEF juga menjadi momentum untuk mencanangkan komitmen Indonesia terhadap green meeting. 

Forum ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pelaku industri MICE di tanah air dan juga ASEAN untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MICE di dalam kawasan. Sekaligus menjadikan ASEAN sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan MICE berskala internasional.

Saat ini ekonomi dunia sudah menunjukkan pertumbuhan positif setelah selama dua tahun terakhir terdampak akibat pandemi. Termasuk Indonesia yang ditunjukkan melalui berbagai capaian. 

Dalam catatan World Economic Forum (WEC), daya saing Indonesia dalam indeks pembangunan pariwisata dan perjalanan (TTDI) melompat 12 poin ke peringkat 32 dunia. Dalam hal kontribusi ekonomi, pariwisata dan ekonomi kreatif berhasil mendorong penciptaan 3,3 juta lapangan kerja baru. Melampaui target dari yang sebelumnya ditetapkan sebesar 1,1 juta. 

Namun demikian, untuk perkembangan dalam cakupan kawasan, Asia Tenggara masih tertinggal dari Eropa dan Amerika. 

“Karenanya dengan berada di sini, saya harap kita bisa mulai akselerasi dan mengejar ketinggalan dengan menghadirkan MICE berskala internasional,” kata Sandiaga. 

Indonesia dikatakan Sandiaga berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor MICE sebagai salah satu penopang ekonomi nasional. Di antaranya dengan menyiapkan kemudahan perizinan (deregulasi) dalam perolehan izin penyelenggaraan kegiatan MICE. Selain itu juga menyiapkan desa-desa wisata sebagai lokasi penyelenggaraan MICE. 

“Kami akan terus berkomitmen untuk mengembangkan acara MICE di Indonesia dengan melakukan berbagai kolaborasi, dengan semua pemangku kepentingan. Kami percaya MICE mampu menciptakan kegiatan ekonomi, menciptakan investasi dan lapangan kerja,” kata Sandiaga. 

Menparekraf Sandiaga juga mengajak pelaku industri MICE memperkuat komitmen untuk menghadirkan gelaran MICE yang memperhatikan isu-isu keberlanjutan. Di antaranya dengan mengajak peserta kegiatan MICE menghitung carbon footprint dan melakukan offset dengan kegiatan seperti penanaman pohon mangrove atau berkontribusi dengan melakukan kegiatan wisata yang ramah lingkungan.

“Produk wisata ecotourism menjadi tone utama dalam menjalankan bisnis event dan MICE ke depan. Menjadi gold standard untuk menjadikan event-event ini memenuhi aspek keberlanjutan,” kata Menparekraf Sandiaga. 

Peran ASPERAPI

Menparekraf Sandiaga di sela kegiatan tersebut juga berkesempatan melakukan pengukuhan pengurus Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI). 

Menparekraf mengajak ASPERAPI dengan kepengurusan yang baru untuk berani mengambil peluang di tahun-tahun politik untuk menyelenggarakan event. 

“Jangan wait and see, tapi justru adakan event-event yang lebih holistik, inklusif dengan inovasi dan kolaborasi. Ini sesuai dengan target kita bahwa Indonesia harus mampu menjadi tuan rumah dari perhelatan besar di dunia,” ujar Sandiaga. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Deputi Bidang Manajemen Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani; serta Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf/Baparekraf, Masruroh. (***)

(Sumber : Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, @kemenparekraf.go.id)

Continue Reading

Pariwisata

Menparekraf Cek Kesiapan Opening Ceremony ATF 2023

Published

on

Menparekraf/Kabaparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno memastikan ATF 2023 siap digelar (Dokumentasi : Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf RI, @kemenparekraf.go.id)

Yogyakarta, goindonesia.co – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meninjau persiapan pelaksanaan acara pembukaan (opening ceremony) ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 yang akan berlangsung pada 3 Februari 2023. 

Menparekraf Sandiaga usai meninjau persiapan upacara pembukaan ATF 2023 di Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu (2/2/2023), memastikan ATF 2023 siap digelar dan Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan hadir untuk membuka secara resmi ATF 2023.

Pembukaan ATF 2023 akan menghadirkan keragaman budaya Yogyakarta dan sekitarnya seperti Tari Dolalak dari Purworejo yang diharapkan akan menjadi suguhan menarik bagi para delegasi ATF 2023. Sekaligus sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air.

“Persiapan sudah maksimal dan optimal. Besok jika tidak ada aral melintang, Presiden direncanakan membuka ASEAN Tourism Forum 2023,” kata Menparekraf Sandiaga.

ATF merupakan event pariwisata terbesar di kawasan ASEAN yang rutin dilakukan setiap tahun. Kehadiran ATF akan menjadi ruang kerja sama antara negara anggota ASEAN untuk mempromosikan wilayah ASEAN sebagai salah satu tujuan wisata.

Menparekraf Sandiaga mengatakan, ATF 2023 menjadi event pertama yang memulai Keketuaan Indonesia di ASEAN tahun 2023. Setelahnya akan diikuti rangkaian ratusan pertemuan dengan dua pertemuan Puncak pada Mei 2023 di Labuan Bajo dan September 2023 di Bali. 

“Ini kita harapkan akan semakin menggiatkan aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif, membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” ujar Sandiaga. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani.  (***)

(Sumber : Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf RI, @kemenparekraf.go.id)

Continue Reading

Pariwisata

Kemenparekraf Gelar TRAVEX Forum Bisnis Pelaku Pariwisata Anggota ASEAN

Published

on

Menparekraf/Kabaparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno (Dokumentasi : Biro Komunikasi KEMENPAREKRAF/ BAPAREKRAF RI, @kemenparekraf.go.id)

Jakarta, goindonesia.co – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Pariwisata (Kemenparekraf/Baparekraf) menggelar Travel Exchange (TRAVEX) yang merupakan forum bisnis bagi para pelaku usaha pariwisata antara negara ASEAN.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya, Rabu (1/2/2023), mengatakan TRAVEX menjadi salah satu agenda utama ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023 yang diselenggarakan pada 3-5 Februari 2023, di Jogja Expo Center (JEC).

“Jadi, TRAVEX ini berupa bursa pariwisata yang mempertemukan sesama pelaku usaha pariwisata selaku buyers dan sellers,” kata Menparekraf Sandiaga.

Sejumlah program di TRAVEX pun menjadi agenda penting bagi industri pariwisata dan masyarakat selama ATF 2023. Diantaranya sesi B2B exhibitor dan seller yang terdiri dari ASEAN NTOs, ASEAN Tourism Industries, Travel and Tourism Hospitality Industries, hotels & accommodation industries, TA/TO, serta pelaku MICE.

Ada juga sesi B2C yang akan menjadi tempat transaksi langsung antara business kepada customer melalui Pameran Pariwisata Indonesia, Festival Kuliner, dan Pameran UMKM Ekonomi Kreatif. Sesi B2C ini merupakan catatan sejarah karena merupakan yang pertama dalam sejarah ATF. Untuk menggairahkan penjualan, diadakan pula program promo gratis ongkir. Produk-produk di pameran ini bisa dikirim ke seluruh ASEAN tanpa biaya.

Hal lain yang berbeda adalah, ATF tahun ini juga akan menghadirkan pameran seni. Sejumlah lukisan dan payung karya seniman Indonesia dipamerkan ke hadirin internasional. Sebuah pameran seni dalam ATF, atau bisa kita sebut: ArTF.

TRAVEX menghadirkan 157 sellers dan 136 buyers. Buyers berasal dari 29 negara diantaranya 9 negara ASEAN, 6 negara Asia, 9 negara Eropa, 5 TimTeng, 1 Amerika Utara, dan Australia.

“Melalui TRAVEX ini, diharapkan nantinya tidak saja menampilkan dan mempromosikan destinasi pariwisata, tetapi juga keberagaman industri UMKM serta ekonomi kreatifnya. Semua ini pantas untuk ditampilkan di momen yang begitu berharga seperti saat ini, apalagi kita memiliki berbagai kekayaan ragam destinasi dan produk-produk UMKM dan ekonomi kreatif dari berbagai penjuru nusantara,” kata Menparekraf. 

Lebih lanjut, Menparekraf Sandiaga menyampaikan bahwa untuk tema yang diusung pada ATF kali ini adalah “ASEAN: A Journey to Wonderful Destinations”.

Tema ini merepresentasikan harapan utama dari sektor pariwisata dalam mengembangkan destinasi wisata utama regional dan internasional. Serta memperkuat posisi ASEAN sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. 

Penyelenggaraan ATF 2023 ini juga menandakan kali kedua Yogyakarta menjadi tuan rumah ATF setelah sebelumnya pernah dilakukan pada 2002.

“Kesuksesan ATF ini akan menjadi kunci pengembangan pariwisata di negara ASEAN kedepan. Dan menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara sehingga target 7,4 juta kunjungan di tahun 2023 bisa kita capai,” kata Menparekraf Sandiaga. (***)

(Sumber : Biro Komunikasi KEMENPAREKRAF/ BAPAREKRAF RI, @kemenparekraf.go.id)

Continue Reading

Trending