Connect with us

Ruang Publik

Data Penerima Bansos Ruwet, Banyak Warga Meninggal Hidup Lagi

Published

on

Foto : Istimewa

Jakarta, goindonesia.co : Bantuan dana sosial (BST) yang dikucurkan pemerintah, menjadi ruwet penyalurannya. Hal itu karena tidak adanya kesesuaian data penerima yang dimiliki pusat sama data yang sudah diverifikasi pemerintahan desa.

Akibatnya, di beberapa daerah di Jawa Tengah muncul banyak masalah. Seperti ada perangkat desa, pegawai SPBU, yang menerima bantuan. Selain itu, ada data dobel, sehingga warga mendapat dua kali. Dan yang menggelikan banyak warga yang sudah meninggal seolah hidup lagi, karena turut mendapatkan bansos.

Benang ruwet tersebut terungkap dalam setiap perhelatan Rembug Desa antara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dengan para Kades yang dihelat bergilir di berbagai daerah secara daring. Forum itu benar-benar mampu mengungkap banyak persoalan yang selama ini seolah-olah sengaja disembunyikan.

Rembug Desa, juga mampu memangkas jarak komunikasi antara Kepala desa (Kades) dengan Gubernurnya. Padahal sebelumnya, hubungan pejabat desa dengan Gubernurnya terkesan mustahil tercipta secara akrab.

Lewat Rembug Desa, suasana di Jawa Tengah saat ini begitu cair. Para Kades dengan santai bisa ngobrol santai dengan Gubernur Ganjar Pranowo, layaknya ngobrol dengan teman sendiri. Hal itu nampak saat Ganjar menggelar Rembug Desa dengan Kades se Kabupaten Boyolali di pendapa Kabupaten, Rabu (4/8/2021).

Salah satu Kades dengan blak-blakan mengaku pusing, karena di desanya banyak warga yang sudah meninggal bisa hidup lagi. Kondisi itu muncul, terkait dengan penyaluran bantuan sosial. Dimana seorang Kades menulis di forum chat bahwa ada banyak warganya sudah meninggal tapi hidup lagi.

“Sebentar sebentar, itu Kades Gunung Simo nulis ada warganya yang mati hidup lagi. Coba, saya pengin ngobrol,” kata Ganjar kepada operator.

Setelah berhasil dikoneksikan, Kades Gunung Simo bernama Yogi itu menuturkan, yang dimaksud ada warga meninggal hidup lagi itu tentu bukan jasadnya. Tapi, namanya kembali muncul sebagai penerima bantuan sosial di desa.

“Ada banyak Pak, sudah meninggal lama, sudah lama tidak dapat bantuan karena sudah kami verifikasi. Tiba-tiba sekarang kok muncul lagi. Masuk daftar penerima bantuan. Kan namanya hidup lagi itu,” kata Yogi.

Ganjar pun tertawa mendengar keterangan Yogi. Meski begitu, ia paham dengan maksud Yogi karena di beberapa tempat yang dikunjungi, banyak kasus serupa. Dimana ada warga sudah meninggal, tapi tetap menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Menurut Yogi, ada sekitar 9 sampai 10 kepala keluarga di desanya yang sudah meninggal, tapi dapat bantuan. “Ya terpaksa kita kembalikan bantuannya, karena tidak tepat sasaran. Kami heran Pak, padahal dulu sudah diverifikasi, kok munculnya tetap sama. Apa mungkin pakai data lama ya Pak?” ucapnya.

Selain Yogi, beberapa Kades lain di Boyolali juga menyampaikan hal serupa. Misalnya Kades Banyuanyar, Komarudin. Kepada Ganjar, pihaknya meminta agar ada pembenahan data bansos, karena apa yang diusulkan dari desa berbeda dengan data dari pusat.

“Untungnya kami sejak 2017 lalu ada musyawarah desa khusus membahas kemiskinan. Jadi masalah-masalah seperti ini, bisa kita atasi,” kata Komarudin, sambil menyebut, di desanya bahkan ada 38 warga yang menerima bansos dobel. Saat bantuan akan dialihkan ke warga lain tidak bisa.

“Terus bagaimana Pak, kasusnya sama dengan di desa saya. Supaya bisa langsung kami alihkan gimana. Soalnya masyarakat banyak yang butuh,” sahut Kades Senden, Sularsih.

Ganjar menegaskan, bahwa perbaikan data akan terus dilakukan. Pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kemensos terkait hal itu. “Tapi tidak bisa langsung dialihkan ke warga lain. Harus dikembalikan dulu, karena itu ada prosesnya. Mengelola keuangan negara kan tidak sembarangan,” jawabnya.

Dari acara Rembug Desa itu, Ganjar mengatakan problem yang dialami kades-kades di Jateng relatif sama. Kalau penanganan Covid-19, pihaknya tidak khawatir karena semua desa sudah berjalan dengan baik.

Tapi persoalan bantuan ini yang banyak masalah. Makanya, pihaknya terus komunikasi dengan Kemensos terkait hal ini. Pihaknya berharap, Kemensos segera memberikan data agar bisa diverifikasi langsung di lapangan.***

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Bisnis dan Ekonomi

Program MuslimLeaderPreneur Sebagai Komitmen Erick Thohir Memajukan Ekonomi Umat

Published

on

Menteri BUMN Erick Thohir resmi melakukan kick-off program #MuslimLeaderPreneur Foto : Istimewa

Jakarta, goindonesia.co  – Keberpihakan penuh terhadap pengembangan ekonomi umat merupakan komitmen yang dijunjung tinggi oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Adapaun salah satu program konkrit yang sedang berjalan di bawah asuhan MES adalah #MuslimLeaderPreneur. #MuslimLeaderPreneur adalah sebuah wadah kolaborasi generasi muda Muslim dalam memulai usaha rintisan (start-up) guna meningkatkan kapasitas usaha (scale-up) menuju pengembangan ekonomi umat di berbagai daerah. Sejak diresmikan pada Kamis 28 Oktober 2021 di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, #MuslimLeaderPreneur akan melaksanakan berbagai program pembibitan wirausaha muda. Program yang akan bergulir di 26 kota besar Indonesia selama setahun ke depan iini menyasar kalangan aktivis organisasi Islam, serta remaja masjid dan pesantren.

Pada Jumat 26 November 2021, Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum MES, Erick Thohir resmi melakukan kick-off program #MuslimLeaderPreneur di Masjid An-Nur, Provinsi Riau, secara hybrid. Mengusung tema “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”, Erick Thohir menyampaikan keynote speech sebagai pembuka acara. Hadir sebagai narasumber dalam acara ini; Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP MES/Komisaris Pertamina, Igghi H. Achsein; Ketua Komite Pemuda MES, M. Arief Rosyid Hasan; Sekretaris Jenderal (Sekjen) ISYEF, Andi Ashadi; Chairman Rabu Hijrah, Phirman Rezha; Ketua MES Riau, Prof Akhmad Mujahiddin; Ketua Umum HIPMI Riau, Rahmad Ilah; Ketua KADIN Riau, Juni Rahman; dan Ketua Harian Masjid An-Nur Riau, Dr. Zulhendri Rais. Berperan sebagai moderator dalam acara ini Priority Banking Manager BSI Pekanbaru, Andi Oky.

Melalui keynote speech, Erick Thohir menyampaikan, “Kita perlu melakukan jihad ekonomi untuk Indonesia Maju dengan tujuan membangkitkan ekonomi, bahkan setelah pandemi COVID-19 nanti berlalu. Salah satu cara dalam melakukan jihad ekonomi adalah melalui program #MuslimLeaderPreneur yang cakupannya komprehensif; mulai dari pelatihan, pendampingan, pemberian penghargaan, hingga akses pembiayaan. Dengan demikian, kami berharap aktivis muda Muslim dapat menjadi leaderpreneur dengan kemampuan yang memiliki daya saing global.” Erick juga menambahkan, “Saat ini BUMN telah banyak melakukan komitmen dalam membangun para leaderpreneur yang ingin memulai usaha rintisan (start up) maupun meningkatkan usaha (scale-up) melalui berbagai program. Beberapa contoh di antaranya; Kmitraan Pertashop, Makmur, Kredit Usaha Rakyat, Mekaar dan Pasar Digital UMKM. Selanjutnya, kami juga akan melakukan penguatan program wakaf produktif dengan skema pemberian permodalan bagi usaha ultra mikro untuk meningkatkan produktivitas  umat sehingga kedepan dapat menghasilkan usaha yang berkelanjutan.”

Sekjen PP MES/Komisaris Pertamina, Igghi H. Achsein menyatakan bahwa saat ini umat Islam belum memiliki kekuatan secara ekonomi. Maka dari itu, perlu adanya dorongan untuk membangkitkan ekonomi umat. “Di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pusat, kami sudah memiliki beberapa program pemberdayaan ekonomi umat khususnya masjid dan pesantren. Pertama, kami memiliki program Mawar Emas yang berfokus untuk melawan rentenir berbasis masjid di NTB. Melalui program ini, banyak jamaah masjid yang terbantu serta bebas dari hutang kepada lintah darat. Yang kedua, program Pertashop untuk masjid dan pesantren. Kehadiran program ini bertujuan membangun pom bensin mini di daerah sekitar masjid dan pesantren. Semua program tersebut bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi umat,” ujar Igghi.

Dalam kesempatan ini, Sekjen ISYEF, Andi Ashadi memaparkan bahwa skema program #MuslimLeaderPreneur ke depannya akan melakukan onboarding untuk sosialisasi wirausaha kepada aktivis pemuda Islam dengan tujuan meningkatkan angka pengusaha muslim. “Setelah sosialisasi, kami akan melaksanakan pelatihan teknis, mulai dari branding and  marketing, cara sisi legal perusahaan, dan lain sebagainya. Setelah sosialisasi dan pelatihan, kami akan melakukan berbagai kemitraan dengan melakukan linkage usaha muda muslim yang sudah bankable dalam permodalan. Dari situ, usaha yang belum bankable akan dibantu melalui dana sosial atau CSR perusahaan. Pada akhirnya, inti dari program #MuslimLeaderPreneur adalah capacity building dan permodalan,” tutur Ashadi.

M. Arief Rosyid Hasan; Sekjend ISYEF, Andi Ashadi; Chairman Rabu Hijrah,  Phirman Rezha; Ketua MES Riau, Prof Akhmad Mujahiddin; Ketua Umum HIPMI Riau, Rahmad Ilah; Ketua KADIN Riau, Juni Rahman; Ketua Harian Masjid An-Nur Riau, DR.Zulhendri Rais sepakat mendukung langkah Erick Thohir selaku Ketua MES dalam melakukan jihad ekonomi untuk Indonesia maju sebagai cara membangkitkan ekonomi umat. Nantikan kelanjutan program #MuslimLeaderPreneur di kota-kota berikutnya. (***)

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

MLD Riau Gelar Diskusi “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”

Published

on

Andi Ashadi, Ketua pelaksana Muslim Leader Preuner (Photo : Istimewa)

Jakarta. goindonesia.co – Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) didaulat menjadi keynote spech pada kegiatan yang digelar Muslim Leader Preneur (MLD) Riau dengan tajuk “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”, Jumat (26/11/2021).

Selain Erick Thohir, dalam kegiatan yang akan dihelat sore hingga jelang magrib nanti di Masjid, An Nur Riau, turut hadir narasumber lainya seperti, Igghi H. Achsein (Sekjen PP Mes/komisaris Pertamina), M. Arief Rosyid Hasan (Ketua Komite Pemuda MES), Andi Ashadi (Sekjend Isyef), Phirman Reza (Chairman Rabu Hijrah), Prof. Ahmad Mujahidin (Ketua MES Riau), Rahmad Ilahi (Ketua Umum Hipmi Riau), Andi Oky, SE, MM, (Priority Banking Manager BSI Pekan Baru) dan , DR. Zulhendri, Rais, Lc, MA (Ketua Harian Masjid An Nur). (***)

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

Gelar Diskusi MLD Riau Hadirkan Ketum MES Erick Thohir

Published

on

Andi Ashadi, Ketua pelaksana Muslim Leader Preuner (Photo : Istimewa)

Jakarta, goindonesia – Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) didaulat  menjadi keynote spech pada kegiatan yang digelar Muslim Leader Preneur (MLD) Riau dengan tajuk “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”, Jumat (26/11/2021).

Selain Erick Thohir, dalam kegiatan yang akan dihelat sore  hingga jelang magrib nanti  di Masjid, An Nur Riau, turut hadir narasumber lainya seperti,  Igghi H. Achsein (Sekjen PP Mes/komisaris Pertamina), M. Arief Rosyid Hasan (Ketua Komite Pemuda MES),  Andi Ashadi (Sekjend Isyef), Phirman Reza (Chairman Rabu Hijrah), Prof. Ahmad Mujahidin (Ketua MES Riau), Rahmad Ilahi (Ketua Umum Hipmi Riau), Andi Oky, SE, MM, (Priority Banking Manager BSI Pekan Baru) dan , DR. Zulhendri, Rais, Lc, MA (Ketua Harian Masjid An Nur). (***).

Continue Reading

Trending