Connect with us

Ruang Publik

Ini Ketentuan Perjalanan Udara Domestik dan Internasional di Bandara AP I

Published

on

Jakarta, goindonesia.id – Dalam rangka mendukung kebijakan Pemerintah terkait ketentuan perjalanan udara rute domestik dan internasional, PT Angkasa Pura I mewajibkan para penumpang pesawat menunjukkan sertifikat vaksinasi. Selain itu, penumpang pesawat juga harus dalam keadaan sehat, mematuhi protokol kesehatan 5M dengan selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Sejak ditetapkannya Surat Edaran Menhub Nomor SE 62 Tahun 2021 dan Surat Edaran Menhub Nomor SE 63 Tahun 2021 tanggal 11 Agustus kemarin, kami menyatakan untuk selalu mengawal secara ketat implementasi kebijakan tersebut di 15 bandara yang kami kelola. Hal tersebut untuk mencegah terjadinya penyebaran dan peningkatan penularan Virus Corona melalui moda transportasi udara,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi di Jakarta, Jumat (12/8).

Personel Angkasa Pura I bertugas di garis depan pelayanan penumpang, bersama instansi stakeholder komunitas bandara siap dalam melakukan pengawasan terhadap implementasi ketentuan perjalanan orang yang ditetapkan dalam dua Surat Edaran tersebut. “Kami tegaskan, petugas kami di lapangan juga konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan di seluruh area bandara. Hal ini semata-mata untuk membantu mengurangi laju penularan Virus Corona di area bandara dan moda transportasi udara,” jelasnya.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak akan mengurangi kualitas layanan yang diberikan kepada pengguna jasa bandara. Pihaknya juga mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk mempersiapkan diri dengan melengkapi seluruh dokumen persyaratan penerbangan, serta tiba di bandara 3 jam sebelum keberangkatan demi kenyamanan dan kelancaran proses, serta untuk menghindari penumpukan pemeriksaan dokumen syarat perjalanan.

Dalam Surat Edaran Menhub Nomor SE 62 Tahun 2021 tersebut mengatur tentang ketentuan pelaku perjalanan udara dalam negeri dengan rute dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan Bali, serta wilayah dengan kategori PPKM Level 4 dan Level 3, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama;
  2. Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Untuk calon penumpang pesawat udara dengan rute antar bandara di Pulau Jawa dan Pulau Bali, diwajibkan untuk melengkapi diri dengan persyaratan berikut:

  1. Sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama;
  2. Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan; atau sertifikat vaksinasi dosis kedua dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan untuk calon penumpang pesawat udara dengan rute penerbangan dari dan ke bandara di luar wilayah Pulau Jawa dan Bali yang merupakan wilayah kategori PPKM Level 1 dan Level 2, diwajibkan untuk menunjukkan syarat berikut:

  1. Surat keterangan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Dalam Surat Edaran tersebut, kewajiban menunjukkan sertifikat vaksinasi dikecualikan bagi calon penumpang dengan kondisi Calon penumpang dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan calon penumpang tidak dapat menerima vaksin, dengan syarat menyertakan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

Dalam Surat Edaran tersebut juga diatur bahwa calon penumpang dengan usia di bawah 12 (dua belas) tahun untuk sementara tidak diperkenankan melakukan perjalanan udara.

Sedangkan dalam Surat Edaran Menhub Nomor SE 63 Tahun 2021, diatur bahwa calon penumpang pesawat udara rute internasional berstatus Warga Negara Asing (WNA) dilarang memasuki wilayah Indonesia baik secara langsung maupun transit, dengan pengecualian sebagai berikut:

  1. Sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM No. 27 Tahun 2021;
  2. Sesuai dengan skema perjanjian bilateral Travel Corridor Arrangement (TCA);
  3. Mendapatkan pertimbangan/izin khusus secara tertulis dari Kementerian/Lembaga.

Surat Edaran tersebut juga mengatur ketentuan terkait vaksinasi (fisik maupun digital) sebagai syarat masuk wilayah Indonesia bagi calon penumpang rute internasional, baik WNI maupun WNA, dengan rincian sebagai berikut:

  1. WNI wajib menunjukkan sertifikat vaksin dosis lengkap. Jika belum mendapatkan vaksin di luar negeri, maka akan divaksin di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif;
  2. WNA wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi dosis lengkap;
  3. Jika WNA belum mendapatkan vaksin di luar negeri, maka akan divaksin di tempat karantina setibanya di Indonesia setelah dilakukan pemeriksaan RT-PCR kedua dengan hasil negatif, dengan ketentuan WNA tersebut berusia 12-17 tahun, merupakan pemegang izin tinggal diplomatik atau izin dinas, dan/atau merupakan pemegang KITAS dan KITAP.

Setiap penumpang rute internasional diwajibkan untuk melengkapi diri dengan hasil negatif tes RT-PCR di negara asal yang sampelnya diambil maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan. Pada saat kedatangan, penumpang tersebut akan dilakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina terpusat selama 8×24 jam. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita

Resmi, Puteri Indonesia Dipastikan Absen Ikut Miss Universe 2021 di Israel

Published

on

Puteri Indonesia 2020 Roro Ayu Maulida Putri asal Jawa Timur dalam balutan busana Nusantara. (Photo : Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co :  Yayasan Puteri Indonesia yang menaungi kontes kecantikan Puteri Indonesia, secara resmi mengumumkan tidak akan berpartisipasi dalam ajang Miss Universe 2021 yang bakal digelar di Israel pada 12 Desember 2021. Kabar ini disampaikan dalam bahasa Inggris dalam Instagram resmi @officialputeriindonesia, Minggu (28/11/2021).

Saat ini, Puteri Indonesia 2020 disandang Roro Ayu Maulida Putri asal Jawa Timur . Dalam pengumuman resmi tersebut, disebutkan bahwa Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dengan berat hati tidak akan ikut serta dalam Miss Universe 2021. Meski demikian, Yayasan Puteri Indonesia tetap berharap kesuksesan acara dan seluruh delegasi yang ikut serta di ajang kontes kecantikan tersebut.

“Semoga kandidat terbaik akan memenangkan gelar yang didambakan dan terus menginspirasi semua perempuan di komunitasnya,” demikian yang tertulis dalam unggahan tersebut, sebagaimana dikutip  Suara.com  (jaringan media Lampungpro.co), Senin (29/11/2021).

Dalam pengumuman tersebut juga disertakan alasan Puteri Indonesia tidak berpartisipasi dalam ajang Miss Universe 2021. Yayasan Puteri Indonesia menulis bahwa waktu yang terlalu singkat untuk persiapan dan kondisi pembatasan di tengah pandemi Covid-19, sebagai alasan di balik absennya Indonesia di ajang dunia ini.

Meski begitu, ada pula warganet yang mengungkap bahwa ajang Miss Universe tanpa Indonesia akan terasa berbeda. “I miss Indonesia this year. Miss Universe is not the same without Indonesia.” (***)

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

Program MuslimLeaderPreneur Sebagai Komitmen Erick Thohir Memajukan Ekonomi Umat

Published

on

Menteri BUMN Erick Thohir resmi melakukan kick-off program #MuslimLeaderPreneur Foto : Istimewa

Jakarta, goindonesia.co  – Keberpihakan penuh terhadap pengembangan ekonomi umat merupakan komitmen yang dijunjung tinggi oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Adapaun salah satu program konkrit yang sedang berjalan di bawah asuhan MES adalah #MuslimLeaderPreneur. #MuslimLeaderPreneur adalah sebuah wadah kolaborasi generasi muda Muslim dalam memulai usaha rintisan (start-up) guna meningkatkan kapasitas usaha (scale-up) menuju pengembangan ekonomi umat di berbagai daerah. Sejak diresmikan pada Kamis 28 Oktober 2021 di Masjid Istiqlal, Jakarta, yang juga bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, #MuslimLeaderPreneur akan melaksanakan berbagai program pembibitan wirausaha muda. Program yang akan bergulir di 26 kota besar Indonesia selama setahun ke depan iini menyasar kalangan aktivis organisasi Islam, serta remaja masjid dan pesantren.

Pada Jumat 26 November 2021, Menteri BUMN sekaligus Ketua Umum MES, Erick Thohir resmi melakukan kick-off program #MuslimLeaderPreneur di Masjid An-Nur, Provinsi Riau, secara hybrid. Mengusung tema “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”, Erick Thohir menyampaikan keynote speech sebagai pembuka acara. Hadir sebagai narasumber dalam acara ini; Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP MES/Komisaris Pertamina, Igghi H. Achsein; Ketua Komite Pemuda MES, M. Arief Rosyid Hasan; Sekretaris Jenderal (Sekjen) ISYEF, Andi Ashadi; Chairman Rabu Hijrah, Phirman Rezha; Ketua MES Riau, Prof Akhmad Mujahiddin; Ketua Umum HIPMI Riau, Rahmad Ilah; Ketua KADIN Riau, Juni Rahman; dan Ketua Harian Masjid An-Nur Riau, Dr. Zulhendri Rais. Berperan sebagai moderator dalam acara ini Priority Banking Manager BSI Pekanbaru, Andi Oky.

Melalui keynote speech, Erick Thohir menyampaikan, “Kita perlu melakukan jihad ekonomi untuk Indonesia Maju dengan tujuan membangkitkan ekonomi, bahkan setelah pandemi COVID-19 nanti berlalu. Salah satu cara dalam melakukan jihad ekonomi adalah melalui program #MuslimLeaderPreneur yang cakupannya komprehensif; mulai dari pelatihan, pendampingan, pemberian penghargaan, hingga akses pembiayaan. Dengan demikian, kami berharap aktivis muda Muslim dapat menjadi leaderpreneur dengan kemampuan yang memiliki daya saing global.” Erick juga menambahkan, “Saat ini BUMN telah banyak melakukan komitmen dalam membangun para leaderpreneur yang ingin memulai usaha rintisan (start up) maupun meningkatkan usaha (scale-up) melalui berbagai program. Beberapa contoh di antaranya; Kmitraan Pertashop, Makmur, Kredit Usaha Rakyat, Mekaar dan Pasar Digital UMKM. Selanjutnya, kami juga akan melakukan penguatan program wakaf produktif dengan skema pemberian permodalan bagi usaha ultra mikro untuk meningkatkan produktivitas  umat sehingga kedepan dapat menghasilkan usaha yang berkelanjutan.”

Sekjen PP MES/Komisaris Pertamina, Igghi H. Achsein menyatakan bahwa saat ini umat Islam belum memiliki kekuatan secara ekonomi. Maka dari itu, perlu adanya dorongan untuk membangkitkan ekonomi umat. “Di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) pusat, kami sudah memiliki beberapa program pemberdayaan ekonomi umat khususnya masjid dan pesantren. Pertama, kami memiliki program Mawar Emas yang berfokus untuk melawan rentenir berbasis masjid di NTB. Melalui program ini, banyak jamaah masjid yang terbantu serta bebas dari hutang kepada lintah darat. Yang kedua, program Pertashop untuk masjid dan pesantren. Kehadiran program ini bertujuan membangun pom bensin mini di daerah sekitar masjid dan pesantren. Semua program tersebut bertujuan untuk membangkitkan kembali ekonomi umat,” ujar Igghi.

Dalam kesempatan ini, Sekjen ISYEF, Andi Ashadi memaparkan bahwa skema program #MuslimLeaderPreneur ke depannya akan melakukan onboarding untuk sosialisasi wirausaha kepada aktivis pemuda Islam dengan tujuan meningkatkan angka pengusaha muslim. “Setelah sosialisasi, kami akan melaksanakan pelatihan teknis, mulai dari branding and  marketing, cara sisi legal perusahaan, dan lain sebagainya. Setelah sosialisasi dan pelatihan, kami akan melakukan berbagai kemitraan dengan melakukan linkage usaha muda muslim yang sudah bankable dalam permodalan. Dari situ, usaha yang belum bankable akan dibantu melalui dana sosial atau CSR perusahaan. Pada akhirnya, inti dari program #MuslimLeaderPreneur adalah capacity building dan permodalan,” tutur Ashadi.

M. Arief Rosyid Hasan; Sekjend ISYEF, Andi Ashadi; Chairman Rabu Hijrah,  Phirman Rezha; Ketua MES Riau, Prof Akhmad Mujahiddin; Ketua Umum HIPMI Riau, Rahmad Ilah; Ketua KADIN Riau, Juni Rahman; Ketua Harian Masjid An-Nur Riau, DR.Zulhendri Rais sepakat mendukung langkah Erick Thohir selaku Ketua MES dalam melakukan jihad ekonomi untuk Indonesia maju sebagai cara membangkitkan ekonomi umat. Nantikan kelanjutan program #MuslimLeaderPreneur di kota-kota berikutnya. (***)

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

MLD Riau Gelar Diskusi “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”

Published

on

Andi Ashadi, Ketua pelaksana Muslim Leader Preuner (Photo : Istimewa)

Jakarta. goindonesia.co – Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menjabat Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) didaulat menjadi keynote spech pada kegiatan yang digelar Muslim Leader Preneur (MLD) Riau dengan tajuk “Masjid Sebagai Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat”, Jumat (26/11/2021).

Selain Erick Thohir, dalam kegiatan yang akan dihelat sore hingga jelang magrib nanti di Masjid, An Nur Riau, turut hadir narasumber lainya seperti, Igghi H. Achsein (Sekjen PP Mes/komisaris Pertamina), M. Arief Rosyid Hasan (Ketua Komite Pemuda MES), Andi Ashadi (Sekjend Isyef), Phirman Reza (Chairman Rabu Hijrah), Prof. Ahmad Mujahidin (Ketua MES Riau), Rahmad Ilahi (Ketua Umum Hipmi Riau), Andi Oky, SE, MM, (Priority Banking Manager BSI Pekan Baru) dan , DR. Zulhendri, Rais, Lc, MA (Ketua Harian Masjid An Nur). (***)

Continue Reading

Trending