Connect with us

Bisnis

9th BBMA 2021, Apresiasi BUMN yang Adaptif dan Kolaboratif Menembus Pasar Global

Published

on

Photo : Istimewa

Jakarta, goindonesia.co – BUMN Track didukung oleh DMID kembali menyelenggarakan BUMN Branding and Marketing Award (BBMA) tahun 2021 dengan mengangkat tema “Adaptive Through Collaboration in Order to Stay Relevant”. Kegiatan yang memasuki tahun ke-9 ini bertujuan untuk mendorong perilaku adaptif dan semangat kolaborasi di kalangan BUMN melalui optimalisasi branding dan marketing demi menjaga bisnis yang berkelanjutan.

Sebanyak 107 perusahaan yang terbagi atas kategori BUMN, Anak Perusahaan BUMN dan BUMN Tbk berkompetisi pada ajang 9th BUMN Branding and Marketing Award 2021. Selanjutnya, peserta yang lolos tahap seleksi kedua berupa wawancara dan presentasi di hadapan dewan juri mengerucut menjadi 49 perusahaan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil menyapu bersih seluruh nominasi penghargaan Branding dan Marketing pada kategori BUMN Tbk.

CEO BUMN Track SH Sutarto mengatakan, BUMN Track selaku media yang telah terverifikasi Dewan Pers konsisten memberikan apresiasi kepada BUMN dan Anak Perusahaan BUMN yang telah berkontribusi bagi peningkatan kinerja, khususnya melalui penguatan strategi branding dan marketing.

“Kami turut mengapresiasi BUMN yang telah berinovasi membangun citra dan memasarkan produk perusahaan sesuai dengan semangat Kementerian BUMN, yaitu dinamis, adaptif, progresif, kolaboratif dan inovasi yang berorientasi pada masa depan,” ungkapnya dalam malam penganugerahan BBMA 2021 di Hotel JW Marriott, Jakarta, Rabu (15/12).

Ketua Dewan Juri BBMA 2021 sekaligus Co Founder & Executive Chairman WIR Group, Daniel Surya mengatakan, pendemi Covid-19 telah membawa perubahan besar terhadap tatanan kehidupan maupun model bisnis. Perubahan yang sangat cepat menuntut ketepatan strategi branding dan marketing di masing-masing perusahaan, di tengah tuntutan konsumen yang kian beragam.

“Tren konsumen saat ini mengharapkan brand yang fokus pada transparansi, pengalaman, tanggung jawab perusahaan, keberlanjutan dan membangun komunitas dari sekadar membangun kualitas. Prinsip kolaborasi dinilai sangat tepat untuk mencapai kesuksesan, terlebih di kondisi post pandemic, karena dapat meningkatkan efisiensi, menciptakan ide-ide baru dan membangun jaringan yang semakin luas,” ungkap Daniel.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Kehormatan BBMA 2021 Dr. Ir. Arief Yahya, MSc mengatakan, ada tiga tujuan utama dari awarding yang mempengaruhi peningkatan revenue perusahaan.. Pertama, untuk mengkalibrasi. Kedua, meningkatkan kredibilitas perusahaan. Dan ketiga, meningkatkan self confidence.

“Ada tiga keterkaitan, yakni calibration, credible, confidence. Ketika brand kita tidak dikenal maka penjualan kita akan lemah. Begitupula sebaliknya. Ketika brand kita dikenal baik oleh masyarakat, bahkan dunia, kredibilitas dan kepercayaan diri akan menguat seiring dengan pendapatan yang terus meningkat. Inilah pentingnya pengaruh brand ke sales dan revenue,” ungkap Arief Yahya.

Menteri Pariwisata RI tahun 2014-2019 sekaligus peraih CEO BUMN Terbaik tahun 2012 versi BUMN Track ini juga mencermati perkembangan yang berlangsung di BUMN. Ia mengapresiasi orientasi bisnis BUMN yang mengarah kepada global player.

“Jika ingin menjadi global player, maka perusahaan harus memiliki global standard baik dalam strategi branding maupun marketing. Hal ini sangat relevan dengan event BBMA 2021 karena kami turut menilai aspek Global Branding and Marketing,” ujar Arief Yahya.

Seperti yang terlaksana pada tahun-tahun sebelumnya, proses penjurian BBMA 2021 berlangsung dua tahap, yakni selesi tahap I berupa pengisian kuesioner dilanjutkan seleksi tahap II berupa presentasi secara online di hadapan para dewan juri pada 25 November-3 Desember 2021.

Terdapat lima kategori besar penilaian, mencakup empat aspek Branding Award (Brand Strategy; Brand Identity; Brand Communication & Activation; Digital Branding), dua aspek Marketing Award (Creative Communication & Implementation; Technology Enhancement), dua aspek Global Branding and Marketing Award (Global Brand and Marketing Strategy; International Recognition), dua aspek Adaptive Through Collaboration (Local Collaboration; International Collaboration), dan empat aspek The Best CMO BUMN Branding and Marketing (Creative Marketing Initiative; Leadership & Teamwork; Personal Communication; Corporate Marketing Performance).

Malam penganugerahan BBMA 2021 di Hotel JW Marriott digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Seluruh tamu undangan yang hadir mematuhi protokol kesehatan seperti wajib memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer yang tersedia di berbagai titik. Untuk menjaga jarak antar tamu undangan, kapasitas juga dibatasi. Tamu undangan juga wajib melakukan scan barcode melalui aplikasi Pedulilindungi sebelum masuk lokasi. (***)

Bisnis

Bitcoin dkk Masih Loyo, Hanya Solana-Terra yang Bangkit

Published

on

Foto: Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, goindonesia.co – Harga mayoritas kripto kembali terkoreksi pada perdagangan Senin (21/2/2022) pagi waktu Indonesia, karena investor masih menimbang sentimen dari ketegangan geopolitik antara Rusia dengan Ukraina beserta Amerika Serikat (AS).

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, hanya koin digital (token) Solana dan Terra yang mulai berbalik arah (rebound) ke zona hijau pada pagi hari ini.

Solana melesat 4,56% ke level harga US$ 94,62/koin atau setara dengan Rp 1.356.851/koin (asumsi kurs Rp 14.340/US$) dan Terra menguat 1,05% ke level US$ 50,84/koin atau Rp 729.046/koin.

Sedangkan sisanya terpantau kembali terkoreksi pada pagi hari ini. Bitcoin merosot 2,17% ke level harga US$ 39.158,68/koin atau setara dengan Rp 561.535.471/koin, Ethereum terkoreksi 0,88% ke level US$ 2.716,68/koin atau Rp 38.957.191/koin.

Berikutnya BNB melemah 1,51% ke US$ 391,27/koin (Rp 5.610.812/koin), Cardano ambles 2,84% ke US$ 0,9656/koin (Rp 13.847/koin), dan Avalanche ambruk 5,48% ke US$ 80,68/koin (Rp 1.156.951/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Bitcoin dan sebagian besar kripto lainnya kembali melanjutkan koreksinya yang sudah terjadi sejak pekan lalu. Hal ini karena tingginya inflasi di AS yang membuat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) bersiap melakukan siklus pengetatan moneter.

Inflasi AS di bulan Januari 2022 tercatat naik 7,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan menjadi kenaikan inflasi tertinggi dalam 4 dekade terakhir.

Hal tersebut dilakukan dengan melakukan tapering atau pengurangan likuiditas, kenaikan suku bunga acuan hingga mereduksi bobot neraca (balance sheet).

Selain itu ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan AS yang masih terjadi hingga kini juga masih direspons negatif bagi investor di kripto.

Keinginan Ukraina untuk gabung dengan aliansi militer North Atlantic Treaty Organization (NATO) mendapat tentangan dari Rusia sampai Negeri Beruang Merah itu menerjunkan pasukan militernya di perbatasan Ukraina.

Presiden AS, Joe Biden menyebut bahwa Rusia siap melakukan invasi ke Ukraina dalam beberapa hari ke depan meskipun klaim tersebut dibantah oleh pihak Rusia.

Di tengah inflasi yang tinggi dan tensi geopolitik yang masih meningkat membuat harga emas sebagai aset untuk hedging dan minim risiko justru melambung.

Dalam sepekan harga emas bergerak mendekati level psikologis US$ 1.900/troy ons setelah mengalami apresiasi sebesar 2,04%.

Hal ini membuat Bitcoin yang digadang-gadang sebagai aset hedging pengganti emas cenderung gagal karena harga Bitcoin sendiri masih cenderung volatil.

Dengan risiko inflasi dan geopolitik yang naik, risk appetite investor tampak menurun dan cenderung menghindari aset-aset berisiko untuk sementara waktu ini.

Di lain sisi, adanya potensi eksploitasi marketplace non-fungible token (NFT) ternama di dunia, yakni OpenSea juga turut membebani sentimen investor kripto.

Secara terpisah, CEO OpenSea Devin Finzer dalam Twitter pribadinya pada Sabtu malam waktu setempat mengatakan bahwa sebanyak 32 pengguna sejauh ini telah menandatangani muatan berbahaya dari penyerang, dan beberapa NFT mereka dicuri.

Finzer pun menyarankan bahwa situs web palsu mungkin yang harus disalahkan. OpenSea mengatakan dalam tweet terpisah bahwa mereka masih menyelidiki insiden tersebut. (***)

Continue Reading

Bisnis

Harga Bitcoin Pertama Keluar, Ternyata Pernah Sangat Murah

Published

on

Bitcoin – Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Jakarta, goindonesia.co – Di antara kelas aset kripto, bitcoin menjadi salah satu yang memiliki sejarah perdagangan lebih fluktuatif. Tapi mungkin masih belum ada yang tahu harga bitcoin pertama keluar di dunia. 

Lonjakan pertama kripto terjadi pada 2010 ketika nilai satu bitcoin melonjak, dari hanya sepersekian sen menjadi USD 0,09.

Penemu bitcoin, Satoshi Nakamoto (bukan nama sebenarnya) merancang bitcoin sebagai sistem keuangan elektronik peer-to-peer yang akan berfungsi di luar jangkauan pemerintah pada krisis 2008 silam.

Sejak itu, kripto telah mendapatkan daya tarik utama sebagai alat pertukaran dan menarik para trader untuk bertaruh dalam perubahan harganya. Aset ini berkembang menjadi salah satu opsi investasi sebagai lindung nilai dari inflasi.

Melansir Investopedia, Sabtu ( 19/2/2022), pasar Bitcoin telah berubah belakangan ini. Masuknya investor institusional membuat pasar kripto kian matang. Bahkan otoritas terkait sedang menyusun aturan khusus untuk pasar kripto.

2009–2015

Bitcoin memiliki harga nol ketika diperkenalkan pada 2009. Pada 17 Juli 2010, harganya melonjak menjadi USD 0,09.

Di awal kemunculannya, Bitcoin terus mengalami kenaikan hingga mencapai puncaknya USD 29,60 pada 7 Juni 2011.

Namun terjadi resesi tajam di pasar kripto, dan harga Bitcoin mencapai titik terendah USD 2,05 pada pertengahan November 2011. Tahun berikutnya, Bitcoin kembali naik mencapai USD 13,50 pada 15 Agustus.

Pada 2012, menjadi tahun yang cukup lancar untuk Bitcoin, bahkan terjadi tren penguatan di tahun berikutnya.

Bitcoin diperdagangkan pada USD 13,28 pada awal 2013, dan mencapai USD 230 pada 8 April. Namun terjadi penurunan harga yang sama cepatnya, yakni menjadi USD 68,50 beberapa pada 4 Juli.

Memasuki kuartal IV 2013, Bitcoin kembali bergerak fluktuatif. Bitcoin diperdagangkan USD 123 pada Oktober, dan melonjak menjadi USD 1.237,55 pada Desember.

Namun tiga hari kemudian, Bitcoin jatuh ke USD 687,02. Harga Bitcoin terus merosot sepanjang 2014 dan menyentuh USD 315,21 pada awal 2015.

Harga Terus Naik

2016–2020

Bitcoin perlahan-lahan naik sepanjang 2016 menjadi lebih dari USD 900 pada akhir tahun. Tahun berikutnya, harga Bitcoin berada di sekitar USD 1.000 hingga menembus USD 2.000 pada pertengahan Mei dan terus meroket menjadi USD 19.345,49 pada 15 Desember 2017

Harga Bitcoin bergerak sideways selama dua tahun berikutnya dengan sedikit aktivitas. Pada 2020, ekonomi ditutup karena pandemi Covid-19 dan harga Bitcoin kembali aktif.

Penutupan selama pandemi dan kebijakan pemerintah menciptakan ketakutan investor tentang ekonomi global. Hal itu rupanya mempercepat kenaikan Bitcoin.

Pada penutupan 23 November, Bitcoin diperdagangkan pada USD 19,157,16. Bitcoin ditutup tipis di bawah USD 29.000 pada Desember 2020, meningkat 416 persen dibandingkan awal tahun.

2021–Sekarang

Kurang dari sebulan, Bitcoin melampaui USD 40.000 pada 7 Januari 2021. Pada pertengahan April, harga Bitcoin mencapai level tertinggi baru sepanjang masa lebih dari USD 60.000 saat Coinbase IPO.

Kepentingan institusional semakin mendorong harganya naik, dan Bitcoin mencapai puncaknya lebih dari USD 63.000 pada 12 April 2021. Bitcoin kemudian turun 50 persen mencapai level terendahnya di USD 29.795.55 pada 19 Juli 2021.

Bitcoin kemblali naik pada September USD 52.693,32, sebelum penarikan besar membawanya ke USD 40.709,59 sekitar dua minggu kemudian. Pada 10 November 2021, Bitcoin kembali mencapai titik tertinggi sepanjang masa, USD 68.990,90.

Pada awal Desember 2021, Bitcoin turun menjadi USD 49.243,39 sebelum lebih fluktuatif karena ketidakpastian tentang inflasi yang menciptakan kekhawatiran investor seiring munculnya varian Omicron. (***)

Continue Reading

Bisnis

3 Alasan Harus Memiliki Token AMDG

Published

on

Foto: Istimewa

Jakarta, goindonesia.co: Grup Digital Manajemen Aset atau AMDG mengumumkan bahwa mereka akan secara resmi terdaftar di bursa papan atas yakni Coinsbit dan Azbit.

AMDG adalah proyek yang mencoba menyederhanakan cara membeli, menjual, trading, mengirim, hingga menguangkan aset digital pengguna.

Keunikan proyek ini adalah didanai sendiri oleh beberapa investor swasta dan AMDG hanya terbuka untuk sekelompok kecil penggerak pertama.

Oleh karena itu, khusus untuk pemegang token AMDG, mereka tidak perlu khawatir tentang risiko menjadi pemilik awal atau kegagalan proyek untuk diluncurkan karena ekosistem sudah siap dan akan bertepatan dengan daftar token AMDG di bursa kripto terpusat tingkat atas.

Kegunaan AMDG Token
Dengan AMDG token kamu dapat mengalami solusi pembayaran lintas batas global serta solusi seperti perbankan cryptocurrency.

AMDG token terintegrasi dengan fungsionalitas kontrak pintar bawaan yang memungkinkan untuk berfungsi sebagai solusi pembayaran lintas batas global.
Nantinya, token AMDG akan menjadi bagian integral dalam mendukung Ekosistem kami yang berpusat di sekitar program AM-Wallet dan AM Virtual atau Debit Card.

Alasan Perlu Memiliki Token AMDG
Berikut adalah alasan lain mengapa token AMDG dapat menjadi tambahan yang bagus untuk portofolio aset digital.

Pertama, AMDG akan memberi penghargaan kepada pengguna dengan hasil yang lebih tinggi karena menyimpan token AMDG mereka di AM-WALLET.

Kedua adalah mekanisme burning AMDG yang memastikan stabilitas dan meningkatkan nilai token AMDG.

Ketiga, ADMG masih dalam tahap pengembangan dan pengenalan. Ia sedang berusaha menarik investor sebanyak-banyaknya dengan produk menarik dan akan listing di berbagai bursa top dunia.

Dengan memiliki token ini lebih dulu, apabila token berhasil mendapatkan sentimen positif maka harganya pun akan terdorong naik dan bisa memberikan para pengguna awal keuntungan.

Apa itu AMDG
AMDG TOKEN diprakarsai oleh ASSET MANAGEMENT DIGITAL GROUP.

Didirikan oleh Abdul Mutalib Ithnin dari Singapura pada tahun 2021, AMDG adalah grup start-up FinTech yang berfokus pada layanan pembayaran lintas batas dan transaksi perbankan kripto. 

AMDG SOLUTIONS Pte Ltd, sebuah perusahaan Singapura, akan menyediakan layanan FINTECH dan blockchain melalui B2B.

AMDG token dibuat sebagai produk unggulan untuk melakukan ekspansi pasar fintech dan transaksi sehari-hari dalam ruang kripto. 

SISTEM AMDG terdiri dari AM-WALLET yang dapat didanai dengan berbagai cryptocurrency (tersedia di iOS dan Android).

Pengguna dapat mengakses kartu AMDG versi nyata dan virtual  yang dapat digunakan di mana saja dan kapan saja hanya dengan menghubungkan kartu virtual ke Apple Pay.

Tentang Bursa
Coinsbit
Coinsbit adalah pertukaran mata uang kripto yang sah, aman, dan andal yang berbasis di Estonia. Itu dinobatkan sebagai pertukaran crypto 2018 terbaik di Asian Blockchain Life 2019.

Azbit
Azbit Diluncurkan pada 28 Des 2019, Azbit adalah bursa terpusat yang terdaftar di Seychelles.
Layanan inti Azbit adalah perdagangan spot, staking, penawaran pertukaran awal, OTC, dan layanan listing untuk berbagai proyek cryptocurrency yang menjanjikan seperti AMDG.
Dapatkan informasi terbaru tentang AMDG dengan bergabung di grup telegram AMDG Indonesia. (***)

Continue Reading

Trending