Connect with us

Bisnis

Harga Bitcoin Pertama Keluar, Ternyata Pernah Sangat Murah

Published

on

Bitcoin – Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Jakarta, goindonesia.co – Di antara kelas aset kripto, bitcoin menjadi salah satu yang memiliki sejarah perdagangan lebih fluktuatif. Tapi mungkin masih belum ada yang tahu harga bitcoin pertama keluar di dunia. 

Lonjakan pertama kripto terjadi pada 2010 ketika nilai satu bitcoin melonjak, dari hanya sepersekian sen menjadi USD 0,09.

Penemu bitcoin, Satoshi Nakamoto (bukan nama sebenarnya) merancang bitcoin sebagai sistem keuangan elektronik peer-to-peer yang akan berfungsi di luar jangkauan pemerintah pada krisis 2008 silam.

Sejak itu, kripto telah mendapatkan daya tarik utama sebagai alat pertukaran dan menarik para trader untuk bertaruh dalam perubahan harganya. Aset ini berkembang menjadi salah satu opsi investasi sebagai lindung nilai dari inflasi.

Melansir Investopedia, Sabtu ( 19/2/2022), pasar Bitcoin telah berubah belakangan ini. Masuknya investor institusional membuat pasar kripto kian matang. Bahkan otoritas terkait sedang menyusun aturan khusus untuk pasar kripto.

2009–2015

Bitcoin memiliki harga nol ketika diperkenalkan pada 2009. Pada 17 Juli 2010, harganya melonjak menjadi USD 0,09.

Di awal kemunculannya, Bitcoin terus mengalami kenaikan hingga mencapai puncaknya USD 29,60 pada 7 Juni 2011.

Namun terjadi resesi tajam di pasar kripto, dan harga Bitcoin mencapai titik terendah USD 2,05 pada pertengahan November 2011. Tahun berikutnya, Bitcoin kembali naik mencapai USD 13,50 pada 15 Agustus.

Pada 2012, menjadi tahun yang cukup lancar untuk Bitcoin, bahkan terjadi tren penguatan di tahun berikutnya.

Bitcoin diperdagangkan pada USD 13,28 pada awal 2013, dan mencapai USD 230 pada 8 April. Namun terjadi penurunan harga yang sama cepatnya, yakni menjadi USD 68,50 beberapa pada 4 Juli.

Memasuki kuartal IV 2013, Bitcoin kembali bergerak fluktuatif. Bitcoin diperdagangkan USD 123 pada Oktober, dan melonjak menjadi USD 1.237,55 pada Desember.

Namun tiga hari kemudian, Bitcoin jatuh ke USD 687,02. Harga Bitcoin terus merosot sepanjang 2014 dan menyentuh USD 315,21 pada awal 2015.

Harga Terus Naik

2016–2020

Bitcoin perlahan-lahan naik sepanjang 2016 menjadi lebih dari USD 900 pada akhir tahun. Tahun berikutnya, harga Bitcoin berada di sekitar USD 1.000 hingga menembus USD 2.000 pada pertengahan Mei dan terus meroket menjadi USD 19.345,49 pada 15 Desember 2017

Harga Bitcoin bergerak sideways selama dua tahun berikutnya dengan sedikit aktivitas. Pada 2020, ekonomi ditutup karena pandemi Covid-19 dan harga Bitcoin kembali aktif.

Penutupan selama pandemi dan kebijakan pemerintah menciptakan ketakutan investor tentang ekonomi global. Hal itu rupanya mempercepat kenaikan Bitcoin.

Pada penutupan 23 November, Bitcoin diperdagangkan pada USD 19,157,16. Bitcoin ditutup tipis di bawah USD 29.000 pada Desember 2020, meningkat 416 persen dibandingkan awal tahun.

2021–Sekarang

Kurang dari sebulan, Bitcoin melampaui USD 40.000 pada 7 Januari 2021. Pada pertengahan April, harga Bitcoin mencapai level tertinggi baru sepanjang masa lebih dari USD 60.000 saat Coinbase IPO.

Kepentingan institusional semakin mendorong harganya naik, dan Bitcoin mencapai puncaknya lebih dari USD 63.000 pada 12 April 2021. Bitcoin kemudian turun 50 persen mencapai level terendahnya di USD 29.795.55 pada 19 Juli 2021.

Bitcoin kemblali naik pada September USD 52.693,32, sebelum penarikan besar membawanya ke USD 40.709,59 sekitar dua minggu kemudian. Pada 10 November 2021, Bitcoin kembali mencapai titik tertinggi sepanjang masa, USD 68.990,90.

Pada awal Desember 2021, Bitcoin turun menjadi USD 49.243,39 sebelum lebih fluktuatif karena ketidakpastian tentang inflasi yang menciptakan kekhawatiran investor seiring munculnya varian Omicron. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Ekonomi

PLN Siap Penuhi Kebutuhan Listrik 1.008 MVA dari 8 Perusahaan di Batam

Published

on

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama Penyediaan dan Pengelolaan Tenaga Listrik (Dokumentasi : PT PLN (Persero), @web.pln.co.id)

Batam, goindonesia.co – PT PLN (Persero) siap memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik di Batam, Kepulauan Riau. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kerja Sama Penyediaan dan Pengelolaan Tenaga Listrik antara anak usaha PLN yaitu PLN Batam selaku pemilik Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) di Batam bersama 8 perusahaan dengan total potensi kebutuhan daya mencapai 1.008 Mega Volt Ampere (MVA).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa PLN siap memenuhi kebutuhan listrik di seluruh Indonesia, khususnya di Batam, termasuk untuk industri dan bisnis.

“PLN siap mendukung investasi yang hadir melalui penyediaan listrik yang cukup, andal dan tarif kompetitif. Dengan listrik yang andal dan terjangkau, kami yakin PLN Batam dapat menjadi jantung dari pertumbuhan ekonomi di sini,” ucap Darmawan.

Pertumbuhan konsumsi listrik di Batam sendiri mengalami lonjakan signifikan. Sepanjang tahun 2022, konsumsi listrik meningkat sebesar 14,71 persen dari 2,56 juta Megawatt hour (MWh) pada tahun 2021 menjadi 2.94 juta MWh pada tahun 2022. Angka ini juga berada di atas pertumbuhan konsumsi listrik nasional yang berada di angka 6,17 persen.

“Tahun 2022 pertumbuhan konsumsi listrik di Batam luar biasa, kalau tahun 2021 hanya tumbuh 5,01 persen, tahun 2022 ini lebih dari 14 persen. Ini menunjukkan roda ekonomi di Batam mengalami pertumbuhan,” ucap Darmawan.

Direktur Utama PLN Batam, M. Irwansyah Putra menjelaskan bahwa saat ini daya mampu kelistrikan di Batam mencapai 569 megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 538 MW. PLN memproyeksikan Batam akan mengalami surprised demand pada tahun 2026 sebesar 508 MVA dan terus meningkat kebutuhan hingga 1.008 MVA pada tahun 2030.

“Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik, PLN merencanakan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 860 MW hingga 2030. Sehingga kami yakin siap memenuhi kebutuhan listrik di Batam,” pungkas Irwansyah.

Adapun perusahaan yang melakukan MoU antara lain PT Taman Resort Internet, PT Kabil Indonusa Estate, PT IDN Solar Tech, PT Samara Industrial, Bandara Internasional Batam, PT Ecogreen Oleochemicals, PT Latrade Batam Indonesia, dan Tunas Grup. (***)

(Sumber : PT PLN (Persero), @web.pln.co.id)

Continue Reading

Ekonomi

Tiga Instansi Berkolaborasi Asistensi PMI

Published

on

Kegiatan sosialisasi ketentuan ekspor impor dan layanan Bea Cukai di Kantor Desa Dukuh Dempok Kec. Wuluhan, Jember (Dokumentasi :  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, @www.beacukai.go.id)

Jakarta, goindonesia.co – Tiga instansi, yakni Bea Cukai, Migran Care Jember, dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Timur, berkolaborasi memberikan asistensi ketentuan ekspor impor dan layanan kepabeanan kepada para Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Di Jember, Bea Cukai Jember bersama Migran Care Jember menyosialisasikan ketentuan ekspor impor dan layanan Bea Cukai di Kantor Desa Dukuh Dempok Kec. Wuluhan, Jember. Pada kegiatan yang diadakan tanggal 26 Januari lalu tersebut, hadir tiga puluh orang purna-PMI, yang merupakan anggota Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI) dari Desa Sabrang, Desa Wonoasri, Desa Ambulu, dan Desa Dukuh Dempok.

Kepala Kantor Bea Cukai Jember, Asep Munandar, mengatakan kegiatan itu merupakan hasil sinergi kolaborasi pemerintah dengan NGO Migran Care untuk melakukan pembinaan kepada PMI, khususnya edukasi aturan tentang barang kiriman, barang bawaan penumpang, E-CD, IMEI, dan waspada penipuan mengatasnamakan Bea Cukai. “Tujuannya ialah untuk menambah wawasan para pekerja migran akan ketentuan kepabeanan dan cukai. Tak ketinggalan, kami juga membahas pembinaan UMKM berpotensi ekspor. Hal ini dilakukan mengingat banyak purna-PMI yang tengah berupaya membangun usaha kecil dan memproduksi produk untuk diekspor melalui kolega-koleganya di luar negeri, yaitu para diaspora,” ujarnya.

Asep berharap dengan hadirnya Bea Cukai dapat membantu kendala yang selama ini dialami para purna-PMI dalam melakukan ekspor, sekaligus mendukung pengembangan usaha mereka hingga dapat mengenalkan produknya ke luar negeri.

Kolaborasi lainnya untuk para PMI, terlaksana di Surabaya. Bea Cukai Juanda bekerja sama dengan BP3MI Jawa Timur menggelar sosialisasi tentang layanan kepabeanan di kelas Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP) calon PMI. Kegiatan ini digelar dalam rangka membekali lima puluh orang calon PMI yang hendak berangkat bekerja ke mancanegara.

Dari sosialisasi tersebut, para calon PMI dapat mengetahui bahwa barang kiriman dengan nilai pabean paling banyak FOB USD 3 diberikan pembebasan bea masuk dan dipungut PPN. Sementara barang dengan nilai lebih dari USD 3 hingga USD 1.500 akan dikenai bea masuk sebesar 7,5% dan PPN 11%. Adapun untuk barang bawaan penumpang, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017, diketahui bahwa setiap penumpang dari luar negeri yang memasuki Indonesia mendapatkan fasilitas pembebasan atas barang bawaan pribadi sebesar USD 500 per orang per kedatangan, atas kelebihannya akan dikenakan bea masuk dan pajak dalam rangka impor. (***)

(Sumber :  Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, @www.beacukai.go.id)

Continue Reading

Ekonomi

UU Harmonisasi Peraturan Pajak Berhasil Menggenjot Penerimaan Negara

Published

on

Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin. (Foto : Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co – Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin menilai Undang-Undang (UU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) yang telah disahkan DPR RI beberapa waktu lalu terbukti efektif mendongkrak penerimaan pajak negara. Hal ini terbukti dari Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI ke Kalimantan Timur (Kaltim), dimana realisasi penerimaan pajak serta bea cukai provinsi tersebut sepanjang tahun lalu bertumbuh dan melebihi target. 

“Pencapaian penerimaan Kaltim ini juga dibilang tertinggi di nasional. Diharapkan daerah lain juga semakin semangat untuk bekerja keras karena Provinsi Kaltim terbukti mampu melakukannya. Pesan saya, hal baik ini harap dipertahankan, karena biasanya hal itu lebih susah ketimbang pencapaian,” ujar Puteri saat pertemuan dengan Direktorat Jenderal Pajak & Bea Cukai (DJBC) Kaltim di Balikpapan, Kamis (2/2/2023). 

Selain itu, Puteri juga menyoroti rencana pemberian insentif pajak di area tersebut setelah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dibangun. Seperti apa desain insentif yang sudsh disiapkan pemerintah, ia berharap hal itu tidak akan menggerus pertumbuhan penerimaan pajak Kaltim yang terus berprogres baik. 

“Kami ingin lihat desain insentif perpajakan yang disusun pemerintah. Tentunya kami ingin melihat potensi penerimaan pajak dan bea cukai dari pemberian insentif itu, apakah bertumbuh? Atau ada kemungkinan tergerus? Sebab capaian dan performa Kaltim ini sudah sangat baik, kami tidak ingin tergerus penerimaannya,” urai Politisi Fraksi Partai Golkar itu. 

Sementara untuk bea cukai, Puteri meminta agar pihak di Kaltim dapat menindak tegas peredaran rokok-rokok ilegal yang tidak memakai pita cukai. Hal ini harus menjadi perhatian, sebab wilayah Kaltim dekat dengan area perbatasan wilayah Indonesia dengan Malaysia yang memungkinkan terjadinya penyelundupan barang dan berakibatkan pada kerugian negara. (***) 

(Sumber: Sekretariat Jenderal DPR RI, @www.dpr.go.id)

Continue Reading

Trending