Connect with us

Gaya Hidup

Manfaat Gaya Hidup Minimalis, Bikin Hari Lebih Nyaman dan Baik untuk Lingkungan

Published

on

Ilustrasi gaya hidup minimalis. (Pexels/Cottonbro)

Jakarta, goindonesia.co – Minimalisme merupakan gaya hidup sederhana, tidak berlebihan, dan lebih mementingkan kualitas dibanding kuantitas. Tak hanya mengurangi biaya, gaya hidup minimalis dapat mengurangi seseorang mengalami depresi .

Konsep ini berawal dari pemikiran toxic bahwa seberapa banyak barang yang dibeli atau dimiliki, tidak akan ada rasa cukupnya. Dengan menjalankan hidup yang sederhana, hidup akan lebih bermakna.

Menjalankan gaya hidup minimalis tak hanya menghemat dan jauh dari stres saja. Dilansir Becomingminimalist, berikut ini beberapa manfaat saat kamu menjalankan gaya hidup minimalis.

1. Baik untuk lingkungan

Semakin sedikit membeli barang, maka semakin sedikit pula kerusakan yang kita lakukan terhadap lingkungan. Itu artinya, dengan menjalani gaya hidup minimalis kamu juga menyelamatkan lingkungan.

Baik untuk lingkungan. (freepik)

2. Lebih produktif

Barang-barang atau harta benda yang kita miliki terlalu banyak akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengurusnya, hal ini akan membuat kamu jadi tidak produktif.

Lebih produktif. (freepik)

3. Contoh bagi anak

Dengan kamu menjalani gaya hidup minimalis, secara tidak langsung kamu menjadi contoh bagi anak kamu, sehingga kemungkinan mereka akan melakukan hal yang sama seperti yang kamu lakukan.

Contoh bagi anak. (freepik)

4. Lebih mudah dibersihkan

Semakin sedikit barang di rumah kita, semakin mudah pula untuk membersihkannya. Itu artinya kamu tidak harus menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan rumah kamu.

Lebih mudah dibersihkan. (freepik)

Nah, itu hanya beberapa manfaat dari gaya hidup minimalis, jika kamu menerapkannya, tentu akan merasakan lebih banyak manfaatnya. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Kultum

Peringatan Bagi Kita Yang Sedang Menempuh Perjalanan Menuju Allah

Published

on

Ama R. Hery Herdiana (Foto : Istimewa)

Oleh: Ama R. Hery Herdiana

Assalamaualaikum wrwb sahabat fillah.

Jakarta, goindonesia.co -Sebuah pangeling atau peringatan bagi kita semua yang sedang menempuh perjalanan menuju Alloh. Bukan hanya kesulitan yang menghadang, tetapi banyak tipu daya atau talbis yang membuat terlena dan menghentikan langkah perjalanan kita. Orang-orang yang pura-pura menempuh perjalanan menuju Alloh lebih parah lagi, tipu daya iblis membuat mereka terjerembab, terjungkal serta banyak yang jatuh ke dalam lembah kehinaan.

Apabila seorang hamba telah bertekad untuk melakukan perjalanan menuju Allah SWT dan bermaksud untuk menggapai apa yang dikehendakinya itu, maka ia pasti akan berhadapan dengan berbagai tipu daya dan kendala yang merintangi perjalanannya.

Mula-mula, ia bisa tertipu oleh dorongan syahwat, jabatan, kesenangan, pernikahan, dan pakaian. Jika ia terus melayani semua keinginan buruk dalam dirinya, tidak puas dan ingin mendapatkan lebih banyak atau lebih tinggi, terpana, takjub dengan dirinya, serta sombong dengan apa yang diperolehnya niscaya akan terputuslah perjalanannya.

Namun jika ia berhasil menolak dan mengabaikan syahwat tadi sehingga dapat melanjutkan perialanannya, maka ia akan diuji dengan banyaknya jumlah pengikut dan murid-muridnya.
Orang-orang akan mencium tangannya, mencium bolak-balik punggung dan telapak tangannya, hingga ia diberi tempat duduk yang luas dan nyaman di setiap majelis yang diselenggarakan.

Tidak lama kemudian, ia pun selalu ditunjuk untuk berdo’a dan dimintai berkahnya; dan berbagai ujian lain yang akan menimpa dirinya.

Jika hamba itu mempedulikan pengagungan orang-orang terhadapnya, merasa lebih mulia, niscaya terputuslah perjalanannya untuk mencapai Allah SWT, dan hanya itulah keuntungan yang diperolehnya. Namun jika ia berhasil mengabaikan dan tidak mempedulikan semua itu, maka ia akan diuji lagi dengan berbagai karomah (keistimewaan) dan kasyf (penyingkapan rahasia).

Jika si hamba melayani atau tunduk terhadap kedua hal tersebut, maka terputuslah perjalanannya untuk mencapai Allah; dan hanya itulah keuntungan yeng diperolehnya. Sebaliknya, jika tidak mengindahkan semua itu, ia akan diuji dengan mengucilkan dan mengasingkan diri, sehingga ia pun merasakan lezatnya perasaan berpadunya hati dengan Allah, mulianya kesendirian, dan nikmatnya terlepas dari urusan duniawi.

Jika hamba tersebut terus berada dalam kesendirian itu, niscaya perjalanannya untuk mencapai tujuan semula akan terputus. Akan tetapi, jika ia berhasil melepaskan diri dan berjalan pada apa yang dikehendaki dan diinginkan Allah SWT darinya; yaitu menjadi hamba-Nya yang selalu berpihak pada apa yang dicintai dan diridhoi-Nya, di mana pun dan bagaimanapun kondisinya, apakah ia menjadi susah karenanya atau justru menjadi senang, baik ia akan melaluinya dengan kenikmatan maupun kepedihan, apakah sesuatu yang dicintai dan diridhoi Allah itu menempatkannya di tengah masyarakat atau justru mencabutnya dari tengah mereka; Ia pun hanya memilih untuk dirinya apa yang dipilihkan oleh Pelindung dan Tuannya, taat kepada perintah-Nya dengan melaksanakan perintah itu semampunya, bahkan jiwanya begitu mudah mendapatkan ketentraman dan kesenangannya yang diridhoi dan diperintahkan oleh Rabbnya; maka hamba yang memiliki kriteria-kriteria tersebutlah yang dikatakan telah berhasil menggapai tujuannya.

Dan apabila sudah demikian, tidak ada satu pun yang dapat memutuskan hubungannya dari Rabbnya. Hanya kepada Allah sajalah kita memohon taufik, hidayah, inayah, perlindungan, dan kekuatan.

Semoga kita berhasil menggapai tujuan perjalanan kita kepada Alloh SWT, aamiin yra….

Pepatah Arab mengatakan,”Tetap menjaga adab meskipun tak memperoleh kasyf (penyingkapan rahasia) adalah lebih baik daripada mengabaikan adab meskipun memperoleh kasyf.” (***)

(Ama R. Hery Herdiana adalah Pimpinan Majelis Dzikir Asyiiqi Rosulullah)

Continue Reading

Kultum

Berbagai Kasus Penyimpangan Perilaku Anak, Warning Untuk Para Orang Tua

Published

on

Ama R. Hery Herdiana (Foto : Istimewa)

Oleh: Ama R. Hery Herdiana

Assalamu’alaikum wrwb sahabat fillah.

Jakarta, goindonesia.co – Banyak orang sudah tergantung dengan handphone. Seseorang akan sangat panik ketika ketinggalan handphone dibanding hal lainnya, karena fungsi handphone saat ini lebih dari sekedar untuk berkomunikasi lisan dan tulisan, tetapi juga visual-sharing, untuk meeting, mengontrol rumah, dan tempat-tempat vital lainnya, akses administratif, transaksi (keuangan, saham, kripto, bitcoin), mendengarkan musik, main games, hobi, mencari informasi, belanja, iklan dan lain sebagainya. Kemajuan teknologi, internet, kecerdasan artifisial dan perangkatnya harus dibarengi dengan kemajuan pengetahuan syariah beragama dan prilaku yang taat dan bijak dalam beragama.

Bagai dua sisi mata uang, kemajuan teknologi, internet dan komputer ini akan merubah pengetahuan, prilaku baik atau buruk, kesuksesan atau keterpurukan, bahkan peradaban yang lebih baik atau peradaban yang lebih buruk.

Tantangan yang kita hadapi dengan kemajuan sarana teknologi, internet dan perangkatnya seringkali dimanfaatkan seseorang atau suatu kelompok untuk berbuat fasik dan munkar, mengeruk keuntungan, membuat kekacuan, menyebarkan faham kelompoknya, menutupi kebenaran, pornografi, seks bebas, prostitusi dan seterusnya. Pengguna internet dijadikan target untuk melihat produk yang dibuatnya atau kliennya.

Tidak hanya produk komersial yang baik, yang burukpun dapat dengan mudah diakses bahkan disodorkan.

Akhir-akhir ini kita membaca dan mendengar ratusan pelajar dibawah umur meminta dispensasi untuk melakukan pernikahan dikarenakan mereka hamil duluan. Yang lebih miris kasus perilaku seks bebas juga dilakukan oleh anak-anak, bagaimana tidak miris sorang bocah perempuan TK diruda-paksa oleh teman-teman mainnya.

Bagaimana anak-anak kecil ini bisa berkeinginan melakukan perbuatan yang hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami istri sekaligus tega melakukan ruda-paksa kepada temannya?

Seringkali didapati anak-anak balita sudah kecanduan handphone, mereka anteng seharian bermain handphone, dan bisa mencari sendiri apa yang ingin dimainkan dan dilihatnya. Orang tua membiarkan anak-anaknya main handphone dengan alasan supaya mereka tidak rewel tetapi tanpa pengawasan yang ketat dan edukasi yang benar, bahkan anak-anak ini menangis ketika hand phonenya diambil, sehingga orang tua mengalah membiarkan mereka bermain kembali dengan hand phonenya.

Maraknya sikap orang tua seperti ini, di ”warning” dengan menguaknya kasus-kasus diatas untuk bahan pelajaran, renungan dan melakukan tindakan korektif secara pribadi atau bersama agar kasus serupa tidak terjadi lagi. Alloh SWT melarang untuk mendekati apalagi berbuat zina.

Allah SWT berfirman: ”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk [QS. Al-Isro 32].

Seringkali seorang ibu dan ayah merasa khawatir apabila anak-anak perempuannya bepergian atau jauh dari dirinya karena khawatir akan keselamatan dan kehormatannya. Saat ini punya anak laki-laki sama kekhawatirannya, karena kasus yang menimpa kepada seorang anak perempuan bisa terjadi juga kepada anak lelaki. Apabila mereka pergi agak lama atau melewati batas waktu yang diberikannya orang tua gelisah dan tidak bisa tidur, sementara anaknya asik saja main dengan temannya tanpa memberi informasi kepada keduanya.

Sahabat fillah, kewajiban orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan mengawalinya terlebih dahulu mendidik dirinya sendiri untuk bertakwa kepada Allah SWT baik dengan perbuatan dan perkataan yang baik maupun yang benar menurut hukum agama maupun hukum negara. Pendidikan itu merupakan proses yang panjang, oleh karena itu kita juga harus memohon perlindungan, rahmat dan ridho-Nya agar pendidikan itu mencapai tujuannya bahkan sebelum anak yang diidamkan lahir, sebagaimana yang dicontohkan nabi Ibrahim AS berdoa kepada Allah SWT, ”Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh” [QS As-Saffat 100].

”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur [QS. Ibrohim 37].
Semoga bermanfaat. (***)

*Penulis adalah Pimpinan Majelis Dzikir Asyiiqi Rosulullah

Continue Reading

Kultum

Menjaga Keutuhan, Keselamatan dan Kebahagiaan Keluarga

Published

on

Foto : Istimewa

Oleh: Ama R. Hery Herdiana

Assalamualaikum wrwb sahabat fillah.

Jakarta, goindonesia.co – Banyaknya pertanyaan tentang maraknya kejadian KDRT, perceraian yang ribut, baik yang kita saksikan sendiri atau mendengar dan melihat dari media sejalan dengan moneytisasi berita (apalagi kalau terjadi pada orang terkenal). Semoga kita tidak dihadapkan pada kondisi ini. Dan semoga Alloh menjaga keutuhan, keselamatan dan kebahagiaan keluarga kita baik di dunia dan akhirat nanti. Aamiin….

Sekiranya kondisi itu terjadi kepada kita semoga Alloh menguatkan kita dalam menghadapinya, sehingga yang kita lakukan merupakan perwujudan ketaatan kepada-Nya, Aamiin YRA…

Alloh SWT berfirman,” Wahai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kalian mewarisi wanita (menjadikannya seperti barang warisan) dengan pemaksaan; janganlah kalian menghalang-halangi mereka (para wanita yang menjadi istri kalian untuk menikah dengan orang lain sementara kalian sudah tidak mencintainya) karena hendak mengambil kembali sebagian mahar yang telah kalian berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan perbuatan keji (zina atau nusyuz) yang nyata; dan pergaulilah mereka secara baik.

Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” [QS. An-Nisa 19].

“Istri-istri yang kalian duga melakukan nusyuz, maka nasihatilah mereka, menjauhlah dari mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang tidak membuat luka). Jika mereka menaati kalian, maka janganlah kalian mencari-cari jalan untuk memukulnya secara zholim. Sungguh Allah adalah Dzat yang Maha Luhur dan Maha Agung” [QS. An-Nisa 34].

Terkadang seorang suami tidak suka kepada isterinya karena salah satu sifatnya sehingga ia pun memutuskan untuk menceraikannya, atau sebaliknya kadang istrinya merasa seperti itu dan meminta diceraikan atau menggugat cerai. Padahal bila mereka mengetahui, mempertahankan rumah tangganya bersama adalah jauh lebih baik bagi mereka, hanya saja mereka itu tidak mengetahui hakikat ini.

Sebaliknya, terkadang pula, seorang suami/istri suka kepada isteri/suaminya hanya karena salah satu sifatnya, sehingga ia pun memutuskan untuk tetap berumah tangga dengannya. Padahal, jika mereka tetap bertahan dengan pasangannya itu, maka keburukan yang menyertainya justru jauh lebih banyak, hanya saja ia tidak mengetahui hakikat tersebut.

Sahabat fillah, dalam An-Nisa ayat 34 diatas disebutkan mengenai nusyud. Nusyuz adalah suatu perkataan atau tindakan yang melanggar tata krama berumah tangga yang dilakukan oleh istri ataupun suami.

Nusyuz ada 2 macam;

1 Nusyuz yang dilakukan oleh istri.
Terdapat beberapa contoh tindakan istri yang termasuk nusyuz yang sering ditemui seperti : istri meninggalkan rumah tangga tanpa izin suami, atau berjalan dengan orang yang bukan mahramnya, atau tidak mau diajak berjimak oleh suaminya. Contoh lain istri tidak mau pindah ke rumah yang disediakan oleh suami tanpa alasan yang benar dan cara yang baik, berkata atau bertindak sesuatu yang tidak patut dilakukan dengan rasa benci, kesal atau marah.

2 Nusyuz yang dilakukan oleh suami.
Beberapa contoh tindakan suami yang termasuk nusyuz yang sering ditemui adalah suami bersikap keras terhadap istrinya, atau tidak menganggap istrinya (tidak didengar pendapatnya) atau merendahkan istrinya, atau tidak menggaulinya/tidak memberikan haknya, atau royal kepada wanita lain tetapi pelit kepada istrinya, lebih parah lagi berpoya-poya dengan wanita lain yang bukan istrinya. Berkata atau bertindak sesuatu yang tidak patut dilakukan dengan rasa benci, kesal atau marah.

Wanita-wanita yang dikhawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka dibagian tubuh yang tidak vital dan tidak sensitif dengan pukulan yang tidak membuat mereka memar, luka luar atau dalam. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Sedangkan jika seorang istri melihat tanda-tanda suaminya melakukan nusyuz, dia berhak mengadakan kesepakatan, meminta komitmen dan perjanjian dengan suami untuk meninggalkan tindakan nusyudnya guna kebaikan mereka berdua.
Manusia, sebagaimana yang difirmankan oleh Penciptanya sendiri, adalah makhluk yang zholum (banyak berbuat aniaya) dan jahuul (banyak ketidaktahuannya). Maka dari itu, tidak sepantasnya manusia menjadikan perasaan “suka” atau “tidak suka”, “cinta” atau “benci”, sebagai standar dalam menetapkan bahwa sesuatu bermanfaat atau berbahaya.

Akan tetapi, seharusnya yang dipakai menjadi standar dalam menetapkan hal itu adalah perintah dan larangan Allah bagi dirinya.

Dengan demikian, sesuatu yang paling bermanfaat bagi dirinya secara mutlak adalah mentaati Rabbnya, baik secara lahir maupun batin. Sedangkan sesuatu yang paling berbahaya bagi dirinya adalah berbuat maksiat kepada Rabbnya, baik secara lahir maupun batin.

*Penulis adalah Pimpinan Majelis Dzikir Asyiiqi Rosulillah”

Continue Reading

Trending