Connect with us

Health

91,1% Warga DKI Jakarta Telah Divaksinasi Dosis 1

Published

on

Jakarta , goindonesia.co –Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengatakan, vaksinasi Covid-19 dosis 1 telah dilakukan kepada 8.032.264 orang atau 91,1%. Adapun vaksinasi dosis 2 kini mencapai 3.083.135 orang atau 35%.

“Jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 113.532 orang dan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 98.891 orang. Target kita lakukan vaksinasi di atas 100.000 per hari di Jakarta,” tutur Dwi, di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-4949773269575776&output=html&h=280&slotname=1846283227&adk=2619372287&adf=3722716687&pi=t.ma~as.1846283227&w=691&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1628307551&rafmt=1&psa=1&format=691×280&url=https%3A%2F%2Fsiberindo.co%2F07%2F08%2F2021%2F911-warga-dki-jakarta-telah-divaksinasi-dosis-1%2F&flash=0&fwr=0&fwrattr=true&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMCIsIng4NiIsIiIsIjkyLjAuNDUxNS4xMzEiLFtdLG51bGwsbnVsbCxudWxsXQ..&tt_state=W3siaXNzdWVyT3JpZ2luIjoiaHR0cHM6Ly9hdHRlc3RhdGlvbi5hbmRyb2lkLmNvbSIsInN0YXRlIjo3fV0.&dt=1628341356286&bpp=3&bdt=304&idt=521&shv=r20210803&mjsv=m202108060101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3Dafc2a36aec4e4ba6-22fe1a09abca0008%3AT%3D1628136547%3ART%3D1628136547%3AS%3DALNI_MYlTtNEFs6hjcbkCxrViWtVITe2Qw&prev_fmts=728×90%2C300x250%2C160x600%2C300x250%2C131x600%2C728x90%2C0x0&nras=1&correlator=5044464172621&frm=20&pv=1&ga_vid=56653989.1628136547&ga_sid=1628341356&ga_hid=1502705991&ga_fc=0&u_tz=420&u_his=3&u_java=0&u_h=768&u_w=1366&u_ah=768&u_aw=1366&u_cd=24&u_nplug=3&u_nmime=4&adx=209&ady=1408&biw=1349&bih=638&scr_x=0&scr_y=0&eid=42530671%2C182982100%2C182982300%2C20211866%2C31062065%2C21067496&oid=3&pvsid=1858767108762200&pem=644&ref=https%3A%2F%2Fsiberindo.co%2F&eae=0&fc=896&brdim=0%2C0%2C0%2C0%2C1366%2C0%2C1366%2C768%2C1366%2C638&vis=1&rsz=%7C%7CeEbr%7C&abl=CS&pfx=0&fu=128&bc=31&ifi=4&uci=a!4&btvi=2&fsb=1&xpc=O2KEfz239K&p=https%3A//siberindo.co&dtd=531 Sementara itu, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 76,4% dan untuk dosis 2 sebanyak 5,4%. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 92,8% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 34%. Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 81,7% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 69,8%.

“Vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 166.758 orang dan dosis 2 sebanyak 111.294 orang,” kata Dwi.

Dikatakan, untuk melakukan vaksinasi, warga dapat langsung ke tempat vaksinasi. Namun, untuk mempercepat proses vaksinasi, warga disarankan mendaftar online melalui aplikasi Jaki atau situs corona.jakarta.go.id/vaksinasi. Dengan mendaftar secara online, warga dapat memilih waktu dan tempat vaksinasi sendiri, sekaligus bisa melakukan pre-screening tes online.

Untuk menemukan tempat vaksinasi, warga juga mengeceknya melalui aplikasi google maps. Hanya dengan menuliskan “vaksin Covid-19”, warga dapat menemukan lokasi serta dibantu informasi jalur menemukan lokasi yang dipilih.

Adapun kategori warga 18+ yang dapat divaksinasi di DKI Jakarta adalah warga ber-KTP DKI Jakarta, warga ber-KTP dari luar DKI Jakarta, tetapi berdomisili di DKI Jakarta (membawa keterangan domisili diperoleh dari petugas RT, tidak harus dari ketua RT) dan pekerja di DKI Jakarta yang ber-KTP dari luar DKI Jakarta (membawa keterangan dari tempat kerja).

Kasus Positif
Dwi juga mengatakan, Pemprov DKI Jakarta mencatat sebanyak 2.311 kasus positif Covid-19 pada Kamis (5/8/2021). Jumlah ini berdasarkan hasil tes PCR terhadap 20.465 orang di Ibu Kota.

“Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan tes PCR sebanyak 26.579 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 20.465 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 2.311 positif dan 18.154 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen sebanyak 11.835 orang dites, dengan hasil 397 positif dan 11.438 negatif,” ujar Dwi di Jakarta.

Dwi juga mengatakan Pemprov DKI Jakarta terus meningkatkan tes PCR dan saat ini telah melakukan tes PCR 13 kali lipat dari standar WHO. Target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu, artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.

“Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 135.875 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 509.913 per sejuta penduduk,” tandas Dwi.

Selain itu, kata Dwi, jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 574 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 13.877 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 825.657 kasus.

“Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 799.151 dengan tingkat kesembuhan 96,8 persen, dan total 12.629 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,5 persen. Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 13,1 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 15,2 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen,” ungkap dia. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Health

Cegah Hepatitis Akut, Jangan Renang & Main di Tempat Umum!

Published

on

Foto: Detikcom

Jakarta, goindonesia.co – Dunia kembali dikejutkan adanya penyakit mematikan, yakni hepatitis misterius. Pasalnya, sampai saat ini, kabar mengenai apa penyebab penyakit hepatitis misterius itu masih simpang siur dan belum diketahui.

Di Indonesia sendiri, dilaporkan sudah ada belasan anak yang terjangkit dan beberapa anak yang meninggal akibat hepatitis misterius. Memang penyakit ini rentan terhadap anak kecil.

Menanggapi hepatitis misterius ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengimbau warganya untuk menghindari berenang di tempat umum. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes Jatim Erwin Astha Triyono melalui keterangan resmi.

“Untuk sementara agar tidak berenang dulu di kolam renang umum, tidak bermain di playground serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding dan lainnya yang sering dipegang orang,” ujarnya yang dikutip Sabtu (5/5/2022).

IDAI merinci beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencegah hepatitis akut misterius ini adalah:

– dengan mencuci tangan

– meminum air bersih yang matang

– makan makanan yang bersih dan matang penuh

– membuang tinja dan/atau popok sekali pakai pada tempatnya

– menggunakan alat makan sendiri-sendiri serta,

– memakai masker dan menjaga jarak.

“Agar mendeteksi secara dini jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning. mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, demam tinggi memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat,” tulis IDAI. (**)

Continue Reading

Health

Kemenkes : Tidak Ada Kaitan Vaksinasi Covid-19 dengan Hepatitis Akut pada Anak

Published

on

Hepatitis (ilustrasi). Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi Covid-19 dengan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya pada anak. Foto: dok Republika

Yang ada adalah kejadian bersamaan antara hepatitis akut dengan Covid-19.

Jakarta, goindonesia.co – Kementerian Kesehatan membantah adanya kaitan antara vaksinasi Covid-19 dengan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya pada anak. 

Hal tersebut disampaikan oleh Lead Scientist untuk kasus ini, Prof. dr. Hanifah Oswari, Sp. A(K). “Kejadian ini dihubungkan dengan vaksin Covid-19 itu tidak benar, karena saat ini tidak ada bukti bahwa itu berhubungan dengan vaksinasi Covid-19,” ungkap Prof Hanifah dalam konferensi pers secara daring, Kamis (5/5/2022).

Prof Hanifah menyampaikan, sampai saat ini juga belum ada bukti yang menunjukkan adanya kaitan penyakit hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya dengan virus Covid-19, melainkan adanya kejadian yang koinsiden atau bersamaan. Sebagai upaya peningkatan kewaspadaan, pencegahan, dan pengendalian infeksi hepatitis akut pada anak, pemerintah telah menerapkan beberapa hal, diantaranya dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology). 

Selain itu, Kemenkes telah menunjuk antara lain Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso dan Laboratorium Fakultas Kedokteran UI sebagai laboratorium rujukan untuk pemeriksaan spesimen. Pemerintah juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi, khususnya untuk infeksi virus. Selain itu juga diharapkan adanya rumah sakit rujukan di setiap Kabupaten. (***)

Continue Reading

Health

Serang Anak, Kemenkes Imbau Masyarakat Waspadai Penyakit Hepatitis Akut

Published

on

Ilustrasi virus hepatitis misterius yang menelan nyawa tiga anak di Jakarta. (Pixabay/21saturday)

Jakarta, goindonesia.co : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meningkatkan kewaspadaan setelah tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta dengan dugaan Hepatitis Akut, meninggal dunia, dalam kurun waktu yang berbeda dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.

“Ketiga pasien ini merupakan rujukan dari rumah sakit yang berada di Jakarta Timur dan Jakarta Barat,” ungkap Kemenkes dalam keterangan tertulis, Senin (1/5/2022).

“Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang dan penurunan kesadaran,” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi, M Epid.

Penyakit Hepatitis Akut sendiri sejauh ini belum diketahui penyebabnya. Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus Hepatitis Akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika dan Asia sejak 15 April 2022.

Kementerian Kesehatan RI saat ini sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap. Dinas kesehatan Provinsi DKI Jakarta sedang melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut.

Selama masa investigasi, pihak Kemenkes mengiimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang.

“Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, menghindari kontak dengan orang sakit serta tetap melaksanakan protokol kesehatan,” kata dr Nadia.

Jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan mengalami penurunan kesadaran diimbau agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Kasus Bertambah

Sejak secara resmi dipublikasikan sebagai KLB oleh WHO, jumlah laporan terus bertambah, tercatat lebih dari 170 kasus dilaporkan oleh lebih dari 12 negara.

WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris Raya mengenai 10 kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown aetiology ) pada anak-anak usia 11 bulan – 5 tahun pada periode Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah.

Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Tujuh belas anak di antaranya (10%) memerlukan transplantasi hati, dan 1 kasus dilaporkan meninggal.

Gejala klinis pada kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut dengan peningkatan enzim hati, sindrom jaundice (Penyakit Kuning) akut, dan gejala gastrointestinal (nyeri abdomen, diare dan muntah-muntah). Sebagian besar kasus tidak ditemukan adanya gejala demam.

Penyebab dari penyakit tersebut masih belum diketahui. Pemeriksaan laboratorium di luar negeri telah dilakukan dan virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.

Adenovirus terdeteksi pada 74 kasus dil luar negeri yang setelah dilakukan tes molekuler, teridentifikasi sebagai F type 41. SARS-CoV-2 ditemukan pada 20 kasus, sedangkan 19 kasus terdeteksi adanya ko-infeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus.

Surat Edaran

Kementerian Kesehatan melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 Tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.

Surat Edaran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan Pemerintah Daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya.

Kemenkes meminta Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Rumah Sakit untuk, antara lain memantau dan melaporkan kasus sindrom Penyakit Kuning akut di Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), dengan gejala yang ditandai dengan kulit dan sklera berwarna ikterik atau kuning dan urin berwarna gelap yang timbul secara mendadak.

Instansi-instansi kesehatan dan layanan kesehatan tersebut juga diminta memberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat serta upaya pencegahannya melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.

Kemenkes juga meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom Penyakit Kuning, dan membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor.

”Tentunya kami lakukan penguatan surveilans melalui lintas program dan lintas sektor, agar dapat segera dilakukan tindakan apabila ditemukan kasus sindrom jaundice akut maupun yang memiliki ciri-ciri seperti gejala hepatitis,” ucap dr Nadia.

Bagi Dinas Kesehatan, KKP, dan Rumah Sakit juga diminta segera memberikan notifikasi/laporan apabila terjadi peningkatan kasus sindrom jaundice akut maupun menemukan kasus sesuai definisi operasional kepada Dirjen P2P melalui Public Health Emergency Operation Centre (PHEOC) melalui Telp./ WhatsApp 0877-7759-1097 atau e-mail: poskoklb@yahoo.com. (***)

Continue Reading

Trending