Connect with us

Internasional

Mahendra Siregar: Indonesia Sukses Menyelenggarakan Global Tourism Forum, Kini Punya standar Hybrid Dunia

Published

on

Photo : Wakil Menteri Luar Negeri , Mahendra Siregar di Event Global Tourism Forum (Istimewa)

Event Global Tourism Forum – Leaders Summit Asia 2021 menghadirkan 49 pembicara internasional dan 22 pembicara dari Indonesia. Acara yang berlangsung di Hotel Raffles, Jakarta 15-16 September secara hybrid memiliki banyak sesi. Berikut laporan pertama. 

Jakarta, goindonesia.co : Wakil Menteri Luar Negri Mahendra Siregar menyatakan puas atas kesuksesan penyelenggaraan Global Tourism Forum ( GTF) dari World Tourusm Forum Institute ( WTFI).

Selain  pertama kalinya berlangsung di kawasan Asia, pemilihan RI sebagai tuan rumah perhelatan akbar di Hotel Raffles, Jakarta pada 15-16 September 2021 ini jadi sangat straregis dan penting karena bukan lagi sekedar event hybrid.

” Indonesia sukses untuk pertama kalinya melaksanakan event hybrid secara standar internasional, menghubungkan satu benua dengan benua yang lain secara bersamaan sehingga kita jadi memiliki standar atau pembanding untuk penyelenggaraan event berikutnya di tengah pandemi COVID-19 ini,” kata Mahendra Siregar.

Semua kegiatan berjalan lancar sehingga menjadi sinyal kuat untuk hidup dengan tekhnologi di era New Normal. Industri pariwisata harus mengadopsi, mengimplementasikan standar hybrid yang dibutuhkan. Oleh karena itu GTF bukan sekedar event, kata Wakil Menteri Luar Negri RI ini.

Di dunia internasional terutama di Asean, Indonesia selalu jadi terdepan dalam mempromosikan sejumlah pembaruan maupun penyesuaian di era New Normal termasuk dalam hal travel corridor, travel bubble dan inisiatif lainnya.

” Kami selalu mendukung Asean untuk menyiapkan diri, menyesuaikan dan memperbaiki terhadap perkembangan yang ada karena dengan begitu kita selalu menjaga daya tahan kita menghadapi pandemi COVID-19 yang belum berakhir,” tandasnya.

Menurut dia, menjadi tuan rumah Global Tourism Forum dimana sebagian pembicara dan peserta hadir secara langsung maupun online merupakan bagian dari persiapan diri untuk menjadi tuan rumah kegiatan MICE yang lebih besar seperti Indonesia akan memegang Presidensi G20 dimulai pada 1 Desember 2021 sampai dengan 30 November 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima mandat langsung Presidensi pada KTT G20 atau G20 Leader Summit di Roma Italia pada 30-31 Oktober mendatang.

” Pada penutupan President WTFI Bulut Bagci juga mengatakan akan membuat GTF kembali di Indonesia sambut presidensi RI di G-20 tahun depan dengan menyelenggarakannya kemungkinan di Bali “

Kita tunggu saja dari WTFI detilnya bagaimana. tentunya GTF Bali tidak mengulang hal sama di Jakarta. Harus ada lompatan besar untuk event nya tahun depan, pesan Mahendra.

Chairman of Indonesia Tourism Forum (ITF), Sapta Nirwandar, mengatakan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman menjadi dasar terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Annual Meeting Global Tourism Forum (GTF) 2021. 

 “Kita harap event ini bisa menghidupkan MICE meski hybrid. MICE ini penting karena dampak ekonominya cukup besar . Mudah-mudahan ini juga menjadi komitmen bangkitkan pariwisata Indonesia,” ujar Sapta. 

 Bulut Bagci, President of World Tourism Forum Institute (WTFI) saat pembukaan dan penutupan acara berulang kali mengatakan Indonesia adalah tujuan wisata kelas satu dengan kehangatan orang, nilai-nilai budaya dan perilaku alami.

Event ini menempatkan pariwisata pada agenda para pemimpin dunia dan untuk memastikan investasi asing langsung di negara-negara yang menjadi tuanbrumah.

Dalam acara ini, ada sesi bergengsi tentang topik tren baru tentang investasi asing langsung, investasi berkelanjutan, efek covid-19, dan solusi menjadi transformasi dan kebijakan gender.

World Tourism Forum Institute  ( WTFI) telah memilih Presuden Joko Widodo sebagai pemimpin pariwisata 2021 karena komitmennya yang tinggi pada pengembangan pariwisata Indonesia. 

“WTFI percaya bahwa untuk mencapai pariwisata di suatu negara penting untuk mendapatkan dukungan penuh dari para pemimpin. Tahun depan pada tahun 2022, WTFI akan membawa ribuan orang secara fisik untuk kembali menggelar acara di Indonesia ( Bali) untuk menunjukkan keramahan Indonesia kepada dunia.

Ministers Talk 

Setelah pembukaan resmi oleh Wakil Presiden Maruf Amin, Menparekraf Sandiaga Uno pimpin sesi Minister Talk bahas Reopening Asean Tourism Destination for International Tourist.

 Singapura diwakili oleh Alvin Tan Menteri Perdagangan dan Industri,  Dr Thong Korn Menteri Pariwisata Kamboja, Nguyen Van Hung Menteri Seni, Olahraga dan Pariwisata Vietnam

 Hadir juga secara online Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Phiphat Ratchakiyprakarn serta Menteri Sumber Daya Utama dan Pariwisata Brunei Darussalam Dato Seri Setia Awang Haji Ali Bin Apong.

 Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno usulkan pada World Tourism Forum Institute  bergandengan tangan dengan negara-negara anggota ASEAN untuk membuat program dan kegiatan yang dapat mempercepat pemulihan pariwisata di wilayah ini. 

 “Indonesia siap dan berharap untuk memiliki kerja sama lebih lanjut. Mari berbagi update tentang protokol kesehatan dan keselamatan, percepatan vaksinasi  termasuk prosedur perjalanan sehingga kita dapat memiliki pemahaman yang sama atau pengakuan tentang apa yang sebenarnya terjadi,” kata Sandi

 Dato Lim Jock Hoi, Secretary-General of Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) asal Brunei pada kesempatan yang sama mengatakan menjelaskan mengenai tahapan perencanaan penyembuhan sektor pariwisata.

Tiga fokus rencana utama untuk pemulihan yaitu :

1. membantu pertimbangan penentuan prioritas dalam proses pengambilan keputusan

2. memberikan hasil untuk menyegarkan kembali para komunitas bisnis dan karyawan di sektor pariwisata dan fokus pada era new normal pariwisata untuk menjangkau sumber target pasar baru dan mengkonsolidasikan fondasi yang berkelanjutan yang bertujuan untuk fase pembukaan kembali destinasi wisata.

3. berfokus pada mempromosikan asosiasi jangka panjang dan regenerasi sambil mengikuti tren baru juga berbagai tantangan yang muncul untuk memulihkan destinasi pariwisata ASEAN.

Pemerintah & swasta dan pers

Bagaimana RI bertahan untuk menjadi lebih kuat di masa pandemi disampaikan Rizky Handayani Mustafa selaku Deputi Bidang Produk Pariwisata, MICE dan Event Kemenparekraf.

Pemerintah dan swasta sepakat DNA kreatif dan demografi RI merupakan bonus besar bagi pariwisata Indonesia untuk tetap bertahan. 

Pandemi ini telah merangsang tren baru untuk pariwisata seperti wisata berbasis alam dan pengalaman.  Pemerintah juga turut ambil bagian dalam masa pemulihan ini. 

Teuku Faizasyah selaku Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengatakan sekain menggenjot vaksin, pemerintah berupaya menurunkan harga pengujian agar proses penelusuran dan pengobatan bisa lebih cepat.

“Upaya tersebut dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan wisatawan asing sehingga mereka akan mengunjungi kami lagi di masa depan,”

Sedangkan Hariyadi Sukamdani selaku Vice President Sahid Group dan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menambahkan, dengan protokol kesehatan yang ketat kita bisa lebih kuat dan berkembang lebih baik karena di era baru ini yang dibutuhkan wisatawan adalah rasa aman saat bepergian.  

Kementerian Teknologi Informasi dan PT Telkom telah meluncurkan aplikasi “Peduli Lindungi”, aplikasi ini cukup efektif untuk menyinkronkan semua data pengujian COVID 19, data Vaksin dan Obat,” ujarnya.

 Budijanto Tirtawisata selaku CEO Panorama Sentrawisata mengatakan  perlunya memiliki visi dan pemahaman yang sama agar bisa gesit. dalam hadapi perkembangan pandemi.

Pariwisata harus memiliki nilai yang bermakna dan universal, dan kita dapat menyediakannya dengan kemauan untuk meningkatkan dan menciptakan peluang. 

“Apa yang dapat kita simpulkan dari pembicaraan ini adalah bahwa pandemi membuat kita berkembang seperti halnya pariwisata.  Sektor ini harus tangguh  dan Indonesia siap untuk itu, “kata Budi.

Pers juga miliki peranan penting dalam pengembangan pariwisara karena itu sesi ini diisi oleh Jeannette Ceja, Pembawa Acara TV, Jurnalis Perjalanan & Penasihat Perjalanan, AS serta Claudia Tapardel, PhD, Jurnalis & Pembawa Acara TV DCNews, Rumania.

Keduanya menyoroti pemerintah yang harus memiliki standar tingkat aturan internasional, harus ada pengujian gratis untuk memastikan semua orang sehat dan mereka dapat menikmati perjalanan.

alam forum ini, misalnya adalah  kebijakan mengeluarkan sertifikat hijau.  Sertifikat ini juga dikenal sebagai sertifikat hijau digital atau izin hijau.

Sertifikat COVID Digital memungkinkan warga negara Uni Eropa untuk bergerak dengan aman di dalam Uni Eropa selama pandemi COVID-19. 

Hal ini sangat membantu bagi para traveller yang ingin berkeliling.  Dengan green pass mudah untuk masuk museum, hiburan budaya dll. Dia juga menyebutkan bahwa.

Pembicara tamu lainnya adalah Ismail Urtug, Vice President Responsible for Transformation, Innovation & Strong Digital.kebangkitan industri pariwisata global dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan perjalanan domestik terlebih dahulu.

 “Pemerintah harus melonggarkan gerakan pembatasan nasional untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dalam negeri,”

Selain itu, ia membagikan strategi Parlemen Eropa dalam menyesuaikan pendekatan keberlanjutan dalam industri pariwisatanya melalui program yang disebut “Smart Mobility”. 

Mobilitas pintar adalah strategi berkelanjutan yang mendukung dengan memanfaatkan digitalisasi dan otomatisasi untuk mencapai konektivitas yang mulus, aman, dan efisien. Ismail mengklaim bahwa Smart Mobility telah berhasil mengurangi emisi CO2.

Nilai Ekowisata dalam COVID-19

Pandemi COVID-19 berdampak pada sektor pariwisata dunia, khususnya ekowisata. Beberapa isu penting muncul dalam hal sumber daya yang berkelanjutan dan banyak faktor lainnya.

Sesi ini  menampilkan Fergus Maclaren, Kepala Pariwisata MACC-DUFF, Kanada, Odelia Ntiamoah, CEO Kamar Industri Pariwisata, Ghana dan Alexandros Thanos, Kepala Sektor Pariwisata, Wilayah Makedonia Tengah, Yunani

Moderatornya adalah Dr. Valasia Iakovoglou, Direktur Sektor Ekowisata dari UNESCO Chair Con-E-Ect di International Hellenic University (IHU), Yunani.

Pandemi COVID-19 berdampak pada sektor pariwisata dunia, khususnya ekowisata. Beberapa isu penting muncul dalam hal sumber daya yang berkelanjutan dan banyak faktor lainnya.

Alexandros Thanos mendukung pemerintah untuk membangun infrastruktur, melindungi sumber daya alam, dan mendidik masyarakat untuk mengetahui lebih banyak tentang masalah di kawasan wisata. 

Selain itu, pemerintah berperan penting dalam merancang program dan pengembangan berkelanjutan untuk masa depan ekowisata.

Odelia Ntiamoah berbicara tentang tantangan dalam memulihkan ekowisata di Ghana. Hal ini sangat tergantung pada peran masyarakat lokal di sana.

Namun, penggundulan hutan dan penambangan liar masih menjadi isu utama yang terjadi. Elemen kunci untuk mempertahankan daya tarik ekowisata adalah penanaman pohon oleh tingkat pemula dan juga tingkat korporat.

Manajemen jangka panjang semacam ini akan menghasilkan hasil yang terbaik. “Kita juga harus mendukung masyarakat secara pendidikan dan juga finansial untuk memberikan mereka “rasa memiliki” untuk melindungi hutan dan lingkungan sekitar. Sehingga akan lebih menarik minat masyarakat untuk melakukan wisata lokal.

Fergus Maclaren menyebutkan Kanada memiliki banyak taman nasional yang menarik untuk dinikmati wisatawan lokal dan internasional. Dia fokus pada pasar pariwisata yang besar di Kanada. 

Pemerintah juga memberikan stimulus untuk mendukung kawasan ekowisata. “Kami dulu memiliki pengunjung yang besar, tetapi sekarang kami berfikir dan menyesuaikan kembali untuk memulihkan sektor pariwisata,”

Menurut dia, pendekatan lingkungan dan budaya adalah elemen kunci untuk menyelamatkan ekowisata. Sebagai penutup, moderator meminta para pembicara untuk mengajukan pertanyaan: Bagaimana mengukur perlindungan terhadap lingkungan alam? Bagaimana dengan melibatkan masyarakat adat dalam ekowisata?.

Dampak pandemi & masa depan pariwisata.

Dorji Dhradhul, Director General of Tourism Council of Bhutan, Mariana Oleskive, Chairperson of State Agency for Tourism Development of Ukraine dan Kairat Sadvakassov, Vice Chairman of the Board of Kazakh Tourism membahas masa depan pariwisata dipandu oleh  Neslihan Gundes, Global Partnership Director of WTFI.

 Menurut Dorji Dhradhulu,  di masa pandemi ini karena harus mementingkan keselamatan dan kesehatan bagi wisatawan maka penting  memikirkan kembali kebijakan, model, dan strategi.

Soalnya  Pariwisata global harus memiliki alternatif untuk mengatasi situasi ini. Bhutan mengutamakan pengelolaan sektor kesehatan selama pandemi dan stabilitas ekonomi hingga menjadi lebih baik.

“Bhutan begitu istimewa karena kita memiliki budaya yang utuh dan otentik, semuanya alami dan juga diatur oleh kebijakan lingkungan. Alam kita masih sangat menarik bagi wisatawan.” katanya menambahkan.

Mariana Oleskive mengatakan tahun 2020 lalu turis Ukraina cukup menurun, tetapi pada saat yang sama itu adalah kesempatan untuk memulihkan pariwisata lokal di Ukraina.

Inisiasi datang dari presiden untuk meminta ratusan tokoh publik untuk membagikan tempat favorit mereka untuk bepergian di Ukraina di media sosial.

Ini berguna untuk melibatkan lebih banyak orang untuk menjelajahi negara. Tidak hanya kota, tetapi juga kawasan alam seperti danau, gunung, dan gua. Ukraina memiliki banyak hal untuk ditawarkan.

Dia juga mengatakan bahwa Ukraina cukup baik dalam memulihkan sektor pariwisata dengan meningkatkan wisatawan lokal.

“Kami berada di pusat Eropa dengan warisan nasional, masakan, dan tempat-tempat bersejarah. Ukraina siap untuk membuka kembali pariwisata,” tambahnya.

Sedangkan Kairat Sadvakassov mengatakan pemerintah harus menentukan sektor-sektor prioritas selama pandemi. Salah satunya adalah sektor pariwisata yang perlu beradaptasi. Sektor pariwisata sedang berjuang. Hanya 20% hotel yang berhasil bertahan di masa pandemi.

“Kita harus mendorong pariwisata dalam negeri. Semua orang berpikir untuk pergi ke luar negeri Ketika ingin berlibur. 

Namun dalam kondisi pandemi ini, semua orang mulai melihat apa yang bisa mereka kunjungi di negara ini”, tambahnya.

Pemerintah siap membuka beberapa kawasan wisata di daerah tertentu. Pengunjung juga dikendalikan dengan hasil tes negatif COVID-19 dan persyaratan lainnya.

Pelan tapi pasti, pariwisata lokal dibuka kembali untuk mengisi kembali okupansi dan pendapatan. Secara keseluruhan situasi ini kembali dengan keputusan dan strategi yang bijaksana oleh pemerintah. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Daerah

Pj. Wako Hasan,S.Sos Pimpin Rapat Persiapan Jambore PKK

Published

on

Pj. Wali Kota Tanjungpinang, Hasan,S.Sos saat memimpin rapat persiapan jambore kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-8 tahun 2024 (Foto : @www.tanjungpinangkota.go.id)

Kota Tanjungpinang, goindonesia.co – Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan,S.Sos memimpin rapat persiapan jambore kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-8 tahun 2024 di Kantor PKK Kota Tanjungpinang.

Hasan mengatakan PKK merupakan mitra pemerintah dalam menggerakkan dan membina masyarakat untuk melaksanakan program pokok PKK untuk mewujudkan keluarga sejahtera.

“Kami sangat mengapresiasi dan turut berterimakasih kepada PKK atas dedikasi dan sumbangsihnya selama ini,” kata Hasan, Jum’at (23/2).

Dikatakan Hasan, bahwa Jambore PKK itu merupakan suatu wadah dalam membangun kekompakan setiap kader PKK mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan hingga Kota.

 “Tentunya jambore ini menjadi satu wadah dalam silaturahmi dan konsolidasi dalam mengemban tugas bersama sehingga bisa berjalan sesuai dengan arahan dari pengurus PKK pusat,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Hasan berharap dalam pelaksanaan Jambore PKK tersebut juga memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitarnya seperti gotong-royong di tempat wisata, program bedah rumah, dan upaya menuntaskan stunting.

“Saya berharap pelaksanaan kegiatan jambore tahun ini meningkat lagi dan lebih bervariasi dengan mengadakan rangkaian kegiatan yang menarik,” harap Hasan.

Sementara itu Ketua PKK Kota Tanjungpinang, Ranny Gusfita Sari, menambahkan kegiatan Jambore PKK menjadi wadah silahturahmi bagi para kader PKK se-Kota Tanjungpinang.

Saat Jambore seluruh kader akan saling bertukar pengalaman, menambah wawasan dan mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK dalam kehidupan sehari-hari.

“Jambore rencananya akan dilaksakan di halaman rumah dinas Kota Tanjungpinang pada Tanggal 26-27 April 2024,” tambahnya. (***)

*Dinas Kominfo, Bidang Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik

Continue Reading

Daerah

Bupati Sunaryanta Kukuhkan KIM Ngawen

Published

on

Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat acara pengukuhan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kapanewon Ngawen (Foto : @gunungkidulkab.go.id)

Gunungkidul, goindonesia.co – Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengukuhkan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kapanewon Ngawen. Setelah dikukuhkan forum ini diharapkan mampu menyebarkan informasi kemasyarakat tentang kebijakan pembangunan pemerintah daerah.

“Setelah saya kukuhkan silahkan KIM Kapanewon Ngawen ini segera membangun komunikasi dengan pemerintah,” kata Bupati di Balai Padukuhan Jentir, Jumat (23/2/2024).

Bupati menegaskan karena berada di wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah, masyarakat Ngawen butuh informasi tentang perkembangan Gunungkidul. Baik pertumbuhan ekonomi, pendidikan, investasi, wisata, dan kebijakan pembangunan pemerintah daerah.

“Selama ini akses informasi tidak diterima dengan baik oleh masyarakat. Sempit atau susah sehingga dibentuk KIM ini,” tegas bupati.

Orang nomor satu di Gunungkidul ini menekankan KIM mampu memberikan informasi tentang rencana kedepan pembangunan Gunungkidul. Komunikasi ini juga sebagai bentuk keterbukaan informasi pemerintah kepada masyarakat.

“Jangan sampai informasi tentang perkembangan Gunungkidul hanya menjadi konsumsi pemerintah saja. Masyarakat juga wajib tau,” katanya.

“Melalui KIM pemerintah daerah membuka ruang sebesar-besarnya. Silahkan tanyakan informasi apapun dan sampaikan kepada masyarakat,” paparnya.

Bupati juga menegaskan, saat ini Dinas Kominfo sudah membentuk KIM di 10 kapanewon. Dalam waktu dekat 8 kapanewon lain akan menyusul. Jejaring ini diharapkan dapat menjadi kekuatan dan penguatan semua sektor.

“Anak- anak muda pilihan ini nanti akan kita kumpulkan bersama 1431 padukuhan se Gunungkidul,”ucapnya.

Dalam kesempatan ini bupati juga menyerahkan spesimen Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk lurah/ camat di Kapanewon Ngawen. Bupati menegaskan TTE merupakan upaya pemerintah daerah mendukung transformasi teknologi.

“Harapan saya pelayanan akan semakin mudah,
pelayanan semakin cepat sehingga masyadakat akan semakin percaya terhadap kinerja pemerintah,”pungkasnya.

Panewu Ngawen Sugito mengatakan ada 60 padukuhan yang mengikuti pengukuhan KIM. Sebagian besar dari mereka adalah milenial atau anak muda. Pihaknya berharap melalui KIM akses informasi kepada masyarakat khususnya yang berada diwilayah pinggiran semakin baik.

“Diawali dari pinggiran akses informasi akan lebih aktual karena langsung dari kabupaten. Ngawen siap bergerak lebih baik dari tahun sebelunya,” katanya. (***)

*Pemkab Gunungkidul

Continue Reading

Daerah

PHRI Apresiasi Kemajuan Batam, Rudi: Mari Bersama Majukan Pariwisata

Published

on

Perayaan HUT ke-55 PHRI di Swiss Belhotel Harbou Bay (Foto : @mediacenter.batam.go.id)

Batam, goindonesia.co – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, mengapresiasi kemajuan Kota Batam.

Hal itu disampaikan Hariyadi saat malam Jamuan Makan Malam Pemko Batam dengan Peserta Rakernas sekaligus perayaan HUT ke-55 PHRI di Swiss Belhotel Harbou Bay, Kamis (22/2/2024) malam.

“Banyak kemajuan Kota Batam tak lepas dari kinerja yang baik dari Wali Kota, Muhammad Rudi,” ujar Rudi.

Ia juga mengapresiasi Pemko Batam atas dukungan terhadap PHRI. Ia berharap, kerja sama PHRI dan Pemko Batam terus menguat.

Di kesempatan itu, Hariyadi melaporkan bahwa Rakernas PHRI di Batam sudah menghasilkan beberapa catatan program kerja. Ke depan, lanjut dia, PHRI harus berkontribusi demi perkembangan pariwisata Indonesia secara luas.

“Selain itu, PHRI akan memaksimalkan anggota dari sektor restoran. Saat ini, masih didominasi sektor hotel,” katanya.

Untuk sektor restoran belum maksimal mengingat jumlah restoran yang masuk kategori PHRI sebanyak 1,5 juta lebih. “Saat ini masih sangat kecil,” katanya.

Terlepas dari itu, pihaknya berharap keberadaan PHRI dan pemerintah pusat, daerah makin kuat. Pihaknya berharap, Batam senantiasa mendukung sektor pariwisata.

Sementara itu, Wali Kota Batam, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Rakernas dan HUT ke-55 PHRI di Kota Batam.

“Selamat datang di Batam, kami kembali mengundang para peserta dan anggota PHRI untuk kembali berkunjung ke Batam,” ujarnya.

Ia mengaku, saat ini Batam sedang gencar mengembangkan sektor pariwisata. Sejumlah infrastruktur dan destinasi wisata sudah dibangun.

“Kami fokus mengembangkan pariwisata di mainland maupun di pulau-pulau,” ujarnya.

Di kesempatan itu pula, Rudi memaparkan sejumlah pembangunan Batam mulai dari bandara, pelabuhan, jalan protokol, dan sebagainya.

“Pembangunan ini akan membuat Batam makin maju dan indah sehingga banyak wisatawan ingin datang ke Batam,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Rudi mengucapkan selamat dan sukses terselenggaranya Rakernas dan HUT ke-55 PHRI. “Mari bersama memajukan pariwisata,” ucap Rudi. (***)

*Media Center Batam News.

Continue Reading

Trending