Connect with us

Internasional

Mahendra Siregar: Indonesia Sukses Menyelenggarakan Global Tourism Forum, Kini Punya standar Hybrid Dunia

Published

on

Photo : Wakil Menteri Luar Negeri , Mahendra Siregar di Event Global Tourism Forum (Istimewa)

Event Global Tourism Forum – Leaders Summit Asia 2021 menghadirkan 49 pembicara internasional dan 22 pembicara dari Indonesia. Acara yang berlangsung di Hotel Raffles, Jakarta 15-16 September secara hybrid memiliki banyak sesi. Berikut laporan pertama. 

Jakarta, goindonesia.co : Wakil Menteri Luar Negri Mahendra Siregar menyatakan puas atas kesuksesan penyelenggaraan Global Tourism Forum ( GTF) dari World Tourusm Forum Institute ( WTFI).

Selain  pertama kalinya berlangsung di kawasan Asia, pemilihan RI sebagai tuan rumah perhelatan akbar di Hotel Raffles, Jakarta pada 15-16 September 2021 ini jadi sangat straregis dan penting karena bukan lagi sekedar event hybrid.

” Indonesia sukses untuk pertama kalinya melaksanakan event hybrid secara standar internasional, menghubungkan satu benua dengan benua yang lain secara bersamaan sehingga kita jadi memiliki standar atau pembanding untuk penyelenggaraan event berikutnya di tengah pandemi COVID-19 ini,” kata Mahendra Siregar.

Semua kegiatan berjalan lancar sehingga menjadi sinyal kuat untuk hidup dengan tekhnologi di era New Normal. Industri pariwisata harus mengadopsi, mengimplementasikan standar hybrid yang dibutuhkan. Oleh karena itu GTF bukan sekedar event, kata Wakil Menteri Luar Negri RI ini.

Di dunia internasional terutama di Asean, Indonesia selalu jadi terdepan dalam mempromosikan sejumlah pembaruan maupun penyesuaian di era New Normal termasuk dalam hal travel corridor, travel bubble dan inisiatif lainnya.

” Kami selalu mendukung Asean untuk menyiapkan diri, menyesuaikan dan memperbaiki terhadap perkembangan yang ada karena dengan begitu kita selalu menjaga daya tahan kita menghadapi pandemi COVID-19 yang belum berakhir,” tandasnya.

Menurut dia, menjadi tuan rumah Global Tourism Forum dimana sebagian pembicara dan peserta hadir secara langsung maupun online merupakan bagian dari persiapan diri untuk menjadi tuan rumah kegiatan MICE yang lebih besar seperti Indonesia akan memegang Presidensi G20 dimulai pada 1 Desember 2021 sampai dengan 30 November 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima mandat langsung Presidensi pada KTT G20 atau G20 Leader Summit di Roma Italia pada 30-31 Oktober mendatang.

” Pada penutupan President WTFI Bulut Bagci juga mengatakan akan membuat GTF kembali di Indonesia sambut presidensi RI di G-20 tahun depan dengan menyelenggarakannya kemungkinan di Bali “

Kita tunggu saja dari WTFI detilnya bagaimana. tentunya GTF Bali tidak mengulang hal sama di Jakarta. Harus ada lompatan besar untuk event nya tahun depan, pesan Mahendra.

Chairman of Indonesia Tourism Forum (ITF), Sapta Nirwandar, mengatakan kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata yang aman menjadi dasar terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah Annual Meeting Global Tourism Forum (GTF) 2021. 

 “Kita harap event ini bisa menghidupkan MICE meski hybrid. MICE ini penting karena dampak ekonominya cukup besar . Mudah-mudahan ini juga menjadi komitmen bangkitkan pariwisata Indonesia,” ujar Sapta. 

 Bulut Bagci, President of World Tourism Forum Institute (WTFI) saat pembukaan dan penutupan acara berulang kali mengatakan Indonesia adalah tujuan wisata kelas satu dengan kehangatan orang, nilai-nilai budaya dan perilaku alami.

Event ini menempatkan pariwisata pada agenda para pemimpin dunia dan untuk memastikan investasi asing langsung di negara-negara yang menjadi tuanbrumah.

Dalam acara ini, ada sesi bergengsi tentang topik tren baru tentang investasi asing langsung, investasi berkelanjutan, efek covid-19, dan solusi menjadi transformasi dan kebijakan gender.

World Tourism Forum Institute  ( WTFI) telah memilih Presuden Joko Widodo sebagai pemimpin pariwisata 2021 karena komitmennya yang tinggi pada pengembangan pariwisata Indonesia. 

“WTFI percaya bahwa untuk mencapai pariwisata di suatu negara penting untuk mendapatkan dukungan penuh dari para pemimpin. Tahun depan pada tahun 2022, WTFI akan membawa ribuan orang secara fisik untuk kembali menggelar acara di Indonesia ( Bali) untuk menunjukkan keramahan Indonesia kepada dunia.

Ministers Talk 

Setelah pembukaan resmi oleh Wakil Presiden Maruf Amin, Menparekraf Sandiaga Uno pimpin sesi Minister Talk bahas Reopening Asean Tourism Destination for International Tourist.

 Singapura diwakili oleh Alvin Tan Menteri Perdagangan dan Industri,  Dr Thong Korn Menteri Pariwisata Kamboja, Nguyen Van Hung Menteri Seni, Olahraga dan Pariwisata Vietnam

 Hadir juga secara online Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Phiphat Ratchakiyprakarn serta Menteri Sumber Daya Utama dan Pariwisata Brunei Darussalam Dato Seri Setia Awang Haji Ali Bin Apong.

 Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno usulkan pada World Tourism Forum Institute  bergandengan tangan dengan negara-negara anggota ASEAN untuk membuat program dan kegiatan yang dapat mempercepat pemulihan pariwisata di wilayah ini. 

 “Indonesia siap dan berharap untuk memiliki kerja sama lebih lanjut. Mari berbagi update tentang protokol kesehatan dan keselamatan, percepatan vaksinasi  termasuk prosedur perjalanan sehingga kita dapat memiliki pemahaman yang sama atau pengakuan tentang apa yang sebenarnya terjadi,” kata Sandi

 Dato Lim Jock Hoi, Secretary-General of Association of Southeast Asian Nation (ASEAN) asal Brunei pada kesempatan yang sama mengatakan menjelaskan mengenai tahapan perencanaan penyembuhan sektor pariwisata.

Tiga fokus rencana utama untuk pemulihan yaitu :

1. membantu pertimbangan penentuan prioritas dalam proses pengambilan keputusan

2. memberikan hasil untuk menyegarkan kembali para komunitas bisnis dan karyawan di sektor pariwisata dan fokus pada era new normal pariwisata untuk menjangkau sumber target pasar baru dan mengkonsolidasikan fondasi yang berkelanjutan yang bertujuan untuk fase pembukaan kembali destinasi wisata.

3. berfokus pada mempromosikan asosiasi jangka panjang dan regenerasi sambil mengikuti tren baru juga berbagai tantangan yang muncul untuk memulihkan destinasi pariwisata ASEAN.

Pemerintah & swasta dan pers

Bagaimana RI bertahan untuk menjadi lebih kuat di masa pandemi disampaikan Rizky Handayani Mustafa selaku Deputi Bidang Produk Pariwisata, MICE dan Event Kemenparekraf.

Pemerintah dan swasta sepakat DNA kreatif dan demografi RI merupakan bonus besar bagi pariwisata Indonesia untuk tetap bertahan. 

Pandemi ini telah merangsang tren baru untuk pariwisata seperti wisata berbasis alam dan pengalaman.  Pemerintah juga turut ambil bagian dalam masa pemulihan ini. 

Teuku Faizasyah selaku Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengatakan sekain menggenjot vaksin, pemerintah berupaya menurunkan harga pengujian agar proses penelusuran dan pengobatan bisa lebih cepat.

“Upaya tersebut dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan wisatawan asing sehingga mereka akan mengunjungi kami lagi di masa depan,”

Sedangkan Hariyadi Sukamdani selaku Vice President Sahid Group dan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menambahkan, dengan protokol kesehatan yang ketat kita bisa lebih kuat dan berkembang lebih baik karena di era baru ini yang dibutuhkan wisatawan adalah rasa aman saat bepergian.  

Kementerian Teknologi Informasi dan PT Telkom telah meluncurkan aplikasi “Peduli Lindungi”, aplikasi ini cukup efektif untuk menyinkronkan semua data pengujian COVID 19, data Vaksin dan Obat,” ujarnya.

 Budijanto Tirtawisata selaku CEO Panorama Sentrawisata mengatakan  perlunya memiliki visi dan pemahaman yang sama agar bisa gesit. dalam hadapi perkembangan pandemi.

Pariwisata harus memiliki nilai yang bermakna dan universal, dan kita dapat menyediakannya dengan kemauan untuk meningkatkan dan menciptakan peluang. 

“Apa yang dapat kita simpulkan dari pembicaraan ini adalah bahwa pandemi membuat kita berkembang seperti halnya pariwisata.  Sektor ini harus tangguh  dan Indonesia siap untuk itu, “kata Budi.

Pers juga miliki peranan penting dalam pengembangan pariwisara karena itu sesi ini diisi oleh Jeannette Ceja, Pembawa Acara TV, Jurnalis Perjalanan & Penasihat Perjalanan, AS serta Claudia Tapardel, PhD, Jurnalis & Pembawa Acara TV DCNews, Rumania.

Keduanya menyoroti pemerintah yang harus memiliki standar tingkat aturan internasional, harus ada pengujian gratis untuk memastikan semua orang sehat dan mereka dapat menikmati perjalanan.

alam forum ini, misalnya adalah  kebijakan mengeluarkan sertifikat hijau.  Sertifikat ini juga dikenal sebagai sertifikat hijau digital atau izin hijau.

Sertifikat COVID Digital memungkinkan warga negara Uni Eropa untuk bergerak dengan aman di dalam Uni Eropa selama pandemi COVID-19. 

Hal ini sangat membantu bagi para traveller yang ingin berkeliling.  Dengan green pass mudah untuk masuk museum, hiburan budaya dll. Dia juga menyebutkan bahwa.

Pembicara tamu lainnya adalah Ismail Urtug, Vice President Responsible for Transformation, Innovation & Strong Digital.kebangkitan industri pariwisata global dapat diwujudkan dengan mengoptimalkan perjalanan domestik terlebih dahulu.

 “Pemerintah harus melonggarkan gerakan pembatasan nasional untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dalam negeri,”

Selain itu, ia membagikan strategi Parlemen Eropa dalam menyesuaikan pendekatan keberlanjutan dalam industri pariwisatanya melalui program yang disebut “Smart Mobility”. 

Mobilitas pintar adalah strategi berkelanjutan yang mendukung dengan memanfaatkan digitalisasi dan otomatisasi untuk mencapai konektivitas yang mulus, aman, dan efisien. Ismail mengklaim bahwa Smart Mobility telah berhasil mengurangi emisi CO2.

Nilai Ekowisata dalam COVID-19

Pandemi COVID-19 berdampak pada sektor pariwisata dunia, khususnya ekowisata. Beberapa isu penting muncul dalam hal sumber daya yang berkelanjutan dan banyak faktor lainnya.

Sesi ini  menampilkan Fergus Maclaren, Kepala Pariwisata MACC-DUFF, Kanada, Odelia Ntiamoah, CEO Kamar Industri Pariwisata, Ghana dan Alexandros Thanos, Kepala Sektor Pariwisata, Wilayah Makedonia Tengah, Yunani

Moderatornya adalah Dr. Valasia Iakovoglou, Direktur Sektor Ekowisata dari UNESCO Chair Con-E-Ect di International Hellenic University (IHU), Yunani.

Pandemi COVID-19 berdampak pada sektor pariwisata dunia, khususnya ekowisata. Beberapa isu penting muncul dalam hal sumber daya yang berkelanjutan dan banyak faktor lainnya.

Alexandros Thanos mendukung pemerintah untuk membangun infrastruktur, melindungi sumber daya alam, dan mendidik masyarakat untuk mengetahui lebih banyak tentang masalah di kawasan wisata. 

Selain itu, pemerintah berperan penting dalam merancang program dan pengembangan berkelanjutan untuk masa depan ekowisata.

Odelia Ntiamoah berbicara tentang tantangan dalam memulihkan ekowisata di Ghana. Hal ini sangat tergantung pada peran masyarakat lokal di sana.

Namun, penggundulan hutan dan penambangan liar masih menjadi isu utama yang terjadi. Elemen kunci untuk mempertahankan daya tarik ekowisata adalah penanaman pohon oleh tingkat pemula dan juga tingkat korporat.

Manajemen jangka panjang semacam ini akan menghasilkan hasil yang terbaik. “Kita juga harus mendukung masyarakat secara pendidikan dan juga finansial untuk memberikan mereka “rasa memiliki” untuk melindungi hutan dan lingkungan sekitar. Sehingga akan lebih menarik minat masyarakat untuk melakukan wisata lokal.

Fergus Maclaren menyebutkan Kanada memiliki banyak taman nasional yang menarik untuk dinikmati wisatawan lokal dan internasional. Dia fokus pada pasar pariwisata yang besar di Kanada. 

Pemerintah juga memberikan stimulus untuk mendukung kawasan ekowisata. “Kami dulu memiliki pengunjung yang besar, tetapi sekarang kami berfikir dan menyesuaikan kembali untuk memulihkan sektor pariwisata,”

Menurut dia, pendekatan lingkungan dan budaya adalah elemen kunci untuk menyelamatkan ekowisata. Sebagai penutup, moderator meminta para pembicara untuk mengajukan pertanyaan: Bagaimana mengukur perlindungan terhadap lingkungan alam? Bagaimana dengan melibatkan masyarakat adat dalam ekowisata?.

Dampak pandemi & masa depan pariwisata.

Dorji Dhradhul, Director General of Tourism Council of Bhutan, Mariana Oleskive, Chairperson of State Agency for Tourism Development of Ukraine dan Kairat Sadvakassov, Vice Chairman of the Board of Kazakh Tourism membahas masa depan pariwisata dipandu oleh  Neslihan Gundes, Global Partnership Director of WTFI.

 Menurut Dorji Dhradhulu,  di masa pandemi ini karena harus mementingkan keselamatan dan kesehatan bagi wisatawan maka penting  memikirkan kembali kebijakan, model, dan strategi.

Soalnya  Pariwisata global harus memiliki alternatif untuk mengatasi situasi ini. Bhutan mengutamakan pengelolaan sektor kesehatan selama pandemi dan stabilitas ekonomi hingga menjadi lebih baik.

“Bhutan begitu istimewa karena kita memiliki budaya yang utuh dan otentik, semuanya alami dan juga diatur oleh kebijakan lingkungan. Alam kita masih sangat menarik bagi wisatawan.” katanya menambahkan.

Mariana Oleskive mengatakan tahun 2020 lalu turis Ukraina cukup menurun, tetapi pada saat yang sama itu adalah kesempatan untuk memulihkan pariwisata lokal di Ukraina.

Inisiasi datang dari presiden untuk meminta ratusan tokoh publik untuk membagikan tempat favorit mereka untuk bepergian di Ukraina di media sosial.

Ini berguna untuk melibatkan lebih banyak orang untuk menjelajahi negara. Tidak hanya kota, tetapi juga kawasan alam seperti danau, gunung, dan gua. Ukraina memiliki banyak hal untuk ditawarkan.

Dia juga mengatakan bahwa Ukraina cukup baik dalam memulihkan sektor pariwisata dengan meningkatkan wisatawan lokal.

“Kami berada di pusat Eropa dengan warisan nasional, masakan, dan tempat-tempat bersejarah. Ukraina siap untuk membuka kembali pariwisata,” tambahnya.

Sedangkan Kairat Sadvakassov mengatakan pemerintah harus menentukan sektor-sektor prioritas selama pandemi. Salah satunya adalah sektor pariwisata yang perlu beradaptasi. Sektor pariwisata sedang berjuang. Hanya 20% hotel yang berhasil bertahan di masa pandemi.

“Kita harus mendorong pariwisata dalam negeri. Semua orang berpikir untuk pergi ke luar negeri Ketika ingin berlibur. 

Namun dalam kondisi pandemi ini, semua orang mulai melihat apa yang bisa mereka kunjungi di negara ini”, tambahnya.

Pemerintah siap membuka beberapa kawasan wisata di daerah tertentu. Pengunjung juga dikendalikan dengan hasil tes negatif COVID-19 dan persyaratan lainnya.

Pelan tapi pasti, pariwisata lokal dibuka kembali untuk mengisi kembali okupansi dan pendapatan. Secara keseluruhan situasi ini kembali dengan keputusan dan strategi yang bijaksana oleh pemerintah. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita Provinsi

Inovasi Layanan Kesehatan, Labkesda Berikan Layanan Laboratorium Keliling Di Samsat Banjarmasin I Dan II

Published

on

Layanan Labkesda Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)(Foto : @diskominfomc.kalselprov.go.id)

Banjarmasin, goindonesia.co – Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ditahun anggaran 2024 memperluas pelayanan dengan berbagai inovasi, diantaranya laboratorium keliling yang akan memberikan layanan pengambilan sample darah di Samsat 1 dan Samsat 2.

Hal tersebut disampaikan Kepala Labkesda Kalsel, Eda Varia Rahmi saat ditemui diruang kerjanya, Banjarmasin, Kamis (13/6/2024).

“Kita juga tengah mempersiapkan alat laboratorium halal untuk mendukung UKM dalam memproduksi produk yang berlabel halal,” kata Eda.

Selanjutnya, Eda menyampaikan Laboratorium kesehatan daerah juga sedang merencanakan pengembangan pemeriksaan urine untuk kanker serviks dan pengembangan pemeriksaan Napza dan TB Paru untuk pelayanan kesehatan yang lebih lengkap dan terpadu.

Untuk menunjang pelayanan, SDM laboratorium kesehatan daerah sudah terlatih. Hanya tinggal mempersiapkan alat-alat pemeriksanya saja untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan terpercaya.

“Pelayanan yang terus berinovasi membuktikan komitmen laboratorium dalam menjaga kesehatan masyarakat. Masyarakat dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lengkap dan akurat melalui laboratorium kesehatan daerah,” ujar Eda. (***)

*Media Center Provinsi Kalimantan Selatan.

Continue Reading

Kabupaten

Indeks SPBE Kabupaten Bekasi Naik Signifikan, Diskominfosantik Jadi Pembicara di BRIN

Published

on

Kepala Bidang TIK Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum (kiri) bersama Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edi Hilmawan (jas hitam) dan Inspektur Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, Joko Wiuryanto (kemeja kotak) usai menjadi narasumber pada acara Kick Off Pelaksanaan Audit Internal SPBE Kabupaten Tanah Laut, di Ruang Rapat Gd. BJ Habibie – BRIN, Jakarta Pusat, Rabu (12/06/24). (Foto : Nurachman Akbar/Newsroom Diskominfosantik,@www.bekasikab.go.id)

Jakarta, goindonesia.co – Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum mengatakan, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu dari sedikit daerah kota/kabupaten yang telah melaksanakan audit TIK secara mandiri dengan menggunakan tools yang disediakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Hal itu disampaikan Bahrul Ulum saat menjadi pembicara pada acara Kick Off Pelaksanaan Audit Internal SPBE Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung BJ Habibie, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Rabu (12/06/24).

Acara Kick Off Pelaksanaan Audit Internal SPBE Kabupaten Tanah Laut dipimpin oleh Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Edi Hilmawan.

“Audit TIK merupakan salah satu indikator dalam penilaian SPBE. Melihat apa yang sudah kita lakukan, dari situ kita diminta untuk membantu Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan agar mereka bisa melaksanakan audit TIK pertama ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bahrul Ulum memaparkan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Laut tentang upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemkab Bekasi dalam mempersiapkan audit TIK yang dilakukan secara mandiri. Sehingga melalui paparan tersebut, nantinya Kabupaten Tanah Laut dapat mempersiapkan audit TIK dengan maksimal.

“Karena apa yang kita lakukan ternyata mampu memberikan kontribusi terhadap penilaian Indeks SPBE Kabupaten Bekasi, kita menjadi daerah yang cukup signifikan kenaikan indeks SPBE-nya. Dari 1,71 menjadi 3,28 hingga kita berhasil meraih penghargaan Digital Government Award SPBE Summit 2024 oleh KemenPAN-RB yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo,” terangnya. 

Dalam penerapannya di Kabupaten Bekasi, Bahrul memaparkan bahwa Kabupaten Bekasi telah menjalankan Super Apps (Aplikasi Super) yang saling terintegrasi, yang dapat menghubungkan antara masyarakat dengan pelaku bisnis yang berada di bawah naungan pemerintah daerah, maupun antara masyarakat dengan pemerintah daerah secara langsung melalui aplikasi.

“Kita sampaikan, bahwa kita punya beberapa aplikasi unggulan yang sudah dilakukan audit tentunya. Bekasi Berani Beli (Bebeli) misalnya, yang sudah berhasil menjadi salah satu aplikasi penopang UMKM di Kabupaten Bekasi,” jelasnya.

Inspektur Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan, Joko Wiuryanto mengaku puas dengan paparan yang diberikan oleh Dinas Kominfosantik dalam mempersiapkan audit TIK hingga menjalankannya dengan baik.

Dirinya juga termotivasi dengan raihan indeks SPBE yang diraih oleh Kabupaten Bekasi yang mampu melesat naik dengan angka yang cukup besar, dimana raihan tersebut tentunya tidak mudah untuk dicapai.

“Tadi kami sudah diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi, tentu kami akan segera menindaklanjuti terkait audit internal dari dua aspek yang telah dibahas tadi, yakni Aplikasi dan Infrastruktur. Targetnya tentunya kami bisa melakukan evaluasi dan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik lagi dari penilaian yang dilakukan kemenPAN-RB,” ujarnya.  (***)

*Portal Resmi Kabupaten Bekasi, @www.bekasikab.go.id

Continue Reading

Kabupaten

Jelang Iduladha 1445 Hijriah, Disnakkeswan Jateng Gelar Bimtek Juleha di DP4 Blora

Published

on

Bimtek Juleha di DP4 Blora (Foto : @www.blorakab.go.id)

Kabupaten Blora, goindonesia.co – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan bimbingan teknis juru sembelih halal (bimtek juleha) menjelang Iduladha 1445 Hijriah.

Kepala Disnakkeswan Provinsi Jawa Tengah Ir. Agus Wariyanto, S.IP., menjelaskan bimtek juleha dilaksanakan di ruang pertemuan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Rabu (12/6/2024).

“Ini untuk mempersiapkan Iduladha 1445 Hijriah, yang sebentar lagi akan dilaksanakan supaya sukses, artinya kita penyegaran kembali bagaimana cara memotong atau menyembelih ternak dari persyaratan teknis maupun persyaratan yang ditaati atau syariah, supaya nanti sesuai harapan,” jelasnya.

Selain itu untuk memberikan pemahaman dan keterampilan pada petugas atau juru sembelih halal saat hari raya kurban.

“Intinya dalam rangka Iduladha 1445 Hijriah serta menyediakan bahan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” tandasnya.

Bimtek diikuti 40 orang juleha, terdiri dari 30 orang dari Kabupaten Blora dan 10 peserta dari Kabupaten Grobogan, Rembang, Pati, Kudus dan Jepara.

“Beberapa Kabupaten sudah mempunyai Rumah Potong Hewan (RPH), jadi ini bisa membantu RPH, bisa membantu kelancaran, di RPH itu lengkap peralatannya, jadi bisa bantu panitia,” tambahnya.

Puluhan Juleha antusias mengikuti bimtek dan praktik menyembelih hewan.

Kepala DP4 Blora Ngaliman, SP. MMA., mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya bimtek juleha kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah yang sudah menyelenggarakan di Kabupaten Blora.

“Jadi kami sampaikan terimakasih kepada Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah yang sudah menyelenggarakan bimtek juleha di Kabupaten Blora, semoga Iduladha nanti sukses dan sesuai harapan,” ungkapnya. (***)

*Tim Kominfo Blora, Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Blora

Continue Reading

Trending