Connect with us

Pariwisata

Pelaku Usaha Curhat ke Bamsoet, 2.400 Hotel Tutup Gegara Pandemi

Published

on

Foto: MPR

Jakarta, goindonesia.co – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengungkapkan anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI) sedang mengalami masalah berat akibat pandemi COVID-19. Masalah tersebut menyebabkan lebih dari 2.400 hotel dan 1.033 restoran tutup, serta lebih dari 400 ribu tenaga kerja dirumahkan.
Para pekerja yang masih bertahan juga mengalami kesulitan ekonomi akibat turunnya pendapatan serta keharusan tetap membayar pinjaman ke bank. Hotel dan restoran juga terpaksa melakukan penyesuaian gaji terhadap para karyawannya.

Menurut Bamsoet, peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/PMK.08/2021 tentang Tata Cara Penjaminan Pemerintah untuk Pelaku Usaha Korporasi melalui Badan Usaha Penjaminan yang Ditunjuk dalam Rangka Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, juga tidak bisa menjawab berbagai persoalan yang dihadapi PHRI.

“Jika Kementerian Keuangan tidak bisa menyikapinya, Indonesia tidak hanya akan menghadapi krisis kesehatan dan krisis ekonomi saja. Melainkan juga bersiap menghadapi krisis sosial,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (28/5/2021).

Usai menerima Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPP PHRI) Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, PHRI juga mengeluhkan ketidakmampuan para pembantu Presiden Joko Widodo dalam menerjemahkan arahan Jokowi.

Dalam arahannya, Presiden Joko Widodo sudah menekankan agar suku bunga kredit tetap di kisaran 6%. Karena faktanya, para anggota PHRI tetap membayar bunga di kisaran 11%.

Untuk itu, agar usaha perhotelan dan restoran tetap hidup di tengah badai pandemi COVID-19, Bamsoet mendorong pemerintah mendukung hotel dan restoran, antara lain berupa modal kerja dan restrukturisasi kredit.

“Dukungan modal kerja dibutuhkan agar pemeliharaan properti tetap bisa berjalan, sekaligus tetap bisa menggaji karyawan secara layak. Sementara restrukturisasi kredit dibutuhkan agar jangan sampai ada anggota PHRI yang dibangkrutkan perbankan karena tidak sanggup bayar,” ungkapnya

“Karenanya perbankan, khususnya yang bergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), perlu memberikan masa tenggang pembayaran kredit kepada para anggota PHRI,” tambahnya.

Bamsoet pun memaparkan sebuah data-data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang tahun 2020. Tercatat ada sekitar 4,02 juta kunjungan atau turun sebesar 75,03 persen dibandingkan tahun 2019 yang tercatat sekitar 16,1 juta kunjungan.

Sedangkan tingkat hunian kamar hotel klasifikasi bintang secara bulanan di sepanjang tahun 2020 juga selalu lebih rendah dibandingkan bulan sama tahun 2019.

Misalnya, tingkat penghunian kamar pada Desember 2020 sebesar 40,79 persen, turun dibandingkan Desember 2019 yang sebesar 59,39 persen. PHRI memperkirakan, rata-rata tingkat okupansi perhotelan sepanjang awal tahun 2021 ini masih berada di bawah 20 persen.

“Menyebabkan pelaku usaha hotel dan restoran mengalami dilema. Di satu sisi mengalami kesulitan finansial, di sisi lain mereka tetap ingin bertahan termasuk berusaha agar tidak melakukan pemutusan hubungan kerja sesuai imbauan pemerintah. Menjawab dilema tersebut, perlu peran dari pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menerangkan, PHRI juga meminta pemerintah pusat segera membuka destinasi wisata di berbagai daerah yang warganya sudah divaksin dan mencapai herd immunity.

Seperti di Bali, yang hingga 20 Mei 2021 sudah mendapatkan 2,6 juta dosis vaksin COVID-19, hampir setengah dari target 6 juta dosis. Ini membuat Bali sebagai daerah dengan penerimaan vaksin tertinggi.

“Percepatan vaksinasi di Bali juga dilakukan agar ekonomi masyarakat Bali segera pulih. Mengingat di setiap kuartal di sepanjang tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bali selalu negatif. Kuartal 1/2020 minus 1,2 persen, kuartal II/2020 minus 11,06 persen, kuartal III/2020 minus 12,32 persen, dan di kuartal IV/2020 minus 12,21 persen. Sementara pada kuartal I/2021, juga minus 9,85 Persen,” terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menambahkan, vaksinasi terhadap para pekerja pariwisata di sektor hotel dan restoran juga harus lebih digalakkan. Mengingat hotel dan restoran merupakan bagian dari ujung tombak dalam mata rantai ekonomi pariwisata, sehingga para pekerjanya harus terlindungi.

“Vaksinasi untuk pekerja hotel dan restoran masih belum maksimal karena baru menyasar sekitar 130 lebih pekerja. Tenaga kerja sektor hotel dan restoran merupakan bagian dari tenaga kerja sektor pariwisata dan pelayanan publik, yang vaksinasinya merupakan tanggung jawab pemerintah, bukan dibebankan melalui vaksinasi gotong royong yang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan,” tandas Bamsoet

Turut hadir para pengurus BPP PHRI, antara lain Ketua Umum Hariyadi Sukamdani, Wakil Ketua Umum Bidang Hotel Iswandi Said, Sekretaris Jenderal Maulana Yusran, Anggota Bidang Hotel Vivi Herlambang dan Ahmad Zulfikri, serta Anggota Bidang Restoran Endah Ansoroeddin.  (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Pariwisata

Sambut World Tourism Day, ITDC Komitmen Terapkan Prinsip Pariwisata Berkelanjutan

Published

on

Menyambut Hari Pariwisata Sedunia 27 September 2022, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berkomitmen untuk terus menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan. Prinsip ini bertumpu pada nilai-nilai kearifan lokal, inklusivitas dan konservasi keanekaragaman hayati. Foto: istimewa

Hal ini sejalan dengan 5 pilar Sustainable Development Goals (SDG)

Jakarta, goindonesia.co – Menyambut Hari Pariwisata Sedunia 27 September 2022, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) berkomitmen untuk terus menerapkan prinsip pariwisata berkelanjutan. Prinsip ini bertumpu pada nilai-nilai kearifan lokal, inklusivitas dan konservasi keanekaragaman hayati.

Hal ini sejalan dengan 5 pilar Sustainable Development Goals (SDG) yakni People, Planet, Prosperity, Partnership dan Peace, yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan demi menuju kepariwisataan yang berkualitas dan berkelanjutan. 

Komitmen ini tertuang melalui penandatanganan Maklumat Pariwisata Berkelanjutan pada 7 September 2022, menyusul proses penilaian (assessment) Re-Sertifikasi Destinasi Pariwisata Berkelanjutan atau sertifikat Indonesia Sustainable Tourism Certification (ISTC) yang dilakukan 5-6 September 2022.

The Nusa Dua Bali, kawasan pariwisata yang dikembangkan dan dikelola ITDC, berhasil meraih Sertifikat Peringkat Emas Nasional Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Indonesia atau Gold Indonesia Sustainable Tourism Certification (Gold ISTC) dari Kementerian Pariwisata pada tahun 2019.  Asesmen dan maklumat pada September 2022 ini ditempuh dalam rangkaian untuk memperoleh kembali sertifikat ISTC kedua tahun 2022-2025, setelah sertifikat pertama berakhir dalam 3 tahun.

Sertifikat ini memiliki nilai penting bagi ITDC karena menunjukkan komitmennya dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan di kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali. “Pemenuhan aspek kepariwisataan berkelanjutan ini akan meningkatkan value kawasan The Nusa Dua sebagai sebuah destinasi pariwisata kelas dunia, yang kami harapkan dapat menjadi role model bagi kawasan lainnya di Indonesia yang akan dikembangkan dengan prinsip berkelanjutan,” kata Direktur Utama ITDC Ari Respati.

Sesuai dengan tema Hari Pariwisata Dunia yaitu Rethinking Tourism yang jatuh pada 27 September, Ari menyatakan bahwa penyelenggaraan pariwisata harus mampu menghadirkan semua pihak yang dapat mengelola sumber daya secara seimbang. Caranya dengan memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial dan estetika, sambil tetap memastikan keberlanjutan budaya lokal, habitat alam, keanekaragaman hayati, dan sistem pendukung lainnya. 

Kinerja Cemerlang ITDC Dalam Upaya Meraih Kembali Sertifikat ISTC 2022-2025

Dalam proses penilaian Re-Sertifikasi ISTC yang telah dilakukan, pengelola kawasan The Nusa Dua Bali mendapat banyak apresiasi dari tim penilai. Para auditor memberikan catatan good points atas capaian ITDC, antara lain terkait tanggung jawab pengelolaan destinasi serta monitoring dan pelaporan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, juga pelibatan dan umpan balik dari penduduk setempat yang dilakukan secara konsisten. 

Penilaian positif lainnya, terkait peran sertanya dalam melakukan penerapan protokol kesehatan saat memasuki kawasan The Nusa Dua, perhatian dan komitmen ITDC kepada keberlanjutan budaya, harmonisasi hubungan antara pegawai, wisatawan dan vendor. Keberadaan anak usaha yang mengolah limbah air dan persampahan menjadi bermanfaat, juga memberikan nilai tambah bagi ITDC.

Dalam tata kelola bidang pariwisata yang dilakukan di kawasan The Nusa Dua, ITDC memang menitikberatkan pada 3 tujuan: 1) Keberlanjutan sosial-ekonomi; 2) Keberlanjutan budaya; dan 3) Keberlanjutan lingkungan. Rekam jejak keberlanjutan sosial-ekonomi yang telah dilakukan oleh ITDC antara lain memberi pembinaan kepada masyarakat, dengan melaksanakan pelatihan Bahasa Mandarin dan Bahasa Inggris kepada para pedagang, yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pantai. “Dengan penambahan skill ini, kami meyakini para pedagang bisa memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Ari. 

ITDC pun berhasil mengimplementasikan nilai-nilai budaya lewat pencapaian kongkrit, demi tercapainya tujuan keberlanjutan budaya. Misalnya dengan pelestarian nilai-nilai budaya dalam implementasi konsep pembangunan kawasan The Nusa Dua, yang mengedepankan arsitektur tropis yang merupakan tradisional khas Bali, juga kehadiran dalam berbagai event budaya untuk mengenalkan kebudayaan Bali yang beragam. Misalnya berlatih tari Bali sore hari di areal outdoor, juga pendirian dan perbaikan beberapa tempat ibadah pura. 

Upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, juga terus dilakukan ITDC lewat kegiatan pengolahan limbah cair yang ramah lingkungan. Dari penggunaan sistem lagoon atau stabilization ponds, juga turut aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan masyarakat, seperti pelestarian penyu dan transpalansi terumbu karang. Ada pula penggunaan energi baru terbarukan, perolehan Sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability) untuk kawasan dan hotel-hotel di dalam kawasan, pemberlakukan CHSE dan SOP Covid-19 di kawasan, serta penyediaan fasilitas penyandang cacat di sekitar kawasan. 

Seperti dijelaskan di atas, saat ini proses assessment telah selesai dilaksanakan dan ITDC sedang menunggu hasilnya. Atas segala usaha yang dilakukan, manajemen ITDC optimis mampu meraih kembali sertifikat ISTC tahun 2022-2025. Sertifikat ini sekaligus juga merupakan bukti usaha keras yang dilakukan oleh segenap kalangan untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan, agar mampu menjaga kesinambungan sumber daya alam dengan budaya masyarakat lokal, kearifan lokal, dan sosial ekonomi atau kesejahteraan. Selamat Hari Pariwisata Internasional 2022. (***)

Continue Reading

Pariwisata

Dorong Wisata Urban, Digelar Jakarta Travel Fair di Medan

Published

on

JTF 2022 di Medan, Sumut (Dok. Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co :  Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta menggelar Jakarta Travel Fair (JTF) 2022, 26-28 Agustus 2022 di Atrium Sun Plaza Medan.

Kegiatan ini dalam rangka mendukung evolusi perkembangan Jakarta, sekaligus mengundang seluruh warga Medan, serta masyarakat Indonesia untuk hadir dan merasakan pengalaman menikmati wisata urban Jakarta sebagai #kotakolaborasi yang modern, ramah, terdigitalisasi, dan inklusif.

Dengan mengusung tema #Jakcation, JTF 2022 ini ingin menginspirasi masyarakat Indonesia dan merasakan pengalaman istimewa ‘Feel the Urban Vibe’ melalui eksibisi yang akan diisi puluhan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif ibu kota, seperti biro perjalanan wisata (tour operator dan travel agent), maskapai penerbangan, hotel, MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition), obyek wisata, seperti atraksi wisata, mall, venue, transportasi hingga rumah sakit, yang antusias ingin memperkenalkan evolusi Jakarta.

Melalui  Travel Fair 2022, Jakarta ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat merasakan pengalaman modernisasi Jakarta, menikmati ragam wisata urban, seperti wisata sejarah, belanja, alam hingga kuliner dengan balutan digitalisasi yang telah meluas hampir di seluruh kehidupan masyarakat Jakarta.

“Dengan arsitektur tata kota yang ramah dan inklusif, Jakarta terus berbenah, terus melakukan pembaharuan dari waktu ke waktu dan terus berkembang menjadi sebuah #kotakolaborasi. Mari datang ke Jakarta,” kata Kepala Disparekraf DKI Andhika Permata, Selasa (23/8/2022).

Ia menambahkan, setiap sudut Jakarta menawarkan berbagai macam pengalaman baru dari waktu ke waktu.

Disparekraf DKI terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan layanan dan fasilitas wisata bagi seluruh masyarakat.

Ragam pilihan akomodasi, transportasi, atraksi dan wisata memberikan keleluasaan bagi wisatawan, sekaligus mendorong antusiasme pegiat wisata di Jakarta untuk terus berkreasi.

“Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan citra Jakarta sebagai kota urban modern yang nyaman sebagai lokasi wisata, berikan pengalaman #jakcation yang tidak terlupakan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Zumri Sulthony menambahkan, agenda Jakarta Travel Fair 2022 menjadi pemicu semangat Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara untuk lebih aktif ke depan melakukan pembenahan dan mempromosikan sektor pariwisata yang ada di Medan dan Sumatera Utara secara umum.

 Selain itu juga dapat sebagai percontohan untuk menerapkan tata kelola yang sesuai dengan karakter kota Medan dan dapat berkontribusi positif membantu penyerapan dan pemulihan wisata ekonomi.

“Kami mendukung penuh pelaksanaan Jakarta Travel Fair 2022, mengingat aktivitas wisata optimal memiliki peran bagi kenaikan jumlah Produk Domestik Bruto (PDB) dan tentunya penyumbang devisa,” tutur Zumri.***

Continue Reading

Pariwisata

Sandiaga Gagas Wisata Kapal Pesiar dari Singapura ke Indonesia

Published

on

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: Kominfo.

Jakarta, goindonesia.co : Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menggagas wisata kapal pesiar ke Indonesia mulai Juli 2022 ketika bertemu dengan dua pengelola kapal pesiar terbesar di Singapura, yakni Royal Carribean dan Resort World Cruises.

Kedua pengelola pelayaran pesiar itu menawarkan paket wisata ke Indonesia yang mencakup Pulau Batam dan Pulau Bintan di Kepulauan Riau, Surabaya di Jawa Timur, Pulau Bali, Pulau Belitung, dan Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat.

“Kami telah lakukan pertemuan dengan pengelola pelayaran pesiar dan ada beberapa kesepakatan akan dimulainya wisata kapal pesiar tahun ini. Ini berita besar, sangat strategis, dan sangat signifikan dalam pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia,” kata Sandiaga Uno, dilansir dari Antara, Kamis, 2 Juni 2022.

Wisata pelayaran kapal pesiar segera dimulai pada tahun ini yang meliputi Batam-Bintan-Surabaya-Bali. Pada tahun depan, akan ditambah Belitung dan Pulau Lombok.
 
“Dua perusahaan besar ini sudah berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayaran pesiar ini. Ini sangat menguntungkan kedua pihak karena akan mempromosikan tujuan wisata prioritas di Indonesia yang akan membuka peluang usaha dan juga lapangan kerja yang sangat dibutuhkan dalam kepulihan sektor pariwisata kita,” ujar dia.
 
Ia mengatakan Indonesia tidak memberikan insentif secara khusus untuk pengelola kapal pesiar, namun hanya memfasilitasi terkait regulasi. “Insentifnya sendiri adalah daerah tujuan, budaya, kekayaan alam, sumber daya manusia, kekayaan setempat,” ucapnya.
 
Salah satu paket wisata yang ditawarkan ialah di Bali utara mengingat selama ini sektor pariwisata di daerah tersebut belum banyak tergarap secara optimal. Sebelum ibukotanya pindah ke Denpasar, Provinsi Bali memiliki ibukota di Singaraja di Kabupaten Buleleng, yang ada di Bali utara.
 
Dirinya berencana menjajal langsung sensasi menaiki kapal pesiar ke Surabaya dan Bali utara sebagai bentuk dukungan dan memastikan sendiri seluruh prosesnya.
 
Deputi Bidang Kebijakan Strategis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, menambahkan, sebenarnya pasar wisata kapal pesiar ke Indonesia sudah ada, hanya tinggal dieksekusi. Namun, lanjut dia, perlu kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan, seperti dengan Kementerian Perhubungan terkait perizinan.
 
Chief Operating Officer Resort World Cruises Singapura Raymond Lim Jiun Yan mengutarakan kesiapan mereka untuk melayari kembali perairan Indonesia, dan mengharapkan tidak ada kendala signifikan untuk mewujudkan wisata kapal pesiar pada Juli dan Agustus tahun ini.
 
Cruises Genting Dream dari Resort World Cruises akan memulai pelayaran pada Juli dan Desember 2022 dengan 1.700 kamar dari total kapasitas 3.500 kamar. Sementara untuk Royal Carribean Cruises mencapai 4.800 kamar yang akan melintasi Benoa di Pulau Bali dan Pulau Lombok. (***)

Continue Reading

Trending