Connect with us

Peristiwa

Cerita Istri Mang Oded Mendidik 7 Anaknya Hafiz Alquran, Kuncinya Hanya Dua, Sabar dan Penuh Kasih

Published

on

Photo : Tribunjabar.id/Tiah SM

Bandung, goindonesia.co – Keluarga Wali Kota Bandung Oded M Danial atau Mang Oded hampir setiap hari setelah Magrib dan Subuh membaca Alquran.

Tak banyak yang tahu bahwa ketujuh putri Walikota Bandung , Oded M Danial, ternyata penghafal Alquran. Selain ketujuh putrinya, keempat menantu Mang Oded juga hafiz Alquran.

Berikut penuturan Siti Muntamah , istri Mang Oded , tentang bagaimana ia dan suaminya mendidik ketujuh putri mereka.

Ditemui di Pendopo Kota Bandung,  Siti Muntamah bercerita, bukan hal mudah mendidik tujuh putri agar menjadi hafizah. Selain butuh kesabaran, mengajarkannya harus dengan kasih sayang karena kadang ada malasnya.

Umi, panggilan akrab Siti Muntamah   , mengatakan, agar bisa tumbuh menjadi penghafal Alquran, anak-anak harus sudah mulai diperkenalkan dengan Alquran sejak masih di dalam rahim. Pada seribu hari pertama sejak kelahirannya, anak-anak juga harus benar-benar dijaga supaya tidak terkontaminasi oleh hal-hal yang merusak.

“Peran orang tua sebagai pelukis pertama utama untuk anak-anaknya itu tak tergantikan. Arahan-arahannya harus benar-benar menggambarkan kecintaan kepada Alquran,” ujar Umi, Senin (6/5). 

Umi mengatakan, meski semua putrinya penghafal Alquran, belum semuanya hafal 30 juz. Putri pertama, Nurul Syifa, punya hafalan enam juz.

Suaminya, Dwi Nur Afandi, juga penghafal Alquran. Mereka sudah dikaruniai tiga anak.

Putri kedua mereka, Zulfa Anida Dinillah, juga belum hafal 30 juz. Zulfa sudah menikah dengan Fahmi Ali Hudzaifi Fahmi, sarjana strata dua lulusan Universitas Islam di Malaysia. 

 (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Peristiwa

Peltu Yanto: Tidak Menyangka Kasad Peduli Dengan Istri Saya

Published

on

Foto: Dispenad

SUARAKARYA.ID: Peltu Yanto anggota Kodim 1707/Merauke Korem 174/ATW Kodam XVII/Cenderawasih tidak menyangka istrinya Ny. Midia Kusrini  yang menderita tumor di kepala mendapat atensi langsung dari Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Dudung Abdurachman untuk menjalani operasi tumor tulang kepala bagian belakang di RSPAD Gatot Soebroto, Jumat (4/3/2022).

“Saya tidak menyangka Bapak Kasad peduli dengan kondisi istri saya yang sakit, padahal saya tugasnya jauh di Papua sana dan beliau menghubungi saya langsung menawarkan pengobatan untuk istri ke RSPAD”, ujar Peltu Yanto dengan rasa haru usai dikunjungi Kasad dan Ny. Rahmah Dudung Abdurachman di ruang perawatan bedah Lt.5 RSPAD Gatot Soebroto.

Kasad dalam kunjungannya memberikan semangat kepada Ny. Midia Kusrini, istri Peltu Yanto, dan mendoakan untuk kesembuhannya.
“Ibu bersabar jangan buru-buru pulang. Mudah-mudahan selesai operasi ini, penyakitnya sembuh. Nanti suami ibu, saya pindah tugaskan sesuai keinginan, agar bisa membantu perawatan  dengan baik”, ungkap Kasad.

Peltu Yanto bersyukur selain istrinya dibantu pengobatan oleh Kasad, dirinya juga akan dipindahkan sesuai keinginan. “Saya bersyukur dan mengucapkan terima kasih sudah dibantu Bapak Kasad dengan baik. Saya akan dipindah tugaskan. Tugas di Papua sudah 17 tahun, saya memilih di Malang. Alasannya istri yang sakit tumor di kepala akan lebih nyaman dengan cuaca dingin seperti di Malang”, ujarnya.

Turut mendampingi Kasad pada kunjungannya ke RSPAD Wakil Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayor Jenderal TNI dr. Lukman Ma’ruf dan Aspers Kasad yang baru Brigjen TNI Darmono Susastro beserta Istri. (*** )

(Dispenad)

Continue Reading

Peristiwa

Waspada! Perang Rusia-Ukraina Bisa Rontokkan Pertumbuhan Ekonomi Global

Published

on

Sebuah mobil yang terbakar terlihat di depan gedung Balai Kota yang rusak di Kharkiv pada 1 Maret 2022. Alun-alun pusat kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, ditembaki oleh pasukan Rusia — menghantam gedung pemerintahan lokal — kata gubernur Oleg Sinegubov. (Sergey BOBOK / AFP)

Jakarta, goindonesia.co –  Pengamat Ekonomi Universitas Jember Adhitya Wardhono memaparkan imbas perang Rusia-Ukraina terhadap perekonomian di Indonesia karena apa pun ketegangan kedua negara itu akan merugikan perekonomian global dan mengganggu proses pemulihan ekonomi dunia, termasuk Indonesia.

“Pertumbuhan ekonomi global akan melandai apabila upaya damai kedua negara tidak segera terjadi,” katanya dikutip dari Antara, Minggu (6/3/2022).

Menurutnya dampak konflik Rusia ke Ukraina dan sanksi Uni Eropa ke Rusia dapat terjadi melalui beberapa transmisi di antaranya lonjakan harga komoditas, lonjakan harga energi, dan supply chain shock.

“Kombinasi dari ketiga hal itu akan berdampak bagi perekonomian global termasuk Indonesia yang saat ini masih mengalami dampak dari adanya pandemi COVID-19,” tuturnya.

Sektor perdagangan internasional akan mengalami koreksi meski nilai dagang Indonesia dan Rusia sebenarnya di posisi positif awal tahun 2022 berbanding tahun lalu.

Adhitya mengatakan yang perlu diperhatikan dari konflik Rusia dan Ukraina itu adalah kemungkinan inflasi global karena kenyataan itu akan terjadi mengingat sasaran pertama dari konflik adalah terhambat-nya rantai pasok global, sehingga mengganggu pemulihan ekonomi global yang tengah terjadi saat ini.

“Dengan begitu pertumbuhan ekonomi global akan terkontraksi nyata. Selebihnya akan mengakibatkan melandai-nya konsumsi dan investasi global yang disebabkan terganggunya arus barang dan jasa internasional, sehingga sektor ekspor impor mengalami performasi yang menurun,” katanya.

Ia menjelaskan hubungan Rusia dengan Indonesia bersifat nostalgic, sehingga dampak langsung adanya invasi Rusia ke Ukraina lebih ke arah sektor perdagangan, meskipun Rusia-Ukraina bukan mitra dagang utama Indonesia.

“Konflik itu dapat berdampak pada bahan makanan yang diimpor oleh Indonesia dari Ukraina, terutama gandum, besi dan baja (23 persen), dan lainnya 2 persen,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut dia, produsen mi, roti, dan tepung bergantung pada impor gandum dari Ukraina, sehingga perlu diversifikasi untuk komoditas tertentu, kemudian 56 persen dan 88 persen ekspor Indonesia ke Rusia dan Ukraina adalah minyak sawit mentah (CPO).

Aktivitas bongkar muat kontainer di dermaga ekspor impor Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (5/8/2020). Menurut BPS, pandemi COVID-19 mengkibatkan impor barang dan jasa kontraksi -16,96 persen merosot dari kuartal II/2019 yang terkontraksi -6,84 persen yoy. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sementara impor terbesar dari Rusia adalah besi dan baja dan dari Ukraina adalah gandum, sehingga tekanan di sisi pasokan gandum perlu menjadi perhatian bagi pasokan pangan domestik.

Ukraina adalah top supplier bagi gandum Indonesia karena lumbung gandum banyak berlokasi di daerah timur (Ukraina Timur) berdekatan dengan daerah yang diduduki oleh pasukan Rusia.

Data dari APTINDO menggambarkan bahwa konsumsi terigu di Indonesia tumbuh 4,6 persen pada tahun 2021. Lonjakan konsumsi terigu domestik didorong oleh kembali hidupnya perekonomian dan perkembangan bisnis bakery, sehingga jika harga gandum naik, maka pelaku bisnis di sektor itu akan terkena dampak paling besar.

Dalam jangka pendek, lanjut dia, kenaikan harga batu bara dan kelapa sawit akan berdampak positif pada ekspor Indonesia, tetapi dalam jangka menengah adanya risiko ekonomi akan berdampak pada melemah-nya permintaan komoditas tersebut, sehingga investor dapat beralih ke safe-heaven assets karena volatilitas yang tinggi di pasar keuangan dan modal.

“Shock lain yang terjadi di global supply chain adalah Rusia merupakan pemasok utama Palladium global (40 persen ekspor global dari Rusia). Palladium adalah input untuk industri otomotif dan pembuatan chip, sehingga supply chain untuk industri itu akan terpengaruh,” ujarnya. (***)

Continue Reading

Peristiwa

JATAM Sulteng Benarkan Seorang Massa Aksi Tolak Tambang Emas Tew*s Diduga Tertembak Peluru Polisi

Published

on

Foto : Istimewa

Jakarta, goindonesia.co -Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulawesi Tengah (Sulteng) membenarkan ada seorang massa aksi unjuk rasa menolak tambang tewas diduga tertembak peluru oleh aparat kepolisian.

Kabar itu dibenarkan langsung oleh Kepala Departemen Riset dan Database JATAM Sulteng, Ramadhani.

“Benar pak 1 orang tertembak peluru tajam,” ujar Ramadhani kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu sore (13/2).

Salah satu massa aksi yang tewas tersebut kata Ramadhani, bernama Aldi yang berasal dari Desa Tada, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng.

Ramadhani bercerita, kejadian bermula ketika warga dari tiga kecamatan yang menggelar aksi tolak tambang menuntut Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura untuk mencabut izin tambang PT Trio Kencana pada Senin (7/2).

Gubernur Sulteng melalui Tenaga Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan Antar Lembaga dan HAM, Ridha Saleh kata Ramadhani, berjanji untuk menemui massa aksi sehingga bisa mendengar aspirasi dan tuntutan warga.

Janji Gubernur Sulteng itu pun selanjutnya ditagih oleh masyarakat pada aksi Sabtu (12/2). Warga yang menggelar aksi sejak pagi hingga malam hari ini terus menunggu, namun Gubernur Sulteng tak kunjung datang menemui massa aksi.

“Warga yang kecewa lantas memblokir jalan di Desa Siney, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong. Pemblokiran itu diharapkan bisa memantik respon Gubernur untuk segera bertemu dan mengabulkan tuntutan warga untuk mencabut izin tambang PT Trio Kencana,” jelas Ramadhani.

Warga tersebut lantas dibubarkan secata paksa oleh aparat kepolisian yang berjala. Dari video yang beredar kata Ramadhani, terdengar letusan tembakan yang berulang-ulang dari arah aparat kepolisian yang berjaga.

“Dalam insiden itu, seorang massa aksi atas nama Aldi tewas, diduga terkena tembakan peluru dari aparat kepolisian,” ungkap Ramadhani.

Ramadhani menerangkan, perjuangan penolakan tambang emas PT Trio Kencana oleh warga di Kecamatan Toribulu, Kasimbar, dan Kecamatan Tinombo Selatan, Sulteng sudah berlangsung sejak lama.
Berbagai aksi penolakan telah dilakukan sejak Kamis 31 Desember 2020, Senin 17 Januari 2020, Senin (7/2), hingga puncaknya pada Sabtu kemarin (12/2).

“Penolakan warga atas tambang emas PT Trio Kencana, itu disebabkan luas konsensi tambangnya yang mencapai 15.725 hektare, mencakup lahan pemukiman, pertanian dan perkebunan milik warga,” pungkas Ramadhani. (***)

Continue Reading

Trending