Connect with us

Politik

Soal Capres 2024, Nasdem: Kami Gunakan Mekanisme Konvensi

Published

on

Anggota Komisi II DPR RI Saan Mustopa saat ditemui usai bertemu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (19/12/2019).(KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI)

JAKARTA, goindonesia – Ketua DPP Partai Nasdem Saan Mustopa mengungkapkan, partainya akan menggunakaan sarana konvensi calon presiden (capres) untuk mencari tokoh yang akan diusung sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Saat ini, Saan mengatakan, Nasdem masih belum memiliki calon yang akan diusung dalam Pilpres mendatang. “Jadi sekali lagi bahwa Konvensi sebagai sarana yang akan digunakan oleh Nasdem dalam rekrutmen calon presiden supaya nanti ada transparansi dan akuntabilitasnya itu menjadi hal yang penting,” kata Saan dalam acara bertajuk “Sumber Kepemimpinan Nasional: Menuju 2024”, Sabtu (22/5/2021). “Maka karena itu Nasdem belum memiliki siapa calon presiden yang akan dimunculkan oleh Partai Nasdem,” lanjutnya, seperti dilansir KOMPAS.com . Lebih lanjut, Saan menjelaskan Konvensi Capres merupakan salah satu keputusan partainya sebagai sarana mencari capres.

Nantinya, tidak hanya kader internal yang diberi kesempatan untuk mengikuti Konvensi Capres, namun kesempatan juga dibuka untuk kandidat dari eksternal partai. “Apakah itu calon-calon kepala daerah seperti yang muncul dalam survei akar rumput maupun juga dari kalangan-kalangan latar belakang lain, apakah TNI, terus juga dari polisi, apakah juga dari birokrasi dan sebagainya,” ujar dia. Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengatakan, partainya akan menggelar konvensi calon presiden Republik Indonesia 2024. “Untuk itulah, dalam waktu dua tahun ke depan, Partai Nasdem akan menggelar konvensi calon presiden Republik Indonesia 2024,” kata Surya dalam pidatonya pada HUT kesembilan Partai Nasdem secara virtual, Rabu (11/11/2020). Surya menjelaskan, konvensi capres 2024 dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi para anak bangsa di luar partai politik yang memiliki kapasitas dan kualitas untuk memimpin bangsa dan negara dalam amanat konstitusi.

Lebih lanjut, Surya berharap, dengan konvensi ini, Partai Nasdem bisa menjadi partai inklusif atau bisa menerima berbagai pandangan politik dari berbagai kalangan. “Dengan mengedepankan prinsip transparansi dan bottom up, konvensi berefek secara positif bagi penguatan kelembagaan partai sebagai ruang dan basis rekrutmen kepemimpinan nasional,” ujarnya. (***)

Politik

Ini Isi Pertemuan 2 Jam Jokowi dengan Megawati

Published

on

Foto: Presiden RI Jokowi di Rakernas II PDI Perjuangan Desa Kuat, Indonesia Maju dan Berdaulat – 21 Juni 2022. (Foto: Kris – Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, goindonesia.co – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri di Batu Tulis, Bogor, Sabtu (8/10/2022). Pertemuan berlangsung selama dua jam yang salah satunya membahas mengenai Pemilu 2024.

Dalam siaran tertulis yang diterima CNBC Indonesia, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebutkan, pertemuan yang dilakukan selama dua jam itu dalam suasana kontemplatif, membahas berbagai masalah bangsa dan negara.

Terdapat empat poin yang dibahwa Hasto dalam pertemuan antara Jokowi dan Megawati tersebut. Diantaranya:

Pertama, dalam tradisi pemimpin yang benar-benar berjuang demi masa depan rakyat, bangsa, dan negara Indonesia, maka diperlukan suatu tradisi menyepi dan berkomtemplasi guna membahas secara jernih terhadap arah masa depan bangsa dan negara.

“Hal itulah yang secara periodik dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi. “Dialog dilakukan selama 2 (dua) jam. Makanan secara khusus dipersiapkan oleh Ibu Megawati berupa jagung, kacang bogor, pisang rebus, talas, dan juga nasi uduk. Dari makanan untuk menjamu Presiden Jokowi sendiri penuh dengan semangat kerakyatan,” terang Hasto, dikutip Minggu (9/10/2022).

Kedua, Megawati sendiri sejak bulan Maret 2020 telah menginstruksikan untuk menanam 10 tanaman pendamping beras seperti pisang, jagung, talas, kacang-kacangan, ketela, sukun, sorgum, porang dll. “Apa yang dicanangkan Bu Mega sejak 2.5 tahun lalu kini terbukti, dunia menghadapi krisis pangan. Karena itulah Bu Mega menghidangkan makanan pendamping beras secara khusus ke Pak Jokowi, agar Indonesia benar-benar berdaulat di bidang pangan,” ungkap Hasto.

Ketiga, Dalam diskusi mendalam tersebut, juga dibahas langkah-langkah penting di dalam menghadapi krisis ekonomi dunia dan pangan. “Ibu Mega memang sangat menaruh perhatian terhadap krisis ekonomi dan pangan, dan Beliau membagi pengalaman lengkap menuntaskan krisis multidimensional. Saat itu seluruh jajaran Kabinet Gotong Royong benar-benar fokus dan terpimpin sehingga pada tahun 2004 Indonesia bisa keluar dari krisis. Pak Jokowi pun menegaskan keseriusan pemerintah, termasuk bagaimana para menteri harus fokus menangani berbagai tantangan perekonomian, krisis pangan-energi, dan tekanan internasional akibat pertarungan geopolitik,” terang Hasto.

Keempat, hal-hal terkait agenda Pemilu 2024 juga tidak luput dari pembahasan agar Pemilu 2024 benar-benar menjadi momentum kebangkitan Indonesia Raya dan sekaligus ada kesinambungan kepemimpinan sejak Bung Karno, Bu Mega, Pak Jokowi hingga kepemimpinan nasional ke depan. (***)

Continue Reading

Politik

Nasdem Tetapkan Dukung Anies di Pilpres 2024, Surya Paloh: Mulai Sekarang Kita Harus Siap Hadapi Serangan

Published

on

Deklarasi Partai Nasdem dukung pencapresan Anies Baswedan (Dok. : Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co : Partai Nasdem mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) yang akan diusung pada Pilpres 2024.

Deklarasi tersebut dilakukan Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2022), dan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.

Hadir dalam deklarasi ini para elit Partai NasDem dan juga relawan Anies Baswedan.

“Pilihan capres Nasdem adalah yang terbaik daripada yang terbaik. Inilah akhir pilihan Nasdem, sosok seorang Anies Baswedan,” ujar Surya Paloh.

Ketika ditanya apakah dengan mendeklarasikan Anies sebagai Capresnya, Anies akan menjadi kader Nasdem?

Paloh mengatakan bahwa hal itu akan diserahkan kepada Anies. “Nasdem tidak mengharuskan Anies menjadi kader,” katanya.

Anies yang hadir dalam deklarasi ini mengatakan, ia akan mengemban amanah yang diberikan Nasdem dengan baik.

Ia juga mengatakan, jika kelak ia terpilih menjadi presiden, ia akan melanjutkan pembangunan-pembangunan yang telah dilakukan presiden sebelumnya.

Meski demikian Surya Paloh mengingatkan para kadernya bahwa mulai sekarang mereka harus bersiap menghadapi serangan-serangan yang akan datang kepada mereka.

“Kita harus siap, serangan-serangan itu pasti datang,” katanya.

Seperti diketahui, lawan politik Anies yang notabene merupakan pendukung Presiden Jokowi sekaligus pendukung oligarki, tidak menginginkan Anies menjadi presiden.

Sebuah media bahkan telah mengungkap kalau   KPK  tengah berusaha menjadikan Anies sebagai tersangka dugaan korupsi pada penyelenggaraan Formula E.

Anies mengaku siap untuk bekerjasama mewujudkan cita-cita bersama.

“Terima kasih kepada Pak Surya Paloh yang yang telah memberi kepercayaan kepada saya, mewujudkan cita-cita bersama. Saya siap menjalankan amanah ini, semoga semua berjalan dengan baik,” kata Anies dalam sambutannya. (***)

Continue Reading

Politik

Nasdem Pastikan Bakal Usung Anies Baswedan sebagai Capres

Published

on

Kiri ke kanan: Presiden PKS, Ahmad Syaikhu; Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY); Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; dan politikus senior Partai Golkar, Jusuf Kalla di acara pernikahan anak anggota DPR dari Fraksi Nasdem Sugeng Prawoto di Jakarta, Minggu, 18 September 2022. (Foto: istimewa)

Jakarta, goindonesia.co– Politikus Partai Nasdem Zulfan Lindan memastikan pihaknya bakal mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi calon presiden (capres) di Pilpres 2024. Menurut Zulfan, Ketum Partai Nasdem Surya Paloh bakal mengumumkan Anies pada 10 November 2022 bersama koalisi Partai Nasdem, yakin Partai Demokrat dan PKS.

“Secara logika politik yang paling memungkin kan, ya Anies Baswedan dan memang akan diumumkan bersama koalisi, jadi Anies Baswedan capres Partai Nasdem, PKS, dan Partai Demokrat, sudah 99 persen,” ujar Zulfan kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Zulfan mengakui Rakernas Partai Nasdem menetapkan tiga nama sebagai bakal capres 2024, yakni Anies, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Dari tiga nama ini, kata dia, yang paling memungkinkan adalah Anies karena Ganjar masih terikat dengan PDIP dan Jenderal Andika Perkasa masih terikat aturan militer.

“Jadi, kalau soal capres sudah selesai,” tegasnya.

Saat ini, kata Zulfan, pihaknya dengan Demokrat dan PKS belum menentukan cawapres Anies Baswedan. Jika sudah ditentukan sebelum 10 November, maka cawapres 2024 akan diumumkan bersama sekaligus pasangan capres-cawapres yang diusung Nasdem, Demokrat dan PKS di Pilpres 2024.

“Yang urgent itu capres duluan. Kalau cawapres belum diputuskan hingga 10 November, maka bisa dilanjutkan lagi setelah pengumuman capres,” kata Zulfan. (***)

Continue Reading

Trending