Connect with us

Dunia Pendidikan

Kemendikbud Gelar OVOS 2021, di Diikuti 81 Desa SE Kabupaten Sukabumi

Published

on

Photo : Istimewa

Sukabumi, goindonesia.co — Untuk kedua kalinya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, dan Yayasan Duta Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia (YDPDKI)

menggelar Lomba OVOS 2021: “One Village One Story”.  Tahun ini mengusung teme “Menggali Potensi Budaya Desa Untuk Ketahanan Ekonomi Dan Wisata Gaya Baru Di Masa Pandemi”

Sebuah acara inspiratif yang bertujuan mengangkat budaya dan pariwisata. OVOS 2021 melibatkan potensi budaya dan pariwisata di 341 Desa dan 47 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.

“Acara ini sebenarnya sudah terselenggara di tahun 2019 tapi baru tingkat Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi. Lantaran mendapat sambutan, maka kami kembangkan menjadi tingkat Kabupaten Sukabumi,” ujar Tiwi Wartawani, SE,  Ketua Umum Yayasan Duta Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia (YDPDKI) yang sekaligus ketua panitia OVOS 2021 ketika bincang dengan awak media Selasa di hotel Augusta Sukabumi (24/8/2021)

Akibat wabah Pandemi Covid mulai merebak di tahun 2020, maka kegiatan dihentikan dan baru di bulan Agustus 2021 baru bisa digelar kembali dengan peserta lebih besar yakni tingkat kabupaten Sukabumi.

Tiwi mengakui untuk menggelar event OVOS 2021 tingkat kabupaten Sukabumi bukan perkara gampang, terutama untuk masalah sosialisasi tentang kegiatan OVOS 2021.

“Alhamdulillah untuk OVOS 2021 tingkat kabupaten diikuti 81 Desa dari 341 Desa yang ada di Sukabum. Dan kami berharap dari penyelenggaraan kali ini, tahun depan bisa diikuti lebih banyak peserta dan obsesi kami bisa tingkat provinsi Jawa Barat,” ungkap Tiwi.

Sementara tujuan kegiatan OVOS 2021, One Village One Story” berusaha memberdayakan pedesaan. Mengangkat kisah-kisah menarik tentang keunggulan, potensi dan keunikan budaya pedesaan. Menghidupkan seni tradisi Indonesia, sebagai nilai-nilai bela negara yang dikembangkan dalam rangka pertahanan nasionalisme ke-Indonesia-an.

Selain itu, OVOS : “One Village One Story” ingin mengembangkan pemajuan kebudayaan di tingkat desa dengan cara mengangkat cerita keunikan dan eksotisme desa dalam bentuk karya seni budaya yang impactful (memberi kesejahteraan siapa saja yang terlibat), memorable (selalu dikenang setiap orang dimana saja), dan sustainable (menjadi tradisi turun temurun kapan saja).

“Sebagai kepala Desa kami sangat mendukung kegiatan menarik ini. Apalagi kami memiliki potensi budaya yang bisa diangkat ke permukaan, agar bisa bersaing dengan desa lain,” ujar  H. Andi Sukandi SE,  Kepala Desa Sirnaresmi, Kec. Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat

Andi pun sangat berharap dengan mengikuti lomba OVOS 2021, bisa menjadi sarana promosi yang efektif, agar seni budaya yang ada di Desa Sirnaresmi bisa diketahui masyarakat luas.

“Jujur untuk mempromosikan seni budaya yang ada di desa kami, membutuhkan dana besar dan itu yang menjadi kendala kami selama ini. Untuk itu,  kami berharap dari lomba OVOS 2021, bisa menjadi sarana promosi buat seni budaya desa Sirnaresmi,” harap Andi.

Untuk menghasilkan pemenang yang berkualitas, panitia menghadirkan dewan juri diantaranya, Eddie Karsito (Penggiat Seni dan Budaya), Wiyono Undung Wasito, S.S. (Seniman dan Budayawan), Sugasa A. Syamsyi (Pemerhati Budaya), dan Irwan Riyadi, S.Sn (Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Ditjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia), Merwan Meryaman, S.PD (Praktisi Seni Disbudpora Kabupaten Sukabumi). /* Sutrisno Buyil

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Dunia Pendidikan

Pemerintah Jepang dan Mendikbudristek Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pembangunan SDM Kedua Negara

Published

on

Mendikbudristek, Nadiem Makarim menerima kunjungan delegasi Jepang yang dipimpin oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji. Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (27/1) di Ruang Mendikbudristek (Dokumentasi : @www.kemdikbud.go.id)

Jakarta, goindonesia.co—Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menerima kunjungan delegasi Jepang yang dipimpin oleh Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji. Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (27/1) di Ruang Mendikbudristek, Gedung A Lantai 2, Kantor Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta ini membahas tindak lanjut kerja sama bidang pendidikan, riset, dan teknologi guna mengembangkan pembangunan SDM antarkedua negara.

Pertemuan ini mendiskusikan pencapaian “WA Project”: Toward Interactive Asia through “Fusion and Harmony” yang diinisiasi oleh PM Jepang, Shinzo Abe, saat perayaan 40 tahun ASEAN-JAPAN Friendship and Cooperation tahun 2013. Pada kesempatan tersebut, Jepang menyampaikan permohonannya untuk dapat mengamandemen Memorandum of Cooperation dengan menambahkan penjelasan tentang status The Japan Foundation adalah kantor perwakilan (representative office) yang tidak mengambil keuntungan dalam kerja sama dengan Kemendikbudristek.

“Populasi penduduk Jepang menurun sebanyak 500.000 setiap tahunnya, sehingga banyak perusahaan Jepang yang membentuk production base dan expert base di Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah Jepang mendorong agar pemuda Indonesia dapat bekerja dan meneruskan sekolah di Jepang,” ucap Dubes Jepang, Kanasugi Kenji.

Menanggapi langkah pemerintah Jepang tersebut, Mendikbudristek menilai penting hubungan kerja sama dengan The Japan Foundation. Menteri Nadiem menilai hal ini sejalan dengan program yang ada di Kemendikbudristek, seperti IISMA, program magang di luar negeri, yang menjadi peluang bagi pemerintah Jepang untuk dapat meningkatkan kerja sama, khususnya The Japan Foundation.

Mendikbudristek sepakat bahwa dengan upaya penguatan kolaborasi, akselerasi kemajuan pendidikan, kebudayaan, riset, dan teknologi, bagi kedua negara dapat terwujud. “Misalnya melalui program-program peningkatan kompetensi guru, pertukaran pelajar, proyek riset bersama dan juga pengembangan di berbagai bidang kebudayaan,” sebutnya.

“Melalui gotong royong lintas negara, saya yakin Merdeka Belajar akan semakin besar dirasakan dampak dan manfaatnya,” pungkas Menteri Nadiem.

Pada pertemuan tersebut dibahas juga soal proses perpanjangan naskah Memorandum of Cooperation (MoC) antara Kemendikbudristek dengan Ministry of Education, Culture, Sport, Science, and Technology Japan. Selain itu, kini tengah dijajaki pula rencana kegiatan repatriasi kerangka tentara Jepang di Papua yang akan dimulai pada bulan Maret 2023. Kegiatan repatriasi merupakan kerja sama antara Kemendikbudristek dengan Ministry of Health, Labour and Welfare Japan.

Dalam pertemuan tersebut Mendikbudristek didampingi oleh Sekretaris Jenderal (Sesjen); Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi); Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Sesditjen Diktiristek); Pelaksana tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (Plt. Kepala BKHM); Staf Ahli Menteri Bidang Kompetensi dan Manajemen, serta Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media.

Sedangkan Duta Besar Jepang didampingi oleh Executive Vice President the Japan Foundation, First Secretary, Information and Culture, Embassy of Japan, Director Planning and Development Section, Global Partnerships Department, The Japan Foundation, Director General, The Japan Foundation, Jakarta, serta Assistant Director, The Japan Foundation, Jakarta.

Mengakhiri pertemuan, Duta Besar Jepang mengundang Mendikbudristek untuk menghadiri Commemorative Summit sebagai perayaan 50 Tahun ASEAN-Japan Friendship and Cooperation pada bulan Desember 2023 di Tokyo. (***)

(Sumber : Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, @www.kemdikbud.go.id)

Continue Reading

Dunia Pendidikan

OASE KIM Kunjungi Magelang 

Published

on

Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama OASE KIM melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi DI Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 31 Januari dan 1 Februari 2023 (Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi @https://www.kemdikbud.go.id)

Magelang, goindonesia.co – Sebagai dukungan perwujudan profil pelajar Pancasila melalui penguatan karakter siswa sekolah dasar, Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, selama dua hari pada 31 Januari dan 1 Februari 2023.

Dalam kegiatan kunjungan kerja hari ke-2 ini, Ibu Negara didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin, beserta para ibu OASE KIM membuat prakarya bersama 85 siswa kelas 4 dan 5 SD di kawasan Borobudur, Kabupaten Magelang, pada Rabu (1/2). Mengusung tema “Mengembangkan Keterampilan dan Kepercayaan Diri Anak Melalui Prakarya”, para siswa diajak membuat prakarya cetak replika stupa dan relief candi dengan memanfaatkan bahan-bahan ramah lingkungan yang mudah didapat.

“Ini menjadi salah satu bagian kerja dari OASE untuk membuat relief-relief bersama anak-anak,” ujar Ketua Bidang I OASE KIM, Franka Makarim dalam keterangannya.

Franka Makarim juga menuturkan pentingnya mengenalkan sejarah kepada generasi muda dengan cara yang menyenangkan. Seperti yang dilakukan saat ini, di mana anak-anak belajar mengenai sejarah dari cerita relief yang dicetak.

“Stupa dan aneka gambar relief Candi Borobudur yang hari ini dibuat oleh anak-anak salah satunya bertujuan  mengingatkan tentang kejayaan maritim nusantara. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih keterampilan, tenggang rasa, mengasah motorik halus, ketelitian, dan mengembangkan kepercayaan diri anak”, ucap Franka Makarim yang antusias melihat para siswa melakukan praktik pembuatan replika stupa dan relief candi.

Pada kesempatan tersebut, Ibu Iriana didampingi Ibu Wury Ma’ruf Amin terlihat berinteraksi dengan anak-anak yang sedang mengolah bahan daur ulang ke dalam cetakan yang berbentuk relief candi. Menurut Franka, bahan-bahan yang digunakan dalam pengembangan pengolahan ini mudah didapatkan.

“Yang pertama dari bekas-bekas botol plastik dan plastik bekas lainnya digabung dengan bubuk dari bata merah dan juga tepung tapioka,” tambahnya.

Selanjutnya, Franka menjelaskan bahwa pembuatan kerajinan yang dibuat dari pengolahan sampah sangat mudah dan cepat. Anak-anak, lanjutnya, dapat langsung membawa pulang hasil karya kerajinan yang mereka buat sendiri.

Dalam proses pembuatan prakarya ini, para siswa yang dipandu oleh Nuryanto dan tim dari Omah Mbudur, mencampurkan bahan-bahan ramah lingkungan seperti campuran tepung tapioka dan bubuk bata merah dengan air. Kemudian, untuk menguatkan struktur dari stupa dan relief tersebut, para siswa memanfaatkan potongan-potongan limbah plastik.

Selain penguatan karakter melalui pembuatan stupa dan relief, OASE KIM Bidang I yang membidangi Pengasuhan Anak dan Pendidikan Karakter, juga mendukung pemulihan dan transformasi pembelajaran melalui literasi. Dukungan tersebut diimplementasikan dalam bentuk donasi buku bacaan kepada 15 Sekolah Dasar dan 10 Madrasah Ibtidaiyah (MI) serta dua paket pojok baca di Magelang, Jawa Tengah.

”Literasi dan berkarya sama pentingnya bagi peserta didik. Melalui kunjungan kerja ini, OASE-KIM dan Kemendikbudristek ingin memberikan dukungan nyata terhadap upaya menumbuh-kembangkan budaya literasi dan berkarya di kalangan generasi muda,” kata Direktur Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Muhammad Hasbi yang turut hadir di dalam kegiatan tersebut.

Pada rangkaian kunjungan ke kompleks Candi Borobudur, Ibu Negara dan para ibu OASE KIM tiba dengan disambut tarian oleh delapan siswa Taman Kanak-kanak (TK). Selanjutnya, rombongan melakukan Senam Sehat Bersama dan Sosialisasi Pilah Sampah dengan 500 siswa SMP dan SMA.

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan sosialisasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan air mengalir bersama 30 siswa (TK), serta pencanangan penanaman 1.000 pohon yang ditandai dengan penanaman pohon Siwalan di area Aksobya Kompleks Candi Borobudur.

Dalam kesempatan ini, Ibu Iriana Joko Widodo dan para ibu OASE KIM juga mengajak 45 anak yang terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA untuk melaksanakan edukasi budaya dengan berjalan-jalan mengelilingi Candi Borobudur.

Melalui beberapa kegiatan yang dilaksanakan di kompleks Candi Borobudur ini, OASE KIM mengapresiasi Kemendikbudristek dalam penyelenggaraan kegiatan penguatan pendidikan karakter dan donasi yang mendukung pemulihan pembelajaran melalui literasi di jenjang Sekolah Dasar. OASE KIM juga mengapresiasi positif Kemendikbudristek dalam upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kawasan Borobudur yang telah ditetapkan menjadi warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. (***)

(Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi @https://www.kemdikbud.go.id)

Continue Reading

Dunia Pendidikan

Kemendikbudristek Raih Penghargaan Sebagai Kontributor Tribune Network Pada Mata Lokal Award Perdana

Published

on

Hadir mewakili Mendikbudristek, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti (Dokumentasi : @www.kemdikbud.go.id)

Jakarta, goindonesia.co – Dalam malam penganugerahan Mata Lokal Award (MLA) edisi perdana yang digelar di Hotel Premiere Santika Hayam Wuruk Jakarta, pada Jumat malam (27/1), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meraih penghargaan sebagai Kontributor Tribune Network bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menyampaikan kolaborasi yang dibangun bersama organisasi dengan mengusung nilai gotong royong dan komitmen sosial, diyakini akan membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia. “Semoga penghargaan ini memberikan semangat dan memperkuat komitmen kita untuk terus berkolaborasi dalam membangun Indonesia. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas sistem pendidikan,” ujar Menteri Nadiem dalam sambutannya secara daring.

Hadir mewakili Mendikbudristek, Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti menuturkan kolaborasi dan gotong royong bersama media harus terus dilakukan bersama untuk membangun pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Dalam kesempatan ini, Suharti mengapresiasi Kompas Group Media, Tribun Network, dan para jurnalis lainnya yang sudah memberikan banyak berita baik dan memberikan masukan terkait dengan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.

Kemendikbudristek sangat terbantu oleh media yang telah memberikan informasi pada masyarakat tentang apa yang dikerjakan pemerintah, sekaligus memberi umpan balik sehingga Kemendikbudristek dapat memberikan pelayanan  yang lebih baik.

Dalam kesempatan ini, Suharti juga menyampaikan apresiasi kepada organisasi dan pihak swasta lainnya yang telah berkolaborasi dengan Kemendikbudristek untuk membangun pendidikan di Indonesia. “Terima kasih kepada para penerima penghargaan lainnya yang sudah berdampak banyak terutama untuk pendidikan Indonesia. Kami mohon berkenan untuk kerja sama berikutnya dan membantu kami di pemerintah, karena kami tidak akan mungkin bisa melakukan kegiatan program dan kebijakan secara sendiri,” tutur Suharti.

Sebagai informasi, pagelaran Mata Lokal Award ini merupakan sebuah ajang penghargaan untuk beragam konten, kampanye, dan brand yang memberikan dampak kepada sekitarnya, baik pada lingkup lokal maupun nasional. Terdapat lima kategori tema pada MLA ini yaitu pendidikan, lingkungan, teknologi, kesehatan, dan kewirausahaan.

Tidak hanya itu, Mata Lokal Award juga menganugerahkan sosok individu inspiratif dan berdampak dengan penghargaan Most Valuable Person (MVP). Penghargaan ini diberikan kepada mereka dengan kontribusi nyata dan mencurahkan dedikasi tiada henti bagi sekitar.

Di samping itu, ada juga kategori kolaborator untuk kementerian yang telah memberi dampak baik serta mengaplikasi keunikan lokal bersama Tribun Network.

Melalui proses penilaian oleh juri, MLA telah memilih karya-karya mengesankan dari brand terbaik di Indonesia. Karya-karya tersebut kemudian dinilai oleh panelis juri, antara lain Executive Creative Director FCN-Finch, Lembu Wiworo Jati; Executive Creative Director of Dentsu Creative, Defri Dwipaputra; CMO of Kompas Group Media, Dian Gemiano; dan CEO Tribun Network, Dahlan Dahi.

CEO Executive of KG Media, Arif Budiman mengatakan penganugerahan MLA kepada para institusi, industri, dan organisasi  yang mencakup lima aspek yaitu pendidikan, teknologi, kewirausahaan, lingkungan, dan kesehatan merupakan sebuah langkah yang nyata dan bernilai besar bagi bangsa Indonesia. “Di sinilah peran kami sebagai media untuk menjadi penghubung antara upaya yang telah dijalankan oleh teman-teman di industri dengan publik yang senantiasa membutuhkan informasi dan inspirasi,” ungkap Arif Budiman.

Arif berharap ajang ini bisa menjadi dorongan semangat bagi industri di seluruh Indonesia agar semakin banyak ide-ide baru dan juga tekad-tekad baru untuk terus memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia. “Saya ucapkan selamat kepada brand, institusi, dan sosok-sosok hebat yang mampu menunjukkan kontribusi dan inovasinya, yang mampu membawa langkah dan semangat baru untuk terus menjadikan Indonesia yang lebih baik,” pungkas CEO Executive of KG Media. (***)

(Sumber : @www.kemdikbud.go.id)

Continue Reading

Trending