Connect with us

Dunia Pendidikan

School Strategic Discussion (SSD) Sekolah Alam, Gebrakan Mutu Pendidikan SD Muhammadiyah Kedundang D

Published

on

Foto : Istimewa

Jakarta, goindonesia.co – Gebrakan dalam dunia pendidikan sangat dibutuhkan. Hal ini karena kualitas pendidikan di Indonesia masih kurang. Gebrakan ini sangat luas tentunya salah satunya adalah program untuk memajukan sekolah. School Strategic Discussion atau lebih dikenal dengan SSD merupakan salah satu program yang berisi masukan dari kumpulan orang yang memiliki pikiran terbuka dan ide cemerlang. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang program-program yang akan dilakukan oleh sekolah selama 1 tahun ke depan.

Materi disampaikan oleh konsultan MT School yaitu tentang sekolah alam. Sekolah alam adalah sekolah yang memadukan antara kurikulum sekolah dengan kurikulum alam. Kurikulum alam memuat beberapa kurikulum diantaranya kurikulum kepemimpinan (leadership), kurikulum akhlak, kurikulum bisnis dan kurikulum logika. Pemaparan materi berlangsung selama 15 menit kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Semua orang yang hadir dibagi menjadi 4 kelompok dan masing-masing kelompok membahas tentang program kerja, sasaran dan rencana pelaksanaan masing-masing kurikulum sekolah.

Pada hari Selasa, 22 Februari 2022 kemarin, SD Muhammadiyah Kedundang telah melaksanakan salah satu program dari Moral Technology School atau biasa disingkat MT School yaitu SSD. Tema SSD kali ini adalah “MT Scholl 2022 Menuju Sekolah Eduwisata Berwawasan Lingkungan”. Kegiatan ini diikuti oleh 31 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, wali siswa, guru, karyawan dan stakeholder sekolah. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan dilanjutkan kegiatan inti yaitu pemaparan materi dan diskusi dan diakhiri dengan penutup.

Setelah selesai diskusi, setiap kelompok bergantian maju untuk mempresentasikan hasil diskusi lalu kelompok lainnya menanggapi. Seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut dibuktikan dari hasil diskusi yang sangat memuaskan. Program kerja tiap kelompok sangat menarik dan update terutama yang diusung oleh kelompk kurikulum logika dan bisnis. Hampir 85% mereka mencetuskan ide program kerja yang belum pernah dilakukan oleh sekolah kami, seperti membudidayakan tanaman Aloe vera, membuat diorama air, berdagang dan membuat hasta karya dari sampah.

Penutup kegiatan SSD ini diakhiri dengan pembagian doorprize, komitmen bersama, doa penutup dan tidak lupa foto bersama. Semua orang yang hadir dalam forum ini melakukan komitmen bersama dengan mengucapkan teks komitmen dilanjutkan tanda tangan secara bergantian. Selesai doa penutup dilantunkan kami lalu melakukan foto bersama sebagai kenang-kenangan. Wajah ceria dan bersinar terlihat ketika hasil jepretan kamera keluar. Alhamdulillah acara SSD kali ini berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Semoga SD Muhammadiyah Kedundang dapat melaksanakan program kerja yang telah dirancang. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Dunia Pendidikan

Pendaftaran Program Praktisi Mengajar Segera Dibuka

Published

on

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, dalam Grand Launching Program Praktisi Mengajar Angkatan 2 yang berlangsung pada Senin (6/2). (Dokumentasi : @www.kemdikbud.go.id)

Jakarta, goindonesia.co—Pendaftaran program Praktisi Mengajar Angkatan 2 bagi perguruan tinggi dan praktisi segera dibuka di bulan Februari 2023. Menjelang pembukaan pendaftaran, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyelenggarakan sosialisasi program bagi LLDIKTI Wilayah I-XVI (6-7 Februari), praktisi (13 Februari), dan Perguruan Tinggi Vokasi (15 Februari).

“Praktisi diharapkan dapat berbagi kepakaran yang selama ini mereka dapatkan, memperkaya wawasan, perspektif, dan persepsi masyarakat kampus untuk memahami dunia kerja yang sesungguhnya,” ucap Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Kiki Yuliati, dalam Grand Launching Program Praktisi Mengajar Angkatan 2 yang berlangsung pada Senin (6/2).

Praktisi Mengajar adalah program yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek untuk mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan para dosen dalam mata kuliah yang disampaikan di ruang kelas. Program ini diluncurkan pada tahun 2022 lalu sebagai salah satu program unggulan dalam kerangka kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menjembatani kesenjangan antara perguruan tinggi dengan dunia kerja dan dunia industri (DUDI).

Dalam implementasinya, program Praktisi Mengajar memungkinkan mata kuliah dirancang dan dikelola bersama dosen dan praktisi, sehingga mahasiswa dapat memperoleh pembelajaran holistik yang menghubungkan teori dengan praktik lapangan. Kiki Yuliati menuturkan program ini merupakan salah satu upaya untuk mengakselerasi penguasaan pengetahuan para mahasiswa terkait berbagai bidang ilmu dan keterampilan dunia kerja.

“Mahasiswa kita tidak hanya mendapatkan bekal teori semata melainkan juga pengetahuan dan pengalaman dari dunia kerja. Dampaknya kami harap mahasiswa lebih siap terjun ke dunia kerja karena telah terpapar dengan berbagai informasi tentang apa yang terjadi di dunia kerja,” papar Dirjen Kiki.

Penyelenggaraan program Praktisi Mengajar tahun 2022 telah menghasilkan kurang lebih 12.000 kolaborasi yang melibatkan ribuan praktisi di lebih dari 800 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program ini telah memberikan dampak kepada puluhan ribu mahasiswa sehingga mereka memiliki kompetensi yang mumpuni dan berdaya saing ketika lulus dari perguruan tinggi.

Pada kesempatan ini, Kiki mendorong keterlibatan para dosen dan pimpinan perguruan tinggi. Ia berharap agar dosen dan pimpinan perguruan tinggi membuka akses seluas-luasnya kepada para praktisi untuk ikut mengajar, mendidik, dan membina mahasiswa. “Mari kita bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia melalui partisipasi dalam berbagai program MBKM,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pusat Kampus Merdeka, Gugup Kismono mengatakan bahwa program ini menurutnya tidak hanya penting bagi mahasiswa tetapi juga para dosen. Sebab, membuka interaksi antara dosen dengan praktisi yang akan memperkaya wawasan serta memperbarui pengetahuan para dosen atas berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan industri terkini.

“Harapannya, kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri makin lama makin erat sehingga berbagai capaian positif bisa dirasakan untuk kemajuan Indonesia,” ungkapnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang memiliki dua jenis kolaborasi, dalam Praktisi Mengajar Angkatan 2 Tahun 2023 terdapat satu skema kolaborasi, yaitu kelas kolaborasi selama 12 jam. Satu kelas kolaborasi terdiri dari satu praktisi yang mengajar selama 12 jam atau dua praktisi yang mengajar selama masing-masing selama 6 jam.

“Dengan kolaborasi yang baik antara dosen dan praktisi dari perusahaan, kurikulum yang diberikan akan lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” terang Kepala Program Praktisi Mengajar dan Wirausaha Merdeka, Gamaliel Waney.

Masyarakat dapat mengakses informasi lebih lanjut terkait program Praktisi Mengajar melalui Instagram: @praktisimengajar maupun laman: https://praktisimengajar.kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/. (***)

(Sumber : Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)

Continue Reading

Dunia Pendidikan

Program SMK Pusat Keunggulan Banjir Dukungan Industri

Published

on

Dirjen Diksi, Kemendikbudristek, Kiki Yuliati dan Direktur SMK, Wardani Sugiyanto pada acara Diskusi Media, di Jakarta, Senin (6/2).(Dokumentasi : Biro Kerja Sama dan Humas Sekjen Kemendikbudristek , @www.kemdikbud.go.id)

Jakarta, goindonesia.co—Transformasi pendidikan vokasi melalui program SMK Pusat Keunggulan berhasil melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Transformasi itu juga berhasil meningkatkan kepercayaan terhadap pendidikan vokasi.

Peningkatan kepercayaan DUDI terhadap pendidikan vokasi setidaknya dibuktikan dari antusiasme DUDI terhadap program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan (SMK PK SPD) 2023 yang meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data awal dari Direktorat SMK, ada 2.559 industri yang telah mendaftarkan diri dan menyatakan minat pada program SMK PK SPD 2023 dengan total potensi investasi mencapai Rp2,3 triliun. Potensi investasi tersebut diperuntukkan bagi 56 konsentrasi keahlian. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2022, di mana jumlah DUDI yang terlibat dalam program SMK PK SPD berjumlah 349 dan total investasi yang digelontorkan oleh industri saat itu mencapai Rp439,25 miliar.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kiki Yuliati, menilai bahwa meningkatnya kepercayaan industri terhadap pendidikan vokasi tidak lepas dari konsistensi kebijakan pemerintah untuk terus menerus mendukung pendidikan vokasi.

“Bapak Presiden Jokowi terus konsisten untuk mendukung kemajuan pendidikan vokasi dan itu terus diserukan melalui Mas Menteri yang juga konsisten menumbuhkan kepercayaan industri kepada pendidikan vokasi,” kata Dirjen Kiki pada acara Diskusi Media, di Jakarta, Senin (6/2).

Selain komitmen dukungan yang diserukan oleh Presiden, menurut Dirjen Kiki, lonjakan minat DUDI untuk membangun pendidikan vokasi juga tidak lepas dari dampak nyata yang ditunjukkan pendidikan vokasi pada pengembangan ekonomi Indonesia.

Kiki Yuliati menuturkan, berbagai program yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Diksi), termasuk salah satunya adalah SMK PK SPD bertujuan untuk mendorong pendidikan vokasi yang semakin relevan dengan apa yang dibutuhkan oleh DUDI.

“Berbagai insentif yang diberikan bukan untuk membiayai industri, tetapi mendorong pelaku pendidikan vokasi untuk mendengarkan dan memenuhi kebutuhan yang dilayani, baik siswa hingga industri. Kami ingin mendorong internal, pelaku penyelenggara pendidikan vokasi agar menyelenggarakan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, pemilihan 56 konsentrasi keahlian pada program SMK PK SPD tersebut merupakan konsentrasi keahlian yang sudah melalui tahap kajian bersama industri dan dinilai memiliki potensi yang besar di masa mendatang. Saat ini total konsentrasi keahlian yang ada di SMK mencapai 128 konsentrasi keahlian.

Direktur SMK, Wardani Sugiyanto, dalam kesempatan yang sama mengatakan bahwa meskipun data industri yang ditampilkan merupakan data awal yang masih harus melalui tahap kurasi oleh tim dari SMK, tetapi angka ini merupakan sinyal positif bahwa semangat transformasi pendidikan vokasi melalui revitalisasi SMK dan program SMK Pusat Keunggulan disambut baik oleh DUDI.

“Target kami pada akhir Februari, proses kurasi bisa selesai sehingga Maret sudah mulai penetapan dan program bisa  berjalan,” kata Wardani.

Menurut Wardani, 2.559 industri yang sudah mendaftar tersebut didominasi oleh industri-industri skala menengah dan industri besar, seperti Astra, INKA Group, dan sejumlah industri besar lainnya. Selain industri besar dan menengah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga banyak yang menyatakan minat dalam program SMK PK SPD 2023.

“Mengapa kami juga mengajak UMKM terutama di daerah? Karena kami ingin agar SMK Pusat Keunggulan SPD 2023 ini bisa berdampak dan menggerakkan ekonomi di daerah, baik sebagai starter industri maupun engine untuk menggerakkan ekonomi daerah,” kata Wardani menambahkan.

Sebagai informasi, program SMK PK SPD merupakan mekanisme pengembangan SMK Pusat Keunggulan yang berbasis kemitraan dan penyelarasan dengan partisipasi dari DUDI yang didukung oleh pendanaan dari APBN dan investasi DUDI. Kemendikbudristek akan memadankan investasi dari industri 1:1, di mana plafon pendanaan maksimal yang diberikan pemerintah adalah Rp3 miliar. Melalui program SMK PK SPD diharapkan akan terjalin kemitraan yang lebih terukur antara DUDI dengan SMK. (***)

(Sumber : Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, @www.kemdikbud.go.id)

Continue Reading

Dunia Pendidikan

Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5, Sejumlah 7.931 Guru Dinyatakan Lulus

Published

on

(Plt.) Dirjen GTK, Kemendikbudristek, Nunuk Suryani (Dokumentasi : Tim Setditjen GTK, Kemendikbudristek, @www.kemdikbud.go.id)

Jakarta, goindonesia.co – Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 5 secara resmi ditutup oleh Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nunuk Suryani, (31/1) lalu secara virtual.
 
Program yang selesai dilaksanakan Desember 2022 ini, bertujuan agar para guru dapat menggerakkan komunitas belajar di sekitarnya dalam mewujudkan Merdeka Belajar bagi peserta didik. Berdasarkan hasil pleno kelulusan PGP Angkatan 5 ini, guru yang dinyatakan lulus sejumlah 7.931 orang.
 
Koordinator Pokja Program Guru Penggerak (PGP), Kasiman, mewakili Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSTPK), melaporkan bahwa program Pendidikan Guru Penggerak adalah program pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran.
 
“Program ini memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar sekolah serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan sekolahnya masing-masing,” ujarnya.
 
Calon Guru Penggerak yang melakukan registrasi di angkatan 5 ini mulanya sebanyak 8.105 orang. Para guru tersebut berasal dari 189 Kab/Kota di 33 Provinsi di Indonesia. Kemudian selama masa pendidikan, terdapat 121 orang yang tidak melanjutkan pendidikan karena berbagai alasan.
 
“Peserta aktif yang mengikuti Pendidikan Guru Penggerak sampai selesai sebanyak 7.943 orang, namun berdasarkan hasil pleno kelulusan PGP Angkatan 5 ini, akhirnya dinyatakan lulus sejumlah 7.931 orang,” ujarnya.
 
PGP angkatan 5 didesain menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 6 (enam) bulan. Tujuannya untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan. Untuk itu, 70 persen kegiatan dilakukan dalam bentuk on-the-job training di mana guru sebagai peserta PPGP tetap bertugas mengajar dan menggerakkan komunitas di sekolah. Sementara itu, 20 persen kegiatan selanjutnya dirancang dalam bentuk kegiatan belajar bersama rekan sejawat, dan 10 persen lainnya dilakukan dalam bentuk pembelajaran bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping.
 
Selain itu, berbeda dari tahun sebelumnya, di angkatan 5 ini untuk pertama kalinya PGP dibagi menjadi tiga kategori, yaitu PGP Reguler (7.690 orang), PGP Daerah Khusus (143 orang), dan PGP Rekognisi (98 orang). Adapun PGP Daerah Khusus dilaksanakan untuk menjangkau pelibatan guru-guru terbaik di daerah khusus yang memiliki keterbatasan akses komunikasi, transportasi, dan infrastruktur. Sedangkan PGP Rekognisi adalah kategori khusus bagi para peserta yang sebelumnya berperan sebagai Pengajar Praktik dan kemudian lolos menjadi Guru Penggerak.
 
Dirjen Nunuk Suryani  berharap agar Guru Penggerak yang sudah melalui pendidikan ini dapat menjadi pemimpin pendidikan yang menjadikan kebutuhan murid sebagai pertimbangan utama dalam setiap kebijakannya baik sebagai Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, atau bentuk kepemimpinan pendidikan lainnya.
 
Dengan bekal kepemimpinan selama proses pendidikan, Nunuk Suryani berharap, Guru Penggerak dapat menggerakkan ekosistem pendidikan di dalam sekolah dan juga di wilayah kabupaten/kota masing-masing. Selain itu, bersama rekan-rekan seperjuangan, bersama-sama membangun pendidikan Indonesia.
 
“Para Guru Penggerak  bisa saling bersinergi dan berkolaborasi satu sama lain. Saya menunggu cerita-cerita inspiratif tentang praktik baik Guru Penggerak dari daerah masing-masing,” tutupnya.  *** 

(Sumber : Tim Setditjen GTK, Kemendikbudristek, @www.kemdikbud.go.id)

Continue Reading

Trending