Connect with us

Bisnis dan Ekonomi

14 Kontrak Migas Beralih ke Operator Baru, Dominasi Pertamina

Published

on

Foto: Produksi gas WK Mahakam (Dok. Pertamina Hulu Mahakam (PHM))

Jakarta, goindonesia – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan sepanjang tahun 2017-2023 ada 31 kontrak wilayah kerja (WK) atau blok minyak dan gas bumi yang berakhir.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dari 31 WK ini, sebanyak 14 wilayah kerja telah beralih ke operator baru yang mayoritas beralih ke Pertamina. Adapun 17 WK migas lainnya, imbuhnya, masih dikelola oleh operator lama.

“Terdapat 31 wilayah kerja eksploitasi yang kontrak kerja samanya berakhir pada periode 2017 sampai dengan 2023. Terdapat 14 WK yang statusnya telah beralih ke operator yang baru,” tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Kamis (27/05/2021), seperti dikutip cnbcindonesia.com .

Dia menjelaskan, dari 31 WK migas yang kontraknya berakhir pada 2017-2023 tersebut, sebanyak 29 WK migas di antaranya sudah diputuskan oleh pemerintah mengenai proses perpanjangan atau kelanjutan pengelolaannya.

“Sementara 1 WK diberikan status pengelolaan sementara karena waktunya (akan berakhir kontraknya) nggak terlalu lama dan 1 WK lainnya dalam proses,” ujarnya.

Dwi menyebut, dari 31 kontrak WK yang akan dan atau sudah berakhir tersebut, sebagian besar kini skema kontraknya beralih ke kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract/ PSC) Gross Split dari skema kontrak bagi hasil Cost Recovery (biaya operasi yang dikembalikan pemerintah kepada kontraktor migas).

“Kecuali Mahakam, Lematang, kemudian JOB Tengah, North Sumatera Blok B,” tuturnya yang menyebutkan sejumlah WK migas yang masih menggunakan skema PSC Cost Recovery.

Berikut daftar 14 WK Migas yang kontraknya beralih ke operator baru :

1. Mahakam, per 1 Januari 2018 dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam dari sebelumnya Total E&P Indonesie.

2. Sanga-Sanga, per 8 Agustus 2018 dikelola PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga dari sebelumnya Vico Indonesia Company.

3. Southeast Sumatra, per 6 September 2018 dikelola PT Pertamina Hulu Energi OSES dari sebelumnya CNOOC SES Ltd.

4. Tengah, per 5 Oktober 2018 dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam dari sebelumnya JOA (JOB) Total Tengah.

5. East Kalimantan dan Attaka, per 25 Oktober 2018 dikelola PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur dari sebelumnya Chevron Indonesia.

6. Salawati, per 23 April 2020 dikelola Petrogas (Island) Ltd dari sebelumnya JOB Pertamina-PetroChina Salawati

7. Rokan, per 9 Agustus 2021 dikelola PT Pertamina Hulu Rokan dari sebelumnya Chevron Pacific Indonesia.

8. Selat Panjang, per 6 September 2021 dikelola PT Sumatra Global Energi dari sebelumnya dikelola Petroselat Ltd. 9. North Sumatera Blok B, per 18 Mei 2021 dikelola PT Pema Global Energi dari sebelumnya PT PHE NSB. (***)

Bisnis dan Ekonomi

‘Tsunami’ PHK RI Berlanjut, dari Shopee Hingga Indosat

Published

on

Foto: Sejumlah kurir Shopee Express melakukan konvoi usai melakukan aksi unjuk rasa di kawasa Sudirman, Jumat (16/9/2022). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, goindonesia.co – Tsunami PHK ternyata tak hanya menghampiri startup saja, tapi juga perusahaan konvensional.

Baru kemarin, Jumat (23/9), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mengumumkan perusahaan telah menempuh langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan.

Menurut keterangan tertulis, 95% dari karyawan yang terkena dampak telah menerima tawaran dari perusahaan, sementara sebagian kecil sisanya masih mempertimbangkan tawaran tersebut. Namun IOH tak menyebut jumlah pasti karyawan yang terdampak PHK.

Adapun paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, dan yang tertinggi mencapai 75 kali upah.

Menurut keterangan tertulis, 95% dari karyawan yang terkena dampak telah menerima tawaran dari perusahaan, sementara sebagian kecil sisanya masih mempertimbangkan tawaran tersebut. Namun IOH tak menyebut jumlah pasti karyawan yang terdampak PHK.

Adapun paket kompensasi yang ditawarkan kepada karyawan adalah rata-rata 37 kali upah, dan yang tertinggi mencapai 75 kali upah. (***)

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

Pengusaha Kapal Ferry Terpukul Kenaikan BBM, Minta Tarif Tiket Dinaikkan

Published

on

Kapal Ferry Yang Melayani Penyebrangan Merak-Bakauheni. (Kamis, 04/03/2021). (Dokumentasi ASDP Indonesia Ferry).

Jakarta, goindonesa.co – Sejumlah pengusaha kapal dari Gapasdap dan Indonesian National Ferry Owners Association (INFA) memprotes kenaikan BBM jenis solar, karena memberatkan biaya pelayaran kapal Ferry di sejumlah lintasan, terutama di Selat Sunda yang menjadi penghubung Pelabuhan Merak dengan Bakauheni.

Mereka mendatangi kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah VIII Banten, Kota Cilegon, untuk menyampaikan keluhan agar tarif angkutan penyeberangan ikut naik, setelah BBM di naikkan oleh Presiden Jokowi pada Sabtu, 3 September 2022.

“Sampai Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM solar sebesar 32 persen, kami merasa kenaikan harga BBM itu sangat memukul usaha kami di industri penyeberangan,” kata Aminudin Rifai, Sekretari DPP Gapasdap, di kantor BPTD Wilayah VIII Banten, Kota Cilegon, Selasa (20/09/2022).

Aminudin bercerita dia telah mendapatkan informasi kenaikan tarif penyeberangan harusnya sudah dilakukan pada Senin, 19 September 2022, pukul 00.00 wib. Tapi dia bingung, lantaran hal itu tidak terjadi di tanggal tersebut.

Pengusaha dan pegawai kapal mengultimatum pemerintah pusat untuk segera menaikkan tarif pelayaran antarprovinsi dan antarnegara, pada Rabu, 21 September 2022, pukul 00.00 wib.

“Mengenai tarif angkutan penyeberangan antarprovinsi yang sampai saat ini belum diberlakukan oleh Kemenhub atau pemerintah pusat, seyogyanya tarif ini diberlakukan Senin, 19 September 2022, seperti yang ditetapkan menhub melalui Kepmenhub nomor 172 tahun 2022 mengenai tarif angkutan kelas ekonomi antarnegara antar provinsi,” terangnya.

Sedangkan Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Handjar Dwi Antoro hanya mampu meneruskan keluhan dari Gapasdap dan Infa ke pemerintah pusat, terkait desakan mereka untuk menaikkan tarif angkutan penyeberangan antar provinsi antar negara, terutama di wilayah Selat Sunda yang menghubungkan Pelabuhan Merak dengan Pelabuhan Bakauheni.

Tunggu Keputusan Kemenhub

“Kami memahami dan kami memaklumi bahwa kenaikan BBM sangat berpengaruh terhadap operasional kapal yang ada di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Prinsipnya kami sebagai unit pelaksana akan meneruskan ke pusat,” kata Kepala BPTD Wilayah VIII Banten, Handjar Dwi Antoro, ditempat yang sama, Selasa (21/09/2022).

Handjar mengatakan dia belum melakukan sosialisasi ataupun pengumuman, mengenai rencana kenaikan tarif yang akan diberlakukan Kemenhub pada Senin, 19 September 2022, pukul 00.00 wib.

BPTD Wilayah VIII Banten masih menunggu keputusan resmi dari Kemenhub, menganai kenaikan tarif angkutan penyeberangan.

“Kami, khususnya BPTD, tidak pernah mengeluarkan statement (kenaikan tarif), pada saat ini kami menunggu keputusan dari pusat,” jelasnya. (***)

Continue Reading

Bisnis dan Ekonomi

Indonesia Mencari Founders (IMF) Dihelat: Siapkan 1 Juta Bisnis UMKM Naik Kelas

Published

on

Indonesia Mencari Founders (IMF) dihelat oleh Coach Yohanes, Miss Merry Riana, David Tjokrorahardjo segera siapkan 1 Juta bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas (AG Sofyan ) (Foto : Istimewa)

Jakarta, goindonesia.co : Indonesia Mencari Founders (IMF) dihelat, segera siapkan 1 Juta bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas

Komitmen ini dilakoni karena telah diprediksi oleh The International Monetary Fund (IMF) bahwa di tahun 2045 Indonesia akan menjadi negara ke-4 dengan ekonomi terbesar di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. 

Selaras dengan prediksi IMF, menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2021 diungkap bahwa 61% dari peningkatan ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB) disumbang oleh bisnis UKM. 

Bahkan bisnis UMKM ini menyerap 97% dari lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja yang membutuhkan.

“International Business Times mengatakan bahwa pendekatan trial & error adalah salah satu cara para pebisnis untuk mengidentifikasi strategi yang tidak berhasil dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk mengembangkan bisnis Tapi pendekatan trial & error ini membutuhkan uang, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Jika kita bisa mempercepat proses pembelajaran trial & error ini, maka pebisnis UMKM bisa mengakselerasi pertumbuhan bisnisnya,” ujar Coach Yohanes G. Pauly, Global Awards Winning Business Coach sekaligus Founder Gratyo® Practical Business Coaching kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/9/2022).

Press Conference “Indonesia Mencari Founders” 2022 selain bersama Coach Yohanes juga dihadiri Merry Riana selaku Founder MD Co dan Founder Merry Riana Group, David Tjokrorahardjo sebagai Founder MD Co dan Managing Principal Sovereign’s Capital serta Coach Ferry Dafira sebagai Owner Gratyo Businessversity.

Saat ini banyak pihak yang berupaya menggenjot pertumbuhan UMKM baik dari sisi pemerintah maupun swasta. 

Salah satu cara yang dipercaya bisa membantu akselerasi adalah dengan business coaching. Seperti yang pernah dikatakan oleh Bill Gates, tak lain adalah Founder dari Microsoft.

“Setiap orang butuh seorang Coach. Kita semua butuh orang yang memberikan masukan (yang jujur). Dengan cara itu, kita bisa memperbaiki diri. Dengan business coaching, pelaku bisnis bisa menerapkan strategi-strategi praktis yang terbukti berhasil di lapangan, hingga menemukan blind-spot yang selama ini tidak disadari pebisnis yang membuat bisnisnya belum bisa profitable dan auto-pilot,” jelas Coach Yohanes.

Sebagai salah satu bentuk kontribusi terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia, Gratyo® Practical Business Coaching yang merupakan business coaching company kelas dunia, menghadirkan kompetisi Indonesia Mencari Founders (IMF). 

Miss Merry Riana mengatakan kompetisi ini bertujuan untuk mencari pemilik bisnis UMKM dan calon entrepreneur untuk di-coaching gratis selama 1 tahun agar bisnisnya bisa naik kelas.

“Saya percaya bisnis UKM itu bukan Usaha Kecil Menengah, tapi sejatinya adalah Usaha Keren Miliaran,” ucap Merry Riana yang dikenal seorang entrepreneur sukses, investor, dan content creator, yang juga adalah Managing Principal MD Co, yang ikut berkolaborasi di kompetisi Indonesia Mencari Founders ini.

Sementara David Tjokrorahardjo yang merupakan Managing Principal dari MD. Co dan Managing Principal dari Sovereign’s Capital menegaskan bahwa bisnis itu butuh transaksi, namun bisnis bukan hanya tentang transaksi.

“Kita mau bisnis UMKM Indonesia naik kelas. Makanya kita berkolaborasi membuat Indonesia Mencari Founders ini,” tegas David Tjokrorahardjo 

Pertama kali dihadirkan, IMF dirancang sebagai kompetisi para pendiri bisnis baik untuk wirausahawan baru maupun wirausahawan mapan untuk menjadi Gratyol® Indonesia Entrepreneur of The Year 2022 dengan hadiah senilai 1 miliar rupiah. 

Pendaftaran IMF dimulai pada bulan Agustus sampai September 2022.

Coach Ferry Dafira, Owner dari Gratyo® BusinessVersity menambahkan bahwa misi utama dari Indonesia Mencari Founders ini adalah agar di 2045 akan terlahir 1 juta UMKM  yang bisa naik level dari bisnis skala kecil menjadi bisnis skala menengah yang berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian Indonesia yang bisa Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat. 

Gratyo® Practical Business Coaching & Gratyo® BusinessVersity sendiri selama lebih dari 10 tahun ini sudah berhasil menyentuh dan membantu hampir 200 ribu pebisnis dan calon entrepreneurs lewat buku bisnis national best seller “Business is FUN!” serta seminar & workshop bisnis yang setiap bulannya dihadiri oleh ratusan peserta.

“Sampai saat ini sudah lebih dari 1500 pemilik bisnis dan calon entrepreneurs yang terdaftar. Diharapkan akan ada 3000 pemilik bisnis dan calon entrepreneurs yang ikut serta Pemenang akan diumumkan pada tanggal 19 November 2022 di annual event bertajuk  Indonesia Founders Conference (IFC),” jelas Coach Yohanes

Selain Coach Yohanes G. Pauly, Merry Riana, David Tjokrorahardjo, dan Coach Ferry Dafira, Indonesia Mencari Founders juga menghadirkan Sylvia Surya yang adalah CEO dari Kopi Soe Group dan Co-Founder Menantea serta Marbio Suntanu, Co-Founder Yummy Corp. 

Afiliasi dari Ismaya Group sebagai juri di kompetisi ini. 

Indonesia Mencari Founders ini merupakan kolaborasi Gratyo Practical Business Coaching- business coaching company kelas dunia, Gratyo ® BusinessVersity – business coaching company khusus bagi pebisnis pemula atau mereka yang baru mau bangun bisnis, dan MD Co – sebuah venture builder yang digawangi oleh Merry Riana dan  David Tjokrorahardjo yang juga merupakan Managing Principal dari Sovereign’s Capital. (***)

Continue Reading

Trending