Connect with us

Gaya Hidup

dr Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru

Published

on

Jakarta, 8 Juni 2021 – Satu tahun berlalu. Dua belas bulan, 366 hari sudah saya bertugassebagai juru bicara Covid-19.

Saya belajar bahwa setip orang punya cerita yang berbeda dalam bersinggungan dengan COVID-19. Ada banyak masa berduka dan banyak lagi orang memiliki kisah lebih sedih dari yang saya alami. Memang sekilas, tidak ada yang baik tentang pandemi ini. Meski, saya bersyukur kepada Tuhan karena telah mampu melewati setahun yang tidak mudah ini, tetapi jujur saja, jika waktu boleh diulang, saya lebih suka menghindari pandemi. Saya lebih memilih mencari cara mencegahnya terjadi.

Pandemi ini telah masuk ke semua sendi kehidupan kita secara dramatis. Mengubah hidup secara drastis, memberikan tantangan baru yang sebelumnya kita tidak pernah perkirakan. Namun tetap harus kit acari jawabannya.

Wabah ini telah merenggut para dokter, perawat, dan puluhan tenaga kesehatan terbaik kita yang berjuang tanpa lelah di garis depan untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Ratusan dari mereka telah gugur, sebagiannya adalah kolega saya dan guru saya, sesama dokter. Kehilangan yang luar biasa yang sampai saat ini masih saya rasakan.

Tentunya juga gugurnya para pejuang ini jadalah kerugian negara. Dalam rangka menjadi dokter, di Indonesia, seseorang harus menghabiskan setidaknya enam tahun belajar. Belum lagi serangkaian Pendidikan spesialis, pasca sarjana, berbagai kursus, dan pemenuhan kualifikasi akademik lainnya yang harus mereka lalui untuk dapat disebut ahli di bidangnya. Mencetak dokter-dokter berikutnya bukanlah perjalanan singkat.

Minggu ini menandai tahun pertama pengabdian saya sebagai juru bicara penanganan dan vaksinasi Covid-19 untuk pemerintah. Sekedar untuk menyegarkan ingatan kita, perjalanan yang menempatkan saya di tempat ini, dimulai oleh dua kasus positif ibu dan anak, tahun lalu, di Depok.

Kasus pertama dan kedua Covid-19 di Indonesia ini memicu perdebatan tentang bagaimana masyarakat harus menanggapi kejujuran dan keberanian orang yang secara terbuka menyatakan status kesehatan mereka.

Covid-19 telah mengubah hidup mereka, terutama bagaimana privasi mereka, bahkan tetangga mereka, dilanggar media dan netizen, demi judul berita sensasional dan konten media sosial yang viral.

Namun stigmatisasi terhadap pasien Covid-19 tidak berumur lama. Hari ini, kita malah melihat banyak orang malah saling membantu dan mendukung tetangga mereka, bahkan menyemangati orang-orang yang mereka tidak kenal sebelumnya, yang sedang melalui masa isolasi untuk sembuh dari infeksi.

Sekarang kita telah melihat banyak inisiatif berdasarkan Solidaritas tinggi, menulari berbagai kelompok di seluruh Indonesia, menular cepat sebagai virus yang baik. Mereka saling membantu bukan saja pasien Covid-19, tetapi juga membantu mereka yang terkena dampak krisis ekonomi.

Inisiatif Desa Tangguh dan Jogo Tonggo adalah contoh virus baik yang menular. Inisiatif yang secara harfiah berarti menjaga tetangga Anda adalah inspirasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyrakat berskala Mikro (PPKM Mikro). Dengan sebutan yang bervariasi di 34 provinsi, semangat yang sama untuk saling peduli dan mengawasi, atau bahkan saling merawat anggota masyarakat membutuhkan telah meluas di seluruh pelosok negeri.

Tentunya, pemerintah terus mencari cara untuk mencegah lebih banyak kematian dan memastikan masyarakat semakin aman dari ancaman virus corona ini. Kapasitas pengujian sampel (testing) telah meningkat dari 10 ribu menjadi lebih dari 50.000 sampel setiap hari. Jumlah laboratorium telah berkembang menjadi sekitar 800 laboratorium di seluruh negeri. Ini adalah komitmen meningkatkan 3T (Testing,Tracing and Treatment) atau tes, telusur dan terapi yang ditekankan Presiden Joko Widodo sejak awal pandemi.

Peningkatan ini dimungkinkan dengan dukungan dari puluhan ribu tracers atau petugas pelacak kasus yang merupakan gabungan dari tenaga Kesehatan, dan polisi dan prajurit TNI. Ribuan relawan juga direkrut dan dilatih untuk mendukung tracing, dan berbagai tugas yang biasa diemban tenaga Kesehatan. Mereka bertugas mulai dari penyedia layanan kesehatan tingkat terendah, seperti puskesmas sampai dengan di rumah sakit-rumah sakit rujukan.

Pandemi telah mengambil alih hampir 90 persen dari layanan yang disediakan oleh fasilitas kesehatan tingkat manapun. Laporan terbaru menunjukkan bahwa penanganan pandemi menambah sekitar 40% beban kerja dan jam operasional puskesmas di seluruh Indonesia.

Setelah pemerintah mengamati arus mudik dan arus balik, rumah sakit kembali diminta untuk meningkatkan kapasitas mereka dengan menambah jumlah bangsal isolasi dan tempat tidur di ruang gawat darurat mereka . Sejak Januari 2021, pemerintah memiliki hampir 1000 rumah sakit rujukan, 10 kali lebih banyak daripada kondisi di fase awal pandemi. Selain rumah sakit, Kementerian Kesehatan telah menambah lebih dari 8500 tenaga kesehatan untuk memperkuat pelayan Kesehatan saat ini. Pasukan tambahan ini terdiri dari dokter umum , spesialis, perawat dan staf pendukung lainnya.

Itulah sebagian dari statistik yang disenangi media. Angka-angka yang bisa berubah dalam semalam.

Namun harus juga diingat bahwa pandemi tidak hanya mempengaruhi mereka yang tertular. Mereka yang berdiam diri di rumah, rajin memakai masker dan cuci tangan pakai sabun sesuai anjuran juga tetap terdampak.

Kesulitan ekonomi melanda keluarga Indonesia ditambah dengan tantangan psikologis baru membantu anak-anak belajar online sambil berkerja secara daring. Dengan segala

keterbatasan akses ke sekolah dan perubahan pola perilaku hidup, termasuk berubahnya pola asupan gizi, anak-anak dan populasi rentan lainnya juga dihadapkan dengan risiko kesehatan lainnya diluar Covid-19.

Sebelum pandemi, banyak rumah tangga Indonesia mampu membeli cukup protein dan nutrisi penting lainnya untuk anak-anak mereka. Namun saat para orang tua, pencari nafkah utama, harus tinggal di rumah sementara atau gajinya dipotong karena kehadiran di tempat kerja lebih sedikit, menu harian yang tersedia setiap waktu di masa lalu, tampaknya menjadi kemewahan pada saat ini.

Karena Puskesmas harus menyesuaikan jam operasional dan beban pekerjaannya, cakupan program imunisasi dasar rutin dengan tambahan asupan gizi untuk bayi baru lahir dan balita melorot drastis. Kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari. Rumah sakit pun banyak dihindari karena orang tua takut mendekati fasilitas tempat penderita Covid-19 dirawat. Banyak anak Indonesia yang tingkat kesehatannya saat ini tidak terpantau dengan baik.

Maka, risiko peningkatan kasus anak dengan gizi buruk, stunting dan masalah kesehatan mental akan bermunculan apabila kita biarkan.

Kabar baiknya adalah orang Indonesia terbukti tangguh dalam menghadapi krisis. Mereka tidak akan membiarkan pemerintah untuk bekerja sendiri.

Gotong-royong antar individu dan komunitas adalah senjata rahasia di balik upaya mengatasi pandemi di negeri ini. Seorang siswa sekolah perawat mengajukan diri sebagai anggota tim “Cobra” di Wisma Atlet. Seorang stand-up comic atau komedian menggunakan ponselnya untuk membuat para penontonnya tertawa terpingkal-pingkal di rumah atau fasilitas karantina pemerintah saat menjalani isolasi atau perawatan. Ika Dewi Maharani, warga Surabaya, menjadi supir ambulans perempuan pertama yang mengantar pasien ke Wisma Atlet.

Di Padang, Sumatera Barat, sebuah kisah luar biasa telah diceritakan tentang Dr Andani Eka Putra, kepala penelitian penyakit menular dan diagnostik Universitas Andalas. Didorong oleh mimpinya untuk melihat negara dan rakyatnya aman dari pandemi ini, dokter Andani menggunakan tabungan pribadinya sebesar Rp 850 juta untuk membangun laboratorium pengujian sampel Covid-19. Dia membuka pintu labnya dan menyediakan pengujian sampel secara gratis.

Memasuki bulan keenam sejak program vaksinasi digulirkan, masyarakat Indonesia mengantre di pos dan sentra vaksinasi. Tidak hanya mengantre untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk mendampingi lansia, guru, dan tokoh agama divaksinasi. Mobil, bus, ojek online, dan bahkan becak, digunakan untuk mengangkut lansia menemui petugas vaksinasi.

Beginilah cara orang Indonesia mempersonifikasikan ungkapan, “tidak ada yang aman sampai semua orang aman (no one is safe until everyone is safe).”

Masyarakat Indonesia adalah salah satu yang beruntung. Lebih dari 90 juta dosis Coronavac dari Sinovac , AstraZeneca dari Covax dan Sinopharm telah mendarat di bandara Soekarno Hatta dan sudah disuntikkan ke lebih dari dua puluh juta orang Indonesia.

Dan kabar baiknya tidak berhenti di situ, berbagai perguruan tinggi berkomitmen mengembangkan Vaksin Merah Putih dalam rangka menguatkan kemandirian. Para ilmuwan dari Lembaga Molekuler Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas

Airlangga, Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Padjajaran kini tengah berlomba mengembangkan vaksin produksi Indonesia.

Pandemi mungkin sedikit melemahkan kita, tetapi juga telah menunjukkan resiliensi dan ketangguhan kita. Itulah hikmah dari serangkaian kegiatan komunikasi saya kepada public sebagai jubir—bahwa bukan angka dan statistik yang paling penting, melainkan orang-orang, kisah ketangguhan manusia Indonesia adalah yang paling utama.

Tetap Tangguh Indonesia. Salam sehat dari saya.

***

Tentang Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) – Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dibentuk dalam rangka percepatan penanganan COVID-19 serta pemulihan perekonomian dan transformasi ekonomi nasional. Prioritas KPCPEN secara berurutan adalah: Indonesia Sehat, mewujudkan rakyat aman dari COVID-19 dan reformasi pelayanan kesehatan; Indonesia Bekerja, mewujudkan pemberdayaan dan percepatan penyerapan tenaga kerja; dan Indonesia Tumbuh, mewujudkan pemulihan dan transformasi ekonomi nasional. Dalam pelaksanaannya, KPCPEN dibantu oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.

Tim Komunikasi Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional

Narahubung: Lalu Hamdani

No HP : 081284519595

Dunia Hiburan

Sandra Dewi, Selalu Berusaha Pikat Suami

Published

on

Jakarta, goindonesia.co–Sandra Dewi mengaku selalu berusaha memikat sang suami, Harvey Moeis, meski usia pernikahannya sudah berumur empat tahun.

Menurut Sandra, bersikap romantis seperti saat masih berpacaran tetap perlu dilakukan untuk menjaga keharmonisan hubungan. Dia juga berusaha untuk tampil menarik dengan selalu berdandan meski hanya di rumah.

“Aku setiap hari berusaha membuat suami aku tetap terpikat sama aku. Aku bangun tidur langsung mandi, pakai baju yang enak dilihat walau di rumah doang,” ujar Sandra dalam peluncuran Royale Sweet Floral & Sunny Day pada Kamis.

Tak hanya kepada suami, di hadapan kedua anaknya Sandra juga selalu berusaha untuk terlihat cantik agar anak-anaknya merasa nyaman.

Baginya, berpakaian rapih dan wangi dapat memengaruhi rasa percaya diri. Dia juga ingin membiasakan kepada kedua anaknya untuk selalu berpenampilan baik dan wangi.

“Imej aku di depan anak-anak tuh maunya yang cantik, wangi, rapih. Bonding sama anak kalau bajunya wangi jadi lebih percaya diri,” kata pemain film ‘Quickie Express’ itu.

Sementara itu, Sandra mengatakan bebauan sangat mempengaruhi suasana hatinya. Oleh karenanya, dia memastikan agar rumahnya selalu bersih, rapih dan wangi terutama untuk pakaian.

“Kalau baju bau makanan, aku jadi enggak konsen dan enggak bisa mengerjakan pekerjaan dengan baik. Aku aware banget sama bau pakaian, image seseorang itu kan berpengaruh dengan wanginya,” kata wanita kelahiran 8 Agustus 1983 itu.(***)

Continue Reading

Bisnis

Penyanyi Rihanna Dinobatkan Jadi Wanita Terkaya di Dunia

Published

on

JAKARTA, goindonesia.co–Penyanyi Rihanna kini dikabarkan telah menjadi wanita terkaya di dunia. Namun, hal ini bukanlah karena pendapatan yang dia dapatkan di dunia musik, melainkan melalui bisnis-bisnisnya.

Melansir Washington Post, Kamis, majalah Forbes seperti dikutip Antara memperkirakan penyanyi berusia 33 tahun bernama lengkap Robyn Rihanna Fenty ini memiliki kekayaan 1,7 miliar dolar AS (Rp24,7 triliyun). Angka ini pun menjadikan Rihanna sebagai pemusik wanita terkaya di dunia, dan wanita terkaya kedua di dunia hiburan setelah Oprah Winfrey.

Fenty Beauty merupakan perusahaan gabungan Rihanna dengan LVMH, perusahaan barang mewah asal Prancis. Perusahaan ini melatar belakangi merek merek mewah seperti Christian Dior, Givenchy, Louis Vuitton, dan Marc Jacobs.

Fenty Beauty langsung menarik konsumen dengan rangkaian foundation yang inklusif dengan 40 warna yang tersedia dan meraih keuntungan sebesar 100 juta dolar AS (Rp1,4 miliar). Pendapatan ini berhasil diraup hanya dalam kurun waktu beberapa minggu pertama setelah diluncurkan di Sephora pada September 2017 lalu.

“Dengan setiap outlet bisnis, saya membuat sesuatu dari visi menjadi kenyataan, dan itulah hal yang sangat saya nikmati,” kata Rihanna pada sebuah interview tahun 2019 silam.

“Musik telah membawa saya ke outlet-outlet lain ini, dan ke hal-hal yang benar-benar saya sukai. Ibuku cukup banyak bekerja di industri kecantikan dan parfum untuk waktu yang lama. Dia merias wajah untuk orang-orang dan seorang penata rias. Jadi aku selalu menyukainya,”

Selain itu, Rihanna pun sempat menjelaskan alasannya belum mengeluarkan album.

“Dulu saya berada di studio, hanya studio, selama tiga bulan berturut-turut, dan sebuah album akan keluar,” katanya.

“Saya melakukan fashion suatu hari, pakaian dalam berikutnya, kecantikan berikutnya, lalu musik berikutnya. Ini seperti memiliki banyak anak, dan Anda harus menjaga mereka semua.”

Namun pada akhir tahun itu, majalah Vogue telah mengonfirmasi Rihanna sedang mengerjakan album studio kesembilannya. Pada Maret 2020, dia mengatakan kepada Vogue tidak dapat mengumumkan tanggal rilis dari album tersebut. Tetapi dia akan berusaha mengerjakan projek musiknya itu.(***)

Continue Reading

Bisnis

Jokowi teken PP No.69, Hary Tanoe: KEK MNC Lido City sudah bisa menikmati insentif

Published

on

Hary Tanoe

Jakarta , goindonesia.co –. Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata MNC Lido City yang dimiliki oleh PT MNC Land Tbk (KPIG) melalui anak perusahaannya PT MNC Land Lido secara resmi telah mendapat status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata melalui Peraturan Pemerintah (PP) No. 69 Tahun 2021 tanggal 16 Juni yang ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi).

KEK MNC Lido City dengan luas area 1.040 ha berlokasi di Kabupaten Bogor, dalam wilayah Jabodetabek.

“Dengan terbitnya PP tentang KEK Pariwisata Lido ini, secara praktis seluruh investor dan pelaku usaha di dalam KEK MNC Lido City sudah dapat menikmati insentif yang melekat pada kawasan ekonomi khusus,” ungkar Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo melalui akun Instagramnya, Kamis (17/6).

Insentif tersebut terdiri dari  insentif pajak berupa pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), PPh Badan, Cukai, dan Bea Masuk Impor, serta berbagai keuntungan bagi investor terkait lalu lintas barang, ketenagakerjaan, keimigrasian, pertanahan dan tata ruang, perizinan berusaha, dan/atau fasilitas serta kemudahan lainnya.

KEK MNC Lido City, yang dimiliki sepenuhnya oleh KPIG, merupakan world-class entertainment hospitality. (***)

Continue Reading

Trending