Connect with us

Berita Kota

Jelang Musim Mudik, Dishub Gelar Ramp Check dan Tes Kesehatan Sopir

Published

on

Kepala Dishub Kota Bandung, Dadang Darmawan (Foto : @www.bandung.go.id)

Bandung, goindonesia.co – Untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan keselamatan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menyiapkan sejumlah hal untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1444 H.

Salah satunya, Dishub Kota Bandung melaksanakan inspeksi keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan atau ramp check terhadap setiap Perusahaan Otobus (PO) pada 24-31 Maret 2023. Hal itu untuk memastikan seluruh kendaraan yang digunakan PO laik jalan.

“Persiapan sudah dimulai pekan lalu. Nanti H-7 kita lakukan ramp check Terminal Cicaheum dan Leuwipanjang,” kata Kepala Dishub Kota Bandung, Dadang Darmawan di Pendopo Kota Bandung, Kamis, 6 April 2023. 

Pemeriksaan yang dilaksanakan yaitu berkaitan dengan sistem pengereman, penerangan, kemudi, kualitas ban, kaca tidak pecah, alat tanggap darurat. 

Sementara untuk administratif yaitu masa berlaku buku uji, STNK, nomor rangka dan kesesuain DWP. 

Termasuk memeriksa kesehatan para pengemudi. Pemeriksaan akan dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan. 

“Kita kerja sama dengan Dinkes. Nanti ada tes urine. Selain kendaraannya, pengemudinya juga harus siap. Kendaraannya laik jalan dan pengemudi siap fisik dan mental,” kata Dadang. 

Selain itu, Dishub Kota Bandung juga akan mendirikan pos keamanan pada H-7 Idulfitri. Pos tersebut digelar di titik lokasi yang berpotensi kepadatan kendaraan. 

Di antaranya di Cicaheum, Ujungberung, Bundaran Cibiru, Simpang Samsat, Simpang Buahbatu, Dago, Ledeng, dan Tegalega.

“Mulai H-7 kordinasi bersama Dishub Jabar dan Kepolisian untuk membuat pos keamanan. Ada sekitar 9 lokasi di Kota Bandung. Kalau yang sudah biasa lokasinya seperti di Cikapayang-Dago dan Bundaran Cibiru. Pos itu hasil pemetaan titik yang diprediksi lonjakan kemacetan,” ujarnya.

Selama Hari Raya Idulfitri, Dishub Kota Bandung menerjunkan sebanyak 600 personel. (***)

*Diskominfo Kota Bandung 

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Kabupaten

Pemda Gorut Upayakan Penambahan Kuota Fakultatif LPG 3 Kilogram

Published

on

LPG 3 Kilogram (kg) (Foto : Istimewa)


Kabupaten Gorontalo Utara, goindonesia.co : Kelangkaan LPG 3 Kilogram (kg) beberapa pekan ini menimbulkan keresahan di masyarakat. Hal itu berdasarkan beberapa keluhan yang disampaikan sejumlah masyarakat di lewat media sosial.

Untuk mengantisipasi kelangkaan tersebut, pemerintah daerah melakukan upaya dengan menyurat ke PT Pertamina Sales Marketing Gorontalo untuk penambahan kuota fakultatif di wilayah Kecamatan Kwandang dan sekitarnya.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahid Baruadi usai melakukan pemantauan distribusi gas elpiji 3 kg di salah satu agen di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara.

“Setelah kami melakukan pengecekan di lapangan, memang terjadi peningkatan kebutuhan gas elpiji 3 kg khususnya terhadap para pelaku UMKM,” ungkap Wahid Baruadi.

Untuk penambahan kuota fakultatib kata Kabag Ekonomi, yakni sebanyak 8 Layak Operasi (LO), masing-masing 560 tabung. Jika diakumulasi setiap agen mendapat penambahan Extra Dropping sebanyak 448 tabung /agen.

“Khusus untuk Gorontalo Utara terdapat dua agen, yaitu PT. Cipta Tunggal Lestari dan Palapa Putra Jaya. Alhamdulillah hari ini terealisasi sebagaimana usulan Pemda dan sudah ditandatangani,” tambahnya.

Menurut Wahid Baruadi, pihaknya melakukan pemantauan langsung bagaimana pendistribusian agen penyalur ke pangkalan hingga ke masyarakat, guna memastikan bahwa pendistribusian tepat sasaran sesuai dengan log book atau data RT/RW di lingkungan pendistribusian masing-masing pangkalan.

Kabag ekonomi berharap, kondisi skema yang diambil Pemda bisa mengurangi permasalahan kelangkaan elpiji di masyarakat.

“Kami juga berharap kepada masyarakat untuk memastikan bahwa benar-benar terdaftar dalam log book di pangkalan yang ada di sekitar. Jika tidak terdaftar, maka tidak akan dilayani,” tandasnya. (***)

*(Kominfo - Gorontalo Utara)

Continue Reading

Berita Kota

Winongo Jogja River Festival #2 Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Sungai

Published

on

Winongo Jogja River Festival #2 (Foto : @warta.jogjakota.go.id)


Gedongtengen, goindonesia.co – Merti Kali, Makan Bersama Nasi Kenduri dan Kirab Gunungan Hasil Bumi menandai dimulainya Winongo Jogja River Festival #2 yang digelar pada Sabtu (20/7/2024) pagi di bantaran Sungai Winongo.

Upacara adat tersebut merupakan wujud syukur dan upaya dari masyarakat untuk menjaga dan melestarikan sungai. Winongo Jogja River Festival #2 dimulai pada pagi hingga pukul 23.00 WIB yang juga dimeriahkan dengan berbagai lomba tradisional di bantaran Sungai Winongo serta pentas seni budaya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono menyampaikan acara tersebut merupakan kolaborasi antara masyarakat Kelurahan Pringgokusuman dan Tegalrejo, bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta, dengan tema Ekologi Sosial.

“Kita berharap kegiatan ini juga menjadi bagian dari menjaga ekosistem sungai agar tetap lestari, dengan mengangkat kearifan lokal, sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif, melalui berbagai kegiatan seni budaya dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sejalan dengan itu Kepala Bidang Daya Tarik Pariwisata Dispar Kota Yogyakarta, Yurnelis Piliang mengatakan, Winongo Jogja River Festival #2 bertujuan untuk mengangkat potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan bantaran Sungai Winongo, sekaligus juga merupakan sarana edukasi kepada masyarakat agar ikut menjaga lingkungan sungai.

“Adanya festival ini juga ingin mengajak masyarakat untuk ikut menjaga sungai, sehingga kebersihan kawasan sungai di Kota Yogya juga semakin terjaga. Dengan dampak yang lebih luasnya lagi juga bisa memunculkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan sungai,” katanya.

Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Winongo Asei, Purnomo menyatakan kehadiran Winongo Jogja River Festival yang sudah memasuki tahun kedua ini, menjadi harapan besar agar dampaknya dapat dirasakan langsung pada kondisi sungai yang semakin terjaga kebersihannya.

“Ketika ada festival ini otomatis masyarakat juga ingin terlibat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sungai, karena di masa sebelumnya memang masih ada masyarakat di kawasan bantaran sungai yang membuang sampah sembarangan, memanfaatkannya sebagai MCK dan kurang mengindahkan kebersihan lingkungan sekitar, terangnya.

Pihaknya juga mengatakan festival tersebut harapannya dapat terus berlanjut dan bisa semakin mengenalkan potensi kawasan bantaran Sungai Winongo, sebagai salah satu destinasi wisata di Kota Yogya. (***)

*Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta 

Continue Reading

Kabupaten

Telah Layani Ribuan Pelajar, Pemkab Banyuwangi Kembali Luncurkan Angkutan Pelajar Gratis

Published

on

Program angkutan gratis bagi pelajar  (Foto : @banyuwangikab.go.id)


Banyuwangi, goindonesia.co –  Memasuki tahun ajaran baru 2024/2025, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggeber program angkutan gratis bagi pelajar. Sejak dimulai pada 2017 lalu, ribuan pelajar telah merasakan manfaat dan kemudahan ke sekolah dari program ini.

“Program ini terus kami laksanakan untuk memberikan kemudahan transportasi bagi pelajar di Banyuwangi untuk berangkat sekolah. Sekaligus meringankan biaya transportasi bagi para pelajar,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Minggu (21/7/2024).

Setiap harinya, disediakan 25 kendaraan yang berupa angkutan umum. Angkutan umum tersebut disewa khusus untuk antar jemput pelajar. Ada delapan rute yang dilayani. Menjangkau empat kecamatan yang meliputi Banyuwangi, Glagah, Giri dan sebagian Kecamatan Kalipuro.

Setiap hari sekolah (Senin-Sabtu), 25 kendaraan tersebut melayani ratusan pelajar. Rerata setiap armada mengangkut 10-15 pelajar dalam sekali trip. Kendaraan tersebut beroperasi pada pukul 06.00 – 07.30 WIB dan jam kepulangan 12.00-13.00 WIB.

“Program ini juga untuk mengurangi volume kendaraan di pagi hari serta bisa dijangkau oleh seluruh pelajar. Dari Sekolah Dasar hingga SLTA. Tanpa registrasi terlebih dahulu. Asal menggunakan seragam,” papar Ipuk.

Layanan tersebut, imbuh Ipuk, juga untuk menstimulus pendapatan para sopir angkot yang terlibat. Sekali trip mereka mendapat upah 75 ribu rupiah. Dalam sebulan, setiap kendaraan tak kurang dari 3 juta rupiah yang didapatnya.

“Mereka juga bisa tetap menarik penumpang umum di luar jam antar jemput. Ini sekaligus untuk memastikan tersedianya kendaraan umum di wilayah Kota Banyuwangi,” terang Ipuk.

Plt. Kepala Dinas Perhubungan Komang Sudira Atmaja memastikan seuruh armada yang digunakan sudah laik jalan. “Semua mobil sudah melakukan uji KIR sebagai persayaratan menjadi angkutan pelajar. Juga kami minta dipasangi stiker agar yang naik di jam yang sudah ditentukan adalah benar-benar pelajar,” terangnya.

Tegar Rifki Ardani, alumnus SMA Negeri 1 Glagah, mengaku terbantu dengan program angkutan pelajar gratis tersebut. Ia yang tinggal di kawasan Tukangkayu itu, bisa naik angkutan secara gratis saat berangkat maupun pulang sekolah. “Alhamdulillah, uang saku saya bisa digunakan untuk yang lain,” pungkasnya.  (***)

*Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, @banyuwangikab.go.id

Continue Reading

Trending