Connect with us

Berita

PBNU Akan Mediasi Kopsa-M terkait Praktik Mafia Tanah oleh PTPN V dan PT Langgam Harmuni

Published

on

Jakarta, Goindonesia.co – Perwakilan petani Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M) dari Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, kembali diterima oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (29/10/2021).

Pada pertemuan ini, perwakilan Kopsa-M disambut oleh Ketua LPBH (Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum) PBNU, Royandi Haikal dengan agenda penyerahan berkas dan dokumen pendukung sekaligus pemaparan posisi kasus terkait Kopsa-M, mulai dari kriminalisasi ketua dan 2 orang anggotanya, penyusutan lahan dan pembengkakan utang akibat ulah oknum PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V dan PT Langgam Harmuni. Adapun berkas-berkas yang disampaikan ke PBNU terkait dengan kasus penyusutan lahan, pembebanan utang dan kriminalisasi terhadap petani. PBNU pun akan memediasi kasus tersebut.

“Kami kembali menerima dengan terbuka perwakilan Kopsa-M. Berkas-berkas yang diminta sebelumnya diserahkan sekarang dan akan kami pelajari. Tapi pada prinsipnya, PBNU akan selalu berpihak kepada rakyat, masyarakat petani. Kami akan memediasi,” jelas Royandi Haikal dalam rilis yang diterima redaksi, Sabtu (30/10/2021).

LPBH PBNU menaruh perhatian dan simpati besar terhadap kasus yang tengah dihadapi oleh Kopsa-M. Berkas-berkas kasus yang diterima akan menjadi dasar untuk mengurai dugaan adanya unsur mafia tanah dalam kasus Kopsa-M.

“Pertemuan ini sangat bermakna, posisi kasus penyusutan lahan petani Kopsa-M yang dikuasai secara ilegal oleh PT Langgam Harmuni seluas 400 hektare semakin jelas. Dugaan praktik mafia tanahnya kentara sekali karena diketahui PT Langgam Harmuni baru mengurus izin perkebunan di tahun 2020. Lantas selama beroperasi sejak 2007 hingga sekarang ini, status PT Langgam Harmuni bisa dikatakan tidak berizin,” tegasnya.

Di samping itu, petani Kopsa-M mengalami kerugian dari praktik KKPA (Kredit Koperasi Primer Anggota) yang tidak sesuai aturan. Penyusutan lahan dan beban utang menjadi pesakitan yang mesti ditanggung 997 petani Kopsa-M. 

“Padahal kebun petani dalam skema KKPA yang disepakati seluas 2.050 ha. Namun terus menyusut, karena dikuasai perusahaan lain secara ilegal. Apalagi diketahui dari pernyataan perwakilan Kopsa-M, dari tahun 2003 sampai 2017, PTPN V mengelola kebun secara single management (manajemen tunggal), namun dari hasil penilaian teknis Dinas Perkebunan Kampar, luas kebun produktif hanya seluas 329 ha dan utang KKPA yang dibebankan ke Kopsa-M senilai Rp 140 miliar. Ini ‘kan tidak benar,” tambahnya

Kemudian, terkait dugaan kriminalisasi Ketua Kopsa-M Anthony Hamzah, dan dua petani Kopsa-M lainnya, Royandi menyebutkan kasus ini sangat sarat dengan rekayasa. “Kami menduga kriminalisasi Anthony Hamzah yang dituduhkan terkait dengan perkara pengrusakan disertai ancaman dan pengusiran yang terjadi di perumahan karyawan PT Langgam Harmuni terkesan dipaksakan. Ada unsur pelemahan perjuangan petani dalam kasus itu,” jelasnya

Atas dasar ini, LPBH PBNU sepakat untuk menjembatani proses mediasi antara petani Kopsa-M dan PTPN V agar posisi petani dalam persoalan dengan PTPN V diletakkan setara.  “Kami melihat hulu dari kasus ini adalah terkait dengan pola KKPA antara PTPN V dan Kopsa-M yang tidak berjalan sesuai aturan. Banyak kesepakatan dalam perjanjian kerja sama yang tidak dijalankan semestinya. Dalam waktu dekat kita akan lakukan mediasi dengan PTPN V, agar persoalan bisa diselesaikan dan petani Kopsa-M tidak dirugikan,” tutupnya.

Berita

DPR Bentuk Pansus RUU Ibu Kota Negara, Ini Daftar Anggotanya

Published

on

Ilustrasi DPR RI (Lamhot Aritonang/detikcom)

Jakarta, goindonesia.co – DPR membentuk panitia khusus atau pansus untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara (IKN). Pansus RUU Ibu Kota Negara terdiri atas 56 anggota Dewan dari lintas komisi.
“Sesuai dengan Peraturan DPR RI Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib Pasal 104 Ayat 2 menyatakan jumlah anggota pansus ditetapkan rapat paripurna paling banyak 30 orang,” kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dalam rapat paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (7/12/2021).

“Mengingat kompleksitas substansi akan dibahas dan akan lintas sektoral melibatkan lintas komisi maka rapat konsultasi pengganti rapat Bamus (Badan Musyawarah) tanggal 3 November memutuskan membentuk Pansus Rancangan UU tentang IKN dengan jumlah anggota sebanyak 56 orang dan pimpinan Pansus 6 orang,” lanjut Dasco. Adapun komposisi keanggotaan Pansus RUU Ibu Kota Negara berdasarkan pertimbangan dan pemerataan anggota yaitu Fraksi PDIP 12 orang, Golkar 8 orang, dan Gerindra 8 orang. Kemudian fraksi NasDem 6, PKB 6, Demokrat 5, PKS 5, PAN 4, serta PPP 2 orang.

Berikut ini rincian nama-nama 56 anggota Pansus RUU Ibu Kota Negara:

PDIP
1. T.B. Hasanuddin
2. Junimart Girsang
3. Bob Andika Mamana Sitepu
4. Hendrawan Supratikno
5. Dede Indra Permana
6. Arif Wibowo
7. Andreas Eddy Susetyo
8. Sri Rahayu
9. Sadarestuwati
10. Ichsan Soelistio
11. Cornelis
12. Safaruddin

Golkar
1. Ahmad Doli Kurnia Tanjung
2. Ilham Pangestu
3. Arsyadjuliandi Rachman
4. Agung Widyantoro
5. Mukhamad Misbakhun
6. Zulfikar Sadikin
7. Sarmuji
8. Hamka B. Kady

Gerindra
1. Habiburokhman
2. Kamrussamad
3. Sugiono
4. Prasetyo Hadi
5. Darori Wonodipuro
6. Novita Wijayanti
7. Budisatrio Djiwandono
8. Andi Iwan Darmawan

Nasdem
1. Saan Mustopa
2. Fauzi H. Amro
3. Tamanuri
4. Willy Aditya
5. Syarief Abdullah Alkadrie
6. Ery Egahni Ben Bahat

PKB
1. Ruslan Daud
2. Tommy Kirniawan
3. Yanuar Prihatin
4. Fathan
5. Ratna Juwita Sari
6. Moh. Rano Al Fath

Demokrat
1. Muslim
2. Hinca Panjaitan
3. Marwan Cuk Asan
4. Herman Khaeron
5. Sartono

PKS
1. Suryadi Jaya Purnama
2. Hidayatullah
3. Mardani
4. Ecky Awal Muncharam
5. Hamid Noor Yasin

PAN
1. Saleh Partaonan Daulay
2. Guspardi Gaus
3. Ibnu Mahmud Bailalludin
4. Andi Yuliani Paris

PPP
1. Achmad Baidowi
2. Nurhayati

(***)

Continue Reading

Berita

Selamat! Arif Satria Terpilih Ketum ICMI

Published

on

Arif secara resmi menjadi Ketum ICMI setelah dikukuhkan pada Senin (6/12/2021). Dimana diketahui, Arif merupakan seorang akademisi, guru besar ekologi-politik, dan rektor IPB.

Bandung, goindonesia.co – Arif Satria terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) periode 2021-2026. Pemilihan itu adalah salah satu rangkaian agenda Muktamar ke-7 ICMI yang digelar di Bandung, pada 4-6 Desember 2021.

Arif secara resmi menjadi Ketum ICMI setelah dikukuhkan pada Senin (6/12/2021). Dimana diketahui, Arif merupakan seorang akademisi, guru besar ekologi-politik, dan rektor Institut Pertanian Bogor (IPB).

Pemilihan tersebut dimulai dengan pengusulan nama dari Organisasi Wilayah (Orwil), yang mana terpilih 70 nama, lalu dikerucutkan menjadi 15 nama berdasarkan suara terbanyak. Dari 15 nama ini, dipilih kembali oleh pemilik hak suara untuk mendapatkan tujuh nama sebagai formatur.

Pemegang hak suara ialah sembilan orang dari pengurus pusat, lima dari masing-masing Orwil dengan kehadiran 31 Orwil, satu dari masing-masing Organisasi Daerah (Orda), dan satu dari pengurus badan otonom ICMI.

Dari tujuh nama yang terpilih menjadi formatur, nama dengan suara terbanyak otomatis menjadi Ketum ICMI dan enam nama lain menjadi wakil ketua umum atau posisi strategis lainnya.

Tujuh nama berdasarkan urutan suara terbanyak di antaranya:

  1. Arif Satria sebanyak 206 suara.
  2. Ilham Akbar Habibie sebanyak 201 suara.
  3. Mohammad Najib yakni 143 suara.
  4. Zulkifli Hasan sebanyak 140 suara.
  5. Priyo Budi Santoso sebanyak 118 suara.
  6. Jafar Hafsah sebanyak 102 suara.
  7. Andi Anzhar Cakra Wijaya sebanyak 101 suara.

Muktamar ICMI kali ini mengangkat tema “Membangun Indonesia Bermartabat Menuju Indonesia Emas 2045”. Muktamar dihadiri para pengurus dari ICMI pusat, Badan Otonom ICMI pusat, utusan Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI dalam dan luar negeri, dan utusan seluruh Orda kabupaten/kota se-Indonesia.

Agenda dalam muktamar tersebut selain pemilihan ketum, di antaranya menyampaikan laporan pertanggungjawaban pengurus ICMI pusat periode 2015-2021, menetapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, menetapkan garis besar program kerja, pedoman pokok dan kebijakan organisasi ICMI, dan memilih Majelis Pengurus ICMI. (***)

Continue Reading

Berita

Pakar UGM Jelaskan Tanda-tanda Sehari Sebelum Erupsi Gunung Semeru

Published

on

Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12). (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

Jakarta, goindonesia.co — Pakar Vulkanologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Wahyudi menyebut Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, telah mengalami peningkatan aktivitas sebelum erupsi pada 4 Desember 2021.
Wahyudi menjelaskan, sejak 90 hari terakhir Semeru terpantau telah menunjukkan kenaikan aktivitas gempa letusan yang secara teori sudah bisa dianggap cukup sebagai prekursor atau gejala erupsi pada 4 Desember.

“Sejak 90 hari terakhir ada peningkatan kegempaan, itu kurang lebih rata-rata di atas 50 kali per hari sejak 90 hari terakhir. Bahkan ada yang sampai mencapai 100 kali per hari. Ini sebenarnya sudah tanda-tanda, bisa dijadikan prekursor akan terjadinya erupsi yang lebih besar,” kata Wahyudi di Auditorium FMIPA UGM, Sleman, Senin (6/12).

Wahyudi menjabarkan, sebenarnya sejak statusnya dinaikkan menjadi Waspada (level II) pada 2012, Semeru perlahan menunjukkan kenaikan aktivitas. Seperti mengeluarkan kepulan asap putih dan abu-abu setinggi 200-700 meter pada September 2020. Kemudian kejadian guguran awan panas sejauh 11 kilometer pada 1 Desember 2020 silam ke arah tenggara atau Besuk Kobokkan.

“Dari 2012 sampai 2020, selama 8 tahun ini sebenarnya suatu masa yang cukup untuk gunung api aktif beristirahat. Ini yang diwaspadai ketika gunung api yang aktif ketika dia tidak aktif itu fasenya mengumpulkan energi,” imbuhnya.

Namun, Wahyudi melihat erupsi 4 Desember 2021 kemarin lebih disebabkan karena tingginya curah hujan di sekitaran Semeru. Kubah lava yang tidak stabil akhirnya mengalami longsor dan mengakibatkan terjadinya awan panas.

Tingginya curah hujan ini memicu terjadinya thermal stress atau kondisi yang disebabkan akibat perubahan suhu. Situasi kubah lava yang bersuhu tinggi rentan longsor karena tekanan tinggi dari proses penguapan. Faktor eksternal ini membuat fenomena erupsi kali ini terkesan tiba-tiba atau di luar perkiraan.

“Jangkauan awan panas mencapai 11 kilometer. Ini lebih panjang, lebih jauh dari rekomendasi jarak aman karena rekomendasi pemerintah itu jarak aman hanya 5 kilometer. Khusus yang tenggara 5 kilometer, kalau segala arah 1 kilometer,” sebutnya.

Seismologi UGM Ade Anggraini menambahkan, rangkaian gempa letusan di Semeru menandakan material vulkanik sudah menumpuk di permukaan sebelum 4 Desember 2021. Material ini bisa sewaktu-waktu mengalami longsor.

“Jadi kalau kita lihat analisis lebih detail, makanya kita lihat sudah ada penumpukan material di permukaan cukup banyak,” ucapnya.

Ade kemudian merujuk pada laporan PVMBG yang mengklaim tak mendapati adanya gempa vulkanik dalam (VTA) dan gempa vulkanik dangkal (VTB) sebelum kejadian erupsi 4 Desember. Artinya, menurut dia, memang tidak ada kecenderungan suplai material baru dari perut gunung.

“Kalau kemudian terjadi awan panas, maka dari data tersebut ketidakadaan VTA dan VTB tetapi dominasi adalah gempa erupsi. Jadi benar-benar penumpukan material di permukaan lalu terjadi awan panas, maka analisisnya mengarah pada awan panas disebabkan oleh runtuhnya kubah lava,” papar Ade.

Ade meyakini, rekomendasi PVMBG mengenai jarak aman 5 kilometer dari puncak Semeru didasarkan pada karakteristik gunung tersebut sejauh pengamatannya. Akan tetapi, bukan tidak mungkin ketika erupsi suatu gunung terjadi di luar kebiasannya.

“Nah ketidakpastian di dalam faktor yang kemudian membuat menjadi lebih panjang itu memang kadang di luar kuasa kita, karena kita hanya berbicara dengan data analisis yang kita punya. Data yang tidak kita punya tidak bisa dimasukkan dalam analisis, kita hanya bisa membuat sebagai suatu ketidakpastian,” ucapnya.

Pakar Vulkanologi UGM lainnya, Herlan Darmawan menerangkan, ada beberapa parameter yang mempengaruhi jarak luncuran awan panas. Mulai dari volume kubah lava, keberadaan gas, hingga hujan.

Herlan menjelaskan, gas yang muncul ketika magma terfragmentasi berubah solid menjadi ‘pelicin’ bagi material longsoran untuk meluncur lebih jauh.

“Banyaknya gas yang terbentuk jadi pelicin antara permukaan bumi dan material yang dilongsorkan. Jadi seperti ada gas layer di bawah awan panas,” terangnya.

“Kemudian ada air hujan juga melicinkan permukaan dengan material awan panas, atau memperkecil gaya gesek antara permukaan bumi dan material awan panas yang longsor tadi. Pas (erupsi) Merapi 2010 itu juga pas musim hujan sehingga (jarak luncur) bisa 15 kilometer,” sambung dia.

Pakar Sistem Informasi Geografi UGM Sandy Budi Wibowo sementara memperkuat hasil analisa terkait pemicu awan panas guguran tanggal 4 Desember 2021 yang tak terkait aktivitas magmatis. Melainkan dipicu tingginya curah hujan.

Berdasarkan pemantauan via citra radar, tidak ada perubahan topografi di badan Semeru. Artinya, tidak ada fenomena deformasi gunung. Perubahan topografi justru nampak di sepanjang sungai yang berhulu dari Puncak Semeru hingga ke arah selatan.

“Ini menguatkan statement sebelumnya, nampaknya erupsinya itu tidak berhubungan dengan dengan suplai magma dari dalam perut bumi. Lalu kalau tidak ada suplai magma dari dalam perut bumi gunungnya tidak mengembang, kuncup gunung apinya tetap seperti sebelumnya,” paparnya.

Tingginya curah hujan, menurut Sandy, tak terlepas dari fenomena La Nina di Indonesia yang membuat curah hujan meningkat 40 persen di atas normal.

“Hanya saja di bagian permukaan gunung karena ini erupsinya sekunder jadi mungkin karena ada tumpukan material yang cukup panas 800-900 derajat celsius ketika baru keluar itu lalu terkena hujan,” tutupnya.  (***)

Continue Reading

Trending