Connect with us

Berita

Presiden Minta PTM Dievaluasi, Legislator: Sesuaikan Level PPKM di Daerah

Published

on

Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai, PTM dilaksanakan sesuai level PPKM di daerah masing-masing. Presiden Jokowi meminta PTM dievaluasi seiring meningkatnya kasus Covid-19. Foto: Dok Pri

Presiden Jokowi meminta PTM dievaluasi seiring meningkatnya kasus Covid-19.

Jakarta, goindonesia.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pembelajaran tatap muka (PTM) dievaluasi, khususnya di tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten seiring kasus harian Covid-19 yang mengalami peningkatan signifikan. Kendati demikian, evaluasi PTM ini harus benar-benar dilakukan secara selektif dan terukur. 

“Saya sepakat jika memang harus ada evaluasi pelaksanaan PTM, kendati demikian yang saya tahu setiap pemerintah daerah telah mempunyai skema pengendalian Covid-19 saat PTM dilakukan,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dalam keterangannya, Selasa (1/2/2021). 

Dia mengatakan, skema pengendalian Covid-19 saat PTM bisa dilihat di satuan pendidikan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Saat ada satu saja peserta didik atau tenaga kependidikan yang terindikasi positif Covid-19, maka penyelenggara sekolah langsung melakukan penghentian PTM selama kurun waktu tertentu. 

“Setelah dilakukan contact tracing, penyemprotan disinfektan di lingkungan sekolah, dan setelah dinilai aman, maka baru kemudian PTM kembali dilaksanakan,” katanya. 

Sebagai gambaran di DKI Jakarta, kata Huda, sejak PTM pertama dilaksanakan hingga pertengahan Januari 2022 lalu ada sekitar 90 sekolah yang ditutup karena ada siswa atau guru yang terinfeksi Covid-19. Namun saat ini, 88 sekolah di antaranya sudah kembali dibuka dan tinggal dua sekolah yang masih menghentikan PTM. Pola yang sama, juga dilakukan oleh Pemkot Depok, Jawa Barat, di mana mereka juga melakukan PTM dengan skema pengendalian Covid-19 secara ketat. 

“Ini indikator jika pihak pemerintah daerah dan penyelenggara satuan pendidikan telah mempunyai skema pengendalian tersendiri yang satu sisi tetap mewaspadai penyebaran Covid-19 dan di sisi lain memastikan PTM bisa tetap dilaksanakan,” katanya.

Huda menegaskan, penyelenggaraan PTM tetap harus mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri terkait penyelenggaraan pembelajaran selama pandemi. Dalam SKB 4 Menteri tersebut jelas disebutkan PTM bisa dilaksanakan jika PPKM suatu wilayah di level I dan II. DKI Jakarta diketahui saat ini masih berada di level II PPKM.

Nah selama PPKM masih di level I dan II maka pembelajaran tatap muka tetap bisa dilakukan dengan protokol kesehatan serta skema pengendalian Covid-19 secara ketat,” katanya. 

Politisi PKB ini menegaskan, keseimbangan skema pengendalian Covid-19 di satu sisi dan penyelenggaraan PTM di sisi lain harus dijaga dengan baik. Menurutnya, PTM selama situasi memungkinkan harus tetap dilakukan mengingat begitu besar dampak negatif learning loss bagi peserta didik di Indonesia selama dua tahun pandemi Covid-19 berlangsung.

“Hilangnya kapasitas anak didik kita benar-benar menjadi keprihatinan kita dan tidak bisa terus-menerus berlangsung, maka kebijakan gas dan rem dalam PTM tetap harus dilakukan sehingga potensi learning loss bisa kita minimalkan,” ujar dia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengatakan hal yang sama. Evaluasi PTM yang dilakukan tetap mengacu pada SKB 4 menteri. “Tentang daerah-daerah tentu dilakukan evaluasi mengacu SKB Empat Menteri,” ungkap Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbudristek, Jumeri.

Dia menilai, SKB tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19 itu sudah patuh terhadap penetapan level PPKM yang dilakukan oleh pemerintah. Dia memberikan contoh wilayah DKI Jakarta yang masih bisa melakukan PTM 100 persen karena masih berada di PPKM level II.

“Dalam Inmendagri baru disebutkan DKI (Jakarta) masih di level II, belum III, jadi PTM masuk kategori 100 persen,” kata Jumeri. (***)

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Berita

Jepang Mulai Terima Turis AS dan 3 Negara Lainnya Akhir Bulan Ini

Published

on

Seorang wanita memakai masker berjalan di stasiun Shinagawa di Tokyo (18/1/2022). Jepang melaporkan rekor tertinggi infeksi Covid-19 baru yang dipicu oleh varian Omicron. (AFP/Philip Fong)

Jakarta, goindonesia.co – Jepang akan menerima turis asing sebelum akhir Mei 2022. Hal itu diumumkan politisi senior, termasuk Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Tetsuo Saito.

Sebelumnya, awal bulan ini, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menyatakan niatnya untuk mulai membuka perbatasan Jepang musim panas ini. Tujuan akhirnya membuat para pelancong masuk ke Jepang semulus negara-negara G7 lainnya.

Saito membahas rencana tersebut saat berbicara dengan media setelah rapat kabinet di Tokyo. Bisa ditebak, bagaimanapun, negara ini belum siap untuk sepenuhnya membuka perbatasannya, dan pelancong yang masuk harus menyelesaikan beberapa persyaratan.

Pertama, turis yang datang ke Jepang harus memiliki dua suntikan vaksinasi virus corona awal dan booster mereka agar memenuhi syarat untuk masuk. Wisatawan akan diizinkan dari empat negara, AS, Australia, Singapura, dan Thailand, yang dipilih karena penanganan domestik mereka terhadap infeksi varian virus corona.

Ketentuan yang paling ketat adalah bahwa pelancong yang masuk harus bepergian sebagai bagian dari kelompok wisata kecil yang dikelola oleh Badan Pariwisata Jepang, bagian dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata, dan kelompok perdagangan Asosiasi Agen Perjalanan Jepang. Tur akan mengunjungi lokasi dan menginap di hotel di mana masyarakat sekitar telah setuju untuk bertindak sebagai tuan rumah untuk program tersebut.

“Dalam membuka kembali Jepang untuk pariwisata luar negeri, perlu diperhatikan bagaimana menumbuhkan rasa pengertian dan ketenangan pikiran,” kata Saito. Dia tidak merinci berapa banyak, jika ada, pergerakan bebas yang diizinkan berdasarkan rencana perjalanan, atau bagaimana para peserta akan dipantau untuk memastikan kepatuhan mereka.

Pada hari yang sama dengan komentar menteri, Tokyo merilis statistik virus corona mingguannya, dengan 3.663 infeksi baru yang dikonfirmasi. Penurunan 800 dibandingkan minggu sebelumnya, dan sembilan kematian yang dikonfirmasi.

Patut ditunjukkan bahwa format awal ini digunakan sebagai sistem uji coba yang digunakan untuk mengukur keselamatan kesehatan dan kelayakan memulai kembali pariwisata masuk ke Jepang. Hasilnya akan diperiksa sebagai bagian dari proses pembuatan protokol masuk yang lebih santai yang Kishida berharap untuk menerapkan musim panas ini.

20 Ribu Turis Asing

lustrasi masyarakat Jepang. (AFP)

Sebelumnya, Jepang berencana mengizinkan 20 ribu tamu dari mancanegara setiap hari mulai Juni 2022. Relaksasi diperkirakan akan berlanjut. Hal itu menyusul pemeriksaan infrastruktur karantina bandara dan keadaan infeksi domestik setelah liburan Pekan Emas Jepang.

Selain itu, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menerima wisatawan dengan menguji coba tur skala kecil segera bulan ini. Tujuannya untuk memperluas penerimaan wisatawan asing secara bertahap.

Jepang, yang mengadopsi langkah-langkah perbatasan pandemi paling ketat di antara negara-negara Kelompok Tujuh, telah berada di bawah tekanan untuk dibuka kembali. Akhir April, sektor swasta anggota panel pemerintah tentang kebijakan ekonomi dan fiskal menyerukan untuk melonggarkan batas kedatangan asing harian dan melonggarkan prosedur imigrasi tambahan.

Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan selama kunjungan ke London pekan lalu bahwa Jepang akan meninjau langkah-langkah Covid-19 “secara bertahap” setelah berkonsultasi dengan pakar kesehatan masyarakat, dan menyelaraskannya dengan negara-negara G-7 lainnya.

Berhati-hati

Ilustrasi bendera Jepang (AFP/Toru Yamanaka)

Jepang menutup semua pengunjung asing bukan penduduk pada 30 November 2021, sebagai tanggapan atas munculnya varian Omicron yang sangat menular. Sejak 1 Maret 2022, kontrol telah dilonggarkan pada entri untuk pebisnis, mahasiswa asing, trainee praktek kerja dan lainnya yang masuk untuk tujuan non-pariwisata.

Batas kedatangan asing per hari dinaikkan dari 3.500 sejak November menjadi 5.000 pada 1 Maret 2022, 7.000 pada 14 Maret dan menjadi 10.000 saat ini pada 10 April 2022. Pada 2021, hanya 245.900 pengunjung asing yang datang ke Jepang — angka terendah sejak data pembanding tersedia pada 1964.

Selama ini Jepang sangat berhati-hati dalam membuka perbatasannya selama pandemi COVID-19. Ini juga terkait kebijakan untuk kembali menerima kunjungan turis asing di masa krisis kesehatan global.

Operator perjalanan di Jepang sedang mempersiapkan antisipasi kembalinya wisatawan mancanegara dengan uji coba grup wisata berskala kecil. Menurut pihaknya, ini akan menyerupai “gaya berwisata di Korea Utara,” seperti dilansir dari SCMP.

Belum Ada Tanggal

Pendeta Shinto mengadakan upacara upacara untuk festival dua tahunan yang disebut “Kanda Matsuri” di kuil Kanda di Tokyo (18/5/2022). Festival yang diadakan untuk kebahagiaan umat paroki kuil dan keselamatan Jepang ini pernah didukung oleh Keshogunan Tokugawa pada abad ke-17. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Sebelumnya, disebutkan bahwa belum ada tanggal yang ditetapkan untuk Jepang kembali menerima kunjungan turis asing, meski sektor perjalanan melihat harapan dalam pelonggaran pembatasan pada 8 November 2021. Ini merujuk pada pemangkasan periode karantina COVID-19 untuk pelancong bisnis yang sudah divaksin, serta memungkinkan kembalinya siswa internasional dan pekerja magang dengan visa yang sah.

Di samping itu, kuota harian orang yang diizinkan masuk ke Negeri Sakura pada 26 November akan meningkat jadi lima ribu dari semula 3,5 ribu orang. Aturan demi aturan ini lebih meningkatkan harapan bahwa lebih banyak pembatasan akan segera dicabut.

Meski kasus dan kematian COVID-19 turun secara dramatis di seluruh Jepang ketika vaksinasi diperluas untuk mencakup lebih dari 75 persen populasi, pemerintah tetap bungkam tentang rencana pembukaan kembali perbatasannya. Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (JNTO) pun belum mau berkomentar tentang ini.

Tapi, seorang sumber dalam industri mengatakan pada This Week In Asia bahwa agen tur domestik diminta menjalankan program uji coba tur skala kecil yang disaring secara ketat untuk turis luar negeri. Pelancong dilaporkan akan diminta tiba melalui penerbangan dan melakukan perjalanan dengan bus wisata khusus yang akan dilarang berhenti di setiap kota besar. (***)

Continue Reading

Berita

KSAD Dudung Dinobatkan sebagai Pangeran Kerajaan Sonbai NTT

Published

on

KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima penobatan gelar Naijuf Tanin Anin Manas dari Raja Sombai di Kupang, NTT, Rabu, (18/5/2022). Foto/ist

Jakarta, goindonesia.co – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman menerima penobatan gelar Naijuf Tanin Anin Manas dari Raja Sombai di Kupang, NTT, Rabu, (18/5/2022). Penobatan gelar dilakukan dalam kunjungan kerja Dudung ke wilayah Kodam IX/Udayana.

Gelar adat Kerajaan Sonbai ini merupakan gelar adat ketujuh yang diterima Jenderal Dudung dari kunjungannya ke berbagai daerah di Tanah Air sejak menjabat KSAD.

Kerajaan Sonbai menganggap Dudung menjadi pelindung rakyat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai prajurit yang harus menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan wilayah NKRI sampai titik darah penghabisan.

Adapun Naijuf berarti Pangeran Sakti, Tanin diartikan sebagai pelindung. Sedangkan Anin berarti Angin dan Manas memiliki arti panas atau terik Matahari.

“Secara harfiah dapat dikatakan Jenderal TNI Dudung menjadi Pangeran Sakti pelindung Ibu Pertiwi dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” tulis Dispenad dalam keterangannya, Kamis (19/5/2022).

Dudung menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan kehormatan yang diberikan keluarga Kerajaan Sonbai kepadanya lewat penobatannya sebagai Naijuf Tanin Anin Manas tersebut Dirinya mengingatkan agar selalu menjaga kebhinekaan, menjaga persatuan dan menjaga keindonesiaan.

Kegiatan penganugerahan gelar dilaksanakan di kediaman Gubernur NTT. Prosesnya diawali dengan adat Natomi, yaitu adat berbalas pantun dari tokoh adat Sobe Sonbai.

Kemudian dilanjutkan dengan penyematan Mahkota Kebesaran Sonbai, terakhir penyerahan Tongkat Komando dan Pedang Kepahlawanan. (***)

Continue Reading

Berita

Berkunjung ke Universitas Oxford, Anies Baswedan Jajaki Kerjasama Soal Kebijakan Publik Jakarta

Published

on

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) saat mengunjungi University of Oxford, . (Sumber: Tangkapan Layar Instagram @aniesbaswedan)

Jakarta, goindonesia.co – Akun Instagram Anies Baswedan kembali mengunggah cerita tentang pertemuan Gubernur DKI Jakarta Anies dengan akademisi saat kunjungan ke University of Oxford di Inggris. 

Pada unggahan itu, Anies terlihat mendapat sambutan dari Professor Tim Power, Head of Social Sciences Division Oxford University.

Keterangan yang tertulis pada akun Instagram resmi Anies Baswedan, dikutip Selasa (17/5/22), “Kami diterima di Delegates Room yang berusia lebih dari 300 tahun, ruangan ini dulunya adalah lokasi Oxford University Press, tempat Oxford English Dictionary pertama kali dibuat.”

Diterangkan pula, Pemprov DKI Jakarta yang tengah menjajaki kerja sama dengan Blavatnik School of Government dari University of Oxford, khususnya mengenai pengembangan kebijakan publik Jakarta.

Kunjungan ke Oxford University singkat, padat dan produktif, ditutup dengan makan malam bersama pihak Social Sciences Division pada salah satu college tertua Oxford, yaitu Balliol College.”  

Selain kerjasama terkait pengembangan kebijakan publik, menurut keterangan dalam akun Anies itu, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) baru menandatangani MoU dengan Transport Studies Unit, Oxford University. 

Kemarin ditandatangani MoU antara PT. Transportasi Jakarta dengan Transport Studies Unit, Oxford University, untuk pengembangan riset dan capacity building pemerintah dan BUMD Jakarta.” 

Pada kunjungannya, Anies bersama pihak Oxford University berdiskusi mengenai potensi Asia Tenggara ke depan yang menarik bagi dunia akademik maupun profesional, serta potensi kerjasama dengan Centre of South East Asian Studies. (***)

Continue Reading

Trending