Connect with us

Bisnis

Daftar Perusahaan yang PHK Karyawan Gegara Covid-19

Published

on

Sejumlah perusahaan terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan karena tekanan pandemi covid-19. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo).

Jakarta, goindonesia.co — Sejumlah perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan di tengah peningkatan kasus pandemi covid-19. Perusahaan ini bergerak di berbagai sektor, mulai dari ritel hingga energi.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) salah satunya. Manajemen mengungkapkan melakukan PHK kepada 421 karyawannya sejak Januari 2020 hingga Juni 2020.

Manajemen mengungkapkan mempekerjakan 5.475 karyawan hingga Juni 2020 lalu. Jumlahnya berkurang dari posisi Desember 2019 yang mencapai 5.896 orang. Sementara, sebanyak 2.100 karyawan mengalami pemotongan gaji dan penyesuaian jam kerja.

Namun, jika dilihat kinerja keuangan Ramayana Lestari Sentosa mulai membaik pada semester I 2021. Tercatat, pendapatan perusahaan naik dari Rp1,47 triliun menjadi Rp1,71 triliun per Juni 2021.

Dengan demikian, laba bersih perusahaan naik dari Rp5,36 miliar menjadi Rp137,82 miliar. Hal ini seiring dengan penurunan beban umum dan administrasi dari Rp665 miliar menjadi Rp647 miliar.

Selain Ramayana Lestari Sentosa, ritel Giant juga melakukan PHK kepada karyawannya. Lini usaha dari PT Hero Supermarket Tbk itu menutup seluruh gerai Giant mulai Juli 2021 lalu.

Akibatnya, banyak karyawan Giant yang terkena PHK. Manajemen tak menyatakan secara rinci berapa jumlah karyawan yang terkena PHK karena penutupan supermarket itu

Hal yang pasti, Head of Corporate and Consumer Affairs Hero Supermarket Diky Risbianto mengatakan perusahaan akan membayar pesangon kepada seluruh karyawan Giant sesuai dengan aturan perusahaan.

“Pemberian pesangon dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku di perusahaan dan kami telah mengkomunikasikan hal ini dengan jelas kepada setiap karyawan yang terdampak,” ucap Diky.

Selain itu, Diky menyebut manajemen akan memberikan kompensasi di atas jumlah yang direkomendasikan di Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Lalu, manajemen juga memberikan surat referensi untuk membantu masa transisi karyawan yang terkena PHK.

“Anggota karyawan yang terdampak dapat melamar pekerjaan di lini bisnis kami yang lain. Kami berharap dapat menyediakan peluang baru seiring dengan pengembangan bisnis kami lainnya, yaitu Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket,” jelas Diky.

Lalu, perusahaan energi Shell juga melakukan PHK besar-besaran di tengah jatuhnya harga minyak mentah dunia pada September 2020 lalu.

Shell mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan akan memangkas antara 7.000 hingga 9.000 posisi pada akhir 2022. Lalu, 1.500 staf diklaim sudah setuju untuk meninggalkan perusahaan secara sukarela pada tahun ini.

Pemangkasan ini berjumlah sekitar 10 persen dari total tenaga kerja global Shell yang terdiri dari 80 ribu staf di lebih dari 70 negara.

Shell berencana menghemat antara US$2 miliar hingga US$2,5 miliar dengan keputusan PHK ini. Penghematan tersebut akan berkontribusi pada efisiensi senilai US$3-US$4 miliar dan berlangsung hingga 2021 mendatang.

Selanjutnya, Linkedin juga melakukan PHK kepada 960 karyawan atau 6 persen dari total tenaga kerjanya di global pada Juli 2020 lalu. Hal ini sebagai langkah efisiensi perusahaan di tengah pandemi.

CEO LinkedIn Ryan Roslansky dalam catatan kepada stafnya mengatakan bahwa situs web jejaring profesional pimpinannya tak kebal dari pandemi corona dan ikut merasakan efeknya.

“Perusahaan terus tertekan seiring dengan anjloknya permintaan pekerja. Permintaan tak lagi sama seperti sebelumnya,” ujarnya, dikutip dari CNN. ***

Continue Reading
Advertisement Berita Vaksin Penting

Bisnis

Indonesia Jadi Salah Satu Kiblat Fashion Muslim

Published

on

Indonesia Jadi Salah Satu Kiblat Fashion Muslim. Foto: Model memperagakan busana muslimah (ilustrasi).

Industri fashion Muslim sangat berkembang pesat.

Jakarta, goindonesia.co —Industri fashion Muslim sangat berkembang pesat, termasuk di Indonesia. Bahkan Indonesia dilihat telah menjadi salah satu kiblat atau trendsetter modest fashion wear.

Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf, Yuana Rochma mengatakan permintaan di dalam negeri sendiri sudah besar. Ternyata Indonesia juga menjadi rujukan atau salah satu pusat fashion Muslim.

“Walaupun ada yang sangat bagus juga seperti Turki. Di New York, Malaysia itu kalau produk Indonesia keluar, selalu habis, di Eropa juga merupakan peluang karena Islam kian berkembang,” kata Yuana.

Brand-brand lokal yang naik daun juga dinilai perlu terus dibina dan dilindungi hak kekayaan intelektual agar tetap aman. Selain itu, menurut, jangan sampai hanya bertahan musiman, melainkan bagaimana terus berkelanjutan.

Yuana menambahkan ada setidaknya 16 brand lokal yang dianggap sebagai trendsetter, di mana koleksi yang dirilis selalu banyak diikuti. Melalui program Bangga Buatan Indonesia, pemerintah juga menargetkan 30 juta UMKM go digital di 2024.

Sekarang sudah sekitar 19 juta UMKM yang menjadi mitra Kemenparekraf. Pendampingan kepada UMKM ekonomi kreatif terus dilakukan agar berdaya saing dan berkembang di era digital.

Fashion terus menjadi salah satu kategori paling laris di Tokopedia. Selama semester I 2022, produk paling laris di subkategori fashion Muslim antara lain, gamis wanita, blus muslim dan hijab segi empat.

Category Development Senior Lead Tokopedia, Aldhy Darmayo mengatakan tingginya kebutuhan masyarakat akan produk fashion muslim dan modest mendorong Tokopedia berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis, termasuk UMKM lokal. Tokopedia menghadirkan kampanye tahunan Muslim Fash Forward (MFF) hingga 9 September 2022.

“Terjadi peningkatan signifikan juga atas permintaan dari beberapa daerah seperti Palembang, Riau, Balikpapan dan lainnya,” kata Aldhy.  (***)

Continue Reading

Bisnis

Bitcoin dkk Masih Loyo, Hanya Solana-Terra yang Bangkit

Published

on

Foto: Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, goindonesia.co – Harga mayoritas kripto kembali terkoreksi pada perdagangan Senin (21/2/2022) pagi waktu Indonesia, karena investor masih menimbang sentimen dari ketegangan geopolitik antara Rusia dengan Ukraina beserta Amerika Serikat (AS).

Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:00 WIB, hanya koin digital (token) Solana dan Terra yang mulai berbalik arah (rebound) ke zona hijau pada pagi hari ini.

Solana melesat 4,56% ke level harga US$ 94,62/koin atau setara dengan Rp 1.356.851/koin (asumsi kurs Rp 14.340/US$) dan Terra menguat 1,05% ke level US$ 50,84/koin atau Rp 729.046/koin.

Sedangkan sisanya terpantau kembali terkoreksi pada pagi hari ini. Bitcoin merosot 2,17% ke level harga US$ 39.158,68/koin atau setara dengan Rp 561.535.471/koin, Ethereum terkoreksi 0,88% ke level US$ 2.716,68/koin atau Rp 38.957.191/koin.

Berikutnya BNB melemah 1,51% ke US$ 391,27/koin (Rp 5.610.812/koin), Cardano ambles 2,84% ke US$ 0,9656/koin (Rp 13.847/koin), dan Avalanche ambruk 5,48% ke US$ 80,68/koin (Rp 1.156.951/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Bitcoin dan sebagian besar kripto lainnya kembali melanjutkan koreksinya yang sudah terjadi sejak pekan lalu. Hal ini karena tingginya inflasi di AS yang membuat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) bersiap melakukan siklus pengetatan moneter.

Inflasi AS di bulan Januari 2022 tercatat naik 7,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) dan menjadi kenaikan inflasi tertinggi dalam 4 dekade terakhir.

Hal tersebut dilakukan dengan melakukan tapering atau pengurangan likuiditas, kenaikan suku bunga acuan hingga mereduksi bobot neraca (balance sheet).

Selain itu ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan AS yang masih terjadi hingga kini juga masih direspons negatif bagi investor di kripto.

Keinginan Ukraina untuk gabung dengan aliansi militer North Atlantic Treaty Organization (NATO) mendapat tentangan dari Rusia sampai Negeri Beruang Merah itu menerjunkan pasukan militernya di perbatasan Ukraina.

Presiden AS, Joe Biden menyebut bahwa Rusia siap melakukan invasi ke Ukraina dalam beberapa hari ke depan meskipun klaim tersebut dibantah oleh pihak Rusia.

Di tengah inflasi yang tinggi dan tensi geopolitik yang masih meningkat membuat harga emas sebagai aset untuk hedging dan minim risiko justru melambung.

Dalam sepekan harga emas bergerak mendekati level psikologis US$ 1.900/troy ons setelah mengalami apresiasi sebesar 2,04%.

Hal ini membuat Bitcoin yang digadang-gadang sebagai aset hedging pengganti emas cenderung gagal karena harga Bitcoin sendiri masih cenderung volatil.

Dengan risiko inflasi dan geopolitik yang naik, risk appetite investor tampak menurun dan cenderung menghindari aset-aset berisiko untuk sementara waktu ini.

Di lain sisi, adanya potensi eksploitasi marketplace non-fungible token (NFT) ternama di dunia, yakni OpenSea juga turut membebani sentimen investor kripto.

Secara terpisah, CEO OpenSea Devin Finzer dalam Twitter pribadinya pada Sabtu malam waktu setempat mengatakan bahwa sebanyak 32 pengguna sejauh ini telah menandatangani muatan berbahaya dari penyerang, dan beberapa NFT mereka dicuri.

Finzer pun menyarankan bahwa situs web palsu mungkin yang harus disalahkan. OpenSea mengatakan dalam tweet terpisah bahwa mereka masih menyelidiki insiden tersebut. (***)

Continue Reading

Bisnis

Harga Bitcoin Pertama Keluar, Ternyata Pernah Sangat Murah

Published

on

Bitcoin – Image by Benjamin Nelan from Pixabay

Jakarta, goindonesia.co – Di antara kelas aset kripto, bitcoin menjadi salah satu yang memiliki sejarah perdagangan lebih fluktuatif. Tapi mungkin masih belum ada yang tahu harga bitcoin pertama keluar di dunia. 

Lonjakan pertama kripto terjadi pada 2010 ketika nilai satu bitcoin melonjak, dari hanya sepersekian sen menjadi USD 0,09.

Penemu bitcoin, Satoshi Nakamoto (bukan nama sebenarnya) merancang bitcoin sebagai sistem keuangan elektronik peer-to-peer yang akan berfungsi di luar jangkauan pemerintah pada krisis 2008 silam.

Sejak itu, kripto telah mendapatkan daya tarik utama sebagai alat pertukaran dan menarik para trader untuk bertaruh dalam perubahan harganya. Aset ini berkembang menjadi salah satu opsi investasi sebagai lindung nilai dari inflasi.

Melansir Investopedia, Sabtu ( 19/2/2022), pasar Bitcoin telah berubah belakangan ini. Masuknya investor institusional membuat pasar kripto kian matang. Bahkan otoritas terkait sedang menyusun aturan khusus untuk pasar kripto.

2009–2015

Bitcoin memiliki harga nol ketika diperkenalkan pada 2009. Pada 17 Juli 2010, harganya melonjak menjadi USD 0,09.

Di awal kemunculannya, Bitcoin terus mengalami kenaikan hingga mencapai puncaknya USD 29,60 pada 7 Juni 2011.

Namun terjadi resesi tajam di pasar kripto, dan harga Bitcoin mencapai titik terendah USD 2,05 pada pertengahan November 2011. Tahun berikutnya, Bitcoin kembali naik mencapai USD 13,50 pada 15 Agustus.

Pada 2012, menjadi tahun yang cukup lancar untuk Bitcoin, bahkan terjadi tren penguatan di tahun berikutnya.

Bitcoin diperdagangkan pada USD 13,28 pada awal 2013, dan mencapai USD 230 pada 8 April. Namun terjadi penurunan harga yang sama cepatnya, yakni menjadi USD 68,50 beberapa pada 4 Juli.

Memasuki kuartal IV 2013, Bitcoin kembali bergerak fluktuatif. Bitcoin diperdagangkan USD 123 pada Oktober, dan melonjak menjadi USD 1.237,55 pada Desember.

Namun tiga hari kemudian, Bitcoin jatuh ke USD 687,02. Harga Bitcoin terus merosot sepanjang 2014 dan menyentuh USD 315,21 pada awal 2015.

Harga Terus Naik

2016–2020

Bitcoin perlahan-lahan naik sepanjang 2016 menjadi lebih dari USD 900 pada akhir tahun. Tahun berikutnya, harga Bitcoin berada di sekitar USD 1.000 hingga menembus USD 2.000 pada pertengahan Mei dan terus meroket menjadi USD 19.345,49 pada 15 Desember 2017

Harga Bitcoin bergerak sideways selama dua tahun berikutnya dengan sedikit aktivitas. Pada 2020, ekonomi ditutup karena pandemi Covid-19 dan harga Bitcoin kembali aktif.

Penutupan selama pandemi dan kebijakan pemerintah menciptakan ketakutan investor tentang ekonomi global. Hal itu rupanya mempercepat kenaikan Bitcoin.

Pada penutupan 23 November, Bitcoin diperdagangkan pada USD 19,157,16. Bitcoin ditutup tipis di bawah USD 29.000 pada Desember 2020, meningkat 416 persen dibandingkan awal tahun.

2021–Sekarang

Kurang dari sebulan, Bitcoin melampaui USD 40.000 pada 7 Januari 2021. Pada pertengahan April, harga Bitcoin mencapai level tertinggi baru sepanjang masa lebih dari USD 60.000 saat Coinbase IPO.

Kepentingan institusional semakin mendorong harganya naik, dan Bitcoin mencapai puncaknya lebih dari USD 63.000 pada 12 April 2021. Bitcoin kemudian turun 50 persen mencapai level terendahnya di USD 29.795.55 pada 19 Juli 2021.

Bitcoin kemblali naik pada September USD 52.693,32, sebelum penarikan besar membawanya ke USD 40.709,59 sekitar dua minggu kemudian. Pada 10 November 2021, Bitcoin kembali mencapai titik tertinggi sepanjang masa, USD 68.990,90.

Pada awal Desember 2021, Bitcoin turun menjadi USD 49.243,39 sebelum lebih fluktuatif karena ketidakpastian tentang inflasi yang menciptakan kekhawatiran investor seiring munculnya varian Omicron. (***)

Continue Reading

Trending